{
  "version": "https://jsonfeed.org/version/1",
  "user_comment": "I support your decision, I believe in change and hope you find just what it is that you are looking for. If your heart is free, the ground you stand on is liberated territory. Defend it. This feed allows you to read the posts from this site in any feed reader that supports the JSON Feed format. To add this feed to your reader, copy the following URL — https://crimethinc.com/feed.json — and add it your reader. For more info on this format: https://jsonfeed.org",
  "title": "CrimethInc.",
  "description": "CrimethInc. ex-Workers’ Collective: Your ticket to a world free of charge",
  "home_page_url": "https://crimethinc.com",
  "feed_url": "https://crimethinc.com/feed/id.json",
  "next_url": "https://crimethinc.com/feed/id.json?page=2",
  "icon": "https://crimethinc.com/assets/icons/icon-600x600-29557d753a75cfd06b42bb2f162a925bb02e0cc3d92c61bed42718abba58775f.png",
  "favicon": "https://crimethinc.com/assets/icons/icon-70x70-09272eec03e5a3309fe3d4a6a612dc4a96b64ee3decbcad924e02c28ded9484e.png",
  "author": {
    "name": "CrimethInc. Ex-Workers Collective",
    "url": "https://crimethinc.com",
    "avatar": "https://crimethinc.com/assets/icons/icon-600x600-29557d753a75cfd06b42bb2f162a925bb02e0cc3d92c61bed42718abba58775f.png"
  },
  "items": [
    {
      "id": "https://crimethinc.com/2024/10/03/ya-ghazze-habibti-gaza-cintaku-memahami-genosida-di-palestina",
      "url": "https://crimethinc.com/2024/10/03/ya-ghazze-habibti-gaza-cintaku-memahami-genosida-di-palestina",
      "title": "Ya Ghazze Habibti — Gaza, Cintaku : Memahami Genosida di Palestina",
      "summary": "Seorang anarkis dari wilayah Palestina yang diduduki Israel mengulas sejarah penjajahan Zionis dan perlawanan Palestina.",
      "image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/header.jpg",
      "banner_image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/header.jpg",
      "date_published": "2024-10-03T10:58:27Z",
      "date_modified": "2026-02-19T06:33:35Z",
      "tags": [
        "palestine",
        "israel",
        "colonialism",
        "Iran",
        "Lebanon",
        "Syria"
      ],
      "content_html": "<p>Setelah membantai lebih dari 42.000 warga Palestina, termasuk 16.500 anak-anak, militer Israel kini menginvasi Libanon dan mengancam akan berperang dengan Iran. Dalam laporan mendalam berikut ini, seorang anarkis dari wilayah Palestina yang diduduki Israel mengulas sejarah penjajahan Zionis dan perlawanan Palestina, menjelaskan pentingnya pemahaman anti-kolonialisme terhadap situasi ini, dan mengeksplorasi apa artinya bertindak sebagai bentuk solidaritas terhadap orang-orang Palestina.</p>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"ya-ghazze-habibti\"><a href=\"#ya-ghazze-habibti\"></a>Ya Ghazze Habibti</h1>\n\n<p>Ya Ghazze habibti, oh Gaza cintaku. Gaza, yang oleh Napoleon, salah satu penjajahnya, disebut sebagai pos terdepan Afrika, pintu menuju Asia. Hal ini karena ia melewatinya dalam perjalanan ke utara dan, setelah kalah, melewatinya lagi dalam perjalanan kembali ke Afrika.</p>\n\n<p>Gaza, yang selalu menjadi titik sentral untuk jalur lintas antar kerajaan, rute perdagangan, okupasi (pendudukan), dan budaya, karena letak geografisnya yang berada di sepanjang garis pantai Mediterania. Gaza, yang dilalui Via Maris, yang menghubungkan Mesir ke Turki dan Eropa. Gaza, yang dilalui oleh bangsa Yunani, Romawi, Kekhalifahan Rasyidin, Tentara Salib, Mamluk, Utsmaniyah, Britania Raya, Mesir, dan pasukan Zionis — yang menuliskan sejarahnya sebagai sejarah pendudukan, perang, kekejaman, dan perlawanan.</p>\n\n<p>Gaza cintaku, yang selalu menjadi medan pertempuran, namun selalu berdiri tegak. Gaza, yang mengubur 41.000<sup id=\"fnref:1\"><a href=\"#fn:1\" class=\"footnote\" rel=\"footnote\" role=\"doc-noteref\">1</a></sup> penduduknya, memperingati satu tahun perang pemusnahan yang sedang berlangsung, menghadapi skala kehancuran yang telah <a href=\"https://www.france24.com/en/live-news/20240507-unlike-anything-we-have-studied-gaza-s-destruction-in-numbers\">melampaui</a> pengeboman Dresden oleh pasukan sekutu selama Perang Dunia Kedua, dan tingkat kematian harian yang <a href=\"https://www.aljazeera.com/news/2024/1/11/gaza-daily-deaths-exceed-all-other-major-conflicts-in-21st-century-oxfam\">lebih tinggi</a> daripada konflik lainnya di abad ke-21.</p>\n\n<p>Hampir setahun setelah genosida itu terjadi, ada beberapa hal yang harusnya sudah jelas. Penghancuran Hamas adalah serangan yang terjadi secara kebetulan. Tujuan utamanya adalah pembantaian massal terhadap anak-anak, yang menargetkan masa depan Gaza. Dari 41.000 kematian yang dilaporkan sejauh ini, sekitar 16.500 di antaranya adalah anak-anak.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/9.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Namun, Gaza bukanlah tak berdaya. Penduduk Gaza melawan, dan keberanian serta ketangguhan mereka menjadi inspirasi bagi seluruh dunia dan generasi yang akan datang.</p>\n\n<p>Sebelum kita membahas situasi saat ini, penting untuk meninjau kembali sejarahnya. Bagi kita yang tumbuh dan hidup di dalam entitas, dalam perut makhluk buas kolonial, rasanya sejarah dimulai pada 7 Oktober. Ini adalah satu-satunya narasi yang didapat oleh orang Israel. Namun, hal ini tidak terjadi begitu saja dalam ruang hampa-dan hal serupa telah terjadi sebelumnya, dalam perang dekolonisasi dan pembebasan yang serupa. Sedikit latar belakang sejarah akan memungkinkan kita untuk melihat dan memahami peristiwa-peristiwa ini sebagai bagian dari proses jangka panjang.</p>\n\n<p>Kemudian kita dapat berbicara tentang kemungkinan masa depan.</p>\n\n<h1 id=\"sejarah-penaklukan-sejarah-perlawanan\"><a href=\"#sejarah-penaklukan-sejarah-perlawanan\"></a>Sejarah Penaklukan, Sejarah Perlawanan</h1>\n\n<p>Gaza memiliki sejarah panjang pendudukan dan perlawanan, tetapi pemahaman kita saat ini tentang “Jalur Gaza” sebagai sebuah persegi panjang di peta di bagian selatan Palestina tidak berasal dari bentuk alami wilayah tersebut-ini adalah kontruksi modern yang dibuat secara artifisial. Bangsa Mamluk pada abad ke-13 adalah yang pertama kali menggunakan istilah Quta’a Ghazze (Jalur Gaza), namun mereka merujuk pada seluruh wilayah selatan Palestina, hingga ke Tepi Barat (West Bank) yang sekarang. Jalur Gaza yang kita kenal sekarang diciptakan pada tahun 1948.</p>\n\n<p>Kita tidak dapat memahami apa yang dikenal sebagai Jalur Gaza tanpa membahas serangan Zionis ke Palestina pada tahun 1948, kampanye pembersihan etnis besar-besaran yang dikenal sebagai Nakba. Tanpa konteks ini, mustahil untuk memahami mengapa sebagian besar penduduk Gaza tidak berasal dari Gaza, dan mengapa 80% penduduknya adalah pengungsi. Gaza adalah sebidang tanah buatan yang menjadi kamp pengungsian yang luas setelah kampanye pembersihan etnis besar-besaran yang dilakukan oleh milisi Zionis. Dari hampir 800.000 pengungsi yang terusir dari desa-desa mereka, banyak yang melarikan diri ke negara-negara terdekat seperti Lebanon, Suriah, dan Tepi Barat. Mereka yang mencoba menyeberang ke Mesir mendapati perbatasan yang tertutup; tidak seperti negara-negara tetangga lainnya, Mesir tidak menerima pengungsi, mirip dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah Mesir saat ini. Beginilah awal mula kemunculan Jalur Gaza: sebagai sarana Zionis untuk mengontrol demografi dan populasi.</p>\n\n<p>Banyak dari Kibbutzim dan kota-kota yang diserang pada tanggal 7 Oktober dibangun di atas reruntuhan komunitas yang telah ada di sana sebelumnya. Suku-suku Badui dan penduduk lainnya dari <a href=\"https://idanlandau.com/2013/06/22/bedouin-expulsion-from-the-negev-1948/\">11 desa</a> di sekitar Gaza diusir ke Jalur Gaza, dan tanah mereka, yang diklasifikasikan sebagai “tanah terlantar”, diambil alih oleh negara dan dijadikan tempat pelatihan militer dan tempat tinggal. Kota-kota dan kibbutzim dibangun di atasnya untuk mencegah upaya untuk kembali. Perintah deportasi, yang didokumentasikan oleh para sejarawan sebagai <a href=\"https://www.palestine-studies.org/en/node/1650358\">Perintah Nomor 40</a>, termasuk perintah untuk membakar desa-desa dan tidak meninggalkan sisa-sisa. Kita dapat berasumsi bahwa beberapa pejuang yang menyerang permukiman ini pada 7 Oktober 2023 adalah pengungsi generasi kedua atau ketiga yang baru pertama kali melihat tanah leluhur orang tua atau kakek-nenek mereka di seberang blokade.</p>\n\n<p>Pada akhir pengusiran ini, pada tahun 1950, populasi Gaza meningkat tiga kali lipat akibat kedatangan ratusan ribu pengungsi. Tidak ada infrastruktur untuk menerima begitu banyak pengungsi, dan hingga tahun 1950, tidak ada organisasi bantuan seperti UNRWA yang siap membantu para pengungsi. Meskipun demikian, para sejarawan menceritakan solidaritas yang luar biasa dari penduduk lokal Gaza, yang pada saat krisis memilih untuk berbagi sumber daya yang mereka miliki dengan para pengungsi, untuk membuat mereka tetap hidup. Atas keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) didirikan pada tahun 1950 dan memulai tugas membangun kamp-kamp pengungsi dan sekolah-sekolah serta mengorganisir bantuan untuk sejumlah besar pengungsi yang, hingga saat itu, tidur di sekolah-sekolah setempat, masjid, lapangan, dan rumah-rumah pribadi penduduk setempat yang membuka pintu bagi mereka.</p>\n\n<p>Para pengungsi yang baru tiba di tempat yang kelak menjadi Jalur Gaza menciptakan ancaman besar bagi proyek penjajahan Zionis. Beberapa orang mengklaim bahwa Gaza telah dikepung sejak tahun 2007-tetapi pada kenyataannya, Gaza telah dikepung sejak awal, melewati berbagai tahap pengepungan dari waktu ke waktu. Pendirian Jalur Gaza merupakan keputusan yang diperhitungkan oleh David Ben Gurion, arsitek Nakba dan Perdana Menteri pertama Israel, untuk menyerahkan sebagian wilayah Palestina untuk membangun sebuah kamp pengungsian yang sangat besar bagi orang-orang yang terusir dan melarikan diri ke selatan. Selain untuk mengendalikan demografi wilayah Palestina lainnya, isolasi wilayah tersebut juga memiliki tujuan lain. Jarak geografisnya dari Tepi Barat, dari orang-orang Palestina yang masih tinggal di wilayah yang diduduki pada tahun 1948, dan dari seluruh dunia Arab membantu memecah-belah tatanan masyarakat Palestina. Ini adalah strategi kolonial yang diperhitungkan untuk mengukir tanah tersebut menjadi ghetto-ghetto yang terisolasi — seperti apa yang disebut Bantustan di Afrika Selatan — untuk mendorong perpecahan di antara kelas-kelas yang berbeda dari orang-orang yang diduduki.</p>\n\n<p>Pada tahun 1967, Israel telah menyelesaikan masalah demografis aslinya, tetapi menciptakan masalah geografis yang baru. Nafsu ekspansionis telah meningkat lagi dan Jalur Gaza diduduki bersama dengan Tepi Barat, Dataran Tinggi Golan, dan Semenanjung Sinai. Israel kemudian mengembalikan Sinai ke Mesir, tetapi wilayah-wilayah lain yang baru diduduki menjadi tantangan yang signifikan bagi negara Yahudi tersebut, karena tidak jelas apakah peristiwa tahun 1948 dapat terulang kembali. Sebuah model pembersihan etnis yang baru pun dibutuhkan. Kondisi telah berubah, sehingga lebih sulit untuk membenarkan pengusiran secara fisik dari tanah mereka; hal terbaik berikutnya adalah mengunci mereka di tempat.</p>\n\n<p>Prioritas utama adalah mencegah dengan segala cara munculnya situasi di mana para pemukim akan berbaur dengan penduduk asli, sehingga Israel membangun dua penjara terbuka: satu di Tepi Barat dan satu lagi yang dikontrol dengan ketat di Jalur Gaza. Tidak seperti wilayah yang diduduki pada tahun 1948, wilayah-wilayah baru ini tidak pernah secara resmi dianeksasi oleh Israel. Penduduknya tidak pernah menerima kewarganegaraan. Mereka tidak diberi hak apa pun; desa-desa mereka dikelilingi oleh pos-pos pemeriksaan, tembok, dan pemukiman; dan pemerintahan militer diberlakukan. Memang, pembersihan etnis dan pemerintahan militer sering kali terjadi bersamaan sepanjang sejarah.</p>\n\n<p>Hal lain yang secara historis selalu terjadi bersamaan dengan pembersihan etnis dan kekuasaan militer adalah perlawanan. Pecahnya intifada pertama dari kamp pengungsi Jabaliya di Gaza pada tahun 1987 memicu gelombang revolusioner di seluruh wilayah tersebut. Hal ini bukan semata-mata karena intensitas pemberontakan, tetapi juga karena hal ini menandakan titik balik di mana orang-orang Palestina mengambil alih masalah dan berjuang untuk pembebasan mereka sendiri.</p>\n\n<p>Dalam banyak hal, Palestinian Liberation Organization (PLO) telah melakukan hal ini sejak tahun 1960-an, menghilangkan peran negara-negara Arab sebagai “pembebas” dan mengalihkan fokus pada gerilyawan Arab revolusioner dan kelompok-kelompok diaspora Palestina, terutama di Yordania dan kemudian di Lebanon. Namun, intifada pertama di Palestina pecah secara spontan. Intifada ini tidak berada di bawah kendali partai atau organisasi militer tertentu; intifada ini dipimpin oleh sebuah jaringan kelompok dan organisasi akar rumput yang bersatu di bawah Unified National Leadership of the Uprising (UNLU), sebuah jaringan koordinasi antara berbagai komite, organisasi, dan pihak-pihak yang terlibat dalam pemberontakan.</p>\n\n<p>Fakta bahwa pemberontakan meletus di Gaza merupakan hal yang signifikan. Tidak mengherankan jika pemberontakan itu dimulai di sebuah kamp pengungsi. Di antara orang-orang Palestina, kamp adalah kelas terendah; kamp juga merupakan tempat yang paling revolusioner, selalu menjadi garis depan perlawanan rakyat dan perjuangan bersenjata. Di sanalah gerilyawan secara tradisional terorganisir dan benteng-benteng perlawanan dibentuk. Karena sentralitasnya dalam perjuangan, tempat ini juga merupakan tempat di mana banyak kekejaman yang paling mengerikan dilakukan dan penindasan yang paling kejam terjadi. Kamp-kamp pengungsi di Lebanon merupakan sarang bagi para revolusioner selama perang saudara Lebanon pada tahun 1970-an dan 80-an; di sanalah kaum fasis Lebanon melakukan pembantaian Sabra dan Shatila pada tahun 1982, di bawah pengawasan ketat IDF.</p>\n\n<p>Hingga saat ini, kamp-kamp pengungsi seperti di Jenin dan Balata di Tepi Barat masih menjadi pusat perlawanan bersenjata, dengan banyak faksi, seperti Sarang Singa dan Brigade Balata, yang bersikeras untuk tetap tidak berafiliasi dengan faksi-faksi utama politik Palestina, di luar kendali Israel dan Otoritas Palestina (PA). Para pemuda di kamp-kamp ini telah mempertahankan rumah mereka dari serangan Israel berkali-kali, dan telah membayar mahal untuk melakukannya. Sejak 7 Oktober 2023, kamp-kamp pengungsi di Gaza telah menjadi target utama pasukan genosida.</p>\n\n<p>Intifada pertama mengartikulasikan kamp pengungsi sebagai kekuatan utama dalam revolusi Palestina. Hal ini juga menunjukkan betapa eksplosifnya situasi tersebut.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/12.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Pecahnya intifada benar-benar mengejutkan Israel dan PLO. Israel tidak pernah membayangkan bahwa rakyat Palestina akan memberontak, dan PLO tidak pernah membayangkan bahwa mereka akan melakukannya di luar kendali mereka. Yasser Arafat, pemimpin PLO dan partai politik terbesarnya, Fatah, melihat sifat intifada yang tak terkendali dan horizontal sebagai ancaman dan mencari cara untuk membawanya di bawah kendali organisasinya. Hal ini, bersama dengan campur tangan Israel dan AS, membuat Fatah berkompromi dengan posisi mereka dan mengupayakan perundingan damai dengan Israel.</p>\n\n<p>Rangkaian peristiwa ini, yang rinciannya berada di luar cakupan artikel ini, berujung pada penandatanganan Perjanjian Oslo, migrasi PLO ke Palestina, pembentukan Otoritas Palestina, dan pengelolaan pendudukan oleh subkontraktor setia Israel. Di antaranya, Perjanjian Oslo melibatkan penyerahan 80% tanah sebagai imbalan atas janji “solusi dua negara” dan pengakuan Israel. Hal ini juga berarti pembagian Tepi Barat menjadi tiga wilayah: wilayah A, yang terdiri dari 18% wilayah Tepi Barat, yang akan berada di bawah kendali PA; wilayah B, 22% wilayah Tepi Barat, yang akan berada di bawah pemerintahan sipil PA dan kendali keamanan Israel; dan wilayah C, 60% wilayah Tepi Barat, yang berada di bawah kendali “sementara” Israel.</p>\n\n<p>Hal ini juga menyebabkan koordinasi keamanan antara PA yang baru dibentuk dan Israel, yang berarti bahwa orang-orang Palestina ditekan, dipenjara, dipukuli, dan dieksekusi oleh polisi dan sipir penjara Palestina, bukan oleh orang Israel. Pada saat yang sama, PLO “meninggalkan terorisme” dan perlawanan bersenjata, dan mendedikasikan diri pada negosiasi perdamaian dan “solusi tanpa kekerasan.” Bagian terakhir dari perjanjian tersebut, yaitu pembentukan sebuah negara Palestina, tidak pernah diimplementasikan.</p>\n\n<p>Perjanjian tersebut berfungsi sebagai taktik kontra-pemberontakan. Tujuannya adalah untuk menumpas pemberontakan, mendomestikasi atau mengisolasi sayap-sayap revolusioner di dalam PLO, menyingkirkan daerah-daerah bermasalah di Tepi Barat dan Jalur Gaza dari manajemen Israel, dan pada saat yang sama, memaksakan peran sebagai polisi pada PA sembari memberikan harapan palsu pada massa yang sedang bangkit.</p>\n\n<p>Namun tidak semua orang tertipu. Perjanjian Oslo memang berhasil mengakhiri intifada pertama, namun perjanjian ini juga menandakan adanya fragmentasi dalam masyarakat Palestina, termasuk di dalam PLO sendiri, yang memecah belah mereka yang mendukung perjanjian perdamaian dengan mereka yang tetap berkomitmen pada tujuan awal revolusi Palestina-penolakan untuk mengakui negara Israel, pembebasan dari sungai ke laut, dan komitmen terhadap perlawanan bersenjata dan perlawanan rakyat. Kedua kubu ini akan menentukan masyarakat dan perjuangan Palestina di tahun-tahun mendatang.</p>\n\n<p>Di tengah-tengah pemberontakan, beberapa orang dari Ikhwanul Muslimin cabang Gaza, sebuah gerakan sosial keagamaan yang berbasis di Mesir, bertemu di sebuah rumah di kamp pengungsian Shati di Jalur Gaza pada tanggal 9 Desember 1988. Pertemuan ini memiliki implikasi yang signifikan bagi masa depan perlawanan Palestina. Di bawah kepemimpinan spiritual Syekh Ahmed Yassin, seorang pengungsi dari desa Al-Jura, dekat Majdal Askalan (sekarang dikenal sebagai kota Ashkelon di Israel), kelompok tersebut memutuskan untuk memisahkan diri dan memulai sebuah gerakan baru, Gerakan Perlawanan Islam (Harakat al-Muqawama al-Islamiyah) -sebagai singkatan dari HAMAS. Beberapa bulan kemudian, organisasi yang baru lahir ini merilis piagamnya, di mana mereka menyajikan kebangkitan Islam dan jihad sebagai bentuk anti-kolonialisme dan menjabarkan filosofi politik dan agamanya mengenai hubungan antara Islam dan pembebasan Palestina. Meskipun menegaskan bahwa pemerintahan Islam akan memungkinkan “Muslim, Yahudi, dan Kristen untuk hidup bersama dalam damai dan harmonis,” teks selanjutnya penuh dengan antisemitisme dan teori konspirasi, yang mengartikulasikan pemahaman gerakan ini tentang Zionisme, Israel, dan Yudaisme pada saat itu.</p>\n\n<p>Satu dekade sebelumnya, pada tahun 1976, Syekh Ahmed Yassin telah mengajukan izin kepada pihak berwenang Israel untuk mendirikan Asosiasi Islam, yang akan menjadi organisasi payung yang akan memberikan perlindungan hukum dan administratif untuk layanan sosial, agama, pendidikan, dan medis Ikhwanul Muslimin di Jalur Gaza. Israel menyetujui izin tersebut. Inilah salah satu sumber mitos bahwa Israel “mendirikan” Hamas. Faktanya, Israel tidak ada hubungannya dengan “menciptakan” Hamas; sebagai otoritas pendudukan, Israel hanya memberikan izin kepada salah satu institusi Ikhwanul Muslimin sekitar satu dekade sebelum Hamas berdiri. Ada beberapa cara untuk menjelaskan mengapa hal ini terjadi.</p>\n\n<p>Israel memiliki kebijakan untuk tidak mencampuri organisasi-organisasi sosial Islam. Namun, ada baiknya kita juga memahami dinamika sosial pada saat itu. Tahun 1970-an adalah puncak dari revolusi kiri Palestina; organisasi-organisasi sekuler dan Marxis-Leninis adalah kekuatan dominan dalam perlawanan bersenjata. Agama, di sisi lain, dipandang sebagai masalah pribadi, dan Israel memiliki kepentingan untuk memungkinkan pertumbuhan Ikhwanul Muslimin dan gerakan-gerakan Islam lainnya yang dapat berfungsi sebagai kekuatan tandingan untuk melemahkan gerakan nasionalis dan menciptakan perpecahan sosial.</p>\n\n<p>Pendirian Hamas, satu dekade kemudian, sembari membangun infrastruktur amal dan sosial Ikhwan, mendefinisikan kembali Islam sebagai gerakan politik yang terkait dengan perlawanan anti-kolonial, dengan mengambil inspirasi dari banyak partai politik di dunia Arab yang memadukan Islam dan nasionalisme. Mereka mengambil warisan dari tokoh-tokoh legendaris seperti Izz Ad-Din Al-Qassam, seorang pemimpin spiritual dan militan yang aktif di Palestina pada tahun 1920-an dan ‘30-an, yang memelopori pendefinisian Jihad Islam sebagai anti-kolonialisme dan pertempuran gerilya yang terorganisir melawan Prancis, Inggris dan Zionis. Sayap bersenjata Hamas, brigade Al-Qassam, menggunakan namanya.</p>\n\n<p>Hamas aktif dalam pemberontakan sejak awal, bentrok dengan pasukan Israel dan juga dengan faksi-faksi Palestina lainnya yang mereka anggap berkolaborasi. Beberapa faktor memungkinkan Hamas untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin kubu perlawanan, termasuk penerimaan implisit PLO untuk membagi tanah Palestina yang bersejarah menjadi dua negara dan meninggalkan jalur revolusioner, yang menyebabkan gerakan nasional Palestina terpecah menjadi “kubu perlawanan” dan “kubu negosiasi.” Pada saat yang sama, proses geopolitik termasuk runtuhnya Uni Soviet dan kekalahan kaum kiri Palestina di Lebanon mengubah konteksnya. Intifada pertama kali meletus dari kamp-kamp pengungsian di Gaza, wilayah asal dan basis dukungan utama Hamas.</p>\n\n<p>Kita maju ke tahun 2000. Setelah negosiasi gagal dan negara Palestina yang dijanjikan pada tahun 1999 tak kunjung terwujud, intifadah kedua yang lebih pahit dan lebih militer meletus, dipicu oleh kunjungan provokatif Ariel Sharon-pemimpin partai oposisi Likud-ke kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Sementara intifada pertama bersifat populer dan terdesentralisasi, intifada kedua dimulai dengan cara yang sama tetapi dengan cepat jatuh di bawah kepemimpinan faksi-faksi militer bersenjata, mempopulerkan praktik-praktik seperti bom bunuh diri dan jenis-jenis serangan bersenjata yang mematikan terhadap pasukan dan warga Israel.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/16.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Yasser Arafat, pemimpin PLO dan presiden Otoritas Palestina, terbukti cukup pragmatis. Yang membuat Israel dan para pendukung internasional kecewa, ia menolak untuk mengecam serangan bersenjata, bahkan sering mendorongnya, dan lebih dari sekali, pasukan polisi PA terlibat baku tembak dengan pasukan Israel. Dia tampaknya memandang “proses perdamaian” dan proyek pembangunan negara hanya sebagai alat untuk pembebasan Palestina, yang layak dikejar selama mereka berhasil, tetapi siap untuk meninggalkannya dan mengubah arah sesuai kebutuhan. Sebagai tanggapan, pada tahun 2002, Israel mengepung Mukataa, gedung parlemen Palestina di Ramallah, menjebaknya hingga akhirnya meninggal dua tahun kemudian pada tahun 2004.</p>\n\n<p>Sebagai gantinya, Mahmoud Abbas naik ke tampuk kekuasaan — seorang anggota partai Fatah yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat. Untuk memastikan bahwa pragmatisme Arafat tidak akan terulang kembali, AS dan donor internasional lainnya memprakarsai upaya-upaya untuk “memprofesionalkan” PA. Hal ini menyebabkan pergeseran struktural yang signifikan, menghasilkan reformasi sektor keamanan yang ekstensif dengan dukungan dan pelatihan dari AS, pengetatan koordinasi keamanan dengan Israel, de-politisasi PA dan sebagian besar masyarakat Palestina, dan penunjukan Salam Fayyad sebagai Perdana Menteri-seorang ekonom berpendidikan Amerika yang beraliran neoliberal yang dituduh membersihkan lembaga-lembaga PA dari suara-suara yang terlalu kritis.</p>\n\n<p>Dalam bukunya yang berjudul Polarized and Demobilized: Legacies of Authoritarianism in Palestine, penulis anti-otoritarianisme Palestina, Dana El-Kurd, menjelaskan secara rinci bagaimana metode intervensi internasional yang agresif digunakan untuk mengisolasi PA dari konstituennya, masyarakat Palestina, dan membuatnya tunduk pada para donor internasional-terutama Amerika Serikat dan Uni Eropa. Mereka memberikan ancaman sanksi dan pemotongan bantuan setiap kali PA menyimpang dari jalur yang telah ditetapkan oleh tuannya, yaitu kekuatan-kekuatan Barat global. Pembentukan PA dan keterlibatan dalam manajemennya sangat penting bagi AS untuk memaksakan prioritasnya di wilayah tersebut. Palestina tidak pernah diizinkan untuk mengelola urusan mereka sendiri dengan cara yang tidak disetujui oleh Amerika Serikat.</p>\n\n<p>Hal ini terlihat setelah kemenangan pemilu Hamas pada tahun 2006. Hamas berhasil memanfaatkan ketidakpuasan akibat kegagalan Perjanjian Oslo, kebijakan-kebijakan PA, dan korupsi serta perasaan frustrasi, dengan memperoleh 76 dari 132 kursi dewan legislatif dan memenangkan hak untuk membentuk pemerintahan. Kubu perlawanan berada di puncak popularitasnya, karena satu tahun sebelumnya, pada tahun 2005, Israel telah memprakarsai Rencana Pelepasan, menggusur semua 21 pemukiman Israel dari Jalur Gaza bersama dengan militer Israel, setelah pemberontakan bersenjata selama lima tahun berturut-turut. Meskipun Israel terus mengendalikan perbatasan, wilayah udara, dan ruang maritim Gaza, hal ini masih dilihat sebagai pencapaian signifikan dari perjuangan bersenjata, yang berhasil memaksa penyerahan wilayah dari Israel sementara “negosiasi” dan “proses perdamaian” tetap macet.</p>\n\n<p>Faktanya, hanya sedikit yang memilih Hamas karena alasan agama atau ideologi. Dengan membangun infrastruktur gerilya selama tahun 1990-an dan intifada kedua, Hamas telah berhasil memposisikan diri mereka sebagai kekuatan utama untuk perjuangan nasional, alternatif paling signifikan bagi Fatah.</p>\n\n<p>Terkejut dengan kemenangan Hamas, Amerika Serikat dan Israel dengan cepat bergerak untuk melakukan kudeta. Mereka memberikan tekanan kuat pada pemerintah baru untuk “memoderasi” pandangannya-misalnya, menerima “proses perdamaian” yang dipimpin AS, “solusi dua negara”, dan tidak mengancam pengaruh Barat di wilayah tersebut. “Kuartet Timur Tengah,” sebuah badan internasional yang terdiri dari AS, Uni Eropa, PBB, dan Rusia, yang ditugaskan untuk mengelola ‘solusi konflik Israel-Palestina’ sesuai dengan ‘proses perdamaian,’ mensyaratkan bantuan untuk pemerintah Hamas dengan tiga tuntutan: mengakui perjanjian yang ditandatangani antara PLO dan Israel, mengecam ‘teror,’ dan secara resmi mengakui Israel. Setelah penolakan Hamas, pemerintah diisolasi, semua bantuan dihentikan, dan sanksi ekonomi diberlakukan.</p>\n\n<p>Perang saudara Gaza pada tahun 2007 menyaksikan pertempuran jalanan bersenjata di Jalur Gaza antara sayap bersenjata Hamas dan Fatah. Pertempuran ini menghasilkan kemenangan bagi Hamas dan pengambilalihan Jalur Gaza. Dalam kekalahan, Mahmoud Abbas mengumumkan pembubaran pemerintahan, memecat Ismail Haniyeh (perdana menteri Hamas), dan mengumumkan keadaan darurat. Sebagai gantinya, Salam Fayyad, seorang politisi Fatah yang lebih “moderat” yang disetujui oleh AS dan Israel, ditunjuk sebagai PM. Abbas juga melarang sayap bersenjata Hamas. Tidak ada pemilihan umum yang diadakan sejak saat itu.</p>\n\n<p>Peristiwa tahun 2007 menciptakan situasi baru dalam pemerintahan Palestina, di mana warga Palestina berada di bawah dua Otoritas Palestina — PA di bawah kekuasaan Fatah di Tepi Barat, dan Hamas di Gaza. Hal ini menguntungkan Israel, semakin memecah belah masyarakat Palestina dan memisahkan Gaza dari Tepi Barat dan wilayah Palestina lainnya. Mulai tahun 2007, Israel mengintensifkan pengepungannya terhadap Gaza sebagai hukuman kolektif karena memilih Hamas, mengisolasinya sepenuhnya dari dunia-pada dasarnya mengubah kamp pengungsi terbesar di dunia menjadi penjara terbuka terbesar di dunia. Jalur ini dipagari sepenuhnya dari semua sisi (termasuk perbatasan Mesir), kontrol yang lebih ketat diberlakukan di ruang maritim dan udara, pergerakan ke luar dan ke dalam sangat dibatasi, dan Israel menentukan barang apa saja yang diizinkan masuk.</p>\n\n<p>Mereka yang menyamakan Hamas dengan ISIS, Al-Qaeda, atau Taliban akan terkejut mendengar bahwa selama 16 tahun memerintah Gaza, Hamas tidak pernah menerapkan hukum Syariah. Pemerintahannya otoriter dan konservatif, sangat represif, terutama terhadap perempuan, kelompok queer, dan para pembangkang politik, namun selalu ada perdebatan dan argumen internal, pemilihan umum, dan badan perwakilan. <a href=\"https://theanarchistlibrary.org/library/anonymous-author-from-stoking-the-embers-collective-hamas-anarchists-in-the-west-and-palestine\">Struktur organisasi</a> telah <a href=\"https://theanarchistlibrary.org/library/mikola-dziadok-the-decision-making-in-hamas\">dirinci</a> secara mendalam; cukuplah untuk mengatakan bahwa meskipun organisasi ini merupakan organisasi hirarkis, sistem Majlis Al-Shura (Dewan Konsultatif Umum), yang terdiri dari anggota terpilih dari kelompok-kelompok dewan lokal, dengan perwakilan dari Gaza, Tepi Barat, para pemimpin di pengasingan, dan para tahanan di penjara-penjara Israel, memang mewakili model pemerintahan yang demokratis dan dari atas ke bawah.</p>\n\n<p>Hamas tidak hanya tidak menyerupai jihadisme Salafi, mereka adalah musuh bebuyutannya. Sel-sel Salafi yang mencoba melakukan mobilisasi di Gaza ditindas dengan kejam. Hamas tidak berniat mendirikan kekhalifahan pan-Islam; mereka selalu lebih nasionalis daripada religius, membatasi kegiatan mereka pada geografi Palestina. Semua ini bukan untuk membenarkan mereka-kita harus tetap kritis-tetapi saya percaya bahwa kita harus adil dan akurat dalam mengkritik, memahami nuansa dan konteks, untuk menghindari penyebaran omong kosong Islamofobia yang menyamaratakan semua organisasi Islam dalam satu keranjang.</p>\n\n<p>Israel tampaknya tidak mempermasalahkan Hamas mengambil alih kekuasaan. Hal ini bertujuan untuk memecah belah Palestina lebih jauh, menempatkan sebuah badan pemerintahan yang berkuasa di Gaza untuk mengelolanya, dan memberikan pembenaran bagi serangan Israel. Israel menggambarkan dirinya sebagai memerangi organisasi teror jihad Islam-fundamentalis dalam banyak serangan udara yang terjadi setelahnya.</p>\n\n<p>Sejarawan Palestina Tareq Baconi menjelaskan secara rinci dalam bukunya Hamas Contained: The Rise and Pacification of Palestinian Resistance, bagaimana Israel memulai strategi “memotong rumput” di Gaza. Israel akan mengebom Gaza sesekali, cukup untuk merusak kemampuan militer Hamas dan membantai ratusan atau ribuan orang Palestina-menjaga Gaza tetap terkendali, tetapi membiarkan Hamas tetap berkuasa. Israel melakukan lima operasi militer besar di Gaza hingga tahun 2023 dan beberapa operasi militer yang lebih kecil. Strategi menjaga Gaza dalam keadaan beku — selalu di bawah manajemen krisis, selangkah lagi menuju keruntuhan, terisolasi dari dunia, dan tanpa rencana jangka panjang — akan meledak di hadapan Israel pada 7 Oktober 2023. Namun, saya terlalu berlebihan.</p>\n\n<p>Dari sisi Hamas, ada banyak cara untuk menjelaskan mengapa mereka memutuskan untuk mengambil bagian dalam politik elektoral. Tampaknya Hamas melihat pemerintah seperti bagaimana Arafat melihatnya-sebagai alat perlawanan, salah satu dari sekian banyak alat yang dapat digunakan untuk mengejar pembebasan. Seperti Arafat, mereka menemukan ketegangan dan kontradiksi dalam pendekatan ini. Sebagai kepala kubu perlawanan, para pemimpin pemerintahan revolusioner, Hamas sering kali mendapati dirinya sebagai kekuatan yang menenangkan. Beberapa kali, mereka harus membatasi faksi-faksi militan lain di Gaza, seperti Jihad Islam Palestina, yang mengganggu gencatan senjata mereka. Mereka juga tidak berpartisipasi dalam beberapa bentrokan militer dengan Israel, seperti eskalasi tahun 2022 antara Israel dan PIJ. Beberapa orang sekarang menafsirkan ini sebagai taktik menipu, menipu Israel untuk percaya bahwa mereka tidak tertarik dengan eskalasi untuk mengejutkan mereka pada 7 Oktober, tetapi saya tidak mempercayainya. Hal itu mungkin benar sampai batas tertentu, tetapi tidak dapat disangkal bahwa berkali-kali, Hamas sebenarnya terhalang, dan harus berjalan di atas seutas tali antara mempertahankan sikap militan dan membatasi faksi-faksi bersenjata lainnya untuk menjaga agar eskalasi tidak lepas kendali.</p>\n\n<p>Transisi dari gerakan sosial dan pembentukan gerilya menjadi badan pemerintahan tidak begitu jelas. Al-Qassam, sayap bersenjata, meskipun mendapatkan otonomi yang besar dari badan pemerintahan, masih harus berurusan dengan ketegangan yang meningkat antara perlawanan dan pemerintah. Hal ini bukanlah hal yang baru dalam gerakan Palestina. Dalam bukunya The Palestine Question, Edward Said merinci dilema ini di dalam PLO pada masa revolusionernya, ketika revolusi dan proyek pembangunan negara sering berbenturan. Ketika akhirnya tiba saatnya untuk bergerak maju menuju sebuah negara, mereka benar-benar mengkhianati rakyatnya, menjual revolusi, dan menyerah pada kekuatan pendisiplinan tatanan dunia. Namun Hamas mengambil pendekatan yang berbeda.</p>\n\n<p>Setelah mengambil alih Gaza pada tahun 2007, Hamas memiliki pilihan apakah akan mengulangi jalan PA di Tepi Barat, menjual perlawanan dan menjadi kolaborator dengan penjajah, atau mempertahankan sikap menantang mereka. Mereka memilih yang terakhir. Baik Israel maupun kekuatan internasional tidak dapat sepenuhnya mendomestikasi mereka, dan mereka mempertahankan komitmen mereka terhadap dekolonisasi, perlawanan, dan perjuangan bersenjata — setidaknya secara prinsip, dan terkadang dalam praktiknya. Kita bisa melihat hal ini selama eskalasi tahun 2021, Intifada Persatuan. Ketika Sheikh Jarrah, sebuah lingkungan Palestina di Yerusalem, diancam akan digusur, Yerusalem terbakar dan pemberontakan menyebar ke seluruh Palestina; Hamas mengumumkan ultimatum bagi pasukan Israel untuk mundur dari Sheikh Jarrah dan kompleks Masjid Al-Aqsa, yang diikuti dengan rentetan roket yang ditembakkan ke kota-kota Israel.</p>\n\n<p>Ini adalah salah satu dari sedikit contoh di mana Hamas keluar dari kandang yang dibangun untuk mereka. Serangan roket terhadap Israel tidak digunakan untuk meringankan pengepungan, bernegosiasi tentang kondisi di Gaza, menanggapi pembunuhan salah satu militannya, atau menekan masalah lain dalam lingkaran terdekat mereka sebagai badan pemerintahan atau militer; melainkan, ini adalah tindakan solidaritas dengan lingkungan di Yerusalem dan sebagai tanggapan atas serangan Israel di kompleks Al-Aqsa. Hal ini menempatkan mereka sekali lagi sebagai front terdepan dalam perlawanan, yang mewakili partisipasi Gaza dalam pemberontakan persatuan dan bertindak atas isu-isu yang menjadi perhatian seluruh warga Palestina.</p>\n\n<p>Kontradiksi antara perjuangan bersenjata dan perjuangan rakyat merupakan topik perdebatan yang terus menerus terjadi di kalangan warga Palestina. Beberapa kritikus menuduh Hamas mengesampingkan perjuangan rakyat yang meletus selama pemberontakan dengan mengalihkan fokus pada perjuangan bersenjata. Kenyataannya lebih rumit. Hamas lebih dari sekadar sayap bersenjata; Hamas adalah sebuah gerakan yang bereksperimen dengan berbagai metode perjuangan yang berbeda, mengevaluasi setiap strategi berdasarkan hasilnya. Hamas memiliki banyak pengalaman dengan perlawanan rakyat-misalnya, selama Pawai Akbar Kepulangan 2018–2019, di mana penduduk Gaza berbaris tanpa senjata menuju pagar pembatas, yang terinspirasi sebagian dari gerakan hak-hak sipil di AS, menuntut diakhirinya pengepungan dan diizinkan kembali ke rumah mereka di sisi lain. Ini bukanlah inisiatif Hamas-ini diorganisir oleh para aktivis akar rumput dan warga sipil di Gaza-tetapi Hamas, sebagai badan pemerintahan, harus mengizinkan pawai tersebut, ikut serta di dalamnya, dan terlibat dalam pendanaan. Tanggapan Israel adalah membantai 223 pengunjuk rasa, termasuk 46 anak-anak, dengan tembakan penembak jitu. Dunia tidak melakukan apa-apa. Sebaliknya, peristiwa tahun 2021 membuktikan bahwa Palestina hanya menjadi isu internasional ketika warga Israel membayar harganya.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/4.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Orang-orang Palestina dibunuh baik dengan bersenjata maupun tidak, dengan “kekerasan” maupun “tanpa kekerasan”, baik dalam demonstrasi damai maupun dalam pertempuran militan. Masalah Israel dengan Palestina bukanlah taktik ini atau itu, tetapi keberadaan mereka sebagai sebuah bangsa. The March of Return, Gaza 2018.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Mengingat hal ini, saya ingin mengusulkan satu cara untuk melihat 7 Oktober. Tak seorang pun di luar Hamas yang tahu persis apa yang membuat mereka memutuskan untuk melakukan serangan tersebut. Ada banyak teori, dan saya akan menambahkan teori saya sendiri. Hamas mungkin telah mencapai kesimpulan bahwa “pemerintahan perlawanan” tidak lagi berfungsi, bahwa hal itu sebenarnya adalah sebuah hambatan, dan memutuskan untuk kembali ke asalnya sebagai formasi gerilya dan gerakan sosial. Mereka mungkin telah mencoba melakukan hal ini berkali-kali sebelumnya, seperti yang bisa kita lihat dari berbagai upaya rekonsiliasi dengan Fatah; mereka menunjukkan kesediaan untuk melepaskan kendali atas Gaza dan bekerja menuju pemilihan umum <a href=\"https://en.wikipedia.org/wiki/Fatah%E2%80%93Hamas_reconciliation_process\">berkali-kali</a>. Buku Hamas karya Baconi berisi rincian dari berbagai upaya tersebut dan bagaimana upaya-upaya itu digagalkan oleh Israel dan AS. Mungkin mereka berpikir bahwa inilah saatnya untuk melakukan sesuatu yang ekstrim untuk memaksa mereka kembali ke jalur perlawanan, semacam bunuh diri pemerintah. Mereka telah menegaskan sejak Oktober lalu bahwa mereka <a href=\"https://www.npr.org/2024/08/16/nx-s1-5077757/gaza-war-hamas-leader-basem-naim-doha-interview\">bersedia untuk berhenti memerintah Gaza, namun tidak akan melucuti senjata</a>-sebuah indikasi lain bahwa mereka sedang berusaha untuk kembali ke asal mereka.</p>\n\n<p>Agar revolusi bisa hidup, pemerintah harus mati.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/10.jpg\" />\n</figure>\n\n<h1 id=\"pemberontakan-ghetto\"><a href=\"#pemberontakan-ghetto\"></a>Pemberontakan Ghetto</h1>\n\n<p>Kemudian terjadi tanggal 7 Oktober.</p>\n\n<p>Setahun telah berlalu dan masih belum diketahui secara pasti apa yang terjadi pada hari itu. Inilah yang kita ketahui dengan pasti sejauh ini.</p>\n\n<p>Pada dini hari tanggal 7 Oktober 2023, Hamas, bersama faksi-faksi militan lainnya di Gaza, meluncurkan Tufun Al-Aqsa, operasi banjir Al-Aqsa, sebuah serangan mendadak terkoordinasi terhadap Israel. Ribuan roket ditembakkan ke Israel dan ribuan militan menerobos pengepungan, merusak pagar, menduduki pangkalan militer, dan menyusup ke permukiman Israel.</p>\n\n<p>Serangan tersebut membuat Israel lengah; butuh waktu berjam-jam bagi tentara untuk merespons. Menurut para saksi mata, ada tiga gelombang utama yang menerobos pagar Gaza, yang terbuka selama berjam-jam. Gelombang pertama yang menerobos pagar melibatkan Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata utama lainnya di Gaza, termasuk PIJ, Front Popular untuk Pembebasan Palestina, dan Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina. Gelombang kedua terdiri dari kelompok-kelompok bersenjata yang lebih kecil dan kurang terorganisir, termasuk mungkin beberapa jihadis Salafi. Gelombang ketiga terdiri dari warga sipil tak bersenjata, jurnalis, blogger, dan orang-orang yang lewat.</p>\n\n<p>Tidak dapat disangkal bahwa beberapa peserta melakukan kekejaman terhadap warga Israel. Banyak bukti, dalam beberapa kasus dari kamera GoPro para pejuang Palestina sendiri, menunjukkan bahwa mereka menembaki tanpa pandang bulu ke pemukiman Israel, membunuh warga sipil, dan menyandera warga sipil di Jalur Gaza. Pembantaian juga terjadi di festival musik Nova (yang sekarang terkenal).</p>\n\n<p>Pada saat yang sama, rentetan <a href=\"https://electronicintifada.net/content/how-israeli-colonel-invented-burned-babies-lie-justify-genocide/47011\">kebohongan</a>, <a href=\"https://www.haaretz.com/israel-news/2023-12-04/ty-article-magazine/.premium/hamas-committed-documented-atrocities-but-a-few-false-stories-feed-the-deniers/0000018c-34f3-da74-afce-b5fbe24f0000\">kekejaman yang dibuat-buat</a>, dan propaganda beredar. Tim penyelamat Israel, pejabat militer, Sara Netanyahu, dan <a href=\"https://edition.cnn.com/2023/10/12/politics/joe-biden-photos-children-hamas-israel/index.html\">Joe Biden</a> menyebarkan cerita bohong tentang pemenggalan kepala, pembunuhan anak-anak, kekerasan seksual, dan hal-hal lain yang tidak pernah terjadi. Hal ini memperkeruh situasi dan menjadi pembenaran atas genosida tersebut.</p>\n\n<p>Beberapa warga Israel dilaporkan tewas oleh tembakan Israel. <a href=\"https://www.aljazeera.com/news/2024/7/9/why-did-israel-deploy-hannibal-directive-allowing-killing-of-own-citizens\">Instruksi Hannibal</a> adalah kebijakan militer Israel yang bertujuan untuk mencegah penculikan dengan cara apa pun, termasuk menyerang warga sipil dan pasukan Israel. Alasannya adalah bahwa harga politik untuk membebaskan tentara atau warga sipil Israel yang diculik melalui perjanjian terlalu tinggi — karena hal itu telah berulang kali menghasilkan pembebasan banyak tahanan Palestina sebagai gantinya — jadi lebih baik menyerang bahkan dengan risiko melukai mereka yang diculik. Pada tanggal 7 Oktober, pasukan Israel <a href=\"https://electronicintifada.net/content/israeli-child-burned-completely-israeli-tank-fire-kibbutz/41706\">dengan sengaja</a> <a href=\"https://electronicintifada.net/content/israeli-forces-shot-their-own-civilians-kibbutz-survivor-says/38861\">menembaki</a> pangkalan militer, pemukiman Israel, dan <a href=\"https://electronicintifada.net/content/released-captive-tells-how-israeli-fire-killed-kibbutz-resident/45121\">mobil-mobil</a> yang diduga membawa sandera Israel kembali ke Gaza.</p>\n\n<p>Pada akhirnya, sekitar 1140 warga Israel terbunuh, 3400 orang terluka, dan 251 orang ditawan. Awalnya, media korporat melaporkan perkiraan yang jauh lebih tinggi.</p>\n\n<p>Bahkan setahun kemudian, warga Israel tampaknya tidak dapat memahami serangan ini. Bagi mereka, serangan itu datang entah dari mana. Mereka menganggapnya sebagai “Holocaust kedua” (narasi yang sangat populer di Israel), sebuah serangan yang tidak dapat dijelaskan dan tidak rasional oleh pasukan jihadis biadab yang ingin membunuh orang Yahudi tanpa alasan.</p>\n\n<p>Namun, adalah sebuah kesalahan besar jika menganggap 7 Oktober sebagai peristiwa yang terisolasi dan terjadi di ruang hampa. Hampir semua orang yang berusia dua puluh tahun atau lebih muda di Gaza telah menghabiskan seluruh hidup mereka dalam realitas pengepungan, pengeboman, dan pembantaian, dibesarkan oleh kerabat yang masih mengingat peristiwa 1948 dan bagaimana mereka terusir dari tempat yang sekarang disebut Kibbutz. Dari Revolusi Haiti dan pemberontakan budak Nat Turner hingga pembantaian Oran di Aljazair, setiap perang pembebasan dekolonial, setiap pemberontakan budak, setiap pemberontakan ghetto selalu melibatkan kekejaman, yang sering kali menyasar warga sipil. Kita tidak bisa menuntut kemurnian dari orang-orang Palestina yang tidak kita tuntut dari perjuangan historis pembebasan lainnya. Kita dapat berduka atas kekejaman yang terjadi, tetapi kita tidak dapat mengutuk pemberontakan ghetto, kita tidak dapat mengutuk pemberontakan para budak. Kita harus selalu memahami segala sesuatu dalam konteksnya dengan analisis hubungan kekuasaan.</p>\n\n<p>Serangan itu terjadi pada 7 Oktober 2023, diikuti oleh genosida yang telah berlangsung selama setahun sekarang. Hingga akhir September 2024, <a href=\"https://www.aljazeera.com/news/longform/2023/10/9/israel-hamas-war-in-maps-and-charts-live-tracker\">lebih dari</a> 41.000 orang di Gaza dilaporkan tewas, meskipun jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi. Lebih dari 95.000 orang terluka. Sekitar 1,9 juta orang mengungsi secara internal, beberapa di antaranya telah mengungsi lebih dari sepuluh kali. Lebih dari separuh (60% menurut Al-Jazeera) bangunan tempat tinggal di Gaza, 80% fasilitas komersial, dan 85% bangunan sekolah telah rusak atau hancur; 17 dari 36 rumah sakit hanya berfungsi sebagian; 65% lahan pertanian rusak.</p>\n\n<p>Perang untuk memusnahkan saat ini berbeda dengan putaran eskalasi dan pembantaian sebelumnya-dan bukan hanya dalam hal skala. Israel tidak lagi menjalankan kebijakan “memotong rumput”. Gaza, penjara terbuka itu, meledak. Akibatnya, seluruh penduduk harus membayar. Memang, pihak berwenang Israel telah <a href=\"https://www.aljazeera.com/opinions/2024/1/14/intent-in-the-genocide-case-against-israel-is-not-hard-to-prove\">menjelaskan</a> sejak awal bahwa niat mereka adalah genosida.</p>\n\n<p>Selama bertahun-tahun, ketika Israel mengira bahwa mereka telah merusak kapasitas militernya, Hamas menggali jaringan terowongan yang rumit di bawah Gaza, mempersenjatai diri, dan mempersiapkan diri untuk pertempuran terakhir. Gaza tidak cocok untuk perang gerilya dalam pengertian tradisional, karena sebagian besar wilayahnya datar tanpa gunung atau hutan yang bisa digunakan para pejuang untuk melarikan diri. Gang-gang sempit di kamp-kamp pengungsi dapat berguna dalam beberapa tahap pertempuran, dan memang demikian, namun Israel menegaskan bahwa mereka akan menjadi tempat pertama yang menjadi sasaran, seperti di Lebanon dan Tepi Barat. Jaringan terowongan, yang membentang di seluruh jalur sampai ke Semenanjung Sinai di sisi lain perbatasan Mesir, sangat penting untuk memungkinkan para pejuang menyerang dan melarikan diri, muncul kembali di tempat lain, bersembunyi, beristirahat, menyimpan senjata, dan menyembunyikan tawanan. Selama tahun-tahun pengepungan, terowongan-terowongan tersebut juga sangat penting bagi perekonomian Gaza: selain senjata, terowongan-terowongan tersebut juga digunakan untuk menerobos pengepungan Israel untuk menyelundupkan kebutuhan pokok.</p>\n\n<p>Apakah Hamas tidak menyadari bahwa reaksi Israel akan begitu mematikan? Tidak mungkin untuk mengatakan dengan pasti apa perhitungan mereka. Kita bisa berasumsi bahwa mereka tahu bahwa serangan itu akan mengakibatkan pertumpahan darah-mungkin tidak dalam skala seperti ini, tapi mereka pasti tahu bahwa Israel akan merespons dengan keras. Menurut persamaan yang dibuat Israel pada tahun 2014, misalnya, setelah militan Palestina menculik dan membunuh tiga pemukim Israel di Tepi Barat, Israel membunuh sekitar 2.200 orang di Gaza, pembantaian terburuk di Gaza hingga tahun 2023. Jadi, apa harga yang pantas untuk 1140 korban Israel?</p>\n\n<p>Haruskah kita menyimpulkan bahwa Hamas tidak peduli dengan nyawa warga Gaza? Jawabannya lebih rumit.</p>\n\n<p>Kita bisa mulai dengan mengatakan bahwa menyalahkan perlawanan atas kekerasan yang dilakukan penjajah sama masuk akalnya dengan menyalahkan pejuang Kurdi atas pembantaian di Dersim atau pendudukan Afrin, atau menyalahkan para pemberontak ghetto Warsawa atas penindasan yang dilakukan Nazi. Dorongan utama dari koloni pemukim (settler colonialism) adalah untuk mendapatkan lebih banyak tanah sambil mengurangi jumlah penduduk asli. Selama bertahun-tahun kolonialisme Zionis, Zionis selalu menampilkan kekejaman mereka sebagai tanggapan atas serangan sebelumnya-tetapi tujuan sebenarnya adalah pembersihan etnis. Jalur Gaza sendiri dibangun sebagai solusi untuk pembersihan etnis, sebuah ghetto terkunci untuk mengontrol demografi, dan Israel telah membunuh orang-orang di sana dan di Palestina secara keseluruhan sejak saat itu. Mengharapkan orang-orang untuk tidak melawan, menjadi korban yang tak berdaya, tidak pernah realistis.</p>\n\n<p>Menurut Hamas sendiri, dalam dokumen Our Narrative… Operation Al-Aqsa Flood, yang diterbitkan setelah 7 Oktober, mereka bertanya-apa yang dunia harapkan dari warga Palestina? Setelah 75 tahun menderita di bawah pendudukan yang brutal, setelah semua inisiatif untuk pembebasan gagal, hasil bencana dari apa yang disebut “proses perdamaian” yang dijanjikan Oslo, dan kebungkaman dari apa yang disebut masyarakat internasional, apakah mereka benar-benar harus mati dengan tenang? Mereka mencatat bahwa perjuangan Palestina untuk membebaskan diri dari penjajahan dan kolonialisme tidak dimulai pada tanggal 7 Oktober, tetapi 105 tahun yang lalu, melawan 30 tahun pemerintahan kolonial Inggris dan 75 tahun pendudukan Zionis. Sepuluh ribu warga Palestina terbunuh antara tahun 2000 dan 2023; semua kematian itu terjadi dengan dukungan Amerika, dan setiap jenis protes, termasuk inisiatif damai seperti pawai kepulangan pada tahun 2018, telah ditindas secara brutal. Mengingat agresi yang mematikan dengan impunitas penuh, dokumen itu bertanya,</p>\n\n<blockquote>\n  <p>“Apa yang diharapkan dari rakyat Palestina setelah semua itu? Untuk terus menunggu dan terus mengandalkan PBB yang tak berdaya! Atau mengambil inisiatif untuk membela rakyat Palestina, tanah, hak, dan kesucian mereka; karena mereka tahu bahwa tindakan mempertahankan diri adalah hak yang tertuang dalam hukum, norma, dan konvensi internasional.”</p>\n</blockquote>\n\n<p>Narasi serupa diungkapkan oleh Basem Naim, anggota senior biro politik Hamas, yang berbicara pada tanggal 7 Oktober.</p>\n\n<blockquote>\n  <p>Jika kita harus memilih, mengapa memilih untuk menjadi korban yang baik, korban yang damai? Jika kita harus mati, kita harus mati secara terhormat. Berdiri, berjuang, melawan, dan berdiri sebagai martir yang bermartabat.”</p>\n</blockquote>\n\n<p>Kita juga bisa merujuk kepada tokoh revolusioner dan martir Palestina, Bassel Al-Araj. Menulis pada tahun 2014, tepat sebelum invasi darat militer Israel ke Gaza pada tanggal 17 Juli, ia membuat beberapa poin<sup id=\"fnref:2\"><a href=\"#fn:2\" class=\"footnote\" rel=\"footnote\" role=\"doc-noteref\">2</a></sup>:</p>\n\n<blockquote>\n  <ol>\n    <li>\n      <p>Perlawanan Palestina terdiri dari formasi-formasi gerilya yang strateginya mengikuti logika perang gerilya atau perang hibrida, yang telah dikuasai oleh bangsa Arab dan Muslim melalui pengalaman kami di Afghanistan, Irak, Libanon, dan Gaza. Perang tidak pernah didasarkan pada logika perang konvensional dan pertahanan titik-titik dan perbatasan yang tetap; sebaliknya, Anda menarik musuh ke dalam penyergapan. Anda tidak terpaku pada posisi tetap untuk mempertahankannya; sebaliknya, Anda melakukan manuver, pergerakan, penarikan, dan serangan dari bagian samping dan belakang. Jadi, jangan pernah membandingkannya dengan perang konvensional.</p>\n    </li>\n    <li>\n      <p>Musuh akan menyebarkan foto dan video invasi mereka ke Gaza, pendudukan bangunan tempat tinggal, atau kehadiran mereka di tempat umum dan tempat-tempat terkenal. Ini adalah bagian dari perang psikologis dalam perang gerilya; Anda membiarkan musuh bergerak sesuai keinginan mereka sehingga mereka jatuh ke dalam perangkap Anda dan Anda menyerang mereka. Anda menentukan lokasi dan waktu pertempuran. Jadi, Anda mungkin melihat foto-foto dari Al-Katiba Square, Al-Saraya, Al-Rimal, atau Jalan Omar Al-Mukhtar, tetapi jangan biarkan hal ini melemahkan tekad Anda. Pertempuran dinilai dari hasil keseluruhannya, dan ini hanyalah sebuah pertunjukan.</p>\n    </li>\n    <li>\n      <p>Jangan pernah menyebarkan propaganda penjajah, dan jangan ikut menanamkan rasa kekalahan. Hal ini harus difokuskan, karena sebentar lagi, kita akan mulai berbicara tentang invasi besar-besaran di Beit Lahia dan Al-Nusseirat, misalnya. Jangan pernah menyebarkan kepanikan; dukunglah perlawanan dan jangan menyebarkan berita apa pun yang disiarkan oleh penjajah (lupakan etika dan ketidakberpihakan jurnalisme; sebagaimana jurnalis zionis adalah pejuang, demikian juga Anda).</p>\n    </li>\n    <li>\n      <p>Musuh mungkin menyiarkan gambar-gambar tawanan, kemungkinan besar warga sipil, tetapi tujuannya adalah untuk menunjukkan keruntuhan perlawanan dengan cepat. Jangan percaya pada mereka.</p>\n    </li>\n    <li>\n      <p>Musuh akan melakukan operasi taktis dan kualitatif untuk membunuh beberapa simbol [perlawanan], dan semua ini adalah bagian dari perang psikologis. Mereka yang telah mati dan mereka yang akan mati tidak akan pernah mempengaruhi sistem dan kohesi perlawanan karena struktur dan formasi perlawanan tidak terpusat tetapi horisontal dan tersebar luas. Tujuan mereka adalah untuk mempengaruhi basis dukungan perlawanan dan keluarga para pejuang perlawanan, karena hanya merekalah yang dapat mempengaruhi para anggota perlawanan.</p>\n    </li>\n    <li>\n      <p>Kerugian manusia dan materi yang kami alami akan jauh lebih besar daripada musuh, yang merupakan hal yang wajar dalam perang gerilya yang mengandalkan tekad, unsur manusia, dan tingkat kesabaran dan daya tahan. Kita jauh lebih mampu menanggung biayanya, jadi tidak perlu membandingkan atau khawatir dengan besarnya angka.</p>\n    </li>\n    <li>\n      <p>Perang saat ini bukan lagi sekadar perang dan bentrokan antar tentara, melainkan perjuangan antar masyarakat. Marilah kita menjadi seperti sebuah struktur yang kokoh dan memainkan permainan gigit jari dengan musuh, masyarakat kita melawan masyarakat mereka.</p>\n    </li>\n  </ol>\n\n  <p>Akhirnya, setiap orang Palestina (dalam arti luas, yang berarti siapa pun yang melihat Palestina sebagai bagian dari perjuangan mereka, terlepas dari identitas sekunder mereka), setiap orang Palestina berada di garis depan pertempuran untuk Palestina, jadi berhati-hatilah untuk tidak gagal dalam tugas Anda.</p>\n</blockquote>\n\n<p>Satu catatan terakhir sebelum kita melangkah lebih jauh. Dalam buku <a href=\"https://theanarchistlibrary.org/library/serafinski-blessed-is-the-flame\">Blessed is the Flame</a>, sang penulis, Serafinski, mengulas pemberontakan ghetto dan perlawanan kamp konsentrasi di bawah pendudukan Nazi dari sudut pandang anarkis-nihilis. Buku ini menunjukkan bahwa terlepas dari kondisi yang represif dan melumpuhkan di kamp konsentrasi, tindakan perlawanan seperti sabotase, gotong royong, dan pemberontakan masih terjadi, sering kali meskipun dengan konsekuensi yang parah dan peluang keberhasilan yang sangat kecil. Motivasi di balik banyak tindakan ini adalah keinginan untuk memberontak sebagai tujuan itu sendiri. Serafinski membangun gagasan bahwa jouissance, atau kenikmatan-kreativitas dan kehidupan dari tindakan atau pemberontakan itu sendiri-adalah sesuatu yang berharga, terlepas dari konsekuensinya. Contoh-contoh menunjukkan bahwa dalam situasi yang paling sulit, orang-orang memilih untuk tidak secara pasif dituntun menuju pembantaian, tetapi terlibat dalam tindakan perlawanan yang nekat dan liar, melarikan diri dari logika, moralitas, dan bidang-bidang wacana yang sudah mapan. Terhadap kondisi yang tidak mungkin, mereka memilih tindakan yang tidak mungkin. Hal ini mengingatkan kita pada pemahaman Bassel tentang <a href=\"http://web.archive.org/web/20230130172347/https:/www.jisrcollective.com/pages/why-do-we-go-to-war.html\">romansa</a> sebagai alasan terjadinya perang.</p>\n\n<p>Dan orang-orang sering melakukan apa yang berada dalam jangkauan kemampuan mereka, bukan apa yang paling “benar”. Ini adalah sesuatu yang harus kita terima.</p>\n\n<blockquote>\n  <p>“Yang paling penting adalah kekuatan yang kita rasakan setiap kali kita tidak menundukkan kepala, setiap kali kita menghancurkan berhala-berhala palsu peradaban, setiap kali mata kita bertemu dengan kawan-kawan kita di jalan yang tidak sah, setiap kali tangan kita membakar simbol-simbol Kekuasaan. Pada saat-saat itu kita tidak bertanya pada diri sendiri: ‘Apakah kita akan menang? Apakah kita akan kalah? Pada saat-saat itu, kami hanya berjuang.”</p>\n\n  <p>-“Percakapan Antara Anarkis,” Conspiracy of the Cells of Fire</p>\n</blockquote>\n\n<blockquote>\n  <p>“Bahkan pengamatan dan kritik Anda terhadap paradoks perang 2014 adalah bahwa perang itu membuat sebagian besar masyarakat menjadi penonton pasif yang menunggu kematian. Anda keberatan dengan kematian yang tidak dikelilingi oleh narasi romantis. Anda tahu bahwa keseimbangan kekuatan antar negara ditentukan oleh ‘energi potensial’ dan ‘energi kinetik’ (energi penghancur). Dan Anda tahu bahwa energi potensial-dan fungsinya dalam perang-adalah untuk berubah menjadi kekuatan yang menghancurkan. Saya percaya bahwa kemungkinan untuk menciptakan narasi romantis seputar kemartiran dan kepahlawanan adalah salah satu elemen terpenting dari energi potensial, di mana kita mengungguli musuh kita.”</p>\n\n  <p>-“Why We Go to War,” Bassel Al-Araj</p>\n</blockquote>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/8.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Menerobos keluar dari ghetto.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h1 id=\"pertempuran-sejak-saat-itu-dan-front-lainnya\"><a href=\"#pertempuran-sejak-saat-itu-dan-front-lainnya\"></a>Pertempuran sejak saat itu, dan Front Lainnya</h1>\n\n<p>Orang-orang di Gaza tidak pernah menjadi korban yang tak berdaya sejak 7 Oktober lalu. Ya, Gaza memang hancur akibat genosida, tetapi para pejuang terus melawan, meskipun menghadapi kesulitan yang luar biasa. Hingga pertengahan September 2024, Israel telah melaporkan 789 tentara dan pasukan keamanannya tewas. Laporan lain menunjukkan setidaknya <a href=\"https://www.middleeastmonitor.com/20240805-at-least-10000-israeli-soldiers-killed-or-wounded-in-gaza-report-says/\">10.000</a> orang tewas atau terluka. Sekitar <a href=\"https://www.timesofisrael.com/over-10000-israeli-troops-treated-since-oct-7-says-ministry-rehab-department/\">1.000</a> tentara Israel masuk ke Departemen Rehabilitasi Kementerian Pertahanan setiap bulannya, menurut Kementerian Pertahanan Israel. Rekaman luar biasa yang diedarkan secara online oleh pasukan gerilyawan menunjukkan mereka keluar dari terowongan, meledakkan tank, menembaki dan menyergap tentara Israel, serta meledakkan gedung-gedung yang ada tentara di dalamnya. Militer Israel <a href=\"https://www.ynetnews.com/article/hyrynafdc\">mengakui</a> bahwa banyak tank mereka yang rusak selama pertempuran.</p>\n\n<p>Di kota Khan Yunis, misalnya, yang telah berulang kali diserbu Israel, sejauh ini, setiap upaya untuk mengalahkan pasukan gerilyawan telah gagal. Di banyak kota, kamp-kamp pengungsi dan kubu perlawanan di mana IDF mengumumkan bahwa mereka “membongkar brigade lokal,” pasukan gerilyawan segera muncul kembali dan berkumpul kembali setelah penarikan mereka.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/5.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Perlawanan terus berlanjut.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Di Tepi Barat, IDF telah melakukan beberapa serangan ke kota-kota dan kamp-kamp pengungsi, menyebabkan <a href=\"https://www.972mag.com/jenin-operation-summer-camps/\">kerusakan massal</a> pada infrastrukturnya, menewaskan <a href=\"https://www.aljazeera.com/news/longform/2023/10/9/israel-hamas-war-in-maps-and-charts-live-tracker\">sedikitnya 719</a> orang dan melukai lebih dari 5.700 orang per September 2024. Perlawanan bersenjata, meskipun tidak sehebat di Gaza, telah merenggut nyawa 12 tentara Israel dan menyebabkan 27 orang terluka. Beberapa militan di Tepi Barat juga telah <a href=\"https://www.haaretz.com/israel-news/2024-02-29/ty-article/.premium/two-israelis-killed-in-shooting-attack-near-west-bank-settlement-of-eli/0000018d-f5d1-dd0a-afcf-ffd7af930000\">melakukan</a> <a href=\"https://www.haaretz.com/israel-news/2024-08-18/ty-article/.premium/israeli-security-guard-killed-by-palestinian-in-west-bank-attack/00000191-6687-d772-a9d5-6ebf47430000\">aksi</a> <a href=\"https://www.aljazeera.com/news/2024/9/1/two-israelis-killed-in-west-bank-shooting-amid-deadly-jenin-raids\">bersenjata</a> terhadap pemukim Israel di Tepi Barat dan juga <a href=\"https://www.reuters.com/world/middle-east/deadly-bomb-blast-tel-aviv-was-terrorist-attack-israeli-police-say-2024-08-19/\">di dalam perbatasan Israel</a>.</p>\n\n<p>Kekerasan pemukim (settler violence) terhadap warga Palestina <a href=\"https://edition.cnn.com/2024/08/15/middleeast/israeli-settlers-set-west-bank-village-ablaze-intl/index.html\">meningkat</a>  secara signifikan sejak bulan Oktober, dengan lebih dari 800 serangan dan pogrom, menewaskan sedikitnya 31 warga Palestina, melukai lebih dari 500 orang, dan merusak sekitar 80 rumah, hampir 12.000 pohon, dan 450 kendaraan, <a href=\"https://www.ochaopt.org/content/hostilities-gaza-strip-and-israel-flash-update-160\">menurut PBB</a>. Sekitar 850 warga Palestina <a href=\"https://www.economist.com/the-economist-explains/2024/02/08/a-history-of-settler-violence-in-the-west-bank\">dipaksa meninggalkan rumah mereka</a> akibat kekerasan pemukim dan militer. Para pemukim juga <a href=\"https://en.wikipedia.org/wiki/Israeli_blockade_of_aid_delivery_to_the_Gaza_Strip\">memblokir bantuan kemanusiaan</a> yang masuk ke Gaza dari Yordania, Mesir, dan pelabuhan-pelabuhan Israel.</p>\n\n<p>Di dalam wilayah yang diduduki, yang juga dikenal sebagai Palestina yang diduduki pada tahun 1948, atau “Israel”, masyarakat Palestina menghadapi <a href=\"https://mondoweiss.net/2023/10/israel-is-now-a-full-scale-dictatorship/\">kediktatoran fasis</a>. Memprotes genosida tidak mungkin dilakukan selama beberapa bulan pertama, karena polisi dengan kejam menindas demonstrasi, menyerang para aktivis, menggerebek rumah-rumah mereka, dan memenjarakan orang-orang, kadang-kadang selama berbulan-bulan, karena meneriakkan slogan-slogan atau memegang papan nama. Pada bulan Oktober dan November 2023 saja, <a href=\"https://www.adalah.org/he/content/view/10958\">Adallah</a>, sebuah pusat hukum bagi warga Palestina di Israel, mendokumentasikan 251 penangkapan, interogasi, dan “panggilan peringatan” sebagai tanggapan atas tindakan seperti berpartisipasi dalam demonstrasi, memposting di media sosial, dan mengekspresikan pendapat di universitas dan tempat kerja. Banyak <a href=\"https://www.adalah.org/en/content/view/10991\">mahasiswa Palestina</a> dikeluarkan dari universitas; banyak pekerja dipecat. Di beberapa tempat, penindasan ini mereda seiring berjalannya waktu-tetapi di tempat lain, terutama di kota-kota “campuran” seperti Haifa, <a href=\"https://mondoweiss.net/2024/08/palestinian-demonstrators-are-back-in-haifa-and-facing-police-oppression/\">memprotes genosida masih mustahil dilakukan</a>.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/11.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Aksi protes untuk Gaza di bawah represi polisi yang intens, Haifa, 30 Mei.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Sejauh ini, meskipun kelompok-kelompok bersenjata yang terisolasi di Tepi Barat mempertahankan komunitas mereka dari serangan Israel dan melakukan serangan bersenjata terhadap permukiman dan pos pemeriksaan terdekat, belum lagi beberapa upaya di daerah pedalaman untuk mengorganisir protes, tidak ada pemberontakan rakyat, seperti Intifada Persatuan yang meletus pada tahun 2021 selama serangan besar sebelumnya di Gaza. Penindasan Israel telah terbukti efektif dalam mendorong banyak orang untuk bungkam dan melumpuhkan gerakan jalanan. Hal ini mungkin akan berubah, karena represi juga dapat menyebabkan eskalasi, tetapi untuk saat ini, kita tidak dapat mengandalkan pemberontakan di dalam Palestina untuk menghentikan genosida.</p>\n\n<p><a href=\"https://electronicintifada.net/content/sexual-abuse-revelations-might-bring-outcry-little-change/48796\">Situasi di dalam penjara telah menjadi tidak manusiawi</a>. “Tahanan keamanan” Palestina menghadapi penyiksaan, kekerasan, dan pelecehan seksual dari para penjaga Israel. Kamp penyiksaan <a href=\"https://edition.cnn.com/2024/05/10/middleeast/israel-sde-teiman-detention-whistleblowers-intl-cmd/index.html\">Sde Teiman</a> menjadi <a href=\"https://www.nytimes.com/2024/06/06/world/middleeast/israel-gaza-detention-base.html\">terkenal</a> di seluruh dunia setelah bocoran dari para pengungkap fakta dan kesaksian dari para tahanan yang telah dibebaskan mengungkap rutinitas pelecehan, pemukulan, penyiksaan fisik dan psikis, kekerasan seksual dan pemerkosaan, penelantaran medis, serta pemotongan bagian tubuh. Kondisi di penjara “keamanan” di seluruh negeri telah memburuk, dengan Menteri Keamanan Nasional yang beraliran sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, memberikan perintah untuk mengurangi hak-hak para tahanan seminimal mungkin. Mereka dikurung dalam sel yang gelap dan penuh sesak, diborgol dengan tangan dan kaki satu sama lain, tidur di tempat tidur tanpa kasur atau di lantai, dengan makanan seadanya. Ribuan tahanan baru telah ditangkap selama setahun terakhir; di bawah kepemimpinan Ben-Gvir yang sadis, penindasan, penahanan, dan kamp-kamp konsentrasi serta penyiksaan terus meluas. <a href=\"https://www.btselem.org/sites/default/files/publications/202408_welcome_to_hell_eng.pdf\">Sekitar 60 tahanan Palestina telah meninggal di penjara Israel sejak Oktober 2023</a>.</p>\n\n<p>Front mereka yang berada di pengasingan telah aktif. Para pengungsi Palestina telah berhasil memobilisasi demonstrasi massa di banyak tempat. Di negara-negara terdekat, telah terjadi gerakan turun ke jalan yang signifikan yang diikuti oleh ribuan orang untuk mendukung Palestina. Di Amman, Yordania, warga beberapa kali bentrok dengan polisi dan aparat keamanan di luar kedutaan besar Israel, menuntut agar negara mereka memutuskan hubungan dengan Israel dan Amerika Serikat. Mobilisasi massa juga terjadi di Lebanon, Mesir, Tunisia, Maroko, Bahrain, dan di seluruh kamp-kamp pengungsian dan kota-kota di Timur Tengah, Afrika Utara, serta dunia Arab dan Muslim, sering kali meskipun ada represi dari pemerintah reaksioner mereka, yang khawatir bahwa mobilisasi massa akan berbalik melawan mereka.</p>\n\n<figure class=\"portrait\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/13.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Ribuan orang di jalanan Amman, Yordania, merayakan perlawanan dan solidaritas.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/6.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Para pengunjuk rasa bentrok dengan tentara Lebanon di dekat kedutaan besar AS di Beirut pada 18 Oktober 2023. Tidak ada rezim yang “pro-pemberontak”.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Di “Barat”, gerakan solidaritas bermunculan di kota-kota di Eropa dan Amerika Utara. Banyak yang telah dikatakan tentang mobilisasi yang menginspirasi di kampus-kampus dan berbagai blokade, pawai, dan tindakan sabotase. Mereka yang berada di pusat kekuasaan memiliki tanggung jawab khusus untuk mengambil tindakan seperti ini. Kita hanya bisa berharap gerakan-gerakan seperti ini akan terus berkembang.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/17.jpg\" />\n</figure>\n\n<p><a href=\"https://www.aljazeera.com/features/2023/10/26/complete-censorship-germanys-palestinian-diaspora-fights-crackdown\">Jerman</a>, negara dengan komunitas diaspora Palestina terbesar di Eropa (sekitar 300.000 orang), menjadi medan pertempuran yang unik. Negara Jerman telah memusuhi pembebasan Palestina selama bertahun-tahun, menindak pawai-pawai, menyensor pidato dan slogan-slogan, melarang acara-acara solidaritas, dan, dalam beberapa kasus, melarang simbol-simbol nasional seperti Keffiyeh dan bendera Palestina. Di Jerman, rasisme anti-Palestina dan dukungan terhadap genosida didukung oleh negara, polisi dan lembaga-lembaga represif, kelompok sayap kanan, serta elemen-elemen Islamofobia, anti-Arab, kolonial, dan pro-apartheid yang tergabung dalam <a href=\"https://crimethinc.com/2006/06/01/antinationalist-nationalism\">kelompok “anti-fasis</a>”.</p>\n\n<p>Meskipun demikian, <a href=\"https://en.scrappycapydistro.info/zines/unrest-in-neuk%C3%B6lln\">warga Palestina dan para pendukungnya masih tetap melawan</a>. Jerman <a href=\"https://jacobin.com/2023/10/germany-israel-war-crimes-gaza-palestine-international-law\">sepenuhnya terlibat</a> dalam genosida, mendukungnya baik secara materi maupun retorika, menyediakan senjata untuk Israel dan bahkan mendukung Israel dalam kasus genosida di Mahkamah Internasional. Kita hanya bisa berharap gerakan di sana akan terus mendobrak tembok-tembok ketakutan dan menemukan cara untuk meningkat.</p>\n\n<figure class=\"portrait\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/14.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Globalisasi Intifada.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Adapun yang disebut Axis of Resistance-beberapa kelompok militan bersenjata di Timur Tengah mendeklarasikan front solidaritas dengan Gaza. Di Irak, Suriah, dan Yordania, pangkalan-pangkalan Amerika menjadi sasaran. Selama berbulan-bulan, <a href=\"https://crimethinc.com/2024/06/03/against-apartheid-and-tyranny-for-the-liberation-of-palestine-and-all-the-peoples-of-the-middle-east-a-statement-from-iranian-exiles\">Iran</a>, meskipun berusaha memonopoli “perlawanan”, terutama bertindak sebagai <a href=\"https://www.reuters.com/world/middle-east/iraqi-armed-groups-dial-down-us-attacks-request-iran-commander-2024-02-18/\">kekuatan</a> <a href=\"https://www.reuters.com/world/middle-east/iraqi-armed-groups-dial-down-us-attacks-request-iran-commander-2024-02-18/\">yang</a> <a href=\"https://www.reuters.com/world/middle-east/iraqi-armed-groups-dial-down-us-attacks-request-iran-commander-2024-02-18/\">menenangkan</a>, berulang kali memerintahkan kelompok-kelompok tersebut untuk mengurangi serangan untuk menghindari konfrontasi langsung dengan Israel dan Amerika. Iran menyerang Israel dengan serangan rudal besar pada April 2024, tetapi ini hanya bersifat simbolis, karena telah diumumkan sebelumnya dan tidak menyebabkan kerusakan yang signifikan.</p>\n\n<p>Tak lama sebelum publikasi artikel ini, sebagai tanggapan atas pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, Iran memulai serangan langsung kedua terhadap Israel. Pada tanggal 2 Oktober 2024, 180 roket jatuh di Israel. Sekali lagi, sebagian besar rudal berhasil dicegat oleh Israel, AS, dan rezim sekutu seperti Yordania. Beberapa kerusakan ringan terjadi pada pangkalan militer dan fasilitas Mossad. Pada saat ini, satu-<a href=\"https://www.reuters.com/world/middle-east/gazan-buried-only-known-victim-iranian-barrage-against-israel-2024-10-02/\">satunya korban yang diketahui dari serangan ini adalah seorang warga Palestina dari Gaza yang tinggal di kota Tepi Barat, Jericho</a>.</p>\n\n<p>Gerakan Houthi, sebuah organisasi Islam Syiah yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman sebagai bagian dari perang saudara Yaman yang sedang berlangsung, yang oleh beberapa pihak digambarkan sebagai “proksi” Iran dan bagian dari “Axis” meskipun <a href=\"https://www.youtube.com/watch?v=q2IhcGwRMHY\">cukup independen</a>, telah menembakkan rudal-rudal ke arah Israel dan menyerang kapal-kapal komersil di Laut Merah, dengan menganggap kapal yang terkait dengan Israel sebagai target. Serangan-serangan ini dilaporkan telah menyebabkan <a href=\"https://safety4sea.com/houthi-attacks-cause-1-trillion-of-commodities-to-be-disrupted/\">dampak besar</a> pada ekonomi global dan <a href=\"https://www.al-monitor.com/originals/2024/06/houthi-attacks-caused-90-drop-red-sea-shipping-pentagon-finds\">kerusakan yang signifikan pada perdagangan internasional</a>, merusak <a href=\"https://www.voanews.com/amp/houthi-attacks-take-steady-toll-on-international-shipping/7654756.html\">kapal-kapal komersial</a> dan memaksa banyak kapal untuk mengubah rute di sekitar Afrika Selatan, sehingga memperpanjang perjalanan mereka.</p>\n\n<p>Di Lebanon selatan, <a href=\"\">Hizbullah</a> terlibat dalam bentrokan roket dan UAV setiap hari dengan Israel, meskipun pada awalnya, ini sebagian besar terbatas pada pangkalan militer yang dekat dengan perbatasan dan beberapa komunitas Israel utara. Sebagai tanggapan, Israel mengebom desa-desa dan komunitas di Lebanon selatan dan menyerang Dahieh, pinggiran kota Beirut di mana beberapa anggota Hizbullah tinggal, menewaskan warga sipil. Situasi telah meningkat; pada awal Oktober 2024, Israel telah menginvasi Lebanon selatan, menyusul banyak eskalasi.<sup id=\"fnref:3\"><a href=\"#fn:3\" class=\"footnote\" rel=\"footnote\" role=\"doc-noteref\">3</a></sup></p>\n\n<p>Dalam kabut perang, tatanan dunia terus bergerak maju. AS melihat genosida dan eskalasi di Timur Tengah sebagai peluang untuk meningkatkan kekuatannya di wilayah tersebut. Israel Channel 12 <a href=\"https://www.timesofisrael.com/liveblog_entry/244-us-cargo-planes-20-ships-deliver-over-10000-tons-of-military-equipment-to-israel-report/\">melaporkan</a> pada Oktober 2023 bahwa “dua ratus empat puluh empat pesawat angkut AS dan 20 kapal telah mengirimkan lebih dari 10.000 ton persenjataan dan peralatan militer ke Israel sejak dimulainya perang.” Pada bulan itu juga, bantuan militer khusus AS untuk Israel mencapai 14,3 miliar dolar.</p>\n\n<p>Di Teluk Persia, Laut Mediterania, dan banyak pangkalan AS di negara-negara sekitarnya termasuk Irak, Bahrain, Qatar, dan Arab Saudi, AS telah mengerahkan beberapa skuadron pesawat tempur serta baterai THAAD dan beberapa baterai anti-rudal Patriot. Mereka berusaha untuk menghalangi setiap serangan terhadap Israel oleh kekuatan regional, tetapi mereka juga secara aktif berpartisipasi dalam pertempuran-<a href=\"https://en.wikipedia.org/wiki/Operation_Prosperity_Guardian\">seperti koalisi internasional yang dipimpin AS untuk menyerang Houthi</a> di Yaman dan Laut Merah dan <a href=\"https://edition.cnn.com/2024/02/03/middleeast/us-strikes-iraq-syria-what-we-know-intl/index.html\">milisi di Irak dan Suriah</a>.</p>\n\n<p>AS juga secara <a href=\"https://www.inss.org.il/he/publication/us-israel-interim/\">langsung mengintervensi</a> pengambilan keputusan Israel untuk mempengaruhi jalannya perang. Presiden Biden, Menteri Luar Negeri Antony Blinken, dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin berpartisipasi dalam rapat kabinet perang dan pemerintah Israel, memberikan tekanan yang signifikan untuk mengimplementasikan visi pascaperang mereka. Setelah menyadari bahwa visi Amerika mungkin akan lebih sulit untuk dilaksanakan selama Netanyahu masih berkuasa, para pejabat Amerika juga bertemu dengan para pemimpin oposisi dan organisasi-organisasi masyarakat sipil Israel.</p>\n\n<p>Dalam visi tersebut, Tepi Barat dan Jalur Gaza disatukan di bawah Otoritas Palestina yang “direformasi” (yang berarti dikendalikan oleh Amerika), dan “solusi dua negara” diimplementasikan, mengikuti serangkaian perjanjian normalisasi dengan rezim lokal, untuk “mengintegrasikan Israel ke dalam wilayah tersebut,” memastikan keamanannya, dan membangun blok pro-Amerika yang kuat untuk meningkatkan pengaruh Amerika dan mengisolasi kekuatan regional kuasi-imperialis yang bersaing seperti Iran dan Rusia.</p>\n\n<p>Ini <a href=\"https://www.youtube.com/watch?v=g7HqfqtlueI\">bukanlah hal yang baru</a>. AS telah mencampuri wilayah ini untuk mempertahankan hegemoninya selama beberapa dekade. Kebijakan neokolonial untuk mendukung rezim boneka yang korup dan reaksioner yang berfungsi sebagai proksi lokal untuk menjamin kontrol Amerika atas sumber daya merupakan tradisi lama AS. Ilan Pappe menceritakan kepada kita bagaimana, setelah penarikan mundur Inggris dari Palestina pada 1948, AS sangat membutuhkan kekuatan regional yang pro-Barat. AS memutuskan untuk berinvestasi lebih jauh di Israel setelah kemenangan militernya pada tahun 1967, sebuah pukulan besar bagi gerakan nasionalis sekuler di wilayah tersebut.</p>\n\n<p>Perjanjian Oslo merupakan intervensi internasional dalam politik lokal Palestina. Mereka tidak hanya mematahkan pemberontakan rakyat yang dipimpin oleh jaringan desentralisasi dan horisontal dari kelompok-kelompok dan partai-partai aktivis akar rumput, tetapi juga membentuk rezim boneka yang otoriter dan kolaboratif bagi mereka yang terjajah untuk mengatur diri mereka sendiri sesuai dengan insentif dari Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Israel. Ketika rezim tersebut gagal melayani para sponsor globalnya, dengan Arafat yang berpikir bahwa ia memiliki lebih banyak ruang untuk bermanuver daripada yang diizinkan, rezim tersebut dengan cepat dihapuskan dan digantikan oleh para aktor yang lebih patuh. Pada tahun 2006, ketika warga Palestina memilih kandidat yang salah dalam pemilihan umum yang demokratis, sebuah kudeta dilakukan dan seluruh penduduk dihukum. Warga Palestina tidak diizinkan untuk membuat keputusan mengenai nasib mereka sendiri. Mereka harus tetap berada di bawah kendali ketat, karena mereka cenderung mengungkapkan elemen-elemen nakal yang tidak menguntungkan bagi hegemoni AS.</p>\n\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, dalam apa yang dijuluki Noam Chomsky sebagai “Reaksioner Internasional”, Israel telah menandatangani serangkaian perjanjian dan pakta normalisasi-dikenal sebagai Perjanjian Abraham-dengan kediktatoran lokal, monarki, dan rezim-rezim yang represif. Hal ini terjadi di bawah mediasi AS, yang bertentangan <a href=\"https://apnews.com/article/israel-palestinians-arab-normalization-agreements-0c4707ff246c0c25d1ca001f8b1e734a\">dengan kehendak penduduk negara-negara tersebut</a>. Negara-negara yang bergabung dalam perjanjian normalisasi sejauh ini termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan. Arab Saudi dilaporkan juga sedang dalam perjalanan menuju normalisasi dengan Israel, namun prosesnya terhenti setelah 7 Oktober.</p>\n\n<p>Dampak ekonomi dari perjanjian-perjanjian ini mencakup investasi formal dan hubungan bisnis antara kedua negara, terutama terkait industri teknologi tinggi, dan juga hubungan militer dan perdagangan senjata. Menurut Kementerian Pertahanan Israel, nilai ekspor pertahanan Israel ke negara-negara yang melakukan normalisasi hubungan pada tahun 2020 mencapai <a href=\"https://www.bloomberg.com/news/articles/2022-04-12/israel-s-abraham-accords-2021-defense-exports-hit-791-million\">$791</a> juta. <a href=\"https://apnews.com/article/europe-middle-east-business-israel-environment-and-nature-f159e6350d9c8c391db98589fd516002\">Kesepakatan minyak</a> antara UEA dan Israel mengancam akan menimbulkan bencana ekologis di Laut Merah dan memperburuk kekhawatiran mengenai perubahan iklim.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/3.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Sebuah utopia bagi kaum reaksioner dan produsen senjata, mimpi buruk bagi masyarakat di wilayah tersebut.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Seluruh lintasan ini, ditambah dengan “solusi dua negara” sebagai buntut dari “konflik”, mewakili pola keterlibatan AS di wilayah tersebut. <a href=\"https://www.inss.org.il/he/publication/the-day-after/\">Sebuah proposal</a> bahkan dibuat untuk membuat rezim “moderat” (yang berarti dikendalikan oleh AS) dari wilayah tersebut menguasai Gaza setelah genosida sampai Otoritas Palestina yang “direformasi” (yang cukup didomestikasi untuk tidak menimbulkan masalah bagi para pelanggan internasionalnya) dapat mengambil alih posisi mereka sebagai penguasa.</p>\n\n<p>Teater konflik regional antara aliansi otoriter reaksioner Amerika dan aliansi otoriter reaksioner Iran menyerupai politik kubu-kubuan Perang Dingin. Jika pada waktu itu, orang-orang dibatasi untuk memilih antara model borjuis Amerika dan model borjuis Soviet, hari ini nampaknya pilihan bagi rakyat di wilayah ini sekali lagi adalah antara imperialisme Amerika dan kekuatan-kekuatan reaksioner, tirani, ekspansionis, dan kuasi-imperialis seperti Iran, Rusia, <a href=\"https://riseup4rojava.org/turkeys-deception-ankaras-role-in-the-palestinian-genocide/\">Turki</a>, dan sampai pada tingkat tertentu Cina. Negara-negara ini memiliki visi mereka sendiri untuk wilayah ini dan aliansi mereka sendiri dengan rezim-rezim represif lainnya, yang semuanya secara brutal menindak gerakan-gerakan revolusioner yang mengganggu rencana-rencana mereka atau menjauhkan diri dari monopoli mereka atas “perlawanan”.</p>\n\n<p>Tidak akan mudah untuk melepaskan diri dari jebakan terperangkap di antara dua kubu ini dan masa depan kelam yang diwakili oleh keduanya untuk wilayah ini. Tetapi kita bisa mulai dengan berfokus pada perjuangan akar rumput di lapangan, bukan pada negara dan proksi mereka. Tidak ada pemerintah yang akan menyelamatkan kita dari neraka ini.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/1.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Para otoriarian dan tiran kecil bersaing untuk mendapatkan kepatuhan kita, tetapi tidak ada tatanan dunia yang dapat mereka tawarkan kepada kita yang dapat memenuhi aspirasi kita untuk kebebasan dan harga diri.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Masyarakat Palestina telah dikhianati oleh kepemimpinan mereka berulang kali. PLO berusaha untuk menjadi “perwakilan tunggal rakyat Palestina,” hanya untuk menghancurkan intifada pertama-yang pecah di luar kendalinya dan di luar keinginannya-dan terjerumus ke dalam bencana Perjanjian Oslo. Mereka kemudian terjerat sepenuhnya dengan tatanan regional AS, menjadikannya salah satu contoh paling sukses dalam sejarah domestikasi dan netralisasi gerakan revolusioner. Perlawanan Palestina sebagai kekuatan yang tak terkendali dan tak dapat diatur, di luar kendali berbagai gelombang “representasi”, otoritas, dan mekanisme pengamanan dan manipulasi, tetap mengancam semua pihak yang bersaing untuk memaksakan tatanan dunia yang mereka sukai dan kekuatan apa pun yang berusaha mengikatnya dengan kepentingan mereka sendiri.</p>\n\n<p>Selama bertahun-tahun, rezim-rezim di dunia Arab menggunakan isu Palestina sebagai satu-satunya isu yang membuat masyarakat diizinkan untuk melakukan mobilisasi dan protes; hal ini memungkinkan mereka untuk mengizinkan masyarakat untuk melampiaskan kemarahan mereka sambil membungkam kritik terhadap kebijakan mereka sendiri. Mereka juga menggunakan isu ini untuk mengklaim legitimasi, karena isu ini selalu didukung secara luas oleh masyarakat di wilayah tersebut. <a href=\"https://www.youtube.com/watch?v=YzkJoKncPtc\">Dana El-Kurd</a> menunjukkan bagaimana gerakan-gerakan yang terorganisir di sekitar Palestina di negara-negara tersebut menjadi sekolah aktivisme bagi para pesertanya, yang pada akhirnya memungkinkan mereka untuk menentang pemerintah mereka sendiri. Banyak gerakan yang kemudian berpartisipasi dalam Musim Semi Arab dimulai dengan pengorganisasian solidaritas Palestina.</p>\n\n<p>Bahkan rezim-rezim “radikal” yang menyamar sebagai pendukung perlawanan, seperti pemerintah Suriah, berbalik mengepung dan membantai warga Palestina segera setelah warga Palestina dianggap mengancam kepentingan mereka atau bergabung dengan gerakan-gerakan kemerdekaan, seperti yang terjadi di <a href=\"https://www.amnesty.org/en/latest/press-release/2014/03/syria-yarmouk-under-siege-horror-story-war-crimes-starvation-and-death/\">kamp pengungsian Yarmouk pada tahun 2014</a>. Baik rezim “normalisasi” maupun rezim “perlawanan”, para otoriarian selalu memperlakukan perjuangan Palestina sebagai alat legitimasi, retorika kosong yang dilontarkan untuk memastikan stabilitas, meskipun kebijakan mereka pada praktiknya anti-Palestina. Pada saat-saat yang sebenarnya, setiap kali situasi menjadi tidak terkendali, mereka memperlihatkan wajah asli mereka.</p>\n\n<p>Saat ini, banyak pemerintah di kawasan ini secara aktif menekan gerakan solidaritas Palestina dan penentangan terhadap genosida, karena mereka melihat bahwa gerakan-gerakan ini dapat “lepas kendali” atau mengancam upaya normalisasi yang mereka harapkan dapat meningkatkan ekonomi, militer, dan kemampuan represif mereka. Jalan keluar terbaik dari kekacauan ini mungkin adalah aliansi revolusioner dari gerakan-gerakan kebebasan di seluruh wilayah, dan mudah-mudahan di seluruh dunia — sebuah Internasional Pembebasan yang akan berdiri dengan bangga melawan dunia internasional reaksioner yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan dunia internasional otoriter yang melibatkan Iran.</p>\n\n<p>Palestina sangat terkait dengan revolusi Suriah, tragedi <a href=\"https://crimethinc.com/2021/12/31/sudan-anarchists-against-the-military-dictatorship-an-interview-with-sudanese-anarchists-gathering\">Sudan</a>, <a href=\"https://crimethinc.com/2024/06/03/against-apartheid-and-tyranny-for-the-liberation-of-palestine-and-all-the-peoples-of-the-middle-east-a-statement-from-iranian-exiles\">feminis revolusioner Iran</a>, revolusi Rojava, <a href=\"https://crimethinc.com/2020/02/24/lebanon-the-revolution-four-months-in-an-interview\">pemberontakan di Lebanon</a>, berbagai gerakan di Timur Tengah sejak Musim Semi Arab, dan-secara lebih global-gerakan <a href=\"https://crimethinc.com/zines/dont-stop-continuing-the-fight-against-cop-city\">Stop Cop City</a> dan Black Lives Matter di Amerika Serikat, perjuangan antikolonial masyarakat adat di mana-mana, perlawanan anti junta di Myanmar, perlawanan Ukraina terhadap imperialisme Rusia, dan semua perjuangan untuk kebebasan dan pembebasan. Kami menarik inspirasi, kekuatan, dan pelajaran dari satu sama lain. Kemenangan Palestina di Gaza akan mengirimkan gelombang kebebasan ke pelosok-pelosok terjauh di bumi, sementara kemenangan Israel akan memberanikan mereka yang menerapkan strategi kekerasan dan genosida di mana-mana, memperkuat cengkeraman aliansi reaksioner dan otoriter terhadap seluruh populasi, dan memungkinkan mereka untuk lebih jauh menghancurkan gerakan-gerakan pembebasan, baik atas nama “stabilitas” maupun “perlawanan”. Jika kita saling bergantung satu sama lain, sebaiknya kita mulai bertindak sesuai dengan itu. Siapa yang tahu berapa banyak waktu yang tersisa.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/15.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>“Memang benar bahwa kita berperang untuk mencari romansa, dan mungkin saya malu mengakui hal ini pada diri saya sendiri. Anda tahu betapa klise istilah ini telah berubah menjadi. Saya biasa melarikan diri dari romantisme ini setiap kali hal itu mencoba menyapu saya, dan saya biasa mencoba memahami semua motif itu. Kita terlalu sombong untuk mengakui alasan ini, tetapi kita semua tahu bahwa apa yang menarik kita ke arah kepahlawanan dan kemartiran adalah hal yang sama yang membuat kita malu untuk mengakuinya: romansa.” -Bassel Al-Araj.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h1 id=\"mencoba-menghilangkan-kabut\"><a href=\"#mencoba-menghilangkan-kabut\"></a>Mencoba Menghilangkan Kabut</h1>\n\n<p>Para anarkis telah bereaksi terhadap genosida dan gerakan solidaritas dengan beberapa lapisan disonansi kognitif. Beberapa posisi yang membingungkan atau naif, tidak memiliki nuansa dan pemahaman tentang kondisi material yang ada di berbagai geografi dan konteks politik yang berbeda-misalnya, slogan “Tidak ada perang kecuali perang kelas” yang menyerukan agar “kaum proletar Israel dan Palestina” “bersatu” melawan “penindas bersama” dan omong kosong reduksionis kelas lainnya. Posisi-posisi lain mengarah pada Islamofobia dan teori konspirasi: “Israel menciptakan Hamas,” ”Hamas sama seperti ISIS.”</p>\n\n<p>Hamas adalah subjek dari disonansi kognitif yang paling signifikan. Kaum anti-otoritarian ingin mendukung gerakan Palestina, seperti gerakan kebebasan dan pembebasan lainnya, tetapi mereka tidak dapat memahami bahwa Hamas adalah bagian organik dan integral dari gerakan tersebut, sehingga mereka mengarang cerita yang menyatakan bahwa Hamas adalah ciptaan penjajah, bahwa orang Palestina tidak benar-benar mendukung mereka, bahwa kita dapat menceritakan kisah perlawanan tanpa mereka. Mereka ingin memisahkan Hamas dari perjuangan yang lebih luas. Betapa lebih mudahnya jika hal itu bisa dilakukan!</p>\n\n<p>Hamas sebenarnya adalah gerakan pembebasan nasional yang didedikasikan untuk pembebasan Palestina. Gagasan untuk menggunakan konsep jihad sebagai perlawanan anti-kolonialisme dan pertahanan diri bukanlah hal baru; gagasan ini sudah ada sejak perjuangan melawan Perancis di Suriah pada tahun 1920-an, bahkan lebih jauh lagi. Hal ini juga muncul di Aljazair dan banyak perjuangan setelahnya. Ini tidak ada hubungannya dengan merek Salafi-jihadis, dan kekhalifahan transnasional pan-Islam tidak ada hubungannya. Gerakan pembebasan Palestina bersifat heterogen dan beragam; gerakan ini mencakup banyak ideologi dan gagasan yang mungkin tidak kita setujui. Hamas layak dikritik karena patriarkinya, homofobianya, ketergantungannya pada kekuatan reaksioner seperti Iran dan rezim Assad, serta penindasan brutalnya. Kelompok-kelompok anti-otoritarian Palestina yang berani telah melakukan hal ini, seperti <a href=\"https://gazaybo.wordpress.com/manifesto-0-1/\">Gaza Youth Breaks Out</a> pada tahun 2011. Namun, kritik kita haruslah adil dan didasarkan pada kenyataan, bukan hanya sekedar sumpah serapah.</p>\n\n<p>Kita juga perlu berbicara tentang para pemukim. Ada banyak cara untuk menganalisis masyarakat Israel. Kita dapat menggunakan <a href=\"https://newleftreview.org/sidecar/posts/the-collapse-of-zionism\">perbedaan yang berguna</a> yang dibuat oleh sejarawan Ilan Pappe antara Negara Israel dan Negara Yudea. Singkatnya, di satu sisi, sayap liberal, sekuler, dan “demokratis” (demokrasi Yahudi, hanya untuk orang Yahudi) dari supremasi Yahudi, apartheid, dan kolonialisme pemukim, yang memimpin protes anti-Netanyahu di Tel Aviv dan kota-kota lain di Israel; di sisi lain, sayap yang lebih ke kanan, teokratis, dan fasis secara terbuka, yang terdiri dari para pogromis Yahudi Tepi Barat dan sekutunya. Penulis dan jurnalis anti-fasis, David Sheen, menawarkan <a href=\"https://www.youtube.com/watch?v=YloKS1jatv8\">skema lain yang berguna</a>, yang membagi masyarakat Israel ke dalam kubu supremasi, oportunis, reformis, dan humanis.</p>\n\n<p>Semua analisis ini mengeksplorasi perdebatan internal di dalam masyarakat pemukim mengenai cara terbaik untuk mengelola apartheid, kolonialisme pemukim, pembersihan etnis, dan genosida. Keretakan sosial ini bukanlah hal yang baru, tetapi telah diperburuk selama beberapa bulan terakhir. Jika kita tidak memahaminya, kita mungkin akan mengambil kesimpulan yang salah.</p>\n\n<p>Sebagai contoh, beberapa rekan mengutip protes <a href=\"https://theanarchistlibrary.org/library/jonathan-pollak-the-anti-netanyahu-protesters-are-erasing-the-palestinians\">Anti-Netanyahu</a> untuk menekannya agar menerima gencatan senjata demi mencapai kesepakatan dengan pihak perlawanan untuk membebaskan para sandera sebagai bukti bahwa banyak warga Israel yang menentang rezim tersebut. Beberapa orang bahkan menganggapnya sebagai gerakan massa anti-perang. Ini tidak akurat. Ini cocok dengan narasi anarkis karena kita terbiasa bersikeras pada perbedaan antara orang dan negara, dan banyak orang Israel benar-benar menentang Netanyahu. Namun, dukungan terhadap genosida sangat besar di berbagai kubu politik.</p>\n\n<p>Sebuah papan <a href=\"https://x.com/BenCaspit/status/1832774881416487056\">besar dengan</a> lampu neon di atas para pengunjuk rasa di Tel Aviv menceritakan keseluruhan cerita-bawalah kembali (para sandera), dan kembalilah (ke Gaza). Ini adalah usulan yang kurang ajar untuk melanjutkan pertempuran segera setelah para tawanan Israel dibebaskan. Ini tidak serta merta mewakili ribuan peserta, namun ini menunjukkan logika Zionis dari demonstrasi-demonstrasi ini — sebuah manifestasi lain dari supremasi Yahudi, mungkin kubu liberalnya, namun tetap saja, tidak ada kepedulian terhadap nyawa warga Palestina di sana. Suara-suara yang jujur, tulus, dan anti-Zionis yang menyerukan untuk mengakhiri genosida memang ada di Israel, dan mereka mengadakan demonstrasi kecil sesekali, yang sering kali ditindas oleh polisi dan diserang oleh kaum fasis. Mereka adalah minoritas yang kecil, dibenci, dan tidak signifikan, tanpa harapan untuk menjadi kekuatan politik dalam waktu dekat.</p>\n\n<p>Kebenaran yang tidak menyenangkan adalah bahwa ketika tiba waktunya untuk melakukan pembantaian, masyarakat Israel mengesampingkan semua argumen kecil, berhenti berpura-pura menjadi masyarakat sipil di “negara demokratis”, dan bersatu untuk melakukan tugas itu. Kemudian terungkaplah apa yang sebenarnya terjadi di Israel: sebuah pangkalan militer yang sangat besar. Tidak ada perlawanan massa terhadap genosida. <a href=\"https://crimethinc.com/2023/03/27/a-coup-detat-in-israel-the-bitter-harvest-of-colonialism\">Protes massa</a> terhadap perombakan peradilan berhenti selama beberapa bulan setelah guncangan pada 7 Oktober, kemudian muncul kembali dalam bentuk protes untuk pembebasan sandera, memperbaharui diskusi tentang manajemen genosida. Semua <a href=\"https://www.timesofisrael.com/over-1100-air-force-reservists-to-end-volunteer-duty-in-protest-of-judicial-overhaul/\">ancaman</a> para reservasi untuk menolak bertugas berakhir setelah 7 Oktober 2023; mereka tidak pernah benar-benar berniat untuk menindaklanjutinya. Pemberontakan dan protes di Israel selalu terbatas pada narasi sempit Zionis yang secara eksplisit menggambarkan apa yang dapat diterima dan apa yang tidak. Sayap-sayap fasis dan liberal Zionisme mungkin mengekspresikannya secara berbeda, tetapi supremasi Yahudi dan dehumanisasi total terhadap warga Palestina adalah benang merahnya.</p>\n\n<p>Situasinya sudah memburuk, tetapi kelompok kiri radikal telah menyusut secara signifikan sejak 7 Oktober, dengan serangan-serangan yang mengejutkan masyarakat Israel hingga ke intinya, membangkitkan kecemasan para pemukim dan mendorong banyak orang “kiri” ke dalam pelukan hangat supremasi Yahudi. Kita dapat memperkirakan hal ini akan terus berlanjut. Alasannya adalah karena “kaum kiri Israel” sangat didasarkan pada gagasan bahwa “berakhirnya pendudukan” (dekolonisasi) berarti mereka dapat melanjutkan gaya hidup nyaman sebagai pemukim tanpa rasa bersalah. Sebagai contoh, salah satu pesan utama dari blok anti-pendudukan selama gerakan massa menentang perombakan peradilan yang berlangsung hingga 7 Oktober adalah bahwa “pendudukan” (yang biasanya berarti pendudukan tahun 1967) adalah “hambatan bagi demokrasi Israel,” dan jika saja kita dapat mengatasi hal tersebut, maka yang lainnya akan baik-baik saja. Tidaklah mudah untuk menemukan seseorang yang melihat bahwa seluruh rezim Israel tidak sah, bahwa pendudukan dimulai pada tahun 1948, bukan 1967, bahwa tanah itu dicuri dari sungai ke laut dan dekolonisasi berarti transformasi radikal hubungan kekuasaan.</p>\n\n<p>Alfredo Bonanno <a href=\"https://theanarchistlibrary.org/library/alfredo-m-bonanno-palestine-mon-amour\">mengatakan</a>, “Solusi ideal, setidaknya sejauh yang dapat dilihat oleh semua orang yang memiliki kebebasan rakyat, adalah pemberontakan umum. Dengan kata lain, sebuah intifada yang dimulai dari rakyat Israel yang mampu menghancurkan institusi-institusi yang memerintah mereka.” Saya menyukai Bonanno dan berpikir bahwa sebagian besar pengamatannya sangat brilian, namun analisis khusus ini tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Ini adalah bagian dari tradisi panjang para pemikir Barat yang berfokus pada masyarakat pemukim, seolah-olah mereka bisa menjadi kendaraan yang berarti untuk perubahan. Saya sangat tidak setuju. Tidak ada preseden historis bagi masyarakat pemukim atau tuan budak yang memberontak terhadap hak-hak istimewa mereka sendiri, dan saya tidak berpikir Palestina akan menjadi yang pertama untuk keluar dari jalur ini.</p>\n\n<p>Ada masyarakat pemukim-kolonial, seperti AS, yang berhasil mengembangkan tradisi pengkhianat ras yang membanggakan setelah melalui perkembangan yang panjang. Kita melihat hal ini selama pemberontakan George Floyd; Aljazair Prancis menawarkan contoh lain. Saya percaya bahwa hal ini secara teoritis mungkin terjadi pada masyarakat pemukim di Palestina, mungkin pada suatu saat nanti, tapi mungkin tidak sekarang. Beberapa warga Israel melangkah jauh melampaui “kaum Kiri Israel” dan sepenuhnya mengkhianati masyarakat “mereka”, berpindah haluan, dan bergabung dengan perjuangan rakyat Palestina, di bawah persyaratan dan kepemimpinan Palestina. Beberapa bahkan bergabung dengan perjuangan bersenjata. Jumlahnya sangat sedikit, jauh dari mewakili fenomena yang signifikan dalam masyarakat Israel.</p>\n\n<p>Mereka yang ingin mengekspresikan solidaritas dengan warga Israel yang sangat sedikit yang anti-Zionis harus melakukannya. Ini adalah tujuan yang baik dan mereka akan menghargainya. Namun sejujurnya, dukungan terhadap perlawanan Palestina jauh lebih penting saat ini. Kita harus mendukung perlawanan terhadap kekerasan kolonialisme pemukim dan genosida.</p>\n\n<p>Ini mungkin tidak nyaman, tetapi kita harus melakukan percakapan ini. Tidak ada yang harus setuju dengan saya, saya berbicara dari sudut pandang dan kondisi saya sendiri, dan ini dapat dilihat sebagai upaya saya untuk menarik perhatian kubu asal saya, yaitu kelompok kiri radikal anti-Zionis Israel. Menurut pendapat saya, “ Sayap Kiri Israel” adalah jalan buntu. Saya tidak punya alasan untuk meragukan niat dari banyak kawan-kawan saya yang dulu dan sekarang berada di “blok anti-pendudukan” dan “blok radikal” di Tel Aviv dan kota-kota lain. Mereka jujur, berani, berjiwa pemberontak; banyak dari mereka yang benar-benar berjuang demi kehidupan warga Palestina, berjuang untuk mengakhiri genosida.</p>\n\n<p>Namun, mereka yang telah berhasil melepaskan diri dari kultus Zionisme kini harus mengambil langkah maju. Kepada mereka, saya ingin mengatakan bahwa kita harus berhenti melihat diri kita sendiri sebagai aktor dalam masyarakat Israel, mencoba memperbaiki atau mereformasi masyarakat Israel untuk menyelamatkannya dari dirinya sendiri. Akan lebih baik jika kita mengadopsi kerangka kerja Al-Araj tentang kubu pembebasan vs kubu penjajah,<sup id=\"fnref:4\"><a href=\"#fn:4\" class=\"footnote\" rel=\"footnote\" role=\"doc-noteref\">4</a></sup> dan pemahaman Fanon tentang dan pemahaman Fanon tentang <a href=\"https://www.youtube.com/watch?v=jl088o8aC-0\">adopsi identitas perlawanan sebagai pilihan politik dan bukan sebagai masalah ras atau asal-usul</a>, dan bekerja untuk melepaskan identitas pemukim sepenuhnya.</p>\n\n<p>Inilah yang telah <a href=\"https://freehaifa.wordpress.com/2023/05/12/to-our-other-a-palestinian-appeal-to-the-jews-in-palestine/\">diserukan oleh orang-orang Palestina kepada kita selama bertahun-tahun</a>. Tidak ada reformasi dalam masyarakat yang sakit; tidak akan berhasil untuk menarik kepentingan dari sebuah sistem yang sudah busuk sampai ke intinya. Tidak ada satu detik pun dalam sejarah negara ini sejak awal berdirinya yang tidak didasari oleh kekerasan yang intens dan dehumanisasi total. Ini adalah panggilan untuk desersi, perlawanan dan pengkhianatan, berpindah pihak, dengan segala risiko, penindasan, penyiksaan, dan kematian yang mungkin terjadi. Ini tidak mudah, tetapi kita memiliki sejarah global yang kaya untuk dipelajari. Kita dapat mengingat John Brown dan milisinya, atau orang-orang Prancis di Aljazair yang berpindah pihak dan bergabung dengan FLN (Front de Libération Nationale, “Front Pembebasan Nasional”). Apa yang dipahami oleh orang-orang tersebut, pada titik-titik sejarah yang krusial, adalah bahwa terlepas dari apa yang dikatakan oleh interpretasi liberal tentang “politik identitas”, ketika revolusi memanggil, ini bukan tentang menjadi “sekutu” yang pasif atau memeriksa hak-hak istimewa Anda, tetapi menceburkan diri Anda ke dalam perjuangan. Identitas menjadi sebuah pilihan politik, berdasarkan tindakan, bukan asal-usul.</p>\n\n<blockquote>\n  <p>“Pemukim bukan sekadar orang yang harus dibunuh. Banyak anggota massa dari penjajah yang menunjukkan diri mereka jauh, jauh lebih dekat dengan perjuangan nasional dibandingkan dengan keturunan bangsa tertentu.”</p>\n\n  <p>Frantz Fanon, The Wretched of the Earth</p>\n</blockquote>\n\n<p>Kecemasan tentang dekolonisasi tidak datang begitu saja. Tidak ada yang dijanjikan kepada kita. Bahkan pembebasan itu sendiri, sejujurnya. Beberapa proyek kolonial telah berakhir dengan damai, dengan transisi rezim dan komite rekonsiliasi, seperti di Afrika Selatan; yang lain berakhir dengan pertumpahan darah, seperti di Aljazair. Bahkan contoh konfederalisme libertarian dan konfederasi di Rojava <a href=\"https://www.amnesty.org/en/documents/mde24/2503/2015/en/\">pun tidak berjalan mulus</a>. Tidak ada satu pun dari kasus-kasus ini yang sempurna. Pembebasan selalu merupakan proses yang berantakan dan berdarah dalam kehidupan nyata.</p>\n\n<p>Eve Tuck dan K. Wayne Yang, dalam esai mereka “<a href=\"https://clas.osu.edu/sites/clas.osu.edu/files/Tuck%20and%20Yang%202012%20Decolonization%20is%20not%20a%20metaphor.pdf\">Decolonization Is Not a Metaphor</a>,” menjelaskan bahwa dekolonisasi tidak dapat dibandingkan dengan perjuangan keadilan sosial lainnya-ini dimaksudkan untuk meresahkan, karena tidak diragukan lagi akan membebaskan pemukim-termasuk pekerja-dari sumber daya yang dicuri. Kita harus jujur dengan apa yang kita katakan. Sebagai contoh, dalam perdebatan mengenai frasa “ from the river to sea,” apakah itu berarti demokrasi atau penghapusan Israel — jawaban sederhananya adalah bahwa frasa itu berarti keduanya. Dekolonisasi pada kondisi Palestina-penghapusan Zionisme, kembalinya para pengungsi, berakhirnya kekuasaan militer, dan persamaan hak-hak sipil-akan berarti bahwa Palestina akan kembali seperti sebelum penjajahan Zionis, sebuah tanah yang berpenduduk Arab. Saya percaya bahwa orang-orang Yahudi akan diterima untuk tinggal-mereka yang bersedia untuk hidup setara dengan orang-orang lain di tanah itu, tanpa sistem pemisahan dan hak istimewa yang rasis berdasarkan etnisitas.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/2.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Blok Radikal di Tel Aviv.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Mengenai reduksionisme kelas, tidak ada dasar material untuk “solidaritas kelas” antara “orang Palestina dan Israel”. Di bawah kolonialisme pemukim, mereka bukanlah kelas yang sama. Orang Yahudi dan orang Arab tidak setara, bahkan ketika mereka bekerja di tempat kerja yang sama. Seperti yang dikatakan Frantz Fanon, dalam konteks kolonial, penindasan nasional adalah yang utama dan penindasan kelas adalah yang kedua. Koloni pemukim tidak hanya mengeksploitasi tenaga kerja dari kaum terjajah atau sumber daya tanah di wilayah jajahan, seperti jenis kolonialisme lainnya; kolonialisme ini didasarkan pada penghapusan total kaum terjajah melalui pembersihan etnis, genosida, atau keduanya.</p>\n\n<p>Menurut sejarawan Ilan Pappe, Zionisme, seperti halnya gerakan kolonialisme pemukim lainnya, membutuhkan pemusnahan atau pengusiran penduduk asli untuk bisa berhasil. Banyak gerakan semacam itu terdiri dari para pengungsi Eropa yang melarikan diri dari pengucilan dan penganiayaan, mencari tempat untuk membangun Eropa baru mereka sendiri. Penduduk asli selalu menjadi penghalang bagi visi utopis semacam itu, dan solusinya biasanya adalah kampanye besar-besaran genosida dan pembersihan etnis. Proyek-proyek kolonialisme pemukim serupa, seperti Amerika Serikat, Australia, Afrika Selatan, dan Kanada, juga sering kali menemukan pembenaran religius untuk bermukim, menggunakan negara adidaya untuk mendapatkan pijakan di tanah asing, kemudian mencari cara untuk menyingkirkan kekuasaan yang membantu mereka dan juga mayoritas penduduk asli.</p>\n\n<p>Israel telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa di mana pun mereka melakukan pembersihan etnis secara besar-besaran, seperti pada tahun 1948, atau selama genosida saat ini di Gaza, targetnya bukanlah kaum proletar Palestina, tetapi orang-orang Palestina sebagai sebuah bangsa. Semua kelas dan kelompok sosial menjadi target.</p>\n\n<p>Jika Marx saja mengakui bahwa perjuangan untuk delapan jam kerja sehari di Amerika Serikat tidak dapat dimulai sebelum penghapusan perbudakan, maka kaum kiri Barat saat ini harus dapat mencapai kesimpulan yang sama mengenai kolonialisme pemukim dan apartheid. Jika kita ingin memiliki pijakan yang berarti dalam gerakan solidaritas, kita harus mengakui bahwa beberapa masalah tidak dapat direduksi menjadi kelas.</p>\n\n<p>Kaum revolusioner telah membuat kesalahan ini sebelumnya. Banyak anarkis laki-laki di CNT (Federación Anarquista Ibérica, “Konfederasi Buruh Nasional”) selama revolusi Spanyol meremehkan organisasi perempuan Mujeres Libres (“Perempuan Merdeka”), menyatakan bahwa penindasan gender merupakan hal yang kedua setelah perjuangan kelas, dan bagaimanapun juga, revolusi akan menyelesaikannya. Hari ini, kita tahu bahwa menggulingkan kapitalisme tidak akan begitu saja menghapuskan patriarki. Kita dapat menciptakan masyarakat tanpa kelas yang masih tetap seksis dan menindas perempuan dan jenis kelamin lainnya. Beberapa kaum kiri melihat gerakan Kibbutz sebagai contoh masyarakat sosialis libertarian, mengabaikan fakta bahwa Kibbutz adalah proyek rasis dan kolonialis untuk orang Yahudi saja, yang dibangun dalam konteks pencurian tanah oleh Zionis, sering kali di atas reruntuhan fisik desa-desa yang telah dibersihkan secara etnis. Tanpa analisis yang tepat tentang kolonialisme pemukim dan pemahaman tentang penindasan nasional sebagai isu utama, pemahaman apa pun tentang situasi di Palestina akan tetap menjadi upaya canggung untuk mengimpor pandangan dan solusi asing ke dalam geografi dengan masalah yang sangat berbeda.</p>\n\n<p>Seiring dengan komitmen untuk memerdekakan Palestina, saya ingin menyarankan kepada kawan-kawan untuk mengizinkan Palestina memerdekakan mereka juga. Hal ini bisa berjalan dua arah. Jangan berpartisipasi dalam gerakan ini hanya untuk berkhotbah, tetapi juga untuk mendengarkan. Kita tidak boleh melepaskan perspektif dan kritik kita, tetapi kita harus menggunakan kesempatan ini untuk memperkaya diri kita sendiri dan memperluas wawasan kita dengan belajar dari perjuangan pembebasan lainnya, alih-alih hanya mencoba untuk memaksakan gagasan yang sudah terbentuk sebelumnya pada mereka. Saya ingin sekali mendiskusikan topik-topik sensitif dengan kawan-kawan Palestina, seperti ketergantungan perlawanan bersenjata terhadap elemen-elemen reaksioner seperti Iran dan Suriah<sup id=\"fnref:5\"><a href=\"#fn:5\" class=\"footnote\" rel=\"footnote\" role=\"doc-noteref\">5</a></sup>. Tetapi saya harus bisa melakukan ini sebagai seorang kawan, dari dalam perjuangan, setelah membangun hubungan saling percaya dan menerima pandangan dunia Palestina, bukan sebagai seorang kiri yang mengkritik dari luar. Jika yang kita lakukan hanyalah menghabiskan waktu dengan orang-orang seperti kita, itu akan terlihat, dan itu akan berdampak buruk bagi kita. Orang-orang akan menyadari hal ini, dan ini akan menyabotase hubungan kepercayaan yang sedang kita coba bangun di dalam gerakan ini.</p>\n\n<h1 id=\"menghadapi-zaman-genosida\"><a href=\"#menghadapi-zaman-genosida\"></a>Menghadapi Zaman Genosida</h1>\n\n<p>Tatanan dunia kolonial telah membagi dunia menjadi bagian yang “beradab”, bagian Global Utara yang tidak dapat ditembus di mana demokrasi liberal berlaku, dan <a href=\"https://illwill.com/anaesthetic-violence\">ladang genosida</a> yang luas yang dipenuhi dengan populasi yang berlebih untuk dimusnahkan, diperbudak, dirampok sumber dayanya, dan dilupakan. Dalam konteks pemukim-kolonial, proses ini terjadi di wilayah yang sama, tanpa jarak geografis antara koloni dan kota metropolitan. Ghetto, kota yang terkepung, kekuasaan militer, dan sistem segregasi etnis dibangun, membagi orang-orang yang dijajah ke dalam beberapa kelas orang yang tertindas, membangun penghalang mental ketika penghalang fisik tidak ada, dan memastikan tidak ada pembauran antara penduduk asli dan pendatang.</p>\n\n<p>Ada beberapa cara di mana tatanan kolonial dapat keluar dari keseimbangan. Salah satunya adalah fasisme, di mana praktik-praktik kolonial dibawa masuk ke dalam, ke dalam kota. Dalam hal ini, praktik-praktik genosida dan rasialisasi yang sebelumnya diperuntukkan bagi populasi yang berlebih di daerah jajahan, digunakan untuk melawan populasi yang tidak diinginkan di dalam negeri. Namun tatanan kolonial juga bisa menjadi tidak seimbang saat terjadi pemberontakan. Penduduk asli, yang menolak untuk dikungkung di tempat mereka, mendobrak benteng koloni yang seharusnya tidak dapat ditembus — yang ternyata sangat mudah ditembus — dan, seperti yang dikatakan Fanon, mereka membanjiri kota-kota terlarang, mengambil semua yang menghalangi mereka.</p>\n\n<p>Selama beberapa dekade, Israel berusaha untuk mempertahankan populasi pemukim demokratis liberal yang kebarat-baratan, yang merasakan rumah (Eropa) yang jauh dari rumah, setelah rumah asli mereka menjadi terlalu berbahaya bagi mereka. Orang-orang Yahudi non-Eropa lainnya dipersilakan untuk bergabung, selama mereka adalah orang Yahudi dan menerima hegemoni Barat. Tembok beton, ghetto yang terisolasi, dan penghalang mental ditanamkan untuk memisahkan masyarakat pemukim dari kekerasan sehari-hari yang brutal yang diperlukan untuk mempertahankan tatanan ini. Tidak ada satu cara untuk melakukan hal ini. Strateginya meliputi penghapusan budaya (misalnya, warga Palestina yang memiliki kewarganegaraan menjadi “orang Arab Israel”); kampanye pembersihan etnis secara besar-besaran jika memungkinkan (seperti pada tahun 1948) dan jika tidak, kampanye kecil-kecilan, seperti Yahudisasi<sup id=\"fnref:6\"><a href=\"#fn:6\" class=\"footnote\" rel=\"footnote\" role=\"doc-noteref\">6</a></sup> di Galilea, Naqab, dan lingkungan-lingkungan di Yerusalem, Jaffa, dan Haifa<sup id=\"fnref:7\"><a href=\"#fn:7\" class=\"footnote\" rel=\"footnote\" role=\"doc-noteref\">7</a></sup>; pemerintahan militer<sup id=\"fnref:8\"><a href=\"#fn:8\" class=\"footnote\" rel=\"footnote\" role=\"doc-noteref\">8</a></sup>; manajemen konflik, pemisahan rasial yang ketat, dan kontra-pemberontakan, seperti yang terlihat dalam Perjanjian Oslo, tembok pemisah di Tepi Barat, dan pengepungan Gaza; dan genosida. Saat ini tampaknya manajemen konflik, setidaknya, telah gagal.</p>\n\n<p>Israel telah dipermalukan lebih dari sekali dalam beberapa tahun terakhir. Negara ini kehilangan kendali selama pemberontakan tahun 2021 dan sekali lagi pada 7 Oktober 2023. Palestina telah terbukti berkali-kali menjadi kekuatan yang tidak terkendali, yang mampu mengancam negara adidaya nuklir yang didukung oleh kekaisaran terkuat di dunia, meskipun kekaisaran tersebut telah menggelontorkan miliaran dolar untuk aparat keamanan, kontra-pemberontakan, dan teknologi canggih. Warga Israel telah menyadari bahwa negara ini tidak mampu memberikan keamanan meskipun memiliki kekuatan besar, dan mereka mulai panik. Kita hanya bisa memperkirakan bahwa hukuman bagi para pemberontak akan semakin kejam seiring dengan meningkatnya tekanan dari warga Israel yang terkejut dan kekuatan-kekuatan internasional untuk mengendalikan para pemberontak Palestina.</p>\n\n<p>Sangat mungkin bahwa seiring berjalannya waktu, area genosida akan meluas, dan lebih banyak orang akan diperlakukan sebagai populasi yang berlebih. Tidak ada jaminan bahwa kita, warga negara yang memiliki hak istimewa dalam peradaban, pada akhirnya tidak akan menemukan diri kita berada di sisi yang salah dari tembok itu. Kaum minoritas rasial sudah mengetahui hal itu, dan bagi kita semua-kita tidak boleh mengandalkan kulit putih kita, seperti yang ditemukan oleh orang Yahudi selama Perang Dunia Kedua, orang Irlandia yang merasakannya di bawah penjajahan Inggris, dan orang <a href=\"https://www.youtube.com/watch?v=MQ2-2KhKkDA\">Ukraina</a> yang mengalaminya hari ini. Seperti halnya kulit putih yang dapat diberikan, kulit putih juga dapat direnggut.</p>\n\n<p>Setiap kali sebuah kekuasaan mencap sebuah demografi baru sebagai populasi yang berlebih, batas-batas di sekitar “peradaban” pun bergeser. Semakin mereka berhasil menjebak sebagian populasi bumi dalam neraka, semakin suram dan tidak menentu masa depan kita. Semakin mereka berhasil menumpas pemberontakan orang-orang yang tidak diinginkan, semakin besar keberhasilan mereka akan menginformasikan kepada kekuasaan-kekuasaan lain dan tatanan-tatanan dunia yang saling bersaing. Sama seperti kita terinspirasi oleh setiap pemberontakan budak dan pemberontakan ghetto, rezim-rezim juga mengambil catatan dan inspirasi satu sama lain dalam hal penindasan. Kita semua sangat terhubung.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/18.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Haifa 2021.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Apa yang harus kita lakukan, kita yang berada di entitas ini atau itu, warga negara Global Utara, baik sebagai pemukim di koloni atau pusat kekuasan? Sulit bagi saya untuk mengatakannya. Berada di daerah pedalaman yang diduduki, yang, seperti yang saya katakan, tidak secara terbuka memberontak saat ini, apakah adil bagi saya untuk mengadvokasi hal-hal yang tidak saya lakukan sendiri? Kami merasa perlu melakukan pemberontakan, tetapi komunitas kami rusak dan hancur, orang-orang lumpuh, dan luka-luka masih terbuka dari putaran terakhir penindasan. Saya tidak bisa memberi tahu siapa pun apa yang harus dilakukan. Yang bisa saya lakukan adalah berbagi perspektif saya. Ini bagi Anda untuk menganalisis kondisi Anda dan melihat apa yang cocok.</p>\n\n<p><a href=\"https://crimethinc.com/2024/01/08/gaza-solidarity-actions-continue-from-durham-to-seattle-with-a-report-from-the-blockade-of-i-5\">Kawan-kawan</a> <a href=\"https://crimethinc.com/2024/04/23/report-from-within-the-cal-poly-humboldt-occupation-the-occupation-of-siemens-hall\">di</a> <a href=\"https://crimethinc.com/2024/04/25/day-one-university-of-texas-austin-students-take-the-lawn-a-report\">pusat</a> <a href=\"https://crimethinc.com/2024/04/21/it-is-an-honor-to-be-suspended-for-palestine-dispatches-from-the-solidarity-encampment-at-columbia-university\">kekuasaan</a> yang disebut Amerika Utara telah menunjukkan perlawanan yang luar biasa dan menginspirasi. Kawan-kawan di Eropa juga demikian. Sabotase, blokade pelabuhan, demonstrasi, okupasi kampus-semua ini sangat berarti, dan beberapa di antaranya telah meraih <a href=\"https://www.cambridgeday.com/2024/08/16/elbit-seems-to-have-stopped-work-in-cambridge-as-weekly-protests-wear-on-over-actions-by-israel/\">pencapaian</a> yang signifikan. Saya tidak ingin mengklaim, seperti yang dilakukan beberapa orang, bahwa aksi-aksi ini tidak menghasilkan apa-apa sejauh ini. Kita tidak tahu bagaimana keadaan Gaza saat ini jika bukan karena aksi-aksi berani ini. Membangun gerakan itu sendiri merupakan hal yang penting. Sebuah generasi baru telah dipolitisasi dan diradikalisasi, dan mereka akan meneruskan perjuangan ini.</p>\n\n<p>Tapi satu hal yang pasti. Kami tidak menghentikan genosida.</p>\n\n<p>Kita harus fokus. Genosida telah berlangsung selama satu tahun, dan pada saat ini, tidak ada tanda-tanda melambat atau tetap terbatas di Gaza. Saya percaya bahwa waktu untuk meningkatkannya adalah sekarang. Implikasinya sangat besar. Saat ini, Israel berkomitmen untuk berperang dengan Lebanon dan mungkin juga dengan Iran. Skenario terburuk tampaknya sedang berlangsung. Hal ini akan membuat situasi semakin tidak terkendali; hal ini dapat menyebabkan perang regional yang melibatkan jumlah kematian dan kehancuran yang tak terbayangkan. Kita menghadapi tatanan dunia yang benar-benar gila yang berniat untuk menyebabkan kehancuran maksimum pada segala sesuatu yang menghalangi jalannya. Kita tidak bisa hanya menjadi penonton pasif. Kita terlibat dan apa yang terjadi akan merefleksikan diri kita.</p>\n\n<p>Dari apa yang terlihat, selama pendudukan semester lalu, kawan-kawan di AS mengembangkan banyak elemen pemberontakan untuk berkembang dan meluas. Mereka juga menghadapi banyak polisi-beberapa berseragam, yang lain bersembunyi di dalam gerakan, seperti kaum <a href=\"https://illwill.com/liberal-infernos\">liberal</a>, pasifis, “aktivis” profesional, dan reformis. Orang-orang perlu menemukan cara untuk menghadapi mereka. Jangan terjebak pada taktik-taktik kontra-insurgensi yang dimaksudkan untuk menenangkan Anda, memecah belah dan memfragmentasi gerakan, mendefinisikan untuk Anda apa yang “dapat diterima” dan “sah”, atau membatasi batas-batas protes. Jadilah berani, tidak terkendali, dan tidak bisa diperintah. Selebihnya terserah Anda untuk menganalisis, sejauh menyangkut taktik, tetapi jangan biarkan siapa pun membatasi Anda.</p>\n\n<p>Abaikan juga kampanye kotor. Mereka mungkin akan menjadi lebih keras jika gerakan ini menjadi lebih sukses. Saya sudah melihat media dan propaganda Zionis yang menggambarkan protes-protes tersebut sebagai “pogrom antisemit”. Saya tidak perlu menghabiskan waktu untuk menjelaskan betapa konyolnya hal ini.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/19.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Kita semua tahu bahwa agen-agen represif <a href=\"https://www.nbcnews.com/politics/national-security/us-israel-joint-military-exercise-message-iran-rcna66927\">Israel dan AS berlatih bersama</a>, dan berbagi tips, alat, dan taktik tentang bagaimana menekan populasi dan gerakan kebebasan. Hal ini seharusnya menjadi perhatian siapa pun yang terlibat dalam perjuangan lokal, seperti Stop Cop City, Black Lives Matter, solidaritas penduduk asli, dan dukungan bagi para migran dan pengungsi. Kita juga tahu bahwa Israel mengekspor <a href=\"https://hamushimcom.wordpress.com/israeli-arms-exports-worldwide-map/\">senjata</a> dan <a href=\"https://en.wikipedia.org/wiki/Pegasus_(spyware)\">teknologi represif</a> ke mana-mana. Alat-alat AI sedang dikembangkan dan digunakan untuk <a href=\"https://www.972mag.com/mass-assassination-factory-israel-calculated-bombing-gaza/\">mengotomatiskan identifikasi dan pembunuhan</a> “tersangka”. Dan kita tahu bahwa yang terjadi adalah sebaliknya-Israel mengebom Gaza (dan sekarang juga Lebanon) dengan senjata dan dukungan penuh dari Amerika. Ini adalah perang Amerika (dan <a href=\"https://www.euronews.com/2023/11/03/europe-aiding-and-assisting-israels-war-in-gaza-with-vital-weapons\">Eropa</a>) seperti halnya perang Israel. Pusat kekuasaan Global Utara benar-benar terlibat dan merupakan bagian dari agresi, dan ini membuat warga negaranya menjadi bagian yang aktif juga.</p>\n\n<p>Tidak sepenuhnya mungkin untuk secara fisik bergabung dengan perjuangan bersenjata di lapangan seperti yang bisa dilakukan di Rojava atau Ukraina, tetapi tidak perlu. Orang-orang bisa datang ke Palestina untuk berpartisipasi dalam perjuangan rakyat, seperti yang telah dilakukan oleh warga negara Amerika dan Eropa yang berani; beberapa di antara mereka <a href=\"https://en.wikipedia.org/wiki/Rachel_Corrie\">telah</a> <a href=\"https://en.wikipedia.org/wiki/Tom_Hurndall\">menjadi</a> <a href=\"https://en.wikipedia.org/wiki/Ay%C5%9Fenur_Ezgi_Eygi\">martir</a>. Hal ini membantu, tetapi perlawanan meminta sesuatu yang lain: ubahlah kota-kota Anda sendiri di pusat kekuasaan menjadi medan pertempuran. Bawa perang ke rumah. Buka front lain. Bergabunglah dengan kamp pembebasan, seperti yang dikatakan Al-Araj, dan kobarkan semangat melawan tatanan dunia yang membiarkan hal ini terjadi. Mereka harus merasakan konsekuensinya. Saya yakin pemberontakan masih mungkin terjadi, di sini, di Pedalaman juga, tetapi itu akan menuntut kita untuk menjadi berani, seperti orang-orang di Gaza.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2024/10/03/7.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Satu hal terakhir yang ingin saya tanyakan-saat saya menulis artikel ini, pertempuran di medan perang di Lebanon, Iran, dan di tempat lain meningkat secara signifikan. Jika perang besar meletus di tempat lain, perhatian dunia akan teralihkan dan Gaza akan terlupakan. Orang-orang harus berjuang untuk kehidupan rakyat Lebanon juga, tapi jangan berhenti berbicara tentang Gaza dan bertindak demi orang-orang di sana. Genosida di sana belum berakhir. Bahkan mungkin akan semakin meningkat ketika perhatian teralihkan dari sana.</p>\n\n<p>Angkat suara Anda, kibarkan bendera revolusi.</p>\n\n<p>Tidak ada suara yang lebih lantang dari suara pemberontakan.</p>\n\n<blockquote>\n  <p>“Jika aku harus mati,<br />\nAnda harus hidup<br />\nuntuk menceritakan kisahku<br />\nuntuk menjual harta bendaku<br />\nuntuk membeli sepotong kain<br />\ndan beberapa senar,<br />\n(membuatnya putih dengan ekor yang panjang)<br />\nsehingga seorang anak, di suatu tempat di Gaza<br />\nsambil menatap surga di matanya<br />\nmenunggu ayahnya yang pergi dalam kobaran api-<br />\ndan tak mengucapkan selamat tinggal pada siapa pun<br />\nbahkan tidak kepada dagingnya<br />\nbahkan untuk dirinya sendiri-<br />\nmelihat layang-layang, layang-layang yang kau buat, terbang di atas<br />\ndan berpikir sejenak ada malaikat di sana<br />\nmembawa kembali cinta<br />\nJika aku harus mati<br />\nbiarlah itu membawa harapan<br />\nbiarlah itu menjadi sebuah kisah.”</p>\n\n  <p>-Refaat Alareer, (1979–2023), penulis dan penyair. Pada 6 Desember 2023, ia terbunuh oleh serangan udara Israel di Gaza bersama dengan saudara laki-lakinya, saudara perempuannya, dan anak-anak mereka.</p>\n</blockquote>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"daftar-pustaka\"><a href=\"#daftar-pustaka\"></a>Daftar Pustaka</h1>\n\n<ul>\n  <li>Rev &amp; Reve, <a href=\"https://www.youtube.com/watch?v=Pt_1k7nSv1M\">The Gaza ghetto uprising [YouTube]</a></li>\n  <li>From the Periphery, <a href=\"https://www.youtube.com/watch?v=jD2xHpv7Ajk\">Understanding Hamas: Anti-Authoritarian Perspectives [YouTube]</a></li>\n  <li>Anonymous, “<a href=\"https://theanarchistlibrary.org/library/anonymous-author-from-stoking-the-embers-collective-hamas-anarchists-in-the-west-and-palestine\">Hamas, Anarchists in the West, and Palestine solidarity</a>”</li>\n  <li>Bassel Al-Araj, “<a href=\"http://web.archive.org/web/20230130172347/https:/www.jisrcollective.com/pages/why-do-we-go-to-war.html\">Why do we go to War?</a>”</li>\n  <li>Bassel Al-Araj, <a href=\"https://palestinianyouthmovement.com/live-like-a-porcupine-fight-like-a-flea-basel-al-araj\">Live Like a Porcupine, Fight Like a Flea</a></li>\n  <li>Eve Tuck, K. Wayne Yang, “<a href=\"https://clas.osu.edu/sites/clas.osu.edu/files/Tuck%20and%20Yang%202012%20Decolonization%20is%20not%20a%20metaphor.pdf\">Decolonization is not a metaphor</a>”</li>\n  <li>Ilan Pappe, “<a href=\"https://newleftreview.org/sidecar/posts/the-collapse-of-zionism\">The Collapse of Zionism</a>”</li>\n  <li>Aufheben, “<a href=\"https://libcom.org/article/behind-21st-century-intifada\">Behind the 21st century intifada</a>”</li>\n  <li>Budour Hassan, “<a href=\"https://budourhassan.wordpress.com/2013/07/24/the-colour-brown-de-colonising-anarchism-and-challenging-white-hegemony/\">The Colour Brown: De-Colonizing Anarchism and Challenging White Hegemony</a>”</li>\n  <li>Serafinski, <em><a href=\"https://theanarchistlibrary.org/library/serafinski-blessed-is-the-flame\">Blessed is the Flame</a></em></li>\n  <li>Tareq Baconi, <em>Hamas Contained: The Rise and Pacification of Palestinian Resistance</em></li>\n  <li>Ilan Pappe, <em>The Ethnic Cleansing of Palestine</em></li>\n  <li>Frantz Fanon, <em>The Wretched of the Earth</em></li>\n  <li>Edward Said, <em>The Palestine Question</em></li>\n  <li>Edward Said, <em>Orientalism</em></li>\n  <li>Rashid Khalidi, <em>The Hundred Years’ War on Palestine: A History of Settler Colonialism and Resistance, 1917–2017</em></li>\n  <li>Dana El-Kurd, <em>Polarized and Demobilized: Legacies of Authoritarianism in Palestine</em></li>\n</ul>\n\n<hr />\n\n<p>Translation courtesy of <a href=\"https://medium.com/@heartvoid/ya-ghazze-habibti-gaza-cintaku-426741439a26\">Heart Void</a>.</p>\n\n<div class=\"footnotes\" role=\"doc-endnotes\">\n  <ol>\n    <li id=\"fn:1\">\n      <p><a href=\"https://www.aljazeera.com/news/longform/2023/10/9/israel-hamas-war-in-maps-and-charts-live-tracker\">Demikian menurut data resmi dari Kementerian Kesehatan Gaza</a>. Selain jumlah tersebut, lebih dari 10.000 orang hilang, dan tidak diketahui berapa banyak lagi yang masih terkubur di bawah reruntuhan. Penting untuk diingat bahwa Israel secara <a href=\"https://mondoweiss.net/2024/07/polio-and-the-destruction-of-gazas-health-infrastructure/\">sistematis menghancurkan sistem layanan kesehatan Gaza</a>, membuatnya nyaris runtuh, dan sejak saat itu, jumlahnya terjebak di angka 40.000 orang. Perkiraan lain menyebutkan angka yang jauh <a href=\"https://www.aljazeera.com/news/2024/7/8/gaza-toll-could-exceed-186000-lancet-study-says\">lebih tinggi</a>. <a href=\"#fnref:1\" class=\"reversefootnote\" role=\"doc-backlink\">&#8617;</a></p>\n    </li>\n    <li id=\"fn:2\">\n      <p>Diterjemahkan oleh Resistance News Network. <a href=\"#fnref:2\" class=\"reversefootnote\" role=\"doc-backlink\">&#8617;</a></p>\n    </li>\n    <li id=\"fn:3\">\n      <p>Front ini telah meningkat dan saat ini masa depan orang-orang di Lebanon tidak menentu. Pada tanggal 23 September, sebuah serangan IDF ke Lebanon menewaskan sedikitnya 570 orang. Pada tanggal 27 September, Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah, dibunuh, dan jutaan orang di Lebanon terusir dari rumah mereka. Sekarang Israel menyerang Lebanon selatan. <a href=\"#fnref:3\" class=\"reversefootnote\" role=\"doc-backlink\">&#8617;</a></p>\n    </li>\n    <li id=\"fn:4\">\n      <p>“Saya tidak lagi melihat ini sebagai konflik antara Arab dan Yahudi, antara Israel dan Palestina. Saya telah meninggalkan dualitas ini, penyederhanaan konflik yang naif ini. Saya telah menjadi yakin akan pembagian dunia oleh Ali Shariati dan Frantz Fanon (ke dalam kubu kolonial dan kubu pembebasan). Di masing-masing dari kedua kubu tersebut, Anda akan menemukan orang-orang dari berbagai agama, bahasa, ras, etnis, warna kulit, dan kelas. Dalam konflik ini, misalnya, Anda akan menemukan orang-orang dari kulit kami berdiri dengan kasar di kubu lain, dan pada saat yang sama Anda akan menemukan orang-orang Yahudi berdiri di kubu kami.” -Bassel Al-Araj <a href=\"#fnref:4\" class=\"reversefootnote\" role=\"doc-backlink\">&#8617;</a></p>\n    </li>\n    <li id=\"fn:5\">\n      <p>Ini adalah topik yang sensitif. Hamas awalnya mendukung revolusi Suriah pada tahun 2012 dan memutuskan hubungan dengan Presiden Suriah Bashar Al-Assad. Langkah ini memutus dukungan finansial yang diterima gerakan ini dari Iran. Satu dekade kemudian, dalam sebuah pernyataan kontroversial, Hamas <a href=\"https://www.middleeasteye.net/news/hamas-syria-assad-restore-ties-backlash\">memulihkan hubungan dengan Assad</a>. Kekacauan politik dan pergeseran aliansi di Timur Tengah selama Musim Semi Arab, kudeta militer terhadap Mohamed Morsi di Mesir dan penutupan terowongan Gaza di sisi Mesir, serta pakta normalisasi antara berbagai rezim lokal dengan Israel, semuanya berfungsi untuk mengisolasi Hamas dan memaksanya untuk “memilih satu sisi.” Dalam kedua kasus tersebut, saya percaya bahwa, sama seperti kaum anarkis dan anti-otoritarian di Barat yang dapat memahami keputusan yang diambil oleh orang-orang di Rojava untuk menerima bantuan Amerika ketika menghadapi pasukan genosida ISIS di Kobane, mereka juga dapat memahami keputusan yang diambil oleh orang-orang Palestina dalam kondisi yang sulit. Hingga kita telah membangun sebuah Pembebasan Internasional yang dapat memberikan dukungan material yang nyata bagi perjuangan di lapangan, akan ada batasan seberapa banyak kita dapat mengkritik keputusan yang dibuat oleh mereka yang menghadapi ancaman pemusnahan, yang terjebak di antara kekuasaan-kekuasaan yang saling bersaing dan tatanan-tatanan regional. Ini bukan berarti kita tidak boleh mengkritik sama sekali, tetapi setidaknya kita harus melakukannya dengan nuansa dan konteks. <a href=\"#fnref:5\" class=\"reversefootnote\" role=\"doc-backlink\">&#8617;</a></p>\n    </li>\n    <li id=\"fn:6\">\n      <p>Ini <a href=\"https://en.wikipedia.org/wiki/Judaization_of_the_Galilee\">adalah istilah resmi Israel</a>. <a href=\"#fnref:6\" class=\"reversefootnote\" role=\"doc-backlink\">&#8617;</a></p>\n    </li>\n    <li id=\"fn:7\">\n      <p>Di bawah kapitalisme global neoliberal, pembersihan etnis juga dapat diprivatisasi. Upaya-upaya Yahudisasi dapat berada di bawah manajemen organisasi pemukim atau agen real estat, sehingga memungkinkan masalah ini disajikan sebagai sengketa real estat yang sederhana. Keterlibatan <a href=\"https://theintercept.com/2021/05/14/israel-settler-evictions-jerusalem-nonprofits/\">organisasi pemukim Amerika</a> dalam upaya penggusuran penduduk Palestina di Yerusalem timur, dan gentrifikasi di Jaffa dan <a href=\"https://www.aljazeera.com/features/2023/5/18/in-haifa-israel-sells-palestinian-homes-as-luxury-real-estate\">beberapa lingkungan</a> di <a href=\"https://mondoweiss.net/2019/01/gentrification-palestinian-converted/\">Haifa</a>, secara intrinsik terkait dengan kampanye pembersihan etnis yang telah berlangsung selama beberapa dekade, dengan wajah yang berbeda, ketika sistem kolonial beradaptasi dengan peluang dan situasi yang baru. <a href=\"#fnref:7\" class=\"reversefootnote\" role=\"doc-backlink\">&#8617;</a></p>\n    </li>\n    <li id=\"fn:8\">\n      <p>Hanya ada waktu setengah tahun, pada tahun 1966, ketika Israel tidak memberlakukan pemerintahan militer terhadap warga Palestina. Komunitas internal orang-orang yang tercerabut dari wilayah yang kemudian menjadi Israel berada di bawah kekuasaan militer hingga 1966; kemudian Israel menduduki Tepi Barat dan Gaza setahun kemudian dan memberlakukan kekuasaan militer di sana. <a href=\"#fnref:8\" class=\"reversefootnote\" role=\"doc-backlink\">&#8617;</a></p>\n    </li>\n  </ol>\n</div>\n"
    },
    {
      "id": "https://crimethinc.com/2021/12/31/sudan-anarkis-melawan-kediktatoran-militer-wawancara-dengan-pertemuan-anarkis-sudan",
      "url": "https://crimethinc.com/2021/12/31/sudan-anarkis-melawan-kediktatoran-militer-wawancara-dengan-pertemuan-anarkis-sudan",
      "title": "Sudan: Anarkis Melawan Kediktatoran Militer : Wawancara dengan Pertemuan Anarkis Sudan",
      "summary": "Kami menyajikan wawancara berikut dengan partisipan anarkis dalam demonstrasi dengan harapan membantu orang-orang di luar Sudan untuk mengetahui.",
      "image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/12/31/header.jpg",
      "banner_image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/12/31/header.jpg",
      "date_published": "2021-12-31T19:10:31Z",
      "date_modified": "2024-09-10T03:55:52Z",
      "tags": [
        "Sudan",
        "Coup",
        "military dictatorship"
      ],
      "content_html": "<p>Kemarin, di Sudan, selama demonstrasi nasional menentang kediktatoran militer yang mengambil alih kekuasaan pada 25 Oktober 2021, aparatus negara berulang kali menggunakan peluru tajam terhadap para pengunjuk rasa, menewaskan sedikitnya empat orang dan selebihnya memakan banyak korban luka-luka. Pasukan keamanan telah <a href=\"https://www.aljazeera.com/news/2021/12/30/sudan-army-shuts-internet-seals-khartoum-before-anti-coup-rally\">membunuh puluhan demonstran</a> sejak kudeta 25 Oktober. Namun, sebuah gerakan kuat yang berbasis di <a href=\"https://www.cmi.no/publications/7920-the-role-of-local-resistance-committees-in-sudans-transitional-period\">komite perlawanan lokal</a>  dan demonstrasi jalanan terus menolak konsolidasi kekuasaan di bawah militer. Kami menyajikan wawancara berikut dengan partisipan anarkis dalam demonstrasi dengan harapan membantu orang-orang di luar Sudan untuk mengetahui dan memahami situasi di sana.</p>\n\n<hr />\n\n<p>Pada Desember 2018, <a href=\"https://roape.net/2021/10/27/it-hasnt-fallen-yet-the-rule-is-military-still-lessons-from-the-sudanese-revolution/\">protes besar-besaran</a> di seluruh negeri pecah terhadap diktator Omar Al-Bashir, yang telah memerintah Sudan selama sekitar tiga dekade. Al-Bashir barhasil melarikan diri pada April 2019; namun kerusuhan, blokade, dan pendudukan terus berlanjut terhadap Dewan Militer Transisi yang menguasai pemerintahan, okupasi besar-besaran akhirnya berhasil menguasai wilayah Al-Qyada Square sebagai jantung ibu kota Khartoum. Pasukan militer yang terkait dengan Dewan meningkatkan serangan mereka terhadap pengunjuk rasa, yang berpuncak pada 3 Juni 2019 ketika mereka secara brutal melakukan <a href=\"https://crimethinc.com/2019/06/14/sudan-behind-the-massacre-in-khartoum-the-perpetrators-and-the-backstory\">pembantaian</a> dan mengusir aksi okupasi di Al-Qyada Square.</p>\n\n<p>Sebagai tanggapan, pemogokan umum melanda sebagian besar wilayah di Sudan dari tanggal 9 hingga 11 Juni 2019. Namun beberapa perwakilan gerakan justru bernegosiasi dengan rezim, melakukan perjanjian pembagian kekuasaan di mana pemerintah sementara yang terdiri dari perwakilan militer dan sipil akan mengelola wilayah transisi ke pemerintahan baru. Hal tersebut yang menyebabkan [kudeta militer<a href=\"https://www.theafricareport.com/141187/sudan-5-reasons-why-its-revolution-is-failing/\">military coup</a> pada 25 Oktober 2021.</p>\n\n<p>Bagian pertama dari wawancara dengan partisipan anarkis di Khartoum, ibu kota Sudan, berlangsung pada tanggal 28 Desember. Bagian kedua ditulis segera setelah demonstrasi nasional pada tanggal 30 Desember. Kalian dapat mempelajari lebih lanjut tentang Pertemuan Anarkis Sudan melalui halaman <a href=\"https://www.facebook.com/%D8%AA%D8%AC%D9%85%D8%B9-%D8%A7%D9%84%D9%84%D8%A7%D8%B3%D9%84%D8%B7%D9%88%D9%8A%D9%8A%D9%86-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%88%D8%AF%D8%A7%D9%86%D9%8A%D9%8A%D9%86-Sudanese-Anarchists-Gathering-106518640696987/\">Facebook mereka</a>. Kami akan memperbarui artikel ini dengan memperbanyak informasi setelah kami mengetahui lebih jauh tentang bagaimana dukungan orang-orang di luar Sudan terhadap mereka.</p>\n\n<p><em>Wawancara dilakukan dengan bahasa Arab dan <a href=\"https://sea.theanarchistlibrary.org/library/crimethinc-sudanese-anarchists-gathering-sudan-anarkis-melawan-kediktatoran-militer-id\">segera diterjemahkan</a>. Kami telah menggabungkan beberapa pertanyaan dan jawaban bersama agar lebih mudah dipahami.</em></p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/12/31/1.jpg\" />\n</figure>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"wawancara-pertemuan-anarkis-sudan-28-desember-2021\"><a href=\"#wawancara-pertemuan-anarkis-sudan-28-desember-2021\"></a>Wawancara: Pertemuan Anarkis Sudan, 28 Desember 2021</h1>\n\n<p class=\"darkred\"><strong>Pertama-tama, tolong ceritakan sedikit tentang grup ini.</strong></p>\n\n<p>Grup ini dibuat di Khartoum pada akhir tahun 2020 setelah kami mengumpulkan semua anarkis di Khartoum. Kami sudah bersama sejak revolusi Desember 2018, dan beberapa dari kami sudah saling mengenal sejak masih duduk di bangku sekolah atau perguruan tinggi.</p>\n\n<p>Kami, partisipan anarkis Khartoum, adalah anggota dari “komite perlawanan”, kami mengibarkan bendera kami selama pawai dengan kaum revolusioner lainnya, dan kami mempopulerkan ide anarki dengan menulis grafiti di dinding-dinding.</p>\n\n<p>Kami menentang semua jenis otoritarianisme. Kami mendukung kebebasan berekspresi dan otonomi individu.</p>\n\n<p class=\"darkred\"><strong>Apakah kalian memiliki koneksi dengan partisipan anarkis di luar Sudan?</strong></p>\n\n<p>Kalian satu-satunya anarkis yang memiliki koneksi dengan kami di luar Sudan.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/12/31/2.jpg\" />\n</figure>\n\n<p class=\"darkred\"><strong>Apakah ada kelompok anarkis lain selain kalian? Atau sejauh yang Anda tahu itu hanya kalian?</strong></p>\n\n<p>Terdapat anarkis lain di Sudan tepatnya di kota Port Sudan, dan kami telah berkoneksi sehingga kami dapat berkumpul dengan mereka dan semoga pada akhirnya akan mampu menjangkau partisipan anarkis di berbagai tempat di dunia. Dengan semangat dan upaya segenap hati, kami juga ingin bersama-sama dengan partisipan anarkis di seluruh dunia dalam menyebarkan ide-ide anarki.</p>\n\n<p class=\"darkred\"><strong>Apakah Sudan memiliki sejarah perjuangan anarkisnya sendiri atau gagasan anarkis adalah hal baru di sana?</strong></p>\n\n<p>Anti-otoritarianisme sebagai ide dan praktik muncul untuk pertama kalinya di Sudan selama pawai pertama revolusi 2018. Tetapi liputan media begitu bias dan karenanya gagasan tersebut terabaikan.</p>\n\n<p class=\"darkred\"><strong>Bagaimana tanggapan masyarakat lain terhadap partisipan anarkis? Apa hubungan partisipan anarkis dengan demonstrasi yang lebih luas terhadap gerakan sosial tersebut?</strong></p>\n\n<p>Masyarakat memang masih terpolarisasi terhadap ide dan gerakan anarkis, tetapi yang penting bagi kami adalah bahwa rekan-rekan revolusioner lain berada dalam kohesi dan solidaritas penuh dengan kami; dalam perjuangan ini, kami dan mereka bersama-sama berusaha untuk menumbangkan sistem fasis dan untuk menciptakan sistem yang egaliter, secara organisasional, secara sistem sosialis, dan secara ekonomi. Tuntutan “revolusi” begitu mirip dengan tuntutan kami.</p>\n\n<p class=\"darkred\"><strong>Bisakah kalian memberi tahu kami tentang situasi saat ini di Sudan? Seperti yang kita pahami, protes telah berlangsung setidaknya sejak 2019, pertama terhadap [mantan kepala negara] Omar Al-Bashir dan sekarang terhadap junta militer. Apa bentuk represi yang dilakukan oleh negara atau pihak lain pada saat ini?</strong></p>\n\n<p>Sebenarnya revolusi telah berlangsung sejak Desember 2018. Ketika revolusi dimulai, protes ditumpas dengan kekerasan di tangan pemerintah Ikhwanul Muslimin yang dipimpin oleh Omar Al-Bashir, yang kami gulingkan pada 11 April 2019, ketika kami menduduki markas besar militer Sudan. Tapi sayangnya, pendudukan tersebut kemudian mendapat tindakan represif: 500 revolusioner terbunuh dan revolusi kita dicuri oleh komandan militer dan “<a href=\"https://crimethinc.com/2021/12/31/sudan-anarchists-against-the-military-dictatorship-an-interview-with-sudanese-anarchists-gathering#fn:1\">soft landing</a>”. Pada 17 Agustus 2019, mereka (Dewan Militer Transisi atau TMC, dan Pasukan Kebebasan dan Perubahan atau <a href=\"https://crimethinc.com/2021/12/31/sudan-anarchists-against-the-military-dictatorship-an-interview-with-sudanese-anarchists-gathering#fn:1\">FCC</a>) menyetujui proses transisi 39 bulan untuk kembali ke demokrasi. Kami kaum revolusioner, bagaimanapun, tidak akan pernah berhenti kami akan terus memprotes militer dengan harapan membuat transisi pemerintahan transisi ke pemerintahan sipil “teknokratis” yang sebenarnya [yaitu, pemerintahan yang terdiri dari warga sipil, bukan politisi karir].</p>\n\n<p>Lalu kemudian kudeta [25 Oktober 2021] terjadi, militer membubarkan pemerintah sipil dan menangkap anggotanya.</p>\n\n<p>Tapi kami tidak menyerah. Jalan-jalan yang penuh dengan pembangkangan dan penentangan tetap tertuju terhadap mereka, meskipun mereka telah membunuh 47 revolusioner dan melukai 1.200 lainnya menggunakan gas air mata, granat kejut, dan peluru tajam sejak kudeta. Kami masih memprotes dan bertujuan untuk menggulingkan mereka sekarang.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/12/31/4.jpg\" />\n</figure>\n\n<p class=\"darkred\"><strong>Bagaimana posisi kalian terhadap kelompok non-anarkis di Sudan? Apakah kalian bekerja sama? Jika kalian bekerja sama dengan mereka, seperti apa bentuk kerja samanya?</strong></p>\n\n<p>Kami sebetulnya telah memisahkan diri dari “inkubator politik”<sup id=\"fnref:1\"><a href=\"#fn:1\" class=\"footnote\" rel=\"footnote\" role=\"doc-noteref\">1</a></sup> yang berpartisipasi dalam revolusi dan kami telah membentuk komite perlawanan dengan sesama revolusioner yang terdiri dari semua gerakan revolusioner; kami mulai memimpin revolusi di jalanan untuk menggulingkan pemerintah meskipun kami selalu menghadapi kekerasan dari mereka. Kami menghadapi kekerasan dan peluru mereka dengan dada yang tak berarmor-dengan cara tanpa kekerasan.</p>\n\n<p>Meskipun terkadang mereka menembakkan peluru langsung ke arah kami, yang dapat mengakibatkan luka-luka atau kematian.</p>\n\n<p class=\"darkred\"><strong>Apakah ada hal lain yang perlu kita ketahui? Apakah kalian memiliki suatu permintaan dari gerakan anarkis internasional?</strong></p>\n\n<p>Kami memiliki banyak pawai dan protes yang direncanakan pada hari Kamis. Kami telah memutuskan rute pawai dengan revolusioner lainnya sebelum pihak berwenang dapat memblokir internet; kesemuanya menuju Istana Republik. Pawai ini pasti akan disambut dengan kekerasan yang berlebih; gerakan ini mungkin akan berakhir dengan mengorbankan banyak nyawa, walau begitu kami partisipan anarkis selalu berada di depan dan kami akan terus mengorganisir demonstrasi di jalanan.</p>\n\n<p>Kami meminta dukungan materi karena kami tidak memiliki sponsor. Kami menghabiskan uang dari kantong pribadi dan uang yang kami miliki tidak dapat memenuhi kebutuhan kami karena harga yang semakin melambung tinggi dan sebagai pemuda kami tidak punya cukup dana. Kami berharap semua anarkis di dunia akan mendukung kami.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/12/31/5.jpg\" />\n</figure>\n\n<h1 id=\"pembaruan-30-desember-2021\"><a href=\"#pembaruan-30-desember-2021\"></a>Pembaruan: 30 Desember 2021</h1>\n\n<p class=\"darkred\"><strong>Dua hari setelah melakukan wawancara di atas, pada akhir demonstrasi 30 Desember, kami menerima pesan berikut dari Pertemuan Anarkis Sudan.</strong></p>\n\n<p>Kami tidak bisa mencapai istana. Mereka telah memblokir jalan-jalan dengan kontainer yang besar dan mereka memblokade kota Omdurman dan Bahri (tidak seorang pun dari luar kota diizinkan masuk ke Khartoum) dan kemudian mereka melakukan kekejaman terhadap kami di Khartoum (tempat istana berada).</p>\n\n<p>Mereka menembak kami secara langsung menggunakan DShK yang menimbulkan cedera dan kematian pada gerombolan kami. Mereka juga menyerang wartawan dan menyerbu gedung Al-Arabiya dan al Hadath (stasiun saluran berita TV); mereka juga sempat menangkap karyawannya yang kemudian akhirnya dibebaskan. Mereka juga menggerebek rumah sakit, menyerang dokter, menangkap mereka, dan juga menangkap rekan-rekan kami yang terluka.</p>\n\n<p>Mereka tidak mengizinkan kami mengambil mayat para syuhada untuk dikuburkan. Kami hanya mampu menjemput dan menguburkan dua syuhada sejauh ini. Kami sedang mengerjakan hal yang sama untuk sisanya.</p>\n\n<p>Ponsel kami tidak cukup canggih untuk merekam kekejaman mereka, tetapi beberapa orang yang memiliki ponsel canggih berhasil merekam beberapa kekejaman yang mereka lakukan.</p>\n\n<p>Sejauh ini terdapat empat martir dan masih banyak korban luka-luka. Kemuliaan bagi para martir dan kematian bagi militer dan otoritas.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/12/31/3.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Ahmed Alaamin Alkununa, Mustafa Mohammed Musa, Mohammed Majed Muhammad “Bebo,” and Mutawakil Yousef Saleh dibunuh oleh negara pada 30 Desember 2021</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<figure class=\"portrait\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/12/31/9.jpg\" />\n</figure>\n\n<figure class=\"portrait\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/12/31/8.jpg\" />\n</figure>\n\n<figure class=\"portrait\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/12/31/7.jpg\" />\n</figure>\n\n<figure class=\"portrait\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/12/31/6.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Terjemahan poster: “Para Martir Revolusi Desember; Martir Kudeta Dewan Militer.”</p>\n\n<p>Martir Ahmed Alamin Alkununa<br />\nTanggal: 30 Desember 2021<br />\nCedera: Sebuah tembakan di kepala<br />\nTempat: Omdurman</p>\n\n<p>Martir Mustafa Muhammad Musa<br />\nTanggal: 30 Desember 2021<br />\nCedera: Sebuah tembakan di dada<br />\nTempat: Omdurman</p>\n\n<p>Martir Mohammed Majed Muhammad “Bebo”<br />\nTanggal: 30 Desember 2021<br />\nCedera: Sebuah tembakan di kepala<br />\nTempat: Omdurman</p>\n\n<p>Martir Mutawakil Yousef Saleh<br />\nTanggal: 30 Desember 2021<br />\nCedera: Sebuah tembakan di dada<br />\nTempat: Omdurman</p>\n\n<div class=\"footnotes\" role=\"doc-endnotes\">\n  <ol>\n    <li id=\"fn:1\">\n      <p>“الحاضنة السياسية”—diterjemahkan secara kasar sebagai, “Inkubator Politik—Yang menggambarkan pengelolaan pemerintah sementara di Sudan. <a href=\"#fnref:1\" class=\"reversefootnote\" role=\"doc-backlink\">&#8617;</a></p>\n    </li>\n  </ol>\n</div>\n"
    },
    {
      "id": "https://crimethinc.com/2021/08/16/melawan-imperium-kesaksian-veteran-as-atas-kemenangan-taliban-di-afghanistan",
      "url": "https://crimethinc.com/2021/08/16/melawan-imperium-kesaksian-veteran-as-atas-kemenangan-taliban-di-afghanistan",
      "title": "Melawan Imperium: Kesaksian Veteran As Atas Kemenangan Taliban Di Afghanistan",
      "summary": "Seorang bekas prajurit pendudukan AS di Afghanistan membahas kekalahan proyek imperium AS ini.",
      "image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/08/15/header.jpg",
      "banner_image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/08/15/header.jpg",
      "date_published": "2021-08-16T06:09:15Z",
      "date_modified": "2024-09-10T03:55:51Z",
      "tags": [
        "afghanistan",
        "colonialism",
        "imperialism",
        "taliban",
        "fascism",
        "fundamentalism",
        "militarism",
        "occupation",
        "Authoritarianism",
        "veterans"
      ],
      "content_html": "<p>Kecepatan Taliban merebut kembali Afghanistan menjelang ditariknya kekuatan Amerika Serikat menggambarkan betapa rapuhnya hegemoni imperium AS: seberapa besar kekuatan yang dibutuhkan untuk mempertahankannya dan seberapa cepat segalanya bisa berubah ketika kekuatan tersebut ditarik. Peristiwa ini menawarkan pandangan sekilas soal kemungkinan masa depan setelah imperium AS angkat kaki—walaupun bukan masa depan yang menjanjikan. Bagaimana pendudukan AS berdampak pada rakyat Afghanistan? Mengapa Taliban bisa menduduki kembali begitu banyak wilayah dengan begitu cepat? Apa arti dan konsekuensi penarikan kekuatan AS terhadap masa depan dan bagaimana kita bisa mempersiapkannya?</p>\n\n<p>Perang Melawan Teror (War on Terror), layaknya Perang Dingin dahulu, telah memaksa seluruh penduduk untuk memilih dua kutub yang sama-sama tidak diinginkan. Alhasil, sulit untuk membayangkan alternatif pilihan: imperium kapitalis global atau otoritarianisme yang tumbuh di rumah sendiri. Dalam jangka panjang, apa pun janjinya, militerisme kolonial tidak dapat mengendalikan nasionalisme, fasisme, atau fundamentalisme. Militerisme kolonial malah hanya menumbuhkan alasan otoritarianisme dalam negeri untuk merekrut lebih banyak pendukung. Pertanyaannya adalah bagaimana merawat jaringan akar rumput global yang dapat menciptakan alternatif yang nyata.</p>\n\n<p>Dalam analisis berikut, seorang bekas prajurit pendudukan AS di Afghanistan membahas kekalahan proyek imperium AS ini—membingkai Taliban, pendudukan, dan konsekuensinya dalam konteks gelombang fasisme dan fundamentalisme di seluruh dunia yang juga mulai berkembang di Amerika Serikat.</p>\n\n<p><em>Terjemahan oleh <a href=\"http://www.yabsarpote.com/memoar/melawan-imperium-kesaksian-veteran-as-tentang-kemenangan-taliban-di-afghanistan\">Yab Sarpote</a>.</em></p>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"kemenangan-taliban-dalam-konteks-global\"><a href=\"#kemenangan-taliban-dalam-konteks-global\"></a>Kemenangan Taliban Dalam Konteks Global</h1>\n\n<p>Saat saya menyusun tulisan ini, Taliban telah menguasai Kabul dan seluruh negara Afghanistan. Presiden Ashraf Ghani yang didukung AS telah melarikan diri ke Tajikistan, sementara anggota Angkatan Darat Afghanistan melarikan diri ke negara-negara tetangga atau menyerah kepada gerilyawan Taliban. Beberapa hari yang lalu, pejabat Intelijen AS memperkirakan setidaknya ada waktu 30 hari sebelum Kabul jatuh ke tangan Taliban, saat Presiden Biden mengerahkan 5.000 tentara AS untuk melindungi evakuasi kedutaan dan personel AS. Sekarang Departemen Luar Negeri mendesak warga AS yang tersisa untuk berlindung di tempat, tidak lari ke Bandara Kabul untuk evakuasi darurat. Saat asap dari pembakaran dokumen rahasia dan tembakan memenuhi cakrawala Kabul, pikiran kita berkelana ke momen pada masa lampau: jatuhnya Saigon ke Tentara Vietnam Utara dan Front Pembebasan Nasional.</p>\n\n<p>Saya tidak bisa merayakan kemenangan Taliban. Walaupun Taliban memerangi penjajahan kapitalis dan imperialis, mereka mewakili yang terburuk dari fundamentalisme, patriarki, dan hierarki agama. Namun, sangat mengejutkan melihat tirai ditutup dengan begitu tragis. Robohlah mitos eksepsionalisme bahwa militer Amerika sungguh istimewa. Dua puluh tahun sia-sia: uang, masa muda, dan darah.</p>\n\n<hr />\n\n<p>Saya seorang veteran pendudukan Afghanistan. Semua yang akan saya ceritakan berasal dari pengalaman langsung saya selama melayani imperium AS sebagai prajurit selama sepuluh tahun.</p>\n\n<p>Saya bergabung sebagai prajurit karena semua motivasi yang lazim ada di iklan rekrutmen. Sebagai seorang analis intelijen dan bintara, saya pernah mengatur dan memimpin tim, regu, dan unit tentara. Berdasarkan pengalaman saya dalam pengawasan dan pengintaian udara, saya direkrut untuk bergabung dengan perusahaan kontraktor pertahanan. Perusahaan pertahanan tempat saya bekerja meliputi L3, Boeing, dan Lockheed Martin. Saya melatih unit di AS dan Afghanistan selama lebih dari tiga tahun dan dikerahkan ke Afghanistan tiga kali untuk perusahaan-perusahaan tersebut. Saya juga dikirimkan ke Afghanistan sebagai bagian dari tim operasi untuk unit yang mengelola salah satu pangkalan terbesar di Afghanistan selatan.</p>\n\n<p>Berdasarkan hal yang saya saksikan, operasi kontra-terorisme AS utamanya dilakukan untuk menciptakan pasar bagi teknologi dan produk militer AS dan mengamankan sumber daya untuk imperium AS. Selama 20 tahun, kami menopang penguasa-penguasa perang lokal dan regional, memberi mereka senjata dan uang agar mereka tidak menyerang pasukan kami. Kami memberi kewenangan pasukan-pasukan maut mereka dan menamainya Polisi Lokal Afghanistan (ALP). Selama bekerja di tingkat eselon senior, saya menyaksikan perwira berpangkat dan prajurit junior berebut untuk memenuhi resume mereka supaya bisa jadi tentara bayaran untuk perusahaan dan agensi yang benar-benar mendalangi semua pertunjukan ini. Para jenderal membangun karier dan kemudian dipekerjakan oleh perusahaan-perusahaan tersebut atau oleh Departemen Pertahanan/Komunitas Intelijen. Dari Suriah dan Irak ke Yaman dan di seluruh Afrika, di seluruh 800 pangkalan militer kami, tak pernah saya temukan satu misi militer pun yang terutama berfokus untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas.</p>\n\n<p>Sudah terlalu lama saya berpartisipasi dalam semua pertunjukan ini—dan saya ingin bertanggung jawab, meskipun saya tahu tak ada jalan untuk benar-benar menebus kesalahan saya.</p>\n\n<p>Tewasnya salah seorang prajurit saya membuat saya sadar. Setelah itu, saya mulai menderita efek CPTSD [Complex Post-Traumatic Stress Disorder]. Ciri-cirinya klasik: mabuk-mabukan dan mengonsumsi narkoba, putus hubungan, depresi, kecenderungan bunuh diri. Saya juga mulai mencari bantuan pada saat itu. Saya bergabung dengan Iraq Veterans Against the War (Veteran Irak Menolak Perang) dan berkenalan dengan para prajurit aktif dan mantan prajurit yang memerangi imperialisme AS. Dengan informasi dari GI Rights Hotline, saya dapat keluar dari Tentara Cadangan Angkatan Darat. Saya memulai proses politisasi yang di dalamnya saya belajar tentang militerisme, imperialisme, kolonialisme, dan supremasi kulit putih.</p>\n\n<p>Bahwa kini pendudukan telah berakhir, seluruh generasi veteran militer AS akan dibuat bertanya: apa gunanya pendudukan tersebut. Yang bisa saya lakukan adalah bertanya mengapa begitu lama mereka sadar dan baru mempertanyakan hal tersebut sekarang. Padahal realita tersebut selalu ada di sekitar kami.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/08/15/1.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Ini adalah para tetua dari distrik Panjwai di provinsi Helmand—distrik tempat pembantaian Kandahar terjadi. Bocah laki-laki di foto ini datang bersama ayahnya untuk mengajukan tuntutan terhadap AS karena menggunakan pertanian mereka untuk membangun pangkalan. Mereka melakukan perjalanan setiap minggu selama berbulan-bulan—mereka kehilangan sumur, kebun, dan mata pencaharian. Pangkalan kami adalah satu-satunya di seluruh Afghanistan selatan yang mengizinkan hal yang kami sebut “klaim asing,” permintaan kompensasi atas nyawa, tanah, atau properti yang dihancurkan oleh AS. Bocah tersebut pasti berusia pertengahan remaja sekarang. Setiap pewaris pendudukan AS harus memahami arti bertindak dalam solidaritas nyata dengan orang-orang yang mengalami dampak pendudukan.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<hr />\n\n<p>Selama saya di Afghanistan, kami tidak pernah menguasai wilayah di luar pangkalan dan pos terdepan kami—dan kami sering menemukan musuh di dalam tembok kami sendiri. Taliban menjalankan kontra-insurgensi yang sukses selama dua puluh tahun. Mereka memelihara pemerintahan bayangan, menarik pajak, menyelesaikan perselisihan sosial, budaya, dan ekonomi, dan melakukan manuver dan merebut wilayah. Mereka selalu menunggu kesempatan tiba.</p>\n\n<p>Mengapa Taliban dapat menanti pendudukan berakhir dan merebut kembali kekuasaan dengan begitu mudah?</p>\n\n<p>Taliban diuntungkan dari struktur suku dan etnis Afghanistan, jaringan kompleks loyalitas dan ikatan sosial, dan budaya yang tidak pernah sepenuhnya dapat dipahami oleh pasukan AS/NATO. Afghanistan, seperti negara-bangsa lain dari bekas Kerajaan Inggris, diciptakan tanpa mempertimbangkan demografi etnis dan agama. Hasilnya adalah populasi yang terdiri dari Pashtus, Tajik, Hazara, Uzbek, Aimak, Turkman, dan Baloch—kelompok dengan berbagai budaya dan praktik. Sebagian kelompok mudah bersekutu dengan NATO, sementara yang lain menentang dengan tegas.\n​\nTaliban hampir seluruhnya merupakan Pashtu—kelompok etnis dominan di Afghanistan, yang menempati 40 hingga 50% populasi. Orang-orang Pashtu hidup di kedua sisi perbatasan Afghanistan dengan Pakistan dan di sepanjang bagian selatan negara tersebut. Koneksi sosial dan tradisi mereka melampaui batas-batas kolonial negara tersebut, membuatnya mudah bagi mereka untuk berpindah-pindah tempat yang aman di Pakistan, mengeksploitasi celah dalam kendali militer NATO.</p>\n\n<p>Soal banyak momen yang menggambarkan betapa tidak bergunanya perang tersebut, saya ingat waktu saya di Kandahar Airfield, sebuah pangkalan yang menampung setidaknya 22.000 tentara, kontraktor, dan warga sipil. Di sana, saya mengetahui bahwa Komandan Distrik Bayangan Taliban adalah saudara ipar jenderal Angkatan Udara Afghanistan yang sedang menjabat. Mengingat pentingnya hubungan suku dan keluarga dalam budaya Pashtu, jelas bahwa kesetiaan sang jenderal kepada pemerintah yang didukung NATO tidak akan pernah lebih penting ketimbang hubungan suku dan keluarga tersebut. Hubungan antara kedua panglima perang tersebut, bahkan jika mereka secara resmi dianggap sebagai kombatan musuh, memastikan bahwa mereka berdua tidak akan berperang satu sama lain. Saya mengalami interkoneksi semacam ini dengan pihak yang harusnya jadi musuh, mulai dari interaksi saya dengan warga biasa hingga Presiden Afghanistan Hamid Karzai yang saat itu menjabat.</p>\n\n<p>Taliban juga memenuhi kebutuhan masyarakat. Legitimasi Taliban berakar pada kemampuan mereka untuk memberikan perlindungan dan bimbingan agama. Hal ini sudah terjadi selama bertahun-tahun sebelum invasi AS. Para ulama Taliban menyelesaikan perselisihan sosial, budaya, dan ekonomi di wilayah yang mereka kuasai. Mereka menarik pajak dan mengontrol pertanian selama perang. Mereka juga melakukan aksi kekerasan ekstrem yang membuat mereka dapat mengontrol wilayah yang tidak mereka kuasai sebelum perang.</p>\n\n<p>Pendudukan AS gagal meredakan perlawanan Taliban selama dua puluh tahun karena mayoritas penduduk tidak pernah menganggap pasukan yang menduduki negara mereka adalah kekuatan yang sah. Bom dan peluru saja tidak mampu memenangkan hati penduduk. Sebaliknya, pemerintah dan militer yang didukung AS benar-benar mementingkan diri sendiri dan korup. Karena didorong terutama oleh keuntungan pribadi, pasukan NATO bertempur demi metrik saja — mereka lebih peduli jumlah proyek, korban jiwa, uang yang dihabiskan atau uang yang dihemat. Dengan menghabiskan waktu di negara tersebut dengan rotasi tugas jangka pendek, mereka tidak pernah mampu membangun kepercayaan atau rasa hormat dari penduduk negeri tersebut. Unit-unit dan orang-orang baru terus muncul tanpa tahu di mana mereka berada atau apa yang telah dilakukan sebelumnya. Kurangnya rasa hormat dari penduduk ini sangat penting bagi insurgensi yang terjadi sehingga selama pengerahan pasukan tahun 2012, serangan orang dalam (serangan oleh Pasukan Pemerintah Afghanistan terhadap Pasukan NATO) mewakili lebih dari 14% dari total korban jiwa.</p>\n\n<p>Pada akhirnya, Taliban mampu mengambil kendali karena mereka mengerti bahwa hal yang penting untuk memenangkan perjuangan melawan pendudukan kolonial adalah bahwa mereka harus bertahan dalam perang panjang yang melelahkan. Selama dua puluh tahun, dengan menunjukkan ketidakefektifan pemerintahan korup yang didukung NATO, mereka mempertahankan sistem kontrol normatif dan hierarkis yang telah mereka buat sebelum invasi AS.</p>\n\n<p>Namun, fundamentalisme Taliban bukanlah hal penting bagi keberhasilan mereka. Imperium AS runtuh dari dalam: penarikan kekuatan AS dari Afghanistan adalah bagian dari proses yang lebih besar tempat pengaruh geopolitik AS terkikis di seluruh dunia. Negara Tiongkok dapat memperoleh kekuasaan di wilayah tersebut; kita mungkin melihat meningkatnya perebutan kekuasaan antara India dan Pakistan. Pertanyaannya adalah apa yang akan terjadi selanjutnya—di Afghanistan dan di seluruh dunia.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/08/15/3.jpg\" />\n</figure>\n\n<hr />\n\n<p>Saat ini dalam sejarah, di jantung imperium AS, saya melihat peningkatan gerakan konservatif yang membawa banyak ide dan kebijakan yang mencerminkan fundamentalisme, patriarki, dan hierarki yang sama yang menjadi ciri Taliban. Pandangan sayap kanan tentang tubuh perempuan, komunitas LGBTQIA+, migran, dan siapa pun yang dianggap orang luar sejalan dengan pandangan dunia penuh kekerasan yang dibenarkan oleh ajaran agama Taliban.</p>\n\n<p>Di AS, kelompok sayap kanan otoriter menyebarkan mitos rasa malu di kalangan laki-laki Amerika—mitologi tentang tersingkirkannya ras kulit putih oleh ras berwarna, feminisasi, kekalahan, hilangnya kontrol dan kekuasaan. Kelompok ini telah mengembangkan mitologi ini selama bertahun-tahun, dan kekalahan di Afghanistan hanya akan menyiram bensin ke kobaran api. Kekerasan dan kebencian yang telah kita lihat di jalan-jalan selama bertahun-tahun mobilisasi fasis adalah konsekuensi langsung dari sebuah bangsa yang mengelu-elukan kebohongan soal kekalahan perang. “Patriots” dan Proud Boys yang mengenakan emblem Pasukan Maut Sayap Kanan tidak jauh berbeda dari pasukan maut fundamentalisme Taliban.</p>\n\n<p>Kaum liberal pun jatuh ke dalam mesin perang imperial yang sama ini. Apa pun gagasan mereka tentang militerisme dan polisi, mereka berbaris berdampingan dengan fasis kanan—dan terlepas dari progresivisme mereka, mereka tidak melakukan apa pun untuk mewujudkan keamanan yang nyata bagi masyarakat kita. Menarik bahwa dua presiden dari Republikan dan dua presiden dari Demokrat mengepalai perang ini. Satu demi satu pemerintahan-pemerintahan ini telah memperluas kekuasaan eksekutif, sementara anggaran pertahanan dan keamanan kita selama dua dekade terakhir telah membuat masyarakat kita sengsara.</p>\n\n<p>AS telah menghabiskan triliunan dolar untuk senjata. Banyak dari senjata ini akhirnya sampai di tangan Taliban dan ISIS; senjata yang lain telah dibawa pulang dan digunakan untuk menindas masyarakat di Amerika Utara, terutama menindas orang kulit hitam, coklat, dan penduduk pribumi. Kaum proletar yang <a href=\"https://crimethinc.com/2020/06/10/the-siege-of-the-third-precinct-in-minneapolis-an-account-and-analysis\">membakar kantor polisi</a> dan bertempur di jalanan dalam pemberontakan baru-baru ini mendapati diri mereka tengah melawan kekuatan, strategi, taktik, dan pola pikir yang sama yang dikembangkan untuk polisi Afghanistan.</p>\n\n<p>Untuk seluruh satu generasi saat ini, Perang Global Melawan Terorisme yang dimulai di Afghanistan telah dieksploitasi dan dikomodifikasi. Orang-orang yang bahkan tidak pernah berpartisipasi dalam konflik tersebut telah membeli game-game live action role playing untuk melampiaskan mimpi dan budaya perang mereka. Seluruh sektor populasi telah menginternalkan kultus yang berbahaya dari patriotisme dan nasionalisme: tewasnya laki-laki. Sekarang, setelah tirai ditutup, saya menyaksikan hancur-leburnya identitas generasi ini yang dibangun dalam suasana dan partisipasi mereka dalam perang. Kaum liberal dan kaum konservatif pasti akan saling menyalahkan. Sementara itu, proses polarisasi politik meningkat dan kedua belah pihak menyerahkan masa depan mereka kepada label-label otoritarianisme yang beraneka ragam dengan harapan mempertahankan ilusi stabilitas.</p>\n\n<p>Satu-satunya yang dapat kita lihat dari kemenangan Taliban adalah bahwa imperium Amerika adalah setumpuk kartu yang menunggu untuk jatuh berantakan. Imperium ini mampu melakukan kekerasan ekstrem, membunuh dengan teknologi tercanggih yang belum pernah disaksikan manusia. Ia mampu melakukan kekejaman yang ekstrem. Akan tetapi, bagaimanapun juga imperium ini adalah istana pasir, yang tidak mampu menaklukkan hati dan pikiran orang, terlepas dari intensitas intervensi atau lamanya pendudukan.</p>\n\n<p>Turtle Island telah mengobarkan lebih dari 500 tahun perlawanan terhadap pendudukan, dan terlepas dari berapa tahun lagi perlawanan tersebut akan terus berkobar, harus jelas bahwa rakyat juga akan menang. Dampak dari Afghanistan tidak hanya akan menjadi kekalahan rezim boneka yang korup dan tidak diinginkan—tetapi juga akan bergema di banyak wilayah imperium yang runtuh ini selama bertahun-tahun ke depan.</p>\n\n<p>Seluruh generasi orang-orang yang dididik dan terlatih dalam perang akhirnya memetik pelajaran dengan susah payah: partisipasi kita dalam pemerintahan imperialis berdiri di atas kekeliruan. Kami telah mulai menginvestasikan kembali pengetahuan dan pengalaman kami ke dalam komunitas yang berfokus pada pembebasan yang sebenarnya.</p>\n\n<p>Namun, apa yang akan terjadi selanjutnya? Jika kemenangan Taliban di Afghanistan merupakan indikasi, hal yang menggantikan imperium AS mungkin adalah fundamentalisme atau nasionalisme yang menindas. Kita harus bertanya: bagaimana kita bisa melawan tatanan yang berkuasa sedemikian rupa sehingga tidak akan digantikan oleh kekuasaan lain yang setara dengan Taliban.</p>\n\n<p>Musuh-musuh masyarakat kita dan musuh masa depan yang kita inginkan juga telah membawa para veteran pendudukan yang tidak puas dan kecewa ke dalam pelukan mereka. Kemarahan mereka, yang berakar pada rasa malu yang disebutkan di atas, diwujudkan dalam kekerasan ketimbang solidaritas. Mereka telah mencoba <a href=\"https://crimethinc.com/2021/01/07/january-6-the-debut-of-a-mass-base-for-fascism\">kudeta</a> demi visi otoriter mereka. Peristiwa di Afghanistan akan memotivasi mereka lebih jauh. Bisa jadi kita akan menyaksikan mantan tentara, operator pasukan khusus, dan tentara bayaran memobilisasi diri untuk melawan pihak yang mereka anggap musuh dan melakukan tindakan terorisme individual. Itulah yang perlu kita lawan.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/08/15/4.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Taliban hanyalah manifestasi lokal atas gelombang otoritarianisme di seluruh dunia.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<hr />\n\n<p>Perubahan iklim, polarisasi politik, krisis ekonomi, runtuhnya imperium Amerika, dan gejolak sosial yang membara, semuanya hadir di hadapan kita bukan sebagai fenomena perseorangan, tetapi sebagai tantangan tunggal yang terdiri dari bencana yang saling berhubungan. Kita dapat mengambil inspirasi dari kekalahan musuh kita di pemerintahan AS dan belajar dari keberhasilan pihak-pihak yang melawan mereka di mana pun sambil mempertahankan oposisi permanen terhadap segala bentuk penindasan. Hati saya ada pada orang-orang Afghanistan yang saat ini menderita trauma perang selama beberapa generasi. Rakyat Afghanistan adalah rakyat yang memiliki warisan negeri dan penduduk beragam yang telah berulang kali mengalahkan imperium paling kuat dalam sejarah dunia. Saya berharap mereka menemukan kekuatan untuk terus berjalan ke depan dan, pada akhirnya, untuk mencapai pembebasan sejati, keamanan sejati. Saya berharap bahwa kita di sini di AS memahami diri kita sendiri sebagai bagian dari gerakan internasional, menemukan kekuatan untuk melakukan apa pun yang diperlukan di jantung imperium jahat ini untuk membangun dunia baru di atas reruntuhan yang lama.</p>\n\n<p>Sekarang waktunya untuk mendengarkan rakyat Afghanistan, untuk membantu para pengungsi, untuk mendukung organisasi bantuan, dan untuk menentang mereka yang bertanggung jawab atas bencana yang berlangsung selama dua puluh tahun terakhir ini—untuk membuka hati kita terhadap kemungkinan-kemungkinan baru dan potensi kawan seperjuangan yang baru—untuk mengembangkan keterampilan dan pola pikir yang akan membuat kita tetap aman saat kita melangkah maju ke tempat yang tidak diketahui.</p>\n\n<p><em>Jika Anda atau anggota keluarga Anda saat ini bertugas di militer AS, silakan hubungi GI Rights Hotline di 1-877-447-4487 atau langsung saja AWOL. Berhentilah melayani front penuh kekerasan yang menguntungkan perusahaan senjata dan pertahanan. Buat apa mati demi kepentingan mereka, dan buat apa membawa derita buat orang-orang malang di dunia seperti yang telah kita lakukan selama dua dekade terakhir kepada orang-orang Afghanistan.</em></p>\n\n<hr />\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/08/15/2.jpg\" />\n</figure>\n\n"
    },
    {
      "id": "https://crimethinc.com/2021/05/05/kolombia-telah-menggila-pemberontakan-skala-nasional-menghadapi-kekerasan-negara",
      "url": "https://crimethinc.com/2021/05/05/kolombia-telah-menggila-pemberontakan-skala-nasional-menghadapi-kekerasan-negara",
      "title": "Kolombia Telah Menggila : Pemberontakan Skala Nasional Menghadapi Kekerasan Negara",
      "summary": "From the end of April into early May, a nationwide general strike and uprising continues in Colombia in the face of intense state violence.",
      "image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/05/04/header.jpg",
      "banner_image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/05/04/header.jpg",
      "date_published": "2021-05-05T03:42:00Z",
      "date_modified": "2024-09-10T03:55:49Z",
      "tags": [
        "Uprising",
        "COVID-19",
        "colombia"
      ],
      "content_html": "<p>Setelah beberapa dekade konflik bersenjata dan kekerasan paramiliter, Kolombia telah menyaksikan kembali gerakan protes yang menguat selama satu setengah tahun terakhir. Demonstrasi besar-besaran selama seminggu belakangan bahkan melampaui pemberontakan nasional pada November dan Desember 2019. Pemerintah yang termiliterisasi di Amerika Latin menanggapinya dengan melakukan penumpasan brutal.</p>\n\n<p>Pandemi COVID-19 dan konsekuensi sosial dan ekonominya telah menghantam Kolombia dengan keras. Negara ini mencapai titik didihnya ketika kelas penguasa mencoba untuk memeras keuntungan terakhir dari populasi yang sudah menderita, berbarengan dengan kekerasan polisi yang intens. Meskipun kondisi ini sangat ekstrim, Kolombia bukan kasus yang unik — mereka mirip dengan situasi serupa di <a href=\"https://crimethinc.com/2021/04/07/greece-our-hatred-for-the-police-will-bring-us-together\">Yunani</a>, <a href=\"https://crimethinc.com/2021/02/22/brazil-epicenter-of-the-virus-of-populism\">Brasil</a>, dan tempat lain di seluruh dunia. Ini bukan kebetulan, tetapi perwujudan serupa dan terhubung dari fenomena global. Di mana-mana, pandemi telah meningkatkan kesenjangan dalam kekayaan, kekuasaan, dan akses ke sarana bertahan hidup. Pandemi juga jadi alasan bagi negara untuk meningkatkan represinya. Untuk belajar dari dan memperluas solidaritas kepada mereka yang menghadapi kekerasan negara dan paramiliter di Amerika Latin — yang sebagian besar didukung dan diarahkan oleh Amerika Serikat dan pemerintah lain serta lembaga kapitalis — kita menghadapi kekuatan global yang sama yang mengancam kebebasan dan kesejahteraan kita sendiri.</p>\n\n<p>Sejak tulisan ini diterbitkan, Presiden Kolombia Ivan Duque membuat pernyataan pada hari Minggu, 2 Mei, yang meminta kongres Kolombia untuk mencabut RUU reformasi pajak yang telah memicu protes di seluruh negeri. Ini mengingatkan kemenangan serupa yang dicapai oleh gerakan sosial di <a href=\"https://crimethinc.com/2019/10/14/the-uprising-in-ecuador-inside-the-quito-commune-an-interview-from-on-the-front-lines\">Ekuador</a> pada Oktober 2019, yang menginspirasi pemberontakan di <a href=\"https://crimethinc.com/2019/10/24/on-the-front-lines-in-chile-accounts-from-the-uprising\">Chili</a> dan di tempat lain. Namun, hingga hari ini, protes di Kolombia terus berlanjut — terutama di kota Cali, yang bisa dibilang jadi pusat demonstrasi — karena undang-undang yang gagal itu hanyalah ukuran yang paling terlihat dalam paket reformasi yang juga mencakup privatisasi layanan kesehatan.</p>\n\n<p>Di sini, kami menyajikan terjemahan dari laporan <a href=\"https://t.me/s/medioslibrescali\">Medios Libres Cali</a>, sebuah organisasi media independen di Cali. Versi adaptasi dari teks asli ini diterbitkan dalam tiga bagian oleh <a href=\"https://avispa.org/miles-se-movilizan-en-colombia-contra-nuevo-paquete-de-reformas/\">Avispa Midia</a>. Lebih lanjut tentang situasi di Kolombia, kami merekomendasikan <a href=\"https://crimethinc.com/2020/09/11/uprising-in-colombia-an-example-of-what-is-to-come-a-report-and-interview-on-the-background-of-the-revolt\">laporan kami</a> tentang konteks pemberontakan massa melawan kekerasan polisi yang terjadi pada September lalu.</p>\n\n<p><em><a href=\"https://kontramedia.noblogs.org/post/kolombia-telah-menggila-pemberontakan-skala-nasional-menghadapi-kekerasan-negara/\">Hasil terjemahan ini dikerjakan oleh Kontra-Media</a>.</em></p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/05/04/1.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>“Negara Mafia ini membunuh kita.”</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"rakyat-telah-pincang-tapi-masih-terus-berjalan\"><a href=\"#rakyat-telah-pincang-tapi-masih-terus-berjalan\"></a>Rakyat Telah Pincang, tapi Masih Terus Berjalan</h1>\n<p>Terlepas dari perjanjian damai yang ditandatangani oleh pemerintah dan FARC-EP (Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia-Tentara Populer) pada tahun 2016, yang seharusnya mengakhiri konflik bersenjata di Kolombia, paramilitarisme dan perdagangan narkotika terus memicu perang. El Centro Democrático (partai mantan presiden Álvaro Uribe dan presiden Iván Duque saat ini) bertanggung jawab untuk melanjutkan perang; ia memfokuskan kekuatannya pada penegakan kendali politik dan keuangan negara.</p>\n\n<p>Pada Februari 2021, 252 mantan gerilyawan FARC yang melucuti diri untuk menandatangani perjanjian perdamaian telah dibunuh. Saat ini, empat tahun setelah penandatanganan perjanjian damai tersebut, pemerintah hanya menerapkan kurang dari 75% perjanjian itu, dan tidak mengambil tindakan terhadap komponen penting yang seharusnya menangani penyebab struktural dari konflik, seperti akses ke redistribusi dan kepemilikan tanah — yang secara historis menjadi salah satu penyebab ketimpangan yang berakar dalam di negara ini.</p>\n\n<p>Ketimpangan ini meningkat dengan datangnya pandemi, yang secara jelas menunjukkan negara tidak efektif, tidak mampu, dan tidak tertarik pada kesejahteraan rakyatnya. Keputusan yang tertunda untuk menutup bandara sangat mempercepat penyebaran awal virus. Sekarang, saat Kolombia mengalami puncak COVID ketiganya, kami menghadapi gelombang kekerasan, kemiskinan, dan korupsi yang lebih parah, di mana kelaparan adalah salah satu masalah terburuk. Perang mengubah wilayah kami dengan banjir darah. Pada bulan-bulan pertama tahun 2021, setidaknya 57 peserta gerakan sosial yang berpengaruh telah dibunuh, 20 di antaranya adalah masyarakat adat, sebagian besar berasal dari provinsi Cauca. Selain itu, ada 158 femisida [pembunuhan perempuan] dalam tiga bulan pertama tahun ini dan beberapa pembantaian lainnya.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/05/04/3.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Seorang kombatan muda bersiap siaga dibalik perisai.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Kolombia adalah negara dengan eksekusi mati di luar pengadilan. Sebuah laporan oleh Yurisdiksi Khusus Perdamaian (JEP) mendokumentasikan 6402 pembunuhan warga sipil yang ilegal antara tahun 2002 dan 2008, dimana tentara dan polisi berbohong karena menyatakannya sebagai “terbunuh dalam pertempuran.” Pembunuhan ini memuncak pada 2007 dan 2008 selama masa kepresidenan Álvaro Uribe Véles. Angka tersebut mendekati jumlah total korban kediktatoran militer Jorge Rafael Videla di Argentina; bahkan ini lebih dari dua kali lipat jumlah resmi korban yang dieksekusi atau dihilangkan oleh Augusto Pinochet di Chili. Di Kolombia, orang tidak lagi bertanya-tanya siapa yang memerintahkan pembunuhan ini. Mereka tahu perintah itu datang dari Uribe, dan mereka tidak lagi takut untuk mengatakannya dengan lantang. Kolombia telah kehilangan rasa takutnya.</p>\n\n<p>Sejak perjanjian damai, pemerintah Iván Duque (anak didik Uribe) telah berusaha untuk merusak perdamaian dengan segala cara yang mungkin, dan mereka berhasil. Menurut INDEPAZ (Institute for Studies in Development and Peace Networks), 124 pembantaian telah terjadi pada tahun 2020 dan 2021, yang melibatkan lebih dari 300 korban secara keseluruhan. Lebih dari 1.000 aktivis telah dibunuh di Kolombia sejak perjanjian itu ditandatangani. Hidup di negara ini adalah perjuangan terus-menerus melawan kebijakan penghematan dari pemerintah yang menganggap kebutuhan rakyat sebagai masalah sepele. Di samping program ekonomi yang mendorong kesengsaraan dan ketidaksetaraan, program politik genosida bertujuan untuk memusnahkan identitas kolektif apa pun yang menentang tatanan yang berkuasa.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/05/04/15.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Roti sisa yang telah setengah dimakan dan senjata hasil improvisasi menunjukan buruknya kondisi di Kolombia—dan satu-satunya jalan keluar.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h1 id=\"covid-19-hanya-salah-satu-dari-banyak-masalah-kami\"><a href=\"#covid-19-hanya-salah-satu-dari-banyak-masalah-kami\"></a>COVID-19 Hanya Salah Satu dari Banyak Masalah Kami</h1>\n\n<p>Di tengah puncak ketiga infeksi COVID-19, ribuan orang turun ke jalan untuk berpartisipasi dalam pemogokan umum pada 28 April. Apa membuat orang Kolombia mengatasi ketakutan mereka terhadap virus dan menduduki jalan-jalan dalam menghadapi pemerintahan paling berdarah di Amerika Latin?</p>\n\n<p>Pemerintahan Duque yang korup dan lalai atas krisis yang ditimbulkan oleh COVID-19 telah membuat negara itu terperosok ke dalam pusaran kemiskinan yang meningkat tajam. Menurut angka pemerintah, pada tahun 2020, anggaran yang setara dengan $ 11,5 juta USD [Rp 162,5 trilyun] diinvestasikan ke infrastruktur rumah sakit dan bantuan kemanusiaan dalam bentuk transfer ekonomi; Padahal ada ribuan dugaan korupsi terkait pengelolaan kebijakan tersebut. Sementara itu, pemerintah Duque gagal melaksanakan proposal pendapatan dasar yang ditandatangani oleh 4000 orang, termasuk sedikitnya 50 anggota parlemen, sebagai sarana untuk menopang kebutuhan terbesar rumah tangga. Hari demi hari, orang-orang ini harus turun ke jalan dan berisiko terpapar virus hanya untuk bertahan hidup.</p>\n\n<figure class=\"portrait\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/05/04/16.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>“Jika COVID tidak membunuh kita, pemerintah busuk ini akan melakukannya.”</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Sebaliknya, pemerintah malah fokus memberikan dukungan kepada bank, mengamankan likuiditas keuangan mereka melalui dana yang ditransfer langsung dari Dana Mitigasi Darurat (FOME) yang tercipta setelah pandemi. Para ahli telah menyatakan bahwa, hanya melalui transfer yang dikenal sebagai “Pendapatan Solidaritas”, maka bank akan mengantongi setidaknya $ 6,3 juta USD yang diambil langsung dari anggaran publik. “Pendapatan Solidaritas” ini tidak pernah sampai pada orang yang benar-benar membutuhkannya. Bahkan selama pandemi, di Kolombia kami terus melihat sebagian besar orang menjadi lebih miskin sementara yang kaya semakin kaya.</p>\n\n<p>Semua ini bukan barang baru. Selama beberapa dekade, kelas politik konservatif dan sayap kanan telah menampilkan diri mereka sebagai perantara antara negara dengan ekonomi global yang hegemonik. Mereka secara sistematis mempertahankan posisi ini dengan memusnahkan orang-orang, mencuri tanah, dan mendominasi mayoritas buruh. Ini adalah kediktatoran terselubung, dengan senjata dan sumber daya yang cukup untuk menahan kekangan negara selama beberapa dekade.</p>\n\n<p>Pemberontakan akar rumput yang terjadi saat ini tidak terjadi secara spontan. Sebaliknya, ini adalah reaksi terhadap dominasi dan ketidakadilan selama bertahun-tahun. Pukulan terakhir yang memicu protes yang kita saksikan pada bulan April [2021] ini adalah proposal yang disebut “Undang-Undang Pembiayaan Solidaritas,” sebuah reformasi pajak yang akan memiskinkan mayoritas penduduk.</p>\n\n<p>Dengan dalih mengurangi defisit yang telah dibuatnya lewat reformasi terakhir, pemerintahan Duque muncul dengan gagasan buruk untuk meningkatkan biaya hidup di salah satu negara paling tidak setara di dunia. Mengejutkan bahwa di tengah krisis, pemerintah Kolombia memutuskan menaikkan pajak makanan untuk kelas menengah ke bawah. Tidak masuk akal menaikkan harga makanan saat penduduk kelaparan. Bahkan lebih memalukan lagi bahwa reformasi yang diusulkan tidak hanya akan merugikan masyarakat biasa, tetapi lebih jauh memperkaya monopoli terkaya di negara itu.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/05/04/6.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Penggunaan perisai telah menjadi taktik penting untuk bertahan dari serangan polisi sejak pemogokan umum 2019.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h1 id=\"reformasi-pajak-mungkin-menghancurkan-kami-tetapi-reformasi-kesehatanlah-yang-akan-membunuh-kami\"><a href=\"#reformasi-pajak-mungkin-menghancurkan-kami-tetapi-reformasi-kesehatanlah-yang-akan-membunuh-kami\"></a>Reformasi Pajak Mungkin Menghancurkan Kami, tetapi Reformasi Kesehatanlah yang Akan Membunuh Kami</h1>\n\n<p>Keputusan yang menentukan arah negara dan masa depan jutaan orang dibuat semata-mata oleh elit ekonomi, politik, dan militer. Mereka mengesahkan undang-undang yang mendukung kekaisaran perbankan dan peternakan, undang-undang yang mendukung kepentingan keuangan Amerika Utara, Asia, dan Eropa, undang-undang untuk memberikan kekebalan pada diri mereka sendiri setelah mereka mencuri sumber daya orang lain, undang-undang yang membuat mereka tetap berkuasa baik secara lokal maupun nasional. Undang-undang ini disetujui secara tertutup, tanpa debat publik. Salah satu contoh paling jelas dari ini adalah reformasi hukum yang akan membuat perubahan pada sistem perawatan kesehatan Kolombia. Diperkenalkan pada 16 Maret 2021 dan masih belum disahkan oleh Kongres, para pendukungnya di badan legislatif pada malam 26 April diam-diam mencoba mengesahkannya, sementara perhatian publik tertuju pada reformasi pajak.</p>\n\n<p>Reformasi kesehatan ini bisa lebih buruk daripada COVID-19 itu sendiri. Pada dasarnya, ini dimaksudkan untuk melaksanakan privatisasi penuh dari sistem perawatan kesehatan Kolombia. Kami harus membayar biaya pertanggungan ketika sakit, atau EPS (asuransi kesehatan umum Kolombia) akan menolak perhatian medis kami. Orang yang membutuhkan perhatian medis melalui EPS harus menunjukkan bahwa mereka merawat diri mereka sendiri dengan baik dan tidak melakukan apa pun yang menyebabkan penyakit atau cedera mereka; jika penyedia asuransi mereka dapat membuktikan sebaliknya, mereka dapat menolak pertanggungan mereka, memaksa kami membayarnya. Program ini juga dimaksudkan untuk mengakhiri program vaksinasi pemerintah kota — pada puncak pandemi! — dan memberikan wewenangnya kepada penyedia asuransi untuk memutuskan bagaimana menawarkan layanan ini dan kepada siapa layanan tersebut diperkenankan.</p>\n\n<p>Reformasi ini akan memungkinkan perusahaan farmasi multinasional dan transnasional untuk memberlakukan harga dan aturan pasar untuk perawatan kesehatan di Kolombia. Ini akan mengakhiri diskon asuransi kesehatan bagi mereka yang memiliki profesi di bidang pendidikan, manufaktur, dan angkatan bersenjata. Rumah sakit harus menunjukkan hasil dalam proposal yang sangat mirip dengan “hasil” yang diminta pemerintah Uribe terhadap tentara, yang menghasilkan lebih dari 10.000 “angka positif bohongan” —praktek eksekusi di luar hukum di mana pemerintah dan militer menculik dan membunuh kaum muda, lalu secara sengaja melaporkan mereka sebagai pejuang FARC-EP untuk memenuhi kuota.</p>\n\n<p>Demikian pula, diperkirakan bahwa undang-undang kesehatan saat ini yang memprivatisasi sistem kesehatan pada tahun 1993 telah menyebabkan satu juta kematian karena kurangnya perhatian medis atau kelalaian, yang menimbulkan lebih banyak korban daripada konflik bersenjata.</p>\n\n<h1 id=\"lima-hari-mobilisasi-protes-dan-pemogokan-umum\"><a href=\"#lima-hari-mobilisasi-protes-dan-pemogokan-umum\"></a>Lima Hari Mobilisasi, Protes, dan Pemogokan Umum</h1>\n\n<p>Sejak awal pandemi, mereka yang paling miskin menghadapi pilihan kejam antara tinggal di rumah untuk menghindari virus atau bekerja untuk bertahan hidup. Beberapa minggu setelah pandemi, sapu tangan merah mulai muncul di jendela-jendela rumah di lingkungan yang terpinggirkan, menandakan bahwa rumah tangga itu akan kelaparan. Segera, mereka bisa dilihat oleh ribuan orang.</p>\n\n<p>Itu kenapa satu tahun setelah dimulainya masa karantina, ketika pemerintah mengusulkan reformasi perpajakan yang paling keras akan menghantam kelas bawah dan menengah, masyarakat tidak segan-segan turun ke jalan. Pada saat krisis itu, tidak ada lagi pilihan — hanya kemarahan dan frustrasi. Sudah waktunya membawa Kolombia untuk membela martabat manusia.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/05/04/2.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>“Korupsi dan penindasan akan dihancurkan oleh pemberontakan.”</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Tidak ada pemimpin, hanya tanggal pemogokan umum yang diusulkan oleh serikat buruh — 28 April — dan itu sudah cukup bagi keluarga, teman, tetangga, dan lingkungan untuk mengatur dirinya sendiri melalui jejaring sosial. Orang-orang mengalir bersama ke dalam arus besar komunitas yang berbaris menuju titik pertemuan utama dan pintu masuk ke kota. Ini adalah cara yang efisien untuk membuat pemogokan itu nyata, memastikan bahwa tidak ada yang bisa masuk atau keluar.</p>\n\n<p>Hari pertama diisi dengan teriakan, pidato, nyanyian dan tarian di jalan. Inilah cara kami di Cali: bahagia dan berani, bermartabat dan meriah, penari dan pejuang. Orang-orang berjalan kembali ke rumah mereka malam itu, lelah tetapi dengan senyuman penuh pengertian dari mereka yang telah mencapai sesuatu. Hari-hari berikutnya, blokade berlipat ganda dan jumlah peserta membengkak, diilhami oleh contoh-contoh perlawanan untuk mengatasi ketakutan akan represi.</p>\n\n<p>Tetapi pemerintah berpengalaman, terutama dalam pengalaman kekerasan dan paramiliter. Mereka mulai menahan, membunuh, menculik, dan memperkosa anak-anak muda. Ini semakin meningkatkan intensitas perlawanan di jalanan.</p>\n\n<p>Sementara langkah-langkah pembatasan masih diberlakukan di beberapa kota Kolombia, pemerintah mengumumkan jam malam mulai pukul 8 malam pada tanggal 28 April supaya dapat menghentikan kelangsungan mobilisasi. Pada pukul 10 pagi keesokan harinya, mereka telah memodifikasi langkah tersebut sebagai tanggapan atas ketidakpuasan di jalanan, dengan alasan supaya dapatmencegah kerumunan untuk menekan orang melalui jam malam.</p>\n\n<p>Pada tanggal 30 April, atau hari ketiga pemogokan, pihak berwenang beralih ke strategi teror negara — teror yang sama yang mereka gunakan pada kesempatan lain untuk melumpuhkan komunitas. Tindakan pembatasan yang seharusnya diwajibkan oleh pandemi memberikan alasan bagi lembaga kepolisian untuk melakukan penangkapan massal secara ilegal di bawah kedok perintah kota, serta penyalahgunaan wewenang yang berat termasuk pembunuhan, kekerasan yang berlebihan, ancaman, penangkapan tidak teratur, penghancuran harta benda pengunjuk rasa dan pelecehan seksual.</p>\n\n<p>Meskipun demikian, pada tanggal 1 Mei, kehadiran massa dalam protes jalanan melebihi semua ekspektasi dan banyak kota-kota lain bergabung. Pada titik ini, demonstrasi sedang berlangsung di lebih dari 500 kota di seluruh negeri. Ingatan kita dari perjuangan sulit lainnya, yang diturunkan kepada kita dari masa lampau oleh orang tua dan kakek nenek kita, mengingatkan kita bahwa ketika orang-orang bersatu, tidak ada kekuatan yang lebih transformatif.</p>\n\n<p>Melalui platform pengaduan penyalahgunaan polisi “GRITA,” pada pukul 11 ​​malam pada tanggal 1 Mei, organisasi hak asasi manusia Temblores telah menerima laporan 940 pengaduan kekerasan polisi, 92 korban kekerasan fisik polisi, 21 orang dibunuh oleh polisi, empat korban pelecehan seksual di tangan polisi, dan 12 orang ditembak matanya oleh polisi.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/05/04/13.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Sejumlah besar oranf telah turun kejalanan di seluruh Kolombia.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h1 id=\"cali-ibukota-perlawanan\"><a href=\"#cali-ibukota-perlawanan\"></a>Cali: Ibukota Perlawanan</h1>\n\n<p>Kota Cali telah mencurahkan protes dan mengorganisir secara spontan yang memungkinkan orang untuk bertemu. Masyarakat berduyun-duyun ke titik kumpul utama dengan kreativitas yang indah. Makanan selalu menjadi pusat dari tempat-tempat ini — makanan yang beragam dan lezat dibagikan dari panci komunal. Garis depan ada di sana, dan garis lain perawatan dan pertahanan dikelola oleh pemuda. Banyak wilayah kota telah diganti namanya: <em>La Loma de la Cruz,</em> “Bukit Salib,” sekarang disebut <em>La Loma de la Dignidad,</em> “Bukit Martabat”. Selain itu <em>El Paso del Comercio,</em> “Commerce Pass”, sekarang disebut <em>el Paso del Aguante,</em> “Perlintasan Ketahanan”. Jembatan Seribu Hari sekarang menjadi Jembatan Seribu Perjuangan dan Gerbang ke Laut sekarang menjadi Gerbang Menuju Kebebasan.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/05/04/10.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Barikade yang dibuat dan dipertahankan diseluruh wilayah Cali.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Namun, represi terus berlanjut setiap hari. Menggemakan kalimat “Saya akan selalu ingat ketika saya melempar batu dengan penuh amarah dan pemerintah yang represif menanggapinya dengan desingan peluru,” orang-orang telah menjalani hari-hari perlawanan yang intens dengan mempertahankan setidaknya tujuh blokade permanen di seluruh kota. Orang-orang Cali memprotes dalam jumlah besar dan dengan tekad sejak hari pertama mobilisasi. Di sebagian besar tempat berkumpul, orang-orang diprovokasi oleh aparat kepolisian yang berujung pada bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi anti huru hara (ESMAD). Pemerintah kota Walikota Jorge Iván Ospina telah menetapkan tugas mengawasi demonstrasi kepada Kelompok Operasi Khusus (GOES) dari Kepolisian Nasional.</p>\n\n<p>Di sini, kami menyajikan gambaran kekejaman polisi di Cali setiap hari selama pemogokan, yang dikumpulkan oleh sejumlah organisasi hak asasi manusia.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/05/04/12.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>“Pemerkosa, Pembunuh. #ESMAD #policias”</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h2 id=\"a---28-april-2021\"><a href=\"#a---28-april-2021\"></a>#28A—28 April, 2021</h2>\n\n<ul>\n  <li>Delapan orang mengalami luka berat dan 50 orang mengalami luka ringan akibat tabung gas air mata dan granat flash-bang yang diluncurkan oleh ESMAD.</li>\n  <li>Polisi menembak punggung Marcelo Agredo Inchimad yang berusia 17 tahun, di lingkungan Mariano Ramos. Dia meninggal di Klinik Valle del Lili.</li>\n  <li>Polisi membunuh Jaison García yang berusia 13 tahun. Dia dirawat di Rumah Sakit Carlos Holmes Trujillo di lingkungan República Israel tanpa tanda-tanda vital.</li>\n  <li>Enam orang dibawa ke kantor polisi dan dibebaskan dengan denda karena melanggar jam malam yang ditetapkan oleh Walikota Jorge Iván Ospina.</li>\n  <li>Sejumlah video yang direkam oleh pengunjuk rasa menunjukkan polisi menggunakan senjata yang tidak terlalu mematikan dengan tidak benar dan menggunakan senjata api untuk menembak pengunjuk rasa.</li>\n</ul>\n\n<h2 id=\"a---29-april-2021\"><a href=\"#a---29-april-2021\"></a>#29A—29 April, 2021</h2>\n\n<ul>\n  <li>Petugas polisi membunuh Miguel Ángel Pinto yang berusia 23 tahun di tempat berkumpul yang disebut “Puerto Resistencia.”</li>\n  <li>Polisi menahan 106 pengunjuk rasa dan memindahkan mereka ke kantor polisi, di mana mereka dipukuli, disiksa, dan barang-barang serta perlengkapan audiovisual mereka dilucuti. Setidaknya 31 orang hilang dilaporkan.</li>\n  <li>Seorang pengunjuk rasa di Calle Quinta terkena tabung gas air mata dan terluka parah.</li>\n  <li>Michel David Lora yang berusia 16 tahun, seorang warga negara Venezuela, dilaporkan telah hilang. Setelah ditangkap bersama ibunya, Lora dibawa ke penampungan sementara. Ketika ibunya tiba, dia diberitahu bahwa putranya tidak ada di sana.</li>\n</ul>\n\n<hr />\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/05/04/4.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>“Pos Perlawanan: Lawan Reformasi.”</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h2 id=\"a---30-april-2021\"><a href=\"#a---30-april-2021\"></a>#30A—30 April, 2021</h2>\n\n<ul>\n  <li>Selama protes, Edwin Villa Escobar, seorang pedagang, dan Einer Alexander Lasso Chará, seorang yang sudah pensiun, dibunuh di lingkungan El Diamante. Jovita Osorio, seorang guru prasekolah, dibunuh di lingkungan Paso del Comercio dan tiga orang tak dikenal lainnya dibunuh di lingkungan El Poblado di Cali timur. Insiden ini direkam dalam video.</li>\n  <li>Angely Vivas Retrepo ditembak di kaki kirinya di lingkungan Julio Rincón, dekat tempat berkumpulnya Calipso. Sementara itu, dua wanita dan seorang pria terluka di lingkungan Las Américas. Selain itu, polisi melukai 105 orang lagi.</li>\n  <li>Dua anggota organisasi hak asasi manusia Francisco Isaías Cifuente, Daniela Caicedo dan José Cuello, ditangkap di tempat berkumpulnya Sameco. Polisi mencuri barang-barang yang mengidentifikasi mereka sebagai bagian dari organisasi.</li>\n  <li>Polisi membawa 94 orang ke kantor polisi dari lokasi protes di seluruh kota. Banyak yang dipukuli dan disiksa oleh polisi di dalam kantor. José Miguel Oband, Diego Alejandro Bolaños, dan Jhon Haner Muñoz Bolaños dilaporkan menghilang.</li>\n</ul>\n\n<h2 id=\"m---1-mei-2021\"><a href=\"#m---1-mei-2021\"></a>#1M—1 Mei, 2021</h2>\n\n<p>Sampai tulisan ini dibuat, belum ada laporan hak asasi manusia mulai 1 Mei, meskipun banyak pengunjuk rasa yang meliput sebagian besar titik pertemuan di pusat kota. Serangan tanpa pandang bulu dilaporkan di situs protes Paso del Aguante, Calipso dan Puerto Resistencia. Polisi memanfaatkan malam itu untuk menyerang titik-titik paling rentan dari demonstrasi 1 Mei. Ada laporan dari seluruh kota tentang warga sipil bersenjata yang menembak ke lingkungan di sebelah daerah ini. Malam itu, pemerintah memberlakukan “Darurat Militer” untuk melegalkan militerisasi kota-kota di mana mobilisasi dan perlawanan sipil terhadap reformasi pajak terus berlanjut.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/05/04/11.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Keluarga muda didalam barikade.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h1 id=\"alat-musuh-respon-militer-terhadap-protes-sosial\"><a href=\"#alat-musuh-respon-militer-terhadap-protes-sosial\"></a>Alat Musuh: Respon Militer terhadap Protes Sosial</h1>\n\n<p>Sulit untuk mencari informasi tentang pengeluaran militer dari sumber resmi. Tampaknya mereka bermaksud menyembunyikan kebenaran tentang pengeluaran pemerintah untuk perang. Kolombia saat ini menghabiskan sekitar 40 triliun peso Kolombia ($ 10,5 miliar USD) untuk kementerian pertahanan setiap tahun. Anggaran untuk militer secara historis tinggi, karena konflik internal terus berlanjut dan meningkat selama beberapa dekade belakangan. Meskipun ada upaya untuk mengadakan pembicaraan damai, saat ini konflik telah berkembang biak dan meningkat di banyak provinsi, dan pengeluaran pertahanan sekarang mencapai sekitar 11% dari pengeluaran pemerintah Kolombia — persentase yang tinggi untuk negara dengan ekonomi yang melemah. Ini menempatkan Kolombia di peringkat 25 dunia untuk pengeluaran pertahanan publik, jauh di atas negara-negara seperti Prancis (dengan 3,3%), Spanyol (2,9%), atau bahkan Brasil (3,86%).</p>\n\n<p>ESMAD (Escuadrón Móvil Antidisturbios, Pasukan Anti-Huru-hara), sebuah divisi dari aparat polisi nasional, dibentuk pada tahun 1999 untuk menekan mobilisasi di negara tersebut. Itu seharusnya menjadi pasukan khusus sementara, tetapi sekarang telah ada selama lebih dari 20 tahun dan semakin kuat melalui pemerintahan yang berturut-turut. Saat ini, ia terdiri dari 3876 petugas dengan anggaran 490 miliar peso ($ 131 juta USD). Selama masa jabatannya, skuadron ini telah membunuh setidaknya 20 warga sipil melalui apa yang mereka sebut “kekuatan berlebihan” (<em>excessive force</em>).</p>\n\n<p>Saat ini, pemerintah Duque-Uribe, yang terasing dari rakyat dan mengantisipasi ketidakpuasan rakyat yang kuat yang berasal dari tindakan-tindakan tersebut di atas, telah mengalokasikan jutaan peso untuk memperkuat pasukan keamanannya. Pemerintah telah mempersiapkan beberapa waktu sekarang untuk menggunakan represi untuk menangani kerusuhan. Pada Maret 2020, pada permulaan krisis sosial dan ekonomi yang disebabkan oleh COVID-19, ia membeli lima kendaraan lapis baja seharga 8 miliar peso ($ 2,1 juta USD) bersama dengan amunisi dan persenjataan senilai 9,515 miliar peso ($ 2,5 juta USD) untuk ESMAD. Anggaran 2021 telah ditingkatkan hampir satu miliar peso. Singkatnya, pemerintah ini menanggapi protes sosial seolah-olah sedang berperang.</p>\n\n<p>Namun baik ESMAD maupun polisi tidak berhasil menahan pemogokan umum. Inilah sebabnya mengapa Presiden Duque mendeklarasikan pemasangan “Bantuan Militer” di kota mana pun yang membutuhkannya — suatu tindakan yang memungkinkan penggunaan kekuatan militer untuk menanggapi kekacauan dan bencana publik. Kehadiran kekuatan-kekuatan ini di jalan-jalan membatasi hak-hak, seperti dalam keadaan terkepung. Kehadiran militer di jalan-jalan meningkatkan kemungkinan terjadinya perang selama demonstrasi, karena pendekatan negara terhadap situasi yang ada dari sudut pandang militer.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/05/04/5.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Demonstran menghadapi ESMAD (polisi anti huru-hara Kolombia) bersenjata berat.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h1 id=\"jalanan-yang-meluap\"><a href=\"#jalanan-yang-meluap\"></a>Jalanan yang Meluap</h1>\n\n<p>Orang-orang Kolombia berkumpul di setiap sudut, menutup setiap kota, turun ke jalan untuk menolak reformasi pajak dengan slogan “Jika kita tidak bersatu, kita akan tenggelam.” Jalanan Kolombia jadi sungai orang. Api persatuan yang besar telah menyebar untuk menghormati mereka yang telah mengorbankan nyawanya. Kehilangan mereka sangat menyakitkan kami, tetapi kematian mereka pasti tidak sia-sia. Suara-suara dari seluruh negeri membuat diri mereka didengar dan banyak demonstrasi telah menyebarkan suara perlawanan.</p>\n\n<p>Kolombia telah menghilangkan rasa takutnya. Kami tidak akan rugi.</p>\n\n<p>¡A PARAR PARA AVANZAR! WE STRIKE TO MOVE FORWARD!</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2021/05/04/9.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>“Untuk kematian kita: satu menit keheningan dan seluruh kehidupan untuk bertarung.”</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h1 id=\"further-reading\"><a href=\"#further-reading\"></a>Further Reading</h1>\n\n<p><a href=\"https://crimethinc.com/2020/09/11/uprising-in-colombia-an-example-of-what-is-to-come-a-report-and-interview-on-the-background-of-the-revolt\">The Uprising in Colombia: “An Example of What Is to Come”</a></p>\n\n"
    },
    {
      "id": "https://crimethinc.com/2020/12/24/jaksa-washington-menolak-menuntut-penembak-ekstrimis-kanan-jaksa-mengirim-pesan-yang-jelas-untuk-mengundang-fasis-melakukan-lebih-banyak-tindakan-pembunuhan",
      "url": "https://crimethinc.com/2020/12/24/jaksa-washington-menolak-menuntut-penembak-ekstrimis-kanan-jaksa-mengirim-pesan-yang-jelas-untuk-mengundang-fasis-melakukan-lebih-banyak-tindakan-pembunuhan",
      "title": "Jaksa Washington Menolak Menuntut Penembak Ekstrimis Kanan : Jaksa Mengirim Pesan Yang Jelas untuk Mengundang Fasis melakukan Lebih Banyak Tindakan Pembunuhan",
      "summary": "Prosecutor Elizabeth McMullen is effectively announcing to fascists around the United States that they can shoot people in the back with impunity.",
      "image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/12/24/header.jpg",
      "banner_image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/12/24/header.jpg",
      "date_published": "2020-12-24T19:17:17Z",
      "date_modified": "2024-09-10T03:55:48Z",
      "tags": [
        "Trump",
        "fascism",
        "racism",
        "far right",
        "olympia",
        "shootings"
      ],
      "content_html": "<p>Di negara bagian Washington, Jaksa Penuntut, Thurston County Elizabeth McMullen menolak untuk mengajukan tuntutan terhadap <a href=\"https://twitter.com/wanaziwatch/status/1337998737130409984\">Forest Michael Machala</a>, seorang pria bersenjata ekstrim kanan yang menembak dan hampir membunuh seorang demonstran tandingan selama unjuk rasa kelompok fasis di Olympia pada 12 Desember lalu. Serangan Machala merupakan peristiwa penembakan yang dilakukan aktivis sayap kanan kedua kalinya di Olympia dalam tujuh hari. Pengadilan Tinggi Thurston County menemukan kemungkinan McMullen mengajukan dakwaan penyerangan tingkat pertama terhadap Machala pada 14 Desember — namun dia memilih untuk tidak mengajukannya, membiarkan tenggat waktu berlalu tanpa melakukan apapun. Machala memberikan jaminan tak lama setelah penangkapannya, saat korban masih di rumah sakit. Pengadilan kemudian membatalkan perintah “No-Contact” yang menetapkan bahwa Machala tidak boleh mendekati korban; Selain menghilangkan perlindungan bagi korban, hal ini bisa menjadi dasar bagi Machala untuk mendapatkan kembali AR-15 miliknya yang disita. Dengan menolak untuk mengajukan tuntutan terhadap seorang ekstremis terkenal yang melakukan penembakan yang didokumentasikan secara luas di depan sejumlah besar saksi, Elizabeth McMullen telah mengundang fasis untuk datang ke Olympia dan mengubahnya menjadi ladang pembunuhan.</p>\n\n<p>Keputusan Elizabeth McMullen harus dipahami sebagai sebuah serangan, yang tidak kalah berbahaya dari penembakan yang dilakukan Forest Machala. Izinkan kami menjelaskan alasannya.</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/NDpendentPDX/status/1337882230996144128\">https://twitter.com/NDpendentPDX/status/1337882230996144128</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<hr />\n\n<p>Di penghujung era Trump, kita telah terbiasa dengan tragedi yang akan mengejutkan kita sebagai hal yang tidak dapat diterima pada empat tahun lalu. Kami terkejut pada malam Trump dilantik ketika pendukung Trump menembak seseorang di <a href=\"https://crimethinc.com/2017/01/23/what-counts-as-violence\">Seattle</a>, Washington pada sebuah acara yang mengundang aktivis pro-fasis Milo Yiannopoulos sebagai pembicara — dan kami terkejut bahwa media melaporkan “kekerasan” para demonstran daripada peristiwa penembakannya. Kami terkejut ketika seorang fasis dengan sengaja menabrakan mobil ke kerumunan demonstran anti-rasis tujuh bulan kemudian, menewaskan salah satu demonstran. Saat ini, kita sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu. Baru tahun ini, kaum fasis telah membunuh terlalu banyak orang di demonstrasi untuk dicatat di sini.</p>\n\n<p>Jaksa di Negara Bagian Washington ingin mendorong ini lebih jauh. Mereka ingin melihat apakah mereka dapat menormalisasi aksi tidak menuntut para penembak dan pembunuh kami. Satu hukum untuk mereka — hukum lainnya untuk kita.</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/wanaziwatch/status/1337998737130409984\">https://twitter.com/wanaziwatch/status/1337998737130409984</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<hr />\n\n<p>Pada akhir pekan tanggal 5 Desember 2020, kaum fasis berkumpul di Olympia untuk menunjukkan dukungan atas upaya Trump yang menuduh adanya kecurangan dalam pemilihan. Khawatir bahwa kaum fasis akan melakukan serangan seperti yang telah berulang kali dilakukan kaum fasis di sekitar Pacific Northwest, penduduk Olympia mengadakan demonstrasi tandingan. Bentrokan meletus; fasis dengan penuh kebanggaan memposting rekaman diri mereka sendiri saat menyerang, dan memukuli orang. Setelah satu konflik, seorang pendukung Trump dari Port Orchard bernama Christopher Michael Guenzler mundur, mengangkat senjata, dan menembak seorang demonstran tandingan, “menyerempet” dada korban dengan peluru. Peristiwa ini terjadi di depan puluhan saksi, tetapi polisi masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menangkap Guenzler — pada kenyataannya, polisi pertama-tama berfokus pada penyerangan dengan kekerasan terhadap demonstran yang sama yang baru saja diserang oleh kaum fasis. Pada akhirnya, polisi menginterogasi Guenzler, dan ketika ia berbohong kepada polisi tentang penembakan itu , mereka menangkap dan mendakwanya dengan penyerangan tingkat pertama dengan dipersenjatai dengan senjata mematikan. Uang jaminannya ditetapkan sebanyak $ 50.000.</p>\n\n<p>Seminggu kemudian, pada 12 Desember, banyak dari kaum fasis yang sama sekali lagi mendatangi Olympia. Sekali lagi, bentrokan kekerasan meletus di antara mereka dan demonstran tandingan berusaha untuk mempertahankan diri dari penyerang yang sama, yang menembak seseorang pada akhir pekan sebelumnya. Pada satu kesempatan, seorang fasis mengangkat senjatanya dan maju ke arah demonstran tandingan. Dia kemudian ditangkap sebelum menembak siapa pun.</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/WANaziWatch/status/1337872591629942786\">https://twitter.com/WANaziWatch/status/1337872591629942786</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Meskipun demikian, rekaman video dari 12 Desember menunjukkan polisi membentuk barisan di depan demonstrasi fasis dan menembakkan gas air mata ke arah demonstran anti fasis tandingan sementara para fasis menyemangati polisi, sambil meneriakkan “fuck antifa.” Beberapa orang masih menganggap terlalu hiperbolik untuk menyebut demonstran pro-Trump yang kejam sebagai fasis, tetapi label ini tampaknya cukup tepat ketika mereka mengidentifikasi diri mereka sendiri terutama atas dasar keinginan bersama untuk menyerang mereka yang menentang fasisme. Jika itu tidak cukup, setidaknya satu peserta dalam demonstrasi tersebut — yang telah diidentifikasi sebagai neo-Nazi terkenal — terekam dalam video yang meneriakkan pelecehan anti-Semit di hadapan demonstran, dengan dukungan dari para fasis lain yang hadir.</p>\n\n<p>Seperti yang mereka katakan di Selatan, polisi dan Klan selalu berjalan bergandengan.</p>\n\n<p>Di penghujung sore, Forest Michael Machala melepaskan tembakan dengan pistolnya, menembaki seorang demonstran tandingan di punggungnya. Machala saat ini tinggal di Bellingham. Dia terlihat dalam rekaman video, mengenakan sarung tangan dan kacamata tembak, bersiap untuk meniru tutorial yang dibuat oleh Christopher Guenzler.</p>\n\n<figure class=\"video-container \">\n  <iframe credentialless=\"\" allowfullscreen=\"\" referrerpolicy=\"no-referrer-when-downgrade\" sandbox=\"allow-scripts allow-same-origin\" allow=\"accelerometer 'none'; ambient-light-sensor 'none'; autoplay 'none'; battery 'none'; bluetooth 'none'; browsing-topics 'none'; camera 'none'; ch-ua 'none'; display-capture 'none'; domain-agent 'none'; document-domain 'none'; encrypted-media 'none'; execution-while-not-rendered 'none'; execution-while-out-of-viewport 'none'; gamepad 'none'; geolocation 'none'; gyroscope 'none'; hid 'none'; identity-credentials-get 'none'; idle-detection 'none'; keyboard-map 'none'; local-fonts 'none'; magnetometer 'none'; microphone 'none'; midi 'none'; navigation-override 'none'; otp-credentials 'none'; payment 'none'; picture-in-picture 'none'; publickey-credentials-create 'none'; publickey-credentials-get 'none'; screen-wake-lock 'none'; serial 'none'; speaker-selection 'none'; sync-xhr 'none'; usb 'none'; web-share 'none'; window-management 'none'; xr-spatial-tracking 'none'\" csp=\"sandbox allow-scripts allow-same-origin;\" src=\"https://www.youtube-nocookie.com/embed/sLCbEtwM1HE\" frameborder=\"0\" loading=\"lazy\"></iframe>\n</figure>\n\n<p>Dokumen tuntutan menyatakan bahwa Machala ditangkap dengan barang bukti pistol Glock dan dua magasin sepuluh peluru. Glock-nya memiliki satu putaran dan tujuh putaran tersisa di magasinnya. Polisi menemukan satu peluru yang telah ditembakkan cocok dengan pelurunya di tanah dekat tempat dia terlihat menembakkan senjatanya dalam video. Tiga sudut video berbeda memperlihatkan Machala yang memegang senjatanya segera setelah tembakan dilepaskan. Dia diidentifikasi dalam video dan oleh saksi sebagai penembaknya.</p>\n\n<p>Jaksa penuntut telah mengutip bukti ini dalam rangka membuktikan kemungkinan penyebabnya ke pengadilan. Namun mereka menunggu tenggat waktu untuk mengajukan tuntutan, mengirim “spesialis keterlibatan komunitas” mereka Jessie Knudsen untuk mengklaim bahwa mereka tidak memiliki cukup bukti untuk melanjutkan tuntutan kepada Machala.</p>\n\n<p>Dengan melakukan itu, ini berarti mereka menyerahkan tanggung jawab kembali ke Washington State Patrol untuk memberikan lebih banyak bukti dalam kasus tersebut. Washington State Patrol sendiri hampir tidak memihak. Memang, segera setelah penembakan terjadi, petugas Washington State Patrol sekali lagi menyerang demonstran yang sama yang baru saja diserang Machala, menembakkan amunisi dan senjata kimia ke arah mereka, sementara pada saat yang sama memberikan perawatan medis dan dukungan kepada rekan-rekan Machala. Sangat tidak bisa disangkal lagi bahwa jaksa penuntut, polisi, dan fasis bersatu dalam satu front.</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/Johnnthelefty/status/1337935692119244800\">https://twitter.com/Johnnthelefty/status/1337935692119244800</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Kenyataannya adalah bahwa jaksa penuntut bisa saja mengajukan setengah lusin tuduhan berbeda terhadap Machala selain penyerangan tingkat pertama. Jika mereka ingin mengadili dia, mereka akan mengajukan semua dakwaan dan mencoba mengintimidasi dia untuk mengajukan pembelaan — ini adalah strategi yang biasa mereka terapkan terhadap pengunjuk rasa anti-Trump, orang miskin, dan orang kulit berwarna pada umumnya. Mereka jelas bermaksud untuk sama sekali tidak menuntutnya. Pengacara Machala telah menyatakan bahwa dia akan membantah pembelaan diri jika Machala didakwa — pengakuan diam-diam bahwa Machala memang penembaknya. Klaim pembelaan diri hampir selalu diputuskan oleh juri, bukan oleh jaksa yang menolak mengajukan dakwaan.</p>\n\n<p>Jika kelompok anti-fasis mulai menembaki salah satu demonstrasi ini, polisi kemungkinan besar akan segera menembak mereka. Polisi selalu menghadapi anti-fasis di berbagai kesempatan dan melakukan sebagian besar kekerasan mereka pada mereka. Tanggapan polisi yang relatif tenang terhadap invasi sayap kanan minggu ini ke gedung pemerintah di Salem, Oregon menegaskan hal ini.</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/45thabsurdist/status/1341501865461084160\">https://twitter.com/45thabsurdist/status/1341501865461084160</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<hr />\n\n<p>Mari bandingkan ini dengan aparat lainnya.</p>\n\n<p>Jon Tunheim, jaksa wilayah terpilih yang kemungkinan besar mengambil keputusan di balik keputusan Elizabeth McMullen, sebenarnya adalah seorang Demokrat. Tetapi ketika petugas polisi Olympia Ryan Donald menembak dua pemuda kulit hitam, André Thompson dan Bryson Chaplin, pada tahun 2015, Tunheim mengklaim bahwa mereka menyerang polisi dengan skateboard, Tunheim mengajukan dakwaan penyerangan terhadap keduanya.</p>\n\n<p>Seorang polisi menembak dua pemuda kulit hitam dan jaksa penuntut daerah menuntut mereka ketika salah satu dari mereka lumpuh secara permanen dari pinggang ke bawah dan petugas itu tidak terluka. Seorang fasis kulit putih menembak seorang pria kulit hitam dari belakang dan tidak menerima dakwaan. Ini bisa jadi antebellum South (era perbudakan sebelum perang sipil Amerika Serikat).</p>\n\n<p>Penembakan pada 12 Desember ini terjadi kurang dari tujuh mil dari jalan di mana polisi dan perwira federal yang didesak oleh Trump secara di luar hukum membunuh warga Portland, Michael Reinoehl untuk menghukumnya karena menembak seorang fasis bersenjata yang sedang dalam proses menyerangnya. Setelah itu, dalam rangkaian pidatonya di seluruh negeri, Trump secara eksplisit memberi selamat dan memuji polisi karena melakukan pembunuhan ini.</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/atrupar/status/1305331160935956481\">https://twitter.com/atrupar/status/1305331160935956481</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Trump telah mengampuni 49 orang dalam dua hari terakhir, termasuk empat tentara bayaran Blackwater yang menyerang warga sipil Irak dengan tembakan tak beralasan — membunuh 14 orang dan melukai 17 lainnya. Seperti yang kita lihat di Ferguson pada tahun 2014 dan baru-baru ini di seluruh negeri dalam penindasan demonstrasi Black Lives Matter, taktik dan teknologi yang diuji oleh tentara dan tentara bayaran di luar negeri kemudian digunakan di Amerika Serikat untuk melawan warga AS. Dengan pengampunan ini, Trump menunjukkan bahwa undang-undang yang berlaku untuk orang miskin, orang kulit berwarna, dan pengunjuk rasa tidak berlaku untuk pendukungnya — tetapi dia juga berusaha untuk menjilat tentara bayaran yang sebenarnya dengan darah di tangan mereka, untuk meletakkan pondasi untuk masa depan di mana mereka dapat membunuh warga AS secara profesional.</p>\n\n<p>Kemenangan pemilihan Biden tidak menghasilkan efek apa pun untuk mengurangi kekerasan yang meningkat dari kubu sayap kanan. Itu hanya membuat mereka berani, sementara pada saat yang sama memberikan alasan kepada kaum liberal untuk meninggalkan sendirian sektor populasi yang paling rentan untuk menghadapi kekerasan.</p>\n\n<p>Sudah pasti bahwa kaum fasis di Pacific Northwest — yang telah membunuh beberapa orang dalam beberapa tahun terakhir — akan menafsirkan keputusan Elizabeth McMullen untuk menolak dakwaan tersebut sebagai izin untuk menembak anti-fasis, asalkan mereka melakukan penembakan sebagai tindakan bela diri. Tentunya mereka sedang mendiskusikan bagaimana cara melakukan ini sekarang. Saat mereka melakukannya, tangannya akan berlumuran darah.</p>\n\n<p>Dengan menggunakan kata-kata, Elizabeth McMullen telah mengumumkan kepada kaum fasis di seluruh Amerika Serikat bahwa mereka dapat menembak orang dari belakang tanpa mendapat hukuman. Akibatnya, dia mengundang para fasis untuk berkumpul di Olympia untuk melakukan serangan mematikan setiap akhir pekan. Selain Donald Trump, dia menunjukkan kepada semua orang bahwa hukum bukanlah, seperti yang dipercayai oleh kaum liberal dengan polos, standar demi kebaikan publik yang berlaku sama untuk semua warga negara. Sebaliknya, itu adalah senjata di tangan para penguasa rasis, sama seperti senjata di tangan fasis dan petugas polisi. McMullen melakukan bagiannya untuk mempercepat datangnya hari dimana darah akan mengalir secara teratur di jalan-jalan kotanya sendiri. Agaknya, McMullen menerima begitu saja bahwa darahnya sendiri tidak akan pernah mengalir ke selokan Amerika, bercampur dengan darah orang-orang yang pembantaiannya dia lakukan sebisa mungkin untuk difasilitasi.</p>\n\n<p>Tetapi begitu siklus kekerasan seperti itu terjadi, sulit untuk mengetahui di mana itu akan berakhir.</p>\n\n<hr />\n\n<p>Kantor Kejaksaan Attorney’s: (360) 786-5540</p>\n\n<p>File kasus State of Washington v. Forest Machala adalah #20-1-01506-34.</p>\n\n<p>Donasi untuk korban penembakan ini dapat dikirim melalui CashApp ke $UnlimitedHands atau Venmo ke @UnlimitedHands.</p>\n\n"
    },
    {
      "id": "https://crimethinc.com/2020/11/02/seperti-apa-program-anarkis",
      "url": "https://crimethinc.com/2020/11/02/seperti-apa-program-anarkis",
      "title": "Seperti Apa Program Anarkis?",
      "summary": "An example of an anarchist program—a set of proposals that could be put into effect in the course of a revolution—as an imaginative exercise.",
      "image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/11/02/header-a.jpg",
      "banner_image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/11/02/header-a.jpg",
      "date_published": "2020-11-02T22:30:30Z",
      "date_modified": "2024-09-10T03:55:47Z",
      "tags": [
        "anarchism"
      ],
      "content_html": "<p>Setiap musim kampanye, partai politik menerbitkan platform yang merinci  tentang janji mereka di papan demi papan. Platform jenis ini tidak  mengikat — politisi jarang memenuhi janji mereka, dan seringkali lebih  buruk ketika mereka melakukannya — tetapi platform ini menawarkan garis  besar visi yang diklaim diwakili oleh masing-masing partai. Kaum anarkis mengambil pendekatan berbeda: daripada menawarkan cetak biru  prefabrikasi, kami mengusulkan untuk mengerjakan semuanya bersama-sama,  secara dinamis, sesuai dengan <strong>prinsip</strong> penentuan nasib sendiri, horizontalitas, saling membantu, dan solidaritas. Namun, setiap kali orang menemukan ide anarkis untuk pertama kalinya, ada  orang tertentu yang selalu menuntut untuk melihat hal yang jelas.  Sebagai tanggapan, salah satu kontributor saya memilih mengumpulkan  sebuah contoh program anarkis — sebuah contoh kehidupan yang dapat  diterapkan setelah revolusi dan sebelum revolusi tercapai — sebagai  latihan imajinatif, untuk memudahkan membayangkan perubahan praktis  seperti apa kaum anarkis mungkin ingin menerapkannya.</p>\n\n<p>Untuk lebih jelasnya, program ini tidak mewakili kolektif kita secara keseluruhan,  maupun gerakan anarkis internasional. Harus ada sebanyak mungkin bentuk  kehidupan anarkis yang selalu kita bayangkan. Saat Anda membaca ini,  renungkan apa yang beresonansi dan apa yang tidak; berpikir tentang  perubahan apa yang <em>Anda</em> ingin buat di dunia dan apa artinya perubahan yang konsisten dan nilai-nilai anda berserta keinginan.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/11/02/1.jpg\" />\n</figure>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"cara-menggunakan-program-ini\"><a href=\"#cara-menggunakan-program-ini\"></a>Cara Menggunakan Program Ini</h1>\n\n<p>Berikut ini adalah kebalikan dari program politik yang seperti biasa. Hal ini tidak tertulis di batu; ia tidak berpura-pura mewakili kehendak umum, publik, rakyat, atau abstraksi semacam itu.</p>\n\n<p>Kaum anarkis memahami kebebasan yang muncul dari proses yang berkelanjutan; itu adalah sesuatu yang kita ciptakan secara individu dan komunal setiap hari dalam hidup kita. Dalam pandangan saya, ini tidak dapat didefinisikan melalui selembar kertas atau diberikan kepada saya oleh lembaga atau konsitusi; masing- masing praktik ini sebenarnya menghancurkan kebebasan. Kami juga percaya bahwa mendefinisikan dan mendapatkan kebebasan untuk diri saya sendiri adalah cara terbaik untuk menjamin kesejahteraan saya.</p>\n\n<p>Analisis anarkis tentang kapitalisme, negara, patriarki, dan kolonialisme telah terbukti berguna dalam perjuangan sosial yang tak terhitung jumlahnya selama beberapa dekade terakhir, seperti kritik kami terhadap reformisme, revolusi otoriter, dan organisasi kiri — dan mungkin yang paling penting, praktik saling membantu kami dan organisasi mandiri. Bentuk-bentuk perjuangan anarkis juga terbukti sesuai dengan sejumlah perjuangan lain yang telah meninggalkan jejaknya di dunia, serta mempengaruhi dan menginformasikan anarkisme sebagai konsep hidup.</p>\n\n<p>Kami tidak menyajikan program dengan premis bahwa kami dapat mengklaim kebenaran mutlak, atau bahwa program ini tidak dapat berbicara kepada semua visi pembebasan yang kami lakukan dalam solidaritas. Selain menyajikan visi yang lengkap, kami masih menemukan kebutuhan untuk mengungkapkan beberapa visi, tidak peduli seberapa parsial. Pengalaman terkini telah menunjukkan bahwa kita tidak dapat memenangkan revolusi yang bahkan tidak dapat kita bayangkan.</p>\n\n<p>Itulah tujuan utama dari tulisan ini: untuk membantu membayangkan perubahan seperti apa yang akan mulai kami kerjakan sekarang jika kami dapat  menghapus pemerintah atau membuat zona otonom.  Tak satu pun  dari hal ini adalah kebenaran mutlak yang ingin kami terapkan, memaksa setiap orang untuk mendukung satu visi kebebasan dan revolusi. Sebaliknya, ini menawarkan cara membayangkan prinsip dan tujuan yang akan kita perjuangkan yang pasti akan bergeser dan tumbuh di sepanjang jalan saat kita memasuki konflik dan dialog dengan orang lain dan visi lain.  Intinya bukanlah untuk meyakinkan semua orang bahwa visi kebebasan kita adalah hal benar. Kita akan sangat bebas ketika masing-masing dari kita dapat membayangkan dunia terbaik kita sendiri di setiap saat.</p>\n\n<p>Bahkan orang-orang yang menulis dan menerbitkannya tidak menganggap dokumen ini sebagai program yang valid atau proposal yang lengkap. Harapan kami adalah bahwa ini akan menjadi titik tolak untuk diskusi dan debat, membantu orang untuk mengartikulasikan visi yang sama, visi yang bertentangan, atau visi yang berbeda. Semakin banyak orang yang membayangkan dunia impian mereka dan merenungkan betapa tak terhitung banyaknya dunia semacam itu dapat masuk ke dalam satu dunia, melanggar visi Barat yang menghomogenisasi, semakin besar kecerdasan kolektif kita.</p>\n\n<p>Program ini membahas beberapa topik yang menyedihkan dan tidak berhak diputuskan oleh satu kolektif pun. Kami menyimpulkan bahwa tidak terlalu berbahaya untuk membahas topik-topik itu dengan tidak sempurna daripada menghindarinya dan berpura-pura tidak ada. Kami berharap upaya kami yang tidak memadai akan menginspirasi orang lain untuk berbuat lebih baik. Ketidaklengkapan program ini mengungkapkan prinsip anarkis yang fundamental: tidak ada yang bisa mengungkapkan kebutuhan setiap orang. Apa pun yang Anda temukan hilang, terserah Anda untuk mengisinya, dan terserah kepada kita semua untuk saling mendukung melalui proses mencapai ini bersama.</p>\n\n<p>Di bagian akhir, ada glosarium singkat yang menjelaskan apa yang kami maksud dengan istilah tertentu.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/11/02/2.jpg\" />\n</figure>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"program-anarkis\"><a href=\"#program-anarkis\"></a>Program Anarkis</h1>\n\n<h2 id=\"akhir-adalah-artinya\"><a href=\"#akhir-adalah-artinya\"></a>0. Akhir Adalah Artinya</h2>\n\n<p><em>Mereka yang mendukung program anarkis hidup dan berorganisasi dengan cara yang memungkinkan program itu dapat segera dilaksanakan, bukan di  masa depan yang jauh setelah partai diktator memperoleh kekuasaan. Ini  mewakili cara yang sama sekali berbeda untuk menciptakan kekuatan mulai  sekarang.</em></p>\n\n<p><em>Tidak ada dalam program ini, bahkan  penghapusan negara, yang dapat membenarkan alat-alat perjuangan yang  tidak akan berada di rumah di dunia yang ingin kita tinggali, atau  penundaan pertanyaan tentang</em> <em>kebebasan dan kesejahteraan sampai setelah beberapa keadaan pengecualian itu. Kami berdendang untuk revolusi.</em></p>\n\n<h2 id=\"saling-bertahan-hidup\"><a href=\"#saling-bertahan-hidup\"></a>1. Saling Bertahan Hidup</h2>\n\n<p><em>Di bawah kapitalisme, tidak ada yang berhak untuk bertahan hidup. Kita semua dipaksa untuk membayar sarana bertahan hidup — dan beberapa dari kita memang tidak bisa. Jutaan orang meninggal setiap tahun karena penyebab yang mudah dicegah; milyaran orang hidup dalam kesengsaraan karena mereka tidak mendapatkan sarana untuk hidup sehat dan bermartabat. Itu berakhir sekarang.</em></p>\n\n<p>A. Setiap orang dan setiap komunitas memiliki hak atas sarana kelangsungan hidup mereka.</p>\n\n<p>B. Oleh karena itu, orang-orang dan komunitas yang memilih untuk membentuk diri mereka sendiri dengan cara yang menghancurkan cara bertahan hidup orang lain, atau yang menahan cara-cara itu sebagai imbalan atas beberapa layanan (eksploitasi), menghancurkan kemungkinan untuk kelangsungan hidup bersama. Oleh karena itu, “cara hidup” mereka bukan merupakan kelangsungan hidup — hal itu membahayakan kelangsungan hidup.</p>\n\n<p>C. Orang dan komunitas berhak untuk mempertahankan diri dari eksploitasi atau ancaman terhadap sarana kelangsungan hidup mereka, lebih disukai dengan meyakinkan mereka yang mengancam atau mengeksploitasi mereka untuk mengubah cara hidup mereka ke pola yang lebih harmonis dan dapat diterapkan bersama  —  tetapi juga, jika perlu, dengan paksa.</p>\n\n<p>D. Konflik dan kematian selalu menjadi bagian dari kehidupan, dan akan tetap demikian di masa mendatang. Dengan teknologi saat ini, upaya untuk mencegah kematian didasarkan pada penggandaan kematian di antara mereka yang tidak memiliki akses ke teknologi tersebut. Oleh karena itu, kelangsungan hidup bukanlah tidak adanya kematian, tetapi kemungkinan untuk hidup sehat dan memuaskan, serta kemungkinan untuk mewariskan sesuatu dari kehidupan itu kepada generasi mendatang.</p>\n\n<p>E. Dalam pengertian ini, kebalikan dari kehidupan bukanlah kematian, tetapi pemusnahan, pemusnahan total suatu kelompok, termasuk bahkan penghancuran ingatan kelompok itu. Pemusnahan adalah milik negara. Ini menghalangi kemungkinan untuk bertahan hidup bersama.</p>\n\n<h2 id=\"dekolonisasi\"><a href=\"#dekolonisasi\"></a>2. Dekolonisasi</h2>\n\n<p><em>Kolonisasi sangat penting untuk penyebaran global kapitalisme dan kehancuran yang diakibatkannya. Kehancuran ini berdampak terus-menerus di  setiap tingkatan.  Kolonisasi  yang dasarnya dari Amerika Serikat; ia juga menjadi dasar bagi negara-negara besar Eropa yang berfungsi sebagai arsitek dari sistem statisme dan kapitalisme global saat ini. Revolusi parsial abad ke-20 tidak mengubah kerangka dasar kolonial yang mereka warisi. Semua ini harus berubah.</em></p>\n\n<p>A. Orang-orang yang terjajah memiliki hak untuk menyusun kembali komunitas mereka, bahasa dan sistem pengetahuan mereka, wilayah mereka, dan sistem organisasi mereka. Semua ini adalah realitas cair yang diadaptasi oleh anggota komunitas tersebut dengan kebutuhan mereka saat ini.</p>\n\n<p>B. Masyarakat pemukim harus dihancurkan. Karena mereka begitu mendarah daging secara historis, penghapusan mereka tidak akan menjadi satu momen kompensasi pun (seolah-olah label harga dapat dilampirkan pada semua penderitaan yang telah disebabkan), tetapi sebuah proses yang kompleks dan berkembang. Komunitas adat harus dapat mendefinisikan seperti apa dekolonisasi dari posisi kekuatan dan penyembuhan, seperti penghapusan Amerika Serikat (dan Kanada dan negara-negara lain) akan memungkinkan. Ini juga perlu untuk memutuskan diplomasi kapal perang yang telah mencirikan banyak kolonialisme pemukim.</p>\n\n<p>C. Secara definisi, kita tidak dapat dan tidak akan mendefinisikan batas-batas dekolonisasi saat ini, dari dalam realitas masyarakat pemukim. Anarkis, Pribumi dan lainnya, menyukai model dekolonisasi yang melanggar logika kolonial dan menolak negara-bangsa, esensialisme etnis, praktik hukuman dan genosida, dan hanya reformasi mengenai siapa yang memegang kekuasaan negara.</p>\n\n<p>D. Komunitas pemukim yang secara historis dan hingga saat ini memainkan peran sebagai tetangga yang  agresif dan bermusuhan membantu polisi dan mengeksploitasi komunitas Pribumi dalam sistem reservasi   akan didorong untuk bubar, dan akan diperlakukan sebagai paramiliter jika mereka melanjutkan segala bentuk permusuhan. Semua “Man Camps” akan segera dibubarkan, dan sumber daya akan didedikasikan untuk membantu menemukan perempuan Pribumi dan orang-orang berjiwa dua yang hilang.</p>\n\n<p>E. Universitas, museum, dan institusi lain akan mengembalikan semua jenazah, bagian tubuh, karya seni, dan artefak yang dicuri dari komunitas Pribumi.</p>\n\n<p>F. Adalah tepat bagi masyarakat adat untuk memulihkan semua wilayah yang mereka butuhkan untuk kelangsungan budaya, spiritual, dan materi mereka secara penuh.</p>\n\n<p>G. Prioritas mungkin diberikan untuk memulihkan tanah yang penting secara spiritual, tanah yang pernah menjadi milik pemerintah, dan kepemilikan komersial yang besar — tetapi sekali lagi, batasan yang telah terbentuk sebelumnya tidak boleh ditempatkan pada bagaimana dekolonisasi akan berlangsung.</p>\n\n<p>H. Komunitas di negara-negara yang memelihara proyek-proyek kolonial eksternal (misalnya, Inggris, Spanyol, Prancis) akan memfasilitasi transfer berskala besar sumber daya berguna yang diambil alih dari pemerintah mereka yang dihapuskan, orang kaya, dan lembaga yang ada untuk melayani orang kaya (misalnya , rumah sakit swasta). Sumber daya ini akan disalurkan ke komunitas di bekas koloni.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/11/02/3.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Sebuah komposisi oleh seniman Afro-Futurist Olalekan Jeyifous, bagian dari rangkaian yang mengeksplorasi masa depan alternatif untuk Brooklyn.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h2 id=\"reparasi-dan-akhir-anti-kulit-hitam\"><a href=\"#reparasi-dan-akhir-anti-kulit-hitam\"></a>3. Reparasi dan Akhir Anti-Kulit Hitam</h2>\n\n<p><em>Anti-kulit hitam dan bentuk rasisme lainnya sangat penting bagi struktur kekuasaan saat ini. Mereka tumbuh dari kolonialisme dan kapitalisme sejak awal, sedemikian rupa sehingga kapitalisme tidak dapat dipisahkan dari rasisme, meskipun rasisme dapat mengambil banyak bentuk. Tidak mungkin untuk sepenuhnya menghapus struktur kekuasaan ini tanpa menyerang warisan rasisme yang berakar secara historis.</em></p>\n\n<p>A. Komunitas orang-orang yang sebagian besar merupakan keturunan dari para penyintas perbudakan berhak untuk mengambil alih kepemilikan tanah yang luas yang sebelumnya adalah perkebunan, serta kekayaan keluarga dan lembaga yang mengambil keuntungan dari kerja paksa. Pendistribusian ulang ini harus  dilakukan atas dasar komunal daripada individu, untuk menghindari mendorong proses identitas yang menyatakan individu sah atau tidak sah berdasarkan kriteria abstrak. Mereka yang mengorganisir pengambilalihan kolektif atau komunal memiliki hak untuk mendefinisikan pengalaman mereka sendiri dan bagaimana penindasan telah mempengaruhi mereka secara historis, serta untuk memilih bagaimana membentuk diri mereka sendiri dan siapa yang diundang ke dalam komunitas mereka.</p>\n\n<p>B. Lingkungan dengan rasialisasi historis yang telah dibentengi dapat  direklamasi.  Karena banyak lingkungan, sebelum gentrifikasi, sebenarnya cukup beragam dan kelas pekerja dari semua ras dapat kehilangan rumah mereka, mereka yang terlibat dalam perumahan dan perjuangan anti-rasis pada saat   revolusi dapat membentuk majelis untuk mengatur proses pengundangan orang-orang kembali ke lingkungan yang direklamasi, misalnya memprioritaskan penduduk sebelumnya atau anak-anak mereka, dan menemukan cara untuk mencapai keseimbangan antara merevitalisasi kulit hitam dan budaya perlawanan lainnya dan menciptakan praktik solidaritas lintas ras yang memecah segregasi dan pemisahan rasisme.</p>\n\n<p>C. Orang-orang di lingkungan yang infrastrukturnya tidak sehat, yang menderita rasisme lingkungan atau efek berbahaya lainnya yang akan terus menyebabkan masalah kesehatan di masa mendatang, dapat mengambil alih dan pindah ke lingkungan yang kaya (lebih disukai menargetkan yang paling kaya). Penduduk sebelumnya dari lingkungan tersebut dapat pindah ke lingkungan yang dikosongkan dan di bawah standar dengan tujuan untuk memperbaikinya melalui usaha mereka sendiri, atau mereka dapat pindah ke perumahan tak terpakai lainnya, yang jumlahnya banyak, berkat pasar real estat kapitalis.</p>\n\n<p>D. Senjata-senjata yang diambil dari polisi dan militer yang dibubarkan akan didistribusikan di antara Kulit Hitam, Pribumi, dan komunitas yang dirasialisasi lainnya, dan kepada milisi sukarela yang bertempur secara tegas di sisi anti-rasis selama keseluruhan konflik revolusioner. Masyarakat akan memutuskan apa yang akan dilakukan dengan senjata tersebut — apakah akan mendistribusikan, menyimpan, atau membongkar.</p>\n\n<p>E. Sumber daya yang berkaitan dengan pendidikan dan perawatan kesehatan dapat diambil dari lingkungan kaya untuk kepentingan lingkungan yang dirasialisasi.</p>\n\n<p>F. Tanggung jawab ada pada anti-kapitalis kulit putih, atau lebih tepatnya, anti-kapitalis dalam proses yang secara definitif menghancurkan kulit putih mereka, untuk bekerja dengan orang kulit putih lainnya untuk mencapai proses reparasi yang  sedamai mungkin, untuk membantu mereka pindah ke lingkungan atau  wilayah lain jika mereka digusur, untuk memperlunak pendaratan mereka dan membantu mereka menemukan cara untuk bertahan hidup yang bermartabat, tanpa menciptakan identitas yang mengakar atau kebencian yang dapat mendorong konflik antargenerasi atau menjaga kulit putih tetap hidup.</p>\n\n<p>G. Kumpulan orang-orang yang berkomitmen pada penyebab yang relevan pada saat revolusi akan membentuk komite kebenaran dan rekonsiliasi untuk menangani kekejaman rasis apa pun yang dibawa ke perhatian mereka, seperti sterilisasi paksa yang dilakukan di fasilitas ICE. Proses untuk mengungkap kebenaran dari kekejaman ini dan mencapai semacam rekonsiliasi tidak akan sepenuhnya simbolis, dan mereka tidak perlu mendelegitimasi tindakan balas dendam pribadi, tetapi mereka akan berjuang untuk beberapa bentuk penyembuhan kolektif dan keadilan transformatif daripada tindakan hukuman dan carceral.</p>\n\n<hr />\n\n<p><strong><em>Semua poin program berikut bergantung pada poin 1-3 yang dijalankan dengan cara yang memuaskan bagi mereka yang menderita supremasi kulit putih, penjajahan, dan kapitalisme rasial. Hak dan prinsip dalam poin 4, misalnya tentang akses atas tanah, tidak boleh digunakan untuk menggagalkan upaya masyarakat adat untuk mendapatkan kembali tanahnya.</em></strong></p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/11/02/4.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Suku Esselen mendiami tanah ini di seberang pantai Big Sur California selama lebih dari 6000 tahun, sampai penjajah Spanyol merebutnya. Klaim mereka atas hal itu baru belakangan ini diakui oleh <a href=\"https://www.greenmatters.com/p/esselen-native-american-tribe-land\">pengadilan.</a></p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<hr />\n\n<h2 id=\"tanah\"><a href=\"#tanah\"></a>4. Tanah</h2>\n\n<p><em>Cara kapitalisme dan peradaban Barat mengajari kita untuk berpikir tentang tanah dan cara mengobatinya telah membawa kita ke ambang bencana. Paradigma tanah sebagai properti, sebagai sumber daya yang akan dieksploitasi, sekaligus merupakan parodi dan kegagalan. Komodifikasi tanah telah berperan penting bagi kolonialisme dan eksploitasi, sedangkan pengukuran, demarkasi, dan penegasan kekuasaan atas tanah telah menjadi hal yang sentral bagi negara sepanjang sejarahnya.Tanah adalah makhluk hidup. Tanah tidak bisa dibeli dan dijual.</em></p>\n\n<p>A. Tanah adalah milik mereka yang memilikinya, artinya, mereka yang memeliharanya dan mereka yang kelangsungan hidupnya didasarkan padanya.</p>\n\n<p>B. Tanah harus dihormati. Masyarakat harus mempertimbangkan kepribadian tanah dan semua makhluk lain yang ada dalam hubungannya dengan itu. Gagasan bahwa hanya manusia dari tipe yang ditentukan sebelumnya yang memiliki kepribadian bertanggung jawab atas sebagian besar bencana yang kita hadapi.</p>\n\n<p>C. Tanah adalah dasar untuk kelangsungan hidup, dan semua tanah saling berhubungan.</p>\n\n<p>D. Oleh karena itu, pertahanan tanah adalah pertahanan diri, dan karena itu benar.</p>\n\n<p>E. Suatu komunitas yang ada dalam hubungan yang intim dan terlokalisasi dengan tanah, atau komunitas yang secara historis memiliki hubungan seperti itu dan terbukti sebagai pengurus tanah yang baik, mungkin akan tahu cara terbaik untuk berhubungan dengan wilayah tertentu. Orang lain harus tunduk pada mereka dalam pertanyaan tentang mempertahankan dan merawat tanah.</p>\n\n<p>F. Ini adalah tanggung jawab semua komunitas untuk membantu dan mendampingi tanah sebagai penyembuhan dari berabad-abad kapitalisme dan negara.</p>\n\n<h2 id=\"air\"><a href=\"#air\"></a>5. Air</h2>\n\n<p><em>Air adalah kehidupan.</em></p>\n\n<p>A. Semua masyarakat harus mengembalikan air yang mereka gunakan ke sungai, danau, atau akuifer sebersih yang mereka temukan.</p>\n\n<p>B. Semua komunitas memiliki tanggung jawab untuk membantu daerah aliran sungai mereka menyembuhkan dan memurnikan diri setelah berabad-abad agresi kapitalis.</p>\n\n<p>C. Mengingat perubahan iklim, penggurunan, dan semua bentuk kerusakan lain di planet ini, semua komunitas memiliki tanggung jawab untuk menyesuaikan cara hidup mereka jika terjadi kelangkaan air, dan untuk membantu satu sama lain untuk bermigrasi jika meningkatkan kelangkaan air dan penggurunan. membuat kelangsungan hidup yang bermartabat tidak mungkin.</p>\n\n<p>D. Jika terjadi kelangkaan air, prioritas penggunaan air diberikan pada bentuk pertanian berkelanjutan yang terlokalisasi dan untuk melestarikan habitat bentuk kehidupan lain.</p>\n\n<p>E. Mencemari air atau mengambil terlalu banyak sehingga orang lain di hilir atau di akuifer yang sama tidak memiliki cukup air untuk kelangsungan hidup yang bermartabat adalah tindakan agresi.</p>\n\n<p>F. Masyarakat harus menanggapi serangan di atas air mereka dengan upaya dialog dan negosiasi, tetapi jika upaya ini tidak membuahkan hasil, mereka berhak untuk membela diri.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/11/02/5.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Jembatan kereta api Garden First Nation.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h2 id=\"perbatasan\"><a href=\"#perbatasan\"></a>6. Perbatasan</h2>\n\n<p><em>Sistem global yang kita hapus didasarkan pada negara-negara yang menegaskan kedaulatan atas perbatasan yang dibatasi dengan jelas, secara bergantian bekerja sama dan bersaing dalam akumulasi kapitalis dan peperangan. Negara-bangsa selalu mengarah pada homogenisasi budaya dan bahasa serta genosida, dan perbatasan telah mengungkapkan diri mereka sebagai mekanisme yang semakin mematikan. Semua itu, untuk selanjutnya, dihapuskan.</em></p>\n\n<p>A. Orang dan komunitas, bersama-sama, memutuskan komunitas apa yang mereka inginkan untuk menjadi bagian, dan bagaimana mereka ingin dibentuk. Ini adalah prinsip asosiasi sukarela.</p>\n\n<p>B. Secara bersama-sama, sebaik mungkin, kita akan mengembangkan prinsip-prinsip Kebebasan Bergerak, yang diimbangi dengan rasa hormat terhadap komunitas yang menjadi penjaga wilayah yang ingin dilalui orang lain. Kedua prinsip ini mengharuskan penghapusan perbatasan, di satu sisi, dan penghapusan individualistis, yang bertajuk pariwisata di sisi lain. Masuk akal bagi komunitas, yang ada dalam kaitannya dengan wilayah tertentu, untuk mengharapkan privasi serta rasa hormat dasar dari pengunjung; pada saat yang sama, adalah baik bagi orang-orang untuk dapat bergerak dengan bebas untuk mencari kehidupan yang lebih baik atau bahkan hanya karena gerakan memberi mereka kegembiraan dan kesejahteraan. Kedua hak ini,  seperti adanya, mungkin akan menimbulkan konflik. Komunitas dan individu berkomitmen untuk menyelesaikan konflik tersebut sekonstruktif mungkin.</p>\n\n<p>C. Komunitas berkomitmen untuk menawarkan keramahan dasar dan perilaku yang aman bagi para migran. Ini bisa termasuk para migran yang ingin kembali ke rumah, dipaksa pindah karena pengaruh kapitalisme. Ini bisa mencakup migrasi seluruh komunitas yang melarikan diri dari efek jangka panjang rasisme lingkungan.</p>\n\n<p>D. Komunitas akan berkoordinasi lintas wilayah sesuai keinginan mereka. Ini dapat mencakup federasi yang diatur menurut garis linguistik (demi kenyamanan), badan koordinasi di daerah aliran sungai bersama, dan banyak lagi. Kaum anarkis merekomendasikan, bentuk organisasi yang berlebihan dan tumpang tindih, serta keanggotaan dalam berbagai komunitas, untuk menolak reproduksi unit-unit yang berbatasan atau identitas esensialis secara militeristik.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/11/02/6.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Cara untuk mengatur ulang lingkungan hidup seperti yang dibayangkan oleh seniman anarkis Clifford Harper.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h2 id=\"perumahan\"><a href=\"#perumahan\"></a>7. Perumahan</h2>\n\n<p><em>Bahkan pemerintah yang mengabadikan hak atas perumahan dalam konstitusinya gagal menjamin kebutuhan dasar ini. Seperti yang dikatakan Malatesta, kapitalisme adalah sistem di mana para pembangun kehilangan tempat tinggal karena terlalu banyak rumah.</em></p>\n\n<p>A. Rumah adalah milik mereka yang tinggal di dalamnya.</p>\n\n<p>B. Tidak seorang pun berhak atas rumah lebih dari yang mereka butuhkan. Ini tidak boleh direduksi menjadi prinsip “satu keluarga, satu rumah,” karena bahaya dalam menormalkan satu model keluarga, dan karena beberapa keluarga dinamis menyertakan pergerakan antara banyak  simpul, dan untuk menghormati masyarakat pastoral dan masyarakat lain yang diselenggarakan di sekitar musiman migrasi. Namun, ini berarti bahwa rumah peristirahatan orang kaya adalah permainan yang adil untuk diambil alih bagi mereka yang membutuhkan akses ke tanah atau perumahan yang layak.</p>\n\n<p>C. Perumahan bukanlah komoditas untuk diperjualbelikan.</p>\n\n<p>D. Masyarakat akan memastikan bahwa semua anggotanya memiliki perumahan yang layak, dan kemudian mereka akan membantu masyarakat sekitar menemukan sumber daya yang mereka butuhkan untuk memenuhi kebutuhan perumahan mereka.</p>\n\n<p>E. Anarkis akan mendorong transformasi perumahan, yang mana pengembangan real estate kapitalis dan perencanaan kota digunakan secara khusus untuk mempromosikan keluarga inti patriarkal. Orang didorong untuk mengubah ruang vital mereka dengan cara yang memungkinkan praktik kekerabatan yang lebih komunal, praktik membesarkan anak yang tidak didasarkan pada pasangan heteroseksual, dan ruang otonom bagi perempuan dan orang yang tidak sesuai gender.</p>\n\n<p>F. Kaum anarkis akan memprioritaskan penyediaan tempat tinggal yang aman bagi orang-orang yang melarikan diri dari hubungan dan keadaan yang penuh kekerasan.</p>\n\n<p>G. Komunitas akan segera mulai, sesuai kemampuan mereka, memodifikasi perumahan agar berkelanjutan secara ekologis, dan memodifikasi pola permukiman sehingga inti perumahan sesuai dengan kebutuhan ekologi dan budaya, menjauh dari kenyataan saat ini di mana perumahan yang ada sesuai dengan keharusan kapitalisme. Karena proses ini akan memakan waktu puluhan tahun, masyarakat harus mengembangkan rencana dan berbagi ide untuk mengatur transisi, dengan mempertimbangkan bahwa akan ada pergeseran cepat dari bahan bakar fosil dan perubahan ketersediaan bahan konstruksi yang berbeda.</p>\n\n<p>H. Mengusir orang dari rumah mereka adalah tindakan yang menimbulkan trauma emosional yang tidak kita inginkan untuk menjadi bagian dari dunia yang sedang kita bangun. Namun, banyak komunitas yang secara historis tertindas mendapati diri mereka hidup dalam situasi yang secara langsung memperpendek hidup mereka, sedangkan perumahan mewah milik orang-orang kaya mewakili generasi-generasi penjarahan yang terakumulasi; dalam kasus-kasus seperti itu, lebih baik bagi mereka untuk mengambil tempat tinggal bagi mereka yang mengambil untung dari kesengsaraan mereka daripada melanjutkan dalam kesengsaraan. Di bawah kapitalisme, tidak ada hak yang tidak dapat dicabut untuk tinggal di rumah tertentu, dan kami tidak melakukan revolusi untuk memberikan hak kepada orang kaya yang bahkan tidak mereka klaim di bawah sistem pilihan mereka sendiri.</p>\n\n<h2 id=\"makanan\"><a href=\"#makanan\"></a>8. Makanan</h2>\n\n<p><em>Aspek kunci dari akumulasi kapitalis adalah industrialisasi dan eksploitasi berlebihan produsen makanan, baik petani manusia maupun bentuk kehidupan lainnya, yang mencoba memeras surplus yang terus tumbuh. Hal ini telah menyebabkan tindakan genosida yang terkait dengan komodifikasi tanah, penghancuran total masyarakat petani, penggundulan hutan dan gurun monokrop, kelaparan massal, kepunahan massal, polusi, perubahan iklim, zona mati di lautan, perusakan dan komodifikasi komunitas makhluk hidup yang berbeda, pembunuhan tanah yang hidup, dan pemenjaraan sistematis dan penyiksaan hewan non-manusia. Cara kita memberi makan diri kita sendiri adalah hubungan yang menyatukan cara kita mengatur masyarakat kita dan hubungan yang kita buat dengan ekosistem yang lebih luas.</em></p>\n\n<p>A. Setiap orang berhak atas semua makanan yang mereka butuhkan untuk kehidupan yang sehat dan bermartabat.</p>\n\n<p>B. Memastikan bahwa setiap orang memiliki cukup makanan merupakan tanggung jawab kolektif.</p>\n\n<p>C. Secara sewenang-wenang membatasi atau menghancurkan persediaan makanan yang bergantung pada orang lain merupakan serangan terhadap kelangsungan hidup mereka. Mereka mungkin menanggapi ini dengan pembelaan diri yang sah.</p>\n\n<p>D. Pekerja di industri produksi pangan pada masa revolusi akan mensosialisasikan alat-alat produksi yang berada di bawah kendali mereka dengan tujuan menjamin akses semua orang terhadap pangan.</p>\n\n<p>E. Masyarakat akan memulai proses pendistribusian kembali lahan pertanian yang luas dan mereklamasi lahan di lingkungan perkotaan untuk memungkinkan kedaulatan pangan dan berbagi akses ke sarana untuk memberi makan diri kita sendiri.</p>\n\n<p>F. Pertanian akan beralih dari model yang bergantung pada minyak dan sangat industri saat ini ke model lokalisasi ekosentris yang dirancang untuk memenuhi dua tujuan: memastikan keamanan pangan dan memulihkan kesehatan planet ini. Makanan manusia akan diatur kembali dalam logika ekosistem.</p>\n\n<p>G. Teknologi yang sangat merusak seperti pabrik pukat dan gudang hewan untuk produksi daging dan susu skala industri akan dibongkar secepat mungkin.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2019/03/01/dinner.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Makan bersama di Ungdomshuset, pusat sosial otonom di Kopenhagen.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h2 id=\"perawatan-kesehatan\"><a href=\"#perawatan-kesehatan\"></a>9. Perawatan Kesehatan</h2>\n\n<p><em>Di bawah kapitalisme dan negara, perawatan kesehatan telah digunakan sebagai bentuk pemerasan untuk membuat orang miskin tetap dalam kesengsaraan dan penuh banyak hutang, untuk mengawasi, mendisiplinkan, dan mengontrol tubuh kita, dan khususnya untuk menyiksa dan mengontrol perempuan, orang trans dan non-biner, orang dirasialisasi, dan orang dengan kemampuan berbeda dan perbedaan kesehatan mental. Ini adalah salah satu dakwaan yang paling memberatkan dari sistem saat ini bahwa praktik-praktik yang harus berfokus pada penyembuhan berfungsi sebagai tempat untuk kekejaman dan pengambilan keuntungan.</em></p>\n\n<p>A. Setiap orang berhak atas terapi pencegahan dan kondisi kehidupan yang menjamin kesehatan terbaik mereka.</p>\n\n<p>B. Setiap orang berhak untuk menentukan sendiri apa yang dimaksud dengan kesehatan, dalam dialog dengan komunitasnya. Orang yang berbagi pengalaman atau identitas kolektif terkait dengan gender, seksualitas, kemampuan fisik, kesehatan mental, etnis, atau apa pun, dapat mengembangkan definisi atau ideal kesehatan mereka sendiri; anggota dari grup tersebut bebas untuk berlangganan definisi tersebut atau tidak untuk berlangganan mereka.</p>\n\n<p>C. Setiap orang berhak untuk mengubah tubuh mereka, sesuai dengan ekspresi gender mereka atau untuk alasan apapun, sesuai keinginan mereka. Orang memiliki hak yang tidak terbatas untuk kontrasepsi dan aborsi.</p>\n\n<p>D. Tidak ada petugas layanan kesehatan yang dapat dipaksa untuk melakukan prosedur yang tidak mereka setujui, tetapi menolak akses seseorang ke prosedur medis merupakan pelanggaran terhadap otonomi tubuh mereka. Pelatihan keterampilan yang terkait dengan perawatan kesehatan akan disebarkan seluas mungkin sehingga tidak ada yang pernah berada dalam posisi sebagai penjaga gerbang untuk perawatan kesehatan.</p>\n\n<p>E. Setiap orang berhak atas perawatan sepenuhnya yang tersedia bagi mereka di komunitas mereka, atau untuk bepergian untuk mencari kondisi yang lebih baik atau pilihan perawatan yang lebih baik.</p>\n\n<p>F. Tugas kesehatan pada saat revolusi akan mensosialisasikan rumah sakit dan institusi serta infrastruktur lain yang mereka miliki, dan melakukan yang terbaik untuk memastikan akses yang berkelanjutan ke perawatan kesehatan, untuk menguniversalkan dan meningkatkan akses dan kualitas pengobatan, untuk menyamakan pengobatan bagi yang secara historis terpinggirkan populasi, untuk memfasilitasi proses rekonsiliasi untuk mengatasi penyalahgunaan populasi tersebut oleh profesi medis, dan untuk mengatur kembali profesi mereka untuk menghilangkan semua pengaruh kapitalis dan organisasi klasis, sambil tetap membobotkan hierarki internal untuk mendukung pelatihan dan pengalaman.</p>\n\n<p>G. Perdagangan kesehatan, termasuk ancaman untuk menahan perawatan kesehatan, adalah tindakan agresi.</p>\n\n<p>H. Sebagai bagian dari proses definisi kesehatan, kaum anarkis akan mendorong pembentukan majelis yang memusatkan kebutuhan dan pengalaman orang sendiri, melanggar tradisi yang menetapkan profesional perawatan kesehatan sebagai protagonis dan orang-orang hanya sebagai wadah untuk penyakit atau pengobatan. Orang-orang akan berbagi dan menambah pengetahuan tentang tubuh mereka sendiri, memanfaatkan alat yang mereka butuhkan untuk proaktif dalam mengamankan kesehatan dan kebahagiaan sebesar mungkin.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/11/02/8.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Truk Klinik Gratis Berkeley yang menawarkan tes HIV gratis di trotoar di Berkeley, California pada tahun 2012.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h2 id=\"pendidikan\"><a href=\"#pendidikan\"></a>10. Pendidikan</h2>\n\n<p><em>Pendidikan publik telah digunakan untuk menciptakan pegawai  negeri sipil, tentara, dan warga negara yang patriotik, patuh, dan  supremasi kulit putih. Bahkan lebih lama lagi, pendidikan Katolik di  Eropa dan di koloni digunakan untuk membenarkan kolonialisme dan  otoritas negara. Baik pendidikan negeri maupun swasta terkait dengan  pelecehan anak sistematis. Bertentangan dengan stereotip klasis, orang  dengan pendidikan yang lebih formal seringkali lebih mampu untuk  mengabaikan fakta yang bertentangan dengan prasangka atau pandangan dunia mereka. Pendidikan sebagaimana adanya merupakan landasan penindasan.</em></p>\n\n<p><em>Sebaliknya, pendidikan seharusnya menjadi proses pertumbuhan dan  aktualisasi diri yang tiada akhir. Kaum anarkis selalu menjadi yang  terdepan dalam bereksperimen dengan model pendidikan pembebasan yang  melanggar formula standar pendidikan patriotik, patriarkal, kolonial,  kapitalis.</em></p>\n\n<p>A. Pengetahuan harus bebas; itu milik komunitas.</p>\n\n<p>B. Setiap orang harus dapat mengakses kesempatan pendidikan apa pun yang mereka inginkan. Kaum anarkis akan mendorong proyek-proyek khusus yang mengakhiri penindasan yang membatasi akses orang ke pendidikan karena jenis kelamin, seksualitas, ras, kelas, atau divisi lainnya. Contohnya mungkin termasuk pelatihan intensif di bidang seperti matematika, sains, dan mekanika untuk orang-orang dari kelompok yang secara historis tidak disarankan untuk memasuki bidang tersebut, atau kursus sejarah dan sastra yang memusatkan suara dan pengalaman subjek selain pria kulit putih heteroseksual kelas atas.  Proyek semacam  itu juga akan menyebarkan keragaman lingkungan belajar yang tidak mengasumsikan standar normatif tunggal dari kemampuan fisik dan mental.</p>\n\n<p>C. Kaum anarkis akan membantu memastikan bahwa kelompok yang secara historis terpinggirkan dapat memperoleh sumber daya yang mereka butuhkan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan tubuh pengetahuan yang penting bagi komunitas khusus mereka dan untuk menyebarkannya sesuai keinginan mereka.</p>\n\n<p>D. Anak-anak bebas untuk terlibat dalam pengaturan pendidikan sesuai keinginan mereka, dalam dialog dengan komunitas mereka. Anak-anak bebas dengan semua kebutuhan dasarnya terpenuhi terus-menerus mengikuti pendidikan mereka sendiri, terlepas dari apakah mereka melakukannya dalam suasana formal.</p>\n\n<p>E. Guru dan profesor yang ingin terus bekerja seperti itu dapat mengatur pendidikan dasar, tetapi kaum anarkis akan mendorong munculnya proyek-proyek baru berdasarkan model pendidikan yang membebaskan daripada menghafal atau menyelesaikan modul yang sudah terbentuk sebelumnya, terutama kolektif swakelola proyek pendidikan.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/11/02/9.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>David Graeber berbicara di Maagdenhuis di Amsterdam pada tahun 2015.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>F. Profesi yang terbukti berguna dan diinginkan setelah kapitalisme runtuh akan menyelenggarakan program pendidikan untuk melatih anggota baru dari profesi tersebut, mengambil alih sumber daya dari sekolah dan universitas atau mengambil alih ruang pengajaran di dalamnya, dalam dialog dengan profesi lain.</p>\n\n<p>G. Organisasi ilmiah dapat menjadi diri mereka sendiri untuk menyediakan pelatihan profesional di dalam konsitusi pendidikan, dan untuk memelihara laboratorium dan makalah yang ditinjau oleh sejawat. Mereka akan membahas cara-cara untuk meningkatkan sumber daya yang diperlukan untuk memelihara laboratorium dan teknologi yang dibutuhkan tanpa memanfaatkan proses produksi pengetahuan. Salah satu solusi yang mungkin adalah bahwa eksperimen ilmiah harus menanggapi sebagian besar kebutuhan yang disuarakan oleh komunitas secara keseluruhan.</p>\n\n<p>H. Pendidikan lanjutan yang dibutuhkan untuk menjadi ilmuwan merupakan anugerah dari komunitas kepada individu; pengetahuan yang membantu para ilmuwan untuk menghasilkan harus menjadi hadiah kembali kepada komunitas. Ilmuwan juga harus menghormati tanggung jawab mereka untuk berbagi perangkat pendidikan seluas mungkin. Pengetahuan dan pelatihan ilmiah tidak boleh terkonsentrasi di beberapa tangan. Ilmu pengetahuan yang baik tumbuh subur pada partisipasi luas dalam proses penelitian dan tinjauan. Agar sains dapat hidup, para ilmuwan harus berhenti memperlakukan manusia lain sebagai objek dalam cawan petri dan fokus pada melengkapi mereka untuk berpartisipasi dalam proses itu.</p>\n\n<p>I. Ilmuwan, guru, dan pendidik lainnya akan memfasilitasi proses rekonsiliasi untuk menangani bentuk-bentuk pelecehan yang mungkin mereka alami sebelum revolusi, dari memfasilitasi kekerasan polisi terhadap siswa hingga bekerja dengan perusahaan yang menyebabkan kerugian bagi orang-orang. Ilmuwan  terakreditasi yang menggunakan pengetahuan mereka untuk membantu bahan bakar fosil, persenjataan, dan industri serupa harus dilucuti dari legitimasi yang mereka rasakan dengan cara yang sama seperti para dokter dapat dihukum karena malapraktik.</p>\n\n<p>J. Asosiasi ilmuwan akan memutuskan apakah mereka benar-benar perlu menggunakan beberapa bentuk perizinan untuk menjamin kualitas pekerjaan mereka. Jawabannya mungkin tidak sama untuk ahli bedah jantung seperti untuk ahli botani.  Ini menyiratkan keseimbangan antara kebutuhan ilmuwan untuk memastikan standar kualitas, kepentingan orang untuk mencegah monopoli atau penjaga gerbang yang membatasi akses ke pengetahuan dan pelatihan, serta kebutuhan  masyarakat  akan transparansi  — memastikan, misalnya, orang yang mereka percayai perawatan medis atau proyek teknologi mereka yang mungkin mencemari lingkungan mereka tidak pernah diabaikan secara berbahaya di masa lalu. Asosiasi orang awam juga akan mengatur untuk mempertimbangkan keputusan ini.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/11/02/10.jpg\" />\n</figure>\n\n<h2 id=\"produksi\"><a href=\"#produksi\"></a>11. Produksi</h2>\n\n<p><em>Di bawah kapitalisme, produksi adalah salah satu alat utama untuk mengumpulkan modal bagi orang kaya — melalui kerja  yang teralienasi, eksploitasi, dan  perusakan lingkungan. Dalam anarki, satu-satunya pertanyaan adalah bagaimana memenuhi kebutuhan yang didefinisikan secara sosial, yang mencakup segala sesuatu mulai dari kelangsungan hidup kolektif hingga kebutuhan yang dirasakan orang untuk tumbuh dan menikmati hidup.</em></p>\n\n<p>A. Mantan pekerja akan memanfaatkan tempat kerja mereka sedini mungkin, mempelajari apakah tempat kerja (pabrik, bengkel, kantor, toko, restoran, dll.) Dapat dimodifikasi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat secara sosial dengan cara yang sehat. Jika tidak, tempat kerja akan dihancurkan dan sumber dayanya dibagikan kepada mantan pekerja, komunitas tetangga, dan tempat kerja yang berguna.</p>\n\n<p>B. Mantan pekerja, tidak termasuk manajer sambil menyambut pengangguran dengan keterampilan terkait yang telah ditolak aksesnya ke pekerjaan di bawah kapitalisme, akan menciptakan beberapa bentuk struktur kolektif, koperasi, atau komunal untuk mengatur tempat kerja mereka, bersekutu dengan tempat kerja lain di seluruh industri mereka untuk mengawasi produksi barang yang berguna secara sosial.</p>\n\n<p>C. Delegasi dalam federasi yang produktif ini harus terikat pada mandat kolektif tertentu (mempromosikan posisi yang muncul dari majelis basis mereka), mereka harus segera ditarik kembali jika gagal mandat tersebut, dan mereka harus terus menjalankan keahlian mereka. Majelis tempat kerja akan memutuskan apakah delegasi harus melaksanakan pekerjaan normal mereka setiap hari atau apakah mereka dapat dimaafkan selama beberapa bulan sebelum kembali ke pekerjaan normal, seperti yang dituntut oleh kondisi pekerjaan mereka dan kebutuhan tenaga kerja federatif (misalnya, delegasi mungkin harus melakukan perjalanan jauh dan mungkin tidak dapat bekerja selama periode tertentu).</p>\n\n<p>D. Mereka yang ingin menjadi perwakilan profesional, tidak melakukan pekerjaan lain selain sebagai birokrat dan politisi, dapat membentuk federasi perwakilan mereka sendiri untuk mewakili diri mereka sendiri dan orang lain dengan kemampuan terbaik mereka. Untuk tujuan ini, mereka disarankan untuk mengecat wajah mereka dengan warna putih, mengenakan baret dan kemeja bergaris, melakukan perjalanan dari komunitas ke komunitas, dan mengadakan rapat komite yang terbuka untuk umum. Orang tidak membutuhkan birokrat — tetapi kami akan selalu membutuhkan hiburan!</p>\n\n<p>E. Tidak seorang pun dapat dipaksa untuk bekerja. Komunitas dan federasi yang produktif akan melakukan yang terbaik untuk beroperasi sesuai dengan logika kelimpahan daripada logika kelangkaan atau monopoli. Orang yang ingin melakukan pekerjaan yang produktif atau kreatif dalam lingkungan atau cara yang lebih individual akan didorong untuk melakukannya, dan sejauh memungkinkan, mereka akan diberi ruang dan sumber daya yang mereka butuhkan, meskipun pada saat-saat kelangkaan mutlak, seperti sebagai tahun-tahun transisi yang sulit, komunitas mungkin lebih memilih untuk memilih tempat kerja kolektif yang lebih efektif yang segera menanggapi kebutuhan komunitas.</p>\n\n<p>F. Kegiatan produktif yang berbeda gender dihapuskan. Kaum anarkis mendorong komunitas mereka untuk merefleksikan bagaimana berbagai kegiatan yang berguna, perlu, dan bermanfaat diakui secara tidak setara dan dihargai dengan status, dan mengusulkan inisiatif atau tradisi baru untuk menghilangkan sisa-sisa patriarki ini.</p>\n\n<p>G. Mantan pekerja didorong untuk sepenuhnya mengubah tempat kerja mereka, mendekonstruksi mesin menjadi peralatan komponennya jika perlu agar dapat bekerja dengan kecepatan yang lebih aman dan menciptakan lingkungan yang sehat dalam hal kebisingan, kualitas udara, bahan kimia, dan non-pekerjaan berulang.</p>\n\n<p>H. Tempat kerja akan mencapai keseimbangan antara keinginan kreatif atau produktif anggota, kebutuhan masyarakat sekitar, dan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. Ini berarti mendorong pengrajin dalam pengembangan kreatif mereka, memastikan untuk tidak mencemari komunitas di sekitarnya dengan bahan kimia berbahaya atau kebisingan yang berlebihan, dan berusaha menciptakan hal-hal yang dibutuhkan orang lain dalam masyarakat, meskipun merangkul logika kelimpahan berarti memberikan arahan terakhir ini interpretasi seluas mungkin kecuali dalam kasus kelangkaan akut yang mengancam kelangsungan hidup komunitas.</p>\n\n<p>I. Infrastruktur energi yang merusak akan dihentikan secara bertahap dengan kecepatan yang paling aman. Para ahli di bidang terkait akan didorong untuk mengawasi penutupan pembangkit listrik tenaga nuklir sesuai dengan jadwal yang menyisakan sedikit limbah radioaktif tinggi dan penyumbatan sumur minyak sehingga tidak mencemari air tanah.</p>\n\n<p>J. Pada waktu yang tidak terlalu mendesak, masyarakat akan mengeksplorasi penghentian proyek “energi hijau” yang sangat merusak yang membahayakan populasi sungai, burung yang selalu terbang kesana sini dan makhluk hidup lainnya. Pekerjaan ini akan bergantung pada pengembangan lokal, produksi energi ekologi dan pengurangan drastis penggunaan energi secara keseluruhan, sebagian di antaranya adalah mendesain ulang bangunan untuk memungkinkan pemanasan dan pendinginan matahari pasif, sebuah upaya yang menuntut yang tidak dapat diselesaikan dalam satu upaya dasawarsa.</p>\n\n<p>K. Masyarakat akan memutuskan teknologi apa dan jenis eksperimen ilmiah dan pengembangan apa yang akan mereka dukung. Namun, dalam semua kasus, komunitas dan organisasi ilmiah yang terlibat harus mampu menyerap atau memulihkan semua konsekuensi negatif dari teknologi tersebut. Tidak ada pembenaran untuk menambang wilayah orang lain atau menciptakan zat beracun yang harus dihadapi oleh generasi mendatang.</p>\n\n<figure class=\"portrait\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/11/02/11.jpg\" />\n</figure>\n\n<h2 id=\"distribusi-komunikasi-dan-transportasi\"><a href=\"#distribusi-komunikasi-dan-transportasi\"></a>12. Distribusi, Komunikasi, dan Transportasi</h2>\n\n<p><em>Melokalkan kekuatan pada masyarakat dan komunitas memiliki tambahan dalam mengatur sarana material untuk bertahan hidup pada kemungkinan tingkat lokal, misalnya melalui prinsip-prinsip seperti kedaulatan pangan. Namun, bahaya ketergantungan pada sistem sosioekonomi yang eksploitatif berkurang secara dramatis ketika orang dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan bertahan hidup mereka melalui sumber daya dan aktivitas jaringan kecil komunitas lokal. Untuk sisa kebutuhan tersebut, serta semua hal yang membuat hidup lebih menyenangkan, mungkin perlu mengatur distribusi di berbagai wilayah di benua dan sekitarnya. Selain itu, perjalanan sangat penting dalam masyarakat anarkis untuk menanamkan kesadaran global, mendorong timbal balik dan solidaritas, mencegah munculnya perbatasan, dan mengumpulkan pengetahuan sebanyak mungkin.</em></p>\n\n<p>A. Semua mata uang yang didukung negara dihapuskan. Semua hutang moneter dibatalkan.</p>\n\n<p>B. Pertukaran barang antar komunitas harus dilakukan dengan cara yang adil. Komunitas yang berhubungan dekat mungkin lebih menyukai  pertukaran gratis atau ekonomi hadiah. Komunitas tanpa dasar kepercayaan yang membuat ekonomi hadiah lebih mudah untuk dipraktikkan dapat  memutuskan untuk menggunakan perdagangan <em>quid pro quo</em>, tetapi  berdagang untuk mendapatkan keuntungan (perdagangan serial untuk  menangkap pertumbuhan nilai) atau membebankan bunga pada peminjaman  barang dapat dianggap sebagai upaya yang dipaksaan dan eksploitasi.</p>\n\n<p>C. Masyarakat harus mengejar kedaulatan pangan, memenuhi sebagian  besar kebutuhan kelangsungan hidup mereka dari basis lahan lokal mereka, tetapi di luar itu, infrastruktur harus dipertahankan untuk mendorong  pertukaran dan perjalanan.</p>\n\n<p>D. Pekerja transportasi, bersama dengan masyarakat yang terkena  dampak, akan bekerja sama untuk mengubah infrastruktur transportasi yang ada menjadi sedapat mungkin berkelanjutan secara ekologis, sementara  infrastruktur lainnya (misalnya, bandara dan jalan raya) akan dibongkar.</p>\n\n<p>E. Cadangan bahan bakar fosil yang telah diekstraksi dan  infrastruktur yang ada akan dijatah, dengan memprioritaskan transisi  dalam produksi pertanian, reparasi sumber daya global, dan menjaga  konektivitas di daerah pedesaan tanpa alternatif transportasi.</p>\n\n<p>F. Komunitas, pekerja transportasi, dan mereka yang terlibat dalam  memerangi kekerasan patriarki pada saat revolusi akan bekerja sama untuk memastikan bahwa orang dapat bepergian dengan bebas dan aman tanpa  memandang gender mereka. Komunitas yang mengaktifkan atau mengizinkan  kekerasan terhadap perempuan atau orang yang tidak sesuai gender yang  melakukan perjalanan melalui wilayah mereka dianggap melakukan agresi  terhadap seluruh dunia.</p>\n\n<p>G. Masyarakat akan melakukan yang terbaik untuk memelihara  infrastruktur komunikasi yang ada sehingga mereka dapat tetap  berhubungan untuk berkomunikasi secara global dan berbagi pengalaman  proses revolusioner masing-masing. Dalam jangka panjang, mereka akan  mencari cara untuk memelihara infrastruktur yang menurut mereka berguna  dengan bahan daur ulang atau tidak berbahaya. Mereka juga akan  mempelajari apakah perilaku adiktif dan depresif yang terkait dengan  teknologi jejaring sosial adalah intrinsik dari teknologi tersebut atau  respons maladaptif terhadap keterasingan kapitalisme.</p>\n\n<h2 id=\"resolusi-konflik-dan-keadilan-transformatif\"><a href=\"#resolusi-konflik-dan-keadilan-transformatif\"></a>13. Resolusi Konflik dan Keadilan Transformatif</h2>\n\n<p><em>Penjara dan polisi sudah ada terlalu lama, menghancurkan orang dan komunitas. Ada cara untuk menangani konflik kehidupan sosial yang tak terhindarkan yang melihat orang mampu tumbuh, menebus, dan menyembuhkan, dan yang diatur untuk memenuhi kebutuhan komunitas daripada untuk melindungi sistem penindasan dan ketidaksetaraan. Revolusi adalah proses menghancurkan kekuasaan negara; itu juga merupakan proses kelahiran kembali komunitas yang nyata. Kapitalisme memaksa kita untuk bergantung pada mekanismenya untuk kelangsungan hidup kita, tetapi setelah itu dihapuskan, kelangsungan hidup kita sekali lagi menjadi sesuatu yang kita ciptakan secara kolektif.</em></p>\n\n<p>A. Komunitas dibentuk kembali melalui majelis dan ruang lain di mana mereka mengatur wilayah mereka dan kelangsungan hidup anggotanya. Sebagian dari ini berarti bertanggung jawab kepada komunitas tempat kelangsungan hidup kita bergantung, dan mengambil bagian dalam penyelesaian konflik yang sehat, penyembuhan kerugian, dan pemulihan hubungan timbal balik.</p>\n\n<p>B. Komunitas akan melakukan yang terbaik untuk  memungkinkan cara-cara yang mengalir dan menghubungkan keterputusan itu dengan struktur tertutup, patriarkal, dan mikro-opresif yang telah tradisional di banyak tempat. Namun, tidak ada kelonggaran yang perlu diberikan pada konsep dominan fluiditas kapitalisme akhir di mana orang  bergerak  melalui ruang tanpa pernah mengakui hubungan mereka, dampaknya terhadap orang lain, atau fakta sederhana bahwa kelangsungan hidup mereka bukanlah milik pribadi mereka.</p>\n\n<p>C. Orang-orang yang terlibat dalam mediasi, resolusi konflik, dan keadilan transformatif akan berbagi sumber daya dan mendorong komunitas untuk menangani konflik dan kerugian dengan cara restoratif yang mendorong penyembuhan dan rekonsiliasi. Kami juga akan memastikan bahwa beban pekerjaan ini tidak jatuh secara tidak proporsional menurut gender.</p>\n\n<p>D. Komunitas akan menentukan norma dan batasan seputar perilaku berbahaya, tetapi kaum anarkis akan mendorong mereka untuk mengembangkan praktik yang memusatkan dialog dan proses penyembuhan dan rekonsiliasi, daripada kodifikasi perilaku dan hukuman yang dilarang.</p>\n\n<p>E. Komunitas yang sudah memiliki tradisi proses mediasi dan rekonsiliasi didorong untuk berbagi pengalaman mereka sesuai keinginan mereka.</p>\n\n<p>F. Semua penjara akan dibongkar, dengan komunitas yang menampung mantan narapidana yang telah dihukum karena melukai orang lain dan berkomitmen untuk bekerja dengan mereka dalam mengeksplorasi keadaan di sekitar bahaya.</p>\n\n<p>G. Komite orang-orang yang berpengalaman dalam keadilan transformatif akan bekerja dengan mantan narapidana yang tidak diterima dan dijamin oleh komunitas mana pun, bersama dengan komunitas yang dirugikan oleh mereka, untuk mencoba mencari solusi.</p>\n\n<p>H. Mengingat bahwa oposisi total terhadap penjara bukanlah posisi yang tersebar luas, kaum anarkis akan mengorganisir perdebatan tentang kemungkinan tanggapan lain terhadap skenario terburuk dari bahaya — sebagian kecil kasus di mana orang berulang kali membunuh, menyalahgunakan, atau menjadikan orang lain korban. Salah satu usulan yang mungkin adalah selalu mendukung rekonsiliasi dengan semua sumber daya yang tersedia, tetapi jangan pernah mendelegitimasi tindakan pembelaan diri atau balas dendam yang otonom, terutama dalam kasus di mana rekonsiliasi bukanlah hasil yang realistis.</p>\n\n<p>I. Perhatian khusus akan diberikan pada semua tindakan gender dan kekerasan seksual, terutama yang telah dinormalisasi di bawah rezim hukum patriarkal yang akan dihapuskan. Orang-orang yang aktif menentang kekerasan semacam itu akan menyarankan struktur dan praktik yang sesuai untuk diterapkan oleh komunitas.</p>\n\n<figure class=\"portrait\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/11/02/12.jpg\" />\n</figure>\n\n<h2 id=\"keamanan\"><a href=\"#keamanan\"></a>14. Keamanan</h2>\n\n<p><em>Negara berkembang dengan kebohongan bahwa keamanan dan kebebasan  merupakan dikotomi, dua hal yang ada dalam proporsi yang terbalik dan  bahwa kita harus mengorbankan masing-masing dalam ukuran yang sama untuk mencapai keseimbangan di antara keduanya. Karena keamanan berhubungan  dengan kelangsungan hidup, negara dapat meyakinkan kita bahwa kita tidak akan dapat menikmati sedikit kebebasan yang kita miliki jika kita tidak memprioritaskan keamanan dan menerima perlindungannya.</em></p>\n\n<p><em>Sebenarnya, kelangsungan hidup kita, keamanan kita, dan kebebasan kita semua bergantung pada seberapa baik kita dapat menjaga satu sama  lain, bukan seberapa tinggi kita membangun tembok di sekitar diri kita  sendiri. Selama negara ada, bahkan hanya sebagai proyeksi dalam benak  orang yang haus kekuasaan, kita perlu mempertahankan diri dari mereka  yang akan menundukkan dan mengeksploitasi kita; terkadang, kita juga  perlu membela diri dari mereka yang menyebabkan kerugian dengan tidak  mengenali batasan orang lain, tidak berempati dengan orang lain, atau  tidak menyadari konsekuensi dari tindakan mereka sendiri. Bagaimana kita mengatur pertahanan kita bisa berbahaya bagi kebebasan kita. Ini juga  merupakan tantangan untuk memahami bahaya dan konflik dengan cara yang  mengubah kita dan orang lain, daripada menetapkan antagonis kita sebagai musuh permanen yang perlu kita hancurkan.</em></p>\n\n<p>A. Semua pasukan polisi dihapuskan, dan anggotanya harus berpartisipasi dalam proses rekonsiliasi untuk mengatasi kerugian yang mereka timbulkan. Mereka yang menolak dapat dianggap sebagai paramiliter statis.</p>\n\n<p>B. Komunitas dapat menciptakan semacam layanan sukarela untuk melindungi dari berbagai bentuk agresi atau bahaya interpersonal. Namun, untuk mencegah kemunculan kepolisian, apa pun bentuk layanan ini, ia harus berfokus pada de-eskalasi dan rekonsiliasi daripada hukuman; ia harus fokus pada memanggil seluruh komunitas untuk menangani konflik atau contoh yang merugikan daripada memonopoli tanggapan; dan peserta tidak boleh memiliki keistimewaan khusus dalam hal hak untuk menggunakan kekuatan atau akses ke senjata yang tidak dimiliki oleh anggota komunitas lainnya.</p>\n\n<p>C. Masyarakat didorong untuk membuat semacam kelompok pelindung, tradisi, atau struktur yang secara khusus dirancang untuk menanggapi dan menangani kekerasan gender dalam segala bentuknya. Mereka mungkin ingin kekuatan ini terdiri dari orang-orang selain laki-laki.</p>\n\n<p>D. Karena negara tidak akan dihapuskan di mana-mana sekaligus, dan karena banyak komunitas dengan nilai-nilai hierarkis mungkin terus ada dan mungkin mencoba untuk menundukkan komunitas tetangga sesuai keinginan mereka, mungkin ada kebutuhan untuk menciptakan milisi anarkis atau unit-unit pertempuran lainnya — keduanya untuk mempertahankan wilayah bebas dan untuk terlibat dalam peperangan revolusioner melawan wilayah negara, imperialis. Untuk pantas mendapatkan istilah “milisi bebas” dan “perang revolusioner,” ini harus didedikasikan pada beberapa prinsip utama yang membedakan mereka dari tentara statis. Hanya memasang bendera merah saja tidak cukup. Para pejuang harus menjadi sukarelawan; mereka harus dapat memilih pemimpin dan struktur kepemimpinan mereka sendiri.  Tidak boleh ada perwira dengan hak istimewa aristokrat. Keseluruhan pasukan harus memutuskan bersama tentang ukuran disiplin yang dapat diterima. Majelis yang melampaui milisi bebas — misalnya, federasi komunitas dari mana para pejuang berasal — akan menentukan tujuan strategis yang luas dan pedoman untuk perilaku kemanusiaan.  Dengan  kata lain, milisi tidak boleh sepenuhnya otonom: mereka ada untuk membela kebutuhan komunitas yang lebih luas, daripada mendominasi komunitas tersebut atau mempromosikan kepentingan mereka sendiri pada apa pun kecuali pada tingkat taktis.</p>\n\n<p>E. Milisi bebas akan menghindari logika perang teritorial dan agresif di mana tujuannya adalah untuk menaklukkan ruang yang ditentukan sebagai wilayah musuh. Tujuannya harus berupa peperangan defensif, membela komunitas dan mencegah orang lain menyerang, atau perang revolusioner, mendukung orang-orang dalam masyarakat yang menindas yang berjuang untuk kebebasan mereka sendiri. Dalam kasus terakhir, inisiatif harus datang dari orang-orang yang tertindas dan tidak boleh diorganisir terutama oleh milisi dari wilayah tetangga.</p>\n\n<p>F. Komunitas bebas tidak mencoba melenyapkan atau memusnahkan musuh. Mereka mempertahankan kebebasan dan martabat mereka, dan mendukung orang lain yang melakukannya, dan kemudian mereka mencoba berteman atau paling tidak berdamai.</p>\n\n<p>G. Keselamatan, dalam kerangka anarkis, bukanlah perlindungan yang lemah oleh yang kuat, itu adalah pemberdayaan dan kapasitas yang dipupuk untuk membela diri semua, dengan prioritas diberikan kepada mereka yang sosialisasi gender, rasialisasi, atau perbedaan fisik dan psikologis telah secara khusus melemahkan mereka di bawah kondisi yang menindas saat ini.</p>\n\n<p>H. Perdamaian, dalam kerangka anarkis, bukanlah sekadar tidak adanya konflik bersenjata, terutama ketika ketidakhadiran tersebut menunjukkan persetujuan terhadap penindasan. Perdamaian adalah hasil dari kebahagiaan, kebebasan, dan aktualisasi diri, yang kami harap program ini akan memupuk lebih dari yang pernah dimiliki kapitalisme, dan upaya proaktif. Kaum anarkis akan mendorong komunitas untuk terlibat dan bertukar tidak hanya dengan tetangga dekat mereka, tetapi secara lintas benua, berbagi dan menciptakan ikatan budaya, kedekatan, dan persahabatan dalam skala global sehingga membuat perang penaklukan dan pemusnahan yang telah dipraktikkan negara selama ribuan tahun menjadi tak terbayangkan.</p>\n\n<h2 id=\"organisasi-dan-koordinasi-masyarakat\"><a href=\"#organisasi-dan-koordinasi-masyarakat\"></a>15. Organisasi dan Koordinasi Masyarakat</h2>\n\n<p><em>Bertentangan dengan kewarganegaraan yang tidak disengaja dan pengambilan keputusan diktator atau perwakilan yang memaksakan undang-undang homogenisasi pada semua masyarakat, anarkisme mengemukakan prinsip-prinsip asosiasi sukarela dan organisasi mandiri, yang berarti orang bebas untuk membentuk diri mereka sendiri ke dalam kelompok yang mereka pilih, untuk mengatur kelompok-kelompok itu sesuai keinginan mereka, dan untuk mengatur kehidupan mereka setiap hari, dengan partisipasi semua orang.</em></p>\n\n<p>A. Setiap komunitas berdiri secara otonom dan bebas mengatur urusannya sendiri. Setiap komunitas harus mengembangkan metode dan struktur organisasi dan penghidupannya sendiri.</p>\n\n<p>B. Anarkis mendorong model yang memprioritaskan kesejahteraan dan mencegah kemunculan kembali organisasi statis, termasuk ekonomi hadiah dalam komunitas, dan tumpang tindih, bentuk organisasi yang berlebihan yang mencegah sentralisasi kekuasaan, seperti kombinasi dari majelis teritorial federasi, majelis tempat kerja, organisasi infrastruktur, dan organisasi profesi dan pendidikan. Tujuannya adalah untuk menyatukan orang-orang dalam beragam ruang organisasi. Dengan cara ini, banyak model dan budaya organisasi yang berbeda dapat dipraktikkan, karena tidak ada yang netral atau dapat diakses secara setara oleh semua orang; konflik dimediasi dengan memperbanyak hubungan melalui berbagai ikatan organisasi dan wilayah; dan munculnya kelas politik yang ahli dalam memanipulasi majelis dan yang tumbuh subur di ruang politik yang teralienasi tidak dianjurkan. Jika tidak ada ruang sentral di mana semua keputusan dan otoritas dilegitimasi, tidak peduli seberapa partisipatifnya ruang itu, tidak akan ada kelas politik. Inilah perbedaan antara demokrasi dan anarki — belum lagi fakta bahwa anarkisme secara historis menentang perbudakan, kapitalisme, patriarki, imperialisme, dan sejenisnya, sedangkan demokrasi sering bergantung pada mereka.</p>\n\n<p>C. Untuk mencegah kembalinya dinamika otoriter dalam kedok demokrasi, kaum anarkis sebaiknya memfasilitasi proses komunitas yang mengeksplorasi bagaimana mekanisme formal dan informal dari pengambilan keputusan mendistribusikan kekuasaan gender dan betapa pentingnya ruang informal dan non-legitimasi bagi organisasi kehidupan sehari-hari — tetapi juga mengidentifikasi ruang informal mana yang memungkinkan sentralisasi kekuasaan dan mempelajari bagaimana berbagai cara mengorganisir, membuka, dan menyebarkan ruang formal dapat berfungsi untuk mencegah daripada memfasilitasi sentralisasi kekuasaan.</p>\n\n<p>D. Sebagai aturan umum, satu-satunya saat yang dapat diterima untuk campur tangan dalam urusan komunitas tetangga adalah dalam masalah pertahanan diri, ketika mereka tidak menghormati kebutuhan tetangga mereka akan kebebasan dan kelangsungan hidup yang bermartabat.</p>\n\n<p>E. Ketika sebuah komunitas tidak menghormati kebutuhan anggotanya akan makanan, air, tempat tinggal, perawatan kesehatan, dan integritas tubuh, adalah baik bagi komunitas tetangga untuk menawarkan dukungan dan perlindungan kepada anggotanya. Komunitas tetangga mungkin mendukung upaya anggota komunitas pertama yang tertindas atau tereksploitasi untuk mengakhiri penindasan mereka, tetapi pembebasan harus selalu menjadi tugas mereka yang paling terpengaruh langsung oleh penindasan. Masyarakat harus berusaha untuk menghindari campur tangan secara langsung atau paksa dalam urusan tetangga mereka.</p>\n\n<p>F. Masyarakat harus berusaha untuk menerima perbedaan yang tak terhindarkan yang mereka miliki dengan tetangga mereka, dengan tujuan untuk membina hubungan dialog dan perdamaian. Dalam kasus komunitas yang tidak menghormati martabat dan kelangsungan hidup orang lain, mungkin lebih baik mencari mediasi atau memutuskan koneksi daripada meningkat menjadi konflik fisik.</p>\n\n<p>G. Banyak komunitas akan menemukan kebutuhan atau keinginan untuk bergabung dalam asosiasi yang lebih besar untuk urusan budaya, produksi, dan distribusi dan untuk berbagi sumber daya bersama. Lebih disukai untuk membentuk federasi atau asosiasi bebas yang mempertahankan kekuasaan di tingkat lokal, sambil juga menciptakan banyak ikatan organisasi lintas sektor sehingga setiap orang di setiap komunitas menjadi anggota dari banyak kelompok — misalnya, badan koordinasi untuk melindungi DAS bersama, pengelompokan budaya-bahasa, asosiasi ilmiah dan sistem universitas, persatuan produsen dan konsumen untuk berbagi sumber daya, dan konfederasi teritorial. Dengan cara ini, setiap komunitas memiliki jaringan hubungan yang lebih kaya, dan dalam kasus konflik, perselisihan tidak terpecah menjadi dua sisi yang berperang.</p>\n\n<h2 id=\"planet\"><a href=\"#planet\"></a>16. Planet</h2>\n\n<p><em>Kapitalisme telah membawa planet ini ke jurang kehancuran. Tidaklah cukup untuk menghancurkan kapitalisme. Kita juga harus mencabut cara kapitalis Barat dalam berhubungan dengan tanah demi hubungan yang sehat, timbal balik, ekosentris, dan kita harus melakukan segala kemungkinan untuk menyembuhkan planet dan semua komunitas hidup yang berbagi dengannya.</em></p>\n\n<p>A. Merupakan tanggung jawab kita untuk membantu planet ini menyembuhkan dan membantu memastikan kelangsungan hidup dan kelangsungan semua komunitas yang hidup.</p>\n\n<p>B. Komunitas akan merawat wilayah mereka sebaik mungkin untuk memulihkan kerusakan dan polusi yang disebabkan oleh kapitalisme, untuk mengidentifikasi dan melindungi spesies dan ekosistem yang dalam bahaya, untuk mempromosikan pembangunan kembali ruang, dan menganggap diri mereka sebagai bagian dari ekosistem.</p>\n\n<p>C. Komunitas dan asosiasi ilmiah akan mengumpulkan sumber daya dan berbagi informasi untuk melacak masalah yang menjadi perhatian global, seperti gas rumah kaca, spesies rentan, zona mati, dan polusi plastik di lautan, radiasi, dan bentuk lain dari polusi jangka panjang. Mereka akan menetapkan target dan membuat rekomendasi kepada komunitas dan konfederasi teritorial tertentu dengan tujuan memperbaiki masalah ini selengkap dan seadil mungkin.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/11/02/13.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Komunitas hidup pedesaan yang otonom seperti yang dibayangkan oleh seniman anarkis, Clifford Harper.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<hr />\n\n<h2 id=\"glosarium\"><a href=\"#glosarium\"></a>Glosarium</h2>\n\n<h3 id=\"komunitas\"><a href=\"#komunitas\"></a>Komunitas</h3>\n\n<p>Komunitas adalah sekelompok orang yang hidup bersama, saling  menciptakan kelangsungan hidup materi dan budayanya. Karena komunitas  mendefinisikan dan mengatur diri mereka sendiri, sulit untuk memberi  mereka definisi khusus. Dalam beberapa kasus, <em>komunitas</em> mengacu pada kelompok yang lebih kecil, antara 30-150 orang, yang berkoordinasi lebih dekat untuk penyelenggaraan urusan sehari-hari, memanfaatkan  jumlah kecil dan hubungan dekat untuk memutuskan urusan mereka dengan  lancar dan horizontal. Dalam kasus lain, ini juga dapat merujuk pada  supra-komunitas dari beberapa, lusinan, atau bahkan ratusan komunitas  yang berbagi bahasa dan budaya yang sama dan identifikasi dengan suatu  wilayah, dan yang sering berkoordinasi untuk masalah subsisten,  infrastruktur, pendidikan, dan masalah lain.</p>\n\n<p>Dalam beberapa kasus dalam teks, <em>komunitas yang hidup</em> tidak secara eksklusif mengacu pada manusia tetapi pada semua makhluk hidup yang ada dalam suatu jaringan hubungan.</p>\n\n<h3 id=\"kelebihan-kekayaan\"><a href=\"#kelebihan-kekayaan\"></a>Kelebihan Kekayaan</h3>\n\n<p>Komunitas harus memutuskan sendiri apa yang merupakan <em>kekayaan berlebih</em> atau orang <em>kaya</em>. Namun, maksud dalam teks ini sama sekali tidak mengikuti jejak  populisme sayap kiri dan memfokuskan ketidaksetujuan kita pada miliuner  atau bahkan jutawan. Sebaliknya, kami merasa standar harus disetel jauh  lebih rendah. Untuk menentukan kekayaan, kami menyarankan tiang penunjuk sebagai memiliki kekayaan tiga kali lebih banyak daripada rata-rata di wilayah geografis tertentu (misalnya, mereka yang menghasilkan lebih  dari tiga kali gaji rata-rata di negara mereka sebelum penghapusan  kapitalisme dan negara-bangsa). <em>Kelebihan</em> <em>kekayaan,</em> setelah penghapusan uang, adalah segala sesuatu yang dimiliki orang kaya yang  tidak diperlukan untuk kelangsungan hidup mereka yang bermartabat,  terutama apa yang mereka gunakan untuk dengan mencolok memisahkan diri  dari rata-rata.</p>\n\n<h3 id=\"manajer\"><a href=\"#manajer\"></a>Manajer</h3>\n\n<p>Manajer adalah seseorang yang tugasnya mengawasi dan mendisiplinkan pekerja lain untuk meningkatkan produktivitas dan memfasilitasi eksploitasinya. Di setiap tempat kerja, orang dapat memutuskan apakah seseorang melakukan sesuatu yang benar-benar berguna sebelum revolusi dan apakah sebagian atau seluruh kategori pekerjaan mereka dapat ditebus.</p>\n\n<h3 id=\"hak\"><a href=\"#hak\"></a>Hak</h3>\n\n<p>Dalam dokumen ini, kami tidak menggunakan konsep hak dalam gaya Kristen atau liberal, sebagai seperangkat properti yang dijamin oleh Tuhan atau alam, atau dalam gaya statis, sebagai daftar peluang yang harus dilindungi oleh negara bagi semua warganya. Yang kami maksudkan secara ketat dalam arti etika anti-otoriter: hal-hal yang kami anggap benar bagi orang untuk dimiliki, diambil, atau dipertahankan, sedemikian rupa sehingga kami akan berjuang bersama mereka untuk membantu mereka melindungi atau memulihkan hal-hal ini jika itu terjadi terancam.</p>\n\n<h3 id=\"wilayah\"><a href=\"#wilayah\"></a>Wilayah</h3>\n\n<p>Kami tidak memahami wilayah sebagai ruang mati dua dimensi yang dibatasi pada peta, dengan perbatasan dan area tetap. Wilayah adalah bumi, itu hidup, itu adalah jaringan hubungan. Satu-satunya klaim sah yang dimiliki orang atas teritori tertentu adalah jika mereka menjadi bagian dari jaringan hubungan tersebut dan membantu menjaga area tetap hidup dan aktif. Karena ingatan adalah bagian penting dari mengetahui dan menghormati suatu wilayah, orang yang memiliki hubungan kuat dengan suatu wilayah dan dipaksa keluar dari negeri tersebut tetap memiliki hubungan dengan wilayahnya.</p>\n\n<p>Selain itu, wilayah menyiratkan pergerakan. Ini bukanlah proposal untuk membagikan bidang yang sama kepada komunitas yang kira-kira dapat dipertukarkan. Semua wilayah bersifat spesifik, dan cara paling sehat untuk berhubungan dengan wilayah akan berubah dari satu wilayah ke wilayah lain. Cara hidup nomaden atau semi-nomaden sama sahnya, sama eratnya dengan wilayah, seperti kehidupan menetap (tidak termasuk, tentu saja, yang didasarkan pada kepemilikan dan eksploitasi pribadi). Mengikuti logika ini, klaim atas wilayah dapat dan memang tumpang tindih, dengan kelompok yang berbeda melakukan aktivitas yang berbeda terkait dengan penghidupan, spiritualitas, bermain, dan sejenisnya pada momen dan cara yang berbeda.</p>\n\n<h3 id=\"transisi\"><a href=\"#transisi\"></a>Transisi</h3>\n\n<p>Satu-satunya jenis transisi yang dirujuk dalam tulisan ini menjelaskan transformasi infrastruktur kapitalis yang ada menjadi infrastruktur yang sesuai untuk masyarakat bebas. Ini hanyalah pengakuan bahwa ini akan melibatkan kesulitan dan banyak upaya untuk membuat pangan universal, perumahan, dan perawatan kesehatan menjadi kenyataan melalui infrastruktur dan praktik produktif yang tidak membahayakan planet ini. Kami tidak memikirkan segala jenis keadaan transisi. Negara tidak pernah memudar; itu harus dihancurkan.</p>\n\n<h3 id=\"pekerja\"><a href=\"#pekerja\"></a>Pekerja</h3>\n\n<p>Di bawah kapitalisme, <em>pekerja</em> menetapkan kategori terasing:  kita adalah orang yang menjual aktivitas kita untuk membeli kembali  sebagian kecil dari nilai yang kita hasilkan. Kita adalah orang-orang  yang melakukan kerja yang memberi kehidupan masyarakat; namun penting  untuk ditekankan bahwa kita tidak berusaha mengidentifikasi dengan  keterasingan kita, kualitas yang menjadikan kita pekerja, tetapi  menghapusnya, terutama karena di bawah kapitalisme, kerja menciptakan  begitu banyak hal yang tidak berguna atau berbahaya dan diatur  sedemikian rupa cenderung buruk bagi kesehatan kita. Mantan <em>pekerja,</em> kemudian, adalah mereka yang telah dipaksa menjadi pekerja di bawah kapitalisme,  tetapi dengan penghapusan kapitalisme, menghapus kategori kerja upahan  dan kerja wajib lainnya. Mereka mungkin berhak mendapatkan legitimasi  khusus dalam hal mengambil alih sumber daya dari tempat kerja atau  industri sebelumnya; seperti orang lain, mereka terlibat dalam upaya  mengubah aktivitas manusia untuk menciptakan kelimpahan bagi semua dan  mengaburkan perbedaan antara belajar, bekerja, dan bermain.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/11/02/14.jpg\" />\n</figure>\n\n"
    },
    {
      "id": "https://crimethinc.com/2020/08/19/tentang-pemblokiran-facebook-terhadap-halaman-yang-mendukung-crimethinccom-dan-sensor-digital-yang-akan-segera-datang",
      "url": "https://crimethinc.com/2020/08/19/tentang-pemblokiran-facebook-terhadap-halaman-yang-mendukung-crimethinccom-dan-sensor-digital-yang-akan-segera-datang",
      "title": "Tentang Pemblokiran Facebook terhadap Halaman yang Mendukung Crimethinc.com : Dan Sensor Digital yang Akan Segera Datang",
      "summary": "This has nothing to do with stopping violence and everything to do with cracking down on social movements and people organizing in their communities.\n",
      "image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2017/08/25/header.jpg",
      "banner_image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2017/08/25/header.jpg",
      "date_published": "2020-08-19T21:11:42Z",
      "date_modified": "2024-09-10T03:55:45Z",
      "tags": [
        "facebook",
        "internet",
        "Censorship"
      ],
      "content_html": "<p>Facebook telah menghapus beberapa halaman Facebook <a href=\"https://twitter.com/nickmartin/status/1296175961260482560\">yang mereka yakini terkait</a> dengan crimethinc.com dan <a href=\"https://itsgoingdown.org/\">itsgoingdown.org</a> , di antara proyek penerbitan anarkis dan anti-fasis lainnya,<sup id=\"fnref:1\"><a href=\"#fn:1\" class=\"footnote\" rel=\"footnote\" role=\"doc-noteref\">1</a></sup> <a href=\"https://about.fb.com/news/2020/08/addressing-movements-and-organizations-tied-to-violence/\">secara resmi</a> dengan dalih mereka “mendukung kekerasan”. Ini tidak ada hubungannya dengan menghentikan kekerasan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan menekan gerakan sosial dan penerbit yang meliputnya.</p>\n\n<p>Selama berbulan-bulan, Donald Trump telah menuntut tindakan keras ini dalam serangkaian postingan media sosialnya yang secara eksplisit menyalahkan kaum anarkis dan anti-fasis atas gelombang protes di seluruh negeri yang sebenernya dipicu oleh kekerasan polisi di Amerika Serikat. Satu dekade lalu, perwakilan Facebook <a href=\"https://www.facebook.com/EgyptThankYou/\">dengan bangga</a> memuji peran mereka dalam pemberontakan Mesir. Saat ini, keputusan mereka untuk melarang penerbit yang membahas aktivitas gerakan sosial menunjukkan bahwa mereka sangat ingin berperan dalam memastikan bahwa satu-satunya bentuk aktivisme yang dapat muncul adalah yang bermanfaat bagi otoritas saat ini.</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/nickmartin/status/1296161510129930245?s=19\">https://twitter.com/nickmartin/status/1296161510129930245?s=19</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Definisi kekerasan tidaklah netral. Cara Facebook saat ini untuk mendefinisikan kekerasan, adalah sah bagi polisi untuk membunuh seribu orang per tahun saat menggusur, menculik, dan memenjarakan jutaan — adalah sah untuk menjatuhkan bom pada warga sipil, selama pelakunya mewakili pemerintahan resmi — tetapi itu adalah “Kekerasan” untuk mencegah seorang supremasi kulit putih menyerang kerumunan atau mengembalikan tabung gas air mata yang berasap kepada polisi yang menembaknya. Menekan suara orang-orang yang berusaha melindungi komunitas mereka dari kekerasan institusional dan supremasi kulit putih adalah keputusan yang disengaja untuk menormalkan kekerasan selama yang menggunakannya adalah pemegang kekuasaan institusional.</p>\n\n<p>Menghancurkan kaum anarkis dan anti-fasis bersama dengan milisi sayap kanan yang secara eksplisit mendukung pemerintahan saat ini adalah langkah strategis untuk memperkeruh masalah. Ini adalah operasi yang sama yang dilakukan William Barr dalam membentuk satuan tugas Departemen Kehakiman yang difokuskan pada “ekstremis anti-pemerintah” yang menargetkan mereka yang memanggil diri mereka sebagai fasis dan anti-fasis. Dalam kasus Departemen Kehakiman, hal ini memungkinkan mereka untuk menunjuk ke serangan sayap kanan dan milisi yang meminta sumber daya dan dapat digunakan untuk menindak mereka yang berada di garis depan dalam mempertahankan komunitas dari serangan semacam itu (fasis). Barr dan anggota pemerintahan Trump lainnya mencoba melakukan hal yang sama kepada aktivis Black Lives Matter, mengaitkan mereka dengan neo-Nazi dan nasionalis kulit putih sebagai “ekstremis yang bermotivasi rasial.”</p>\n\n<p>Setelah seorang yang mengklaim dirinya sebagai fasis membunuh Heather Heyer selama mobilisasi “Unite the Right” di Charlottesville, tekanan akar rumput yang luar biasa muncul untuk menyingkirkan fasis dan supremasi kulit putih dari platform media sosial. Kali ini, dorongan datang dari hierarki paling atas, pada saat gerakan protes sangat penting untuk menciptakan dialog nasional tentang kekerasan dan penindasan negara. Ini adalah serangan balik dari mereka yang berkuasa terhadap situs web yang menerbitkan perspektif dari mereka yang memobilisasi melawan fasis di Charlottesville. Bukan kebetulan bahwa itu terjadi setelah Trump <a href=\"https://crimethinc.com/2020/07/17/solidarity-with-the-people-in-the-streets-of-portland-against-the-federal-occupation-and-the-police\">memobilisasi pasukan federa</a>l ke Portland, Oregon, yang memicu konflik jalanan selama berminggu-minggu, dan hanya dalam hitungan hari setelah politisi ekstrim kanan merujuk secara khusus ke crimethinc.com dan itsgoingdown.org<a href=\"https://www.judiciary.senate.gov/meetings/the-right-of-the-people-peaceably-to-assemble-protecting-speech-by-stopping-anarchist-violence\"> dalam memberikan kesaksian kepada Senat.</a></p>\n\n<p>Sementara kelompok sayap kanan terus berorganisasi di Facebook dan menyebarkan informasi yang salah tentang COVID-19, Facebook memprioritaskan mengambil isyarat dari pemerintahan Trump untuk menekan perbedaan pendapat. Jangan salah, jika ini dibiarkan, tidak akan berhenti sampai disini. Semakin menjadi normal bagi pemerintah untuk menindak penerbit yang melaporkan gerakan sosial, semakin jauh penyensoran tersebut akan menembus ke setiap sektor masyarakat, dan semakin itu akan membentuk apa yang mungkin untuk dipikirkan, apa yang mungkin untuk dibayangkan.</p>\n\n<p>Jika Anda prihatin tentang hal ini, gunakan semua cara yang Anda miliki untuk membagikan berita ini secara luas. Facebook tidak boleh menentukan Anda imgin berbicara tentang apa. Bersama-sama, dalam solidaritas, kita dapat menciptakan dunia yang lebih baik, di mana tidak seorang pun yang memiliki hati nurani yang baik perlu takut bahwa fasis, pemerintah, atau perusahaan bernilai miliaran dolar dapat mengancam atau membungkam mereka.</p>\n\n<blockquote>\n  <p>CrimethInc. adalah penyair dan intelektual dari masyarakat yang benar-benar bebas. dan jika penerbitan anarkis memiliki tema yang sama, itu adalah untuk memimpikan sebuah masyarakat di mana kekerasan terorganisir dan ancaman kekerasan sistematis tidak akan ada, di mana tidak akan pernah ada situasi di mana kelompok laki-laki dengan tongkat dan senjata dan bom eksis dan mampu mengancam orang lain. Ini bukan hanya posisi politik yang sah, ini juga penting, esensial, perlu. Tidak ada yang bisa lebih kejam daripada memberi tahu kami — dan terutama kaum muda kami — kami bahkan dilarang untuk memimpikan dunia yang damai, penuh perhatian.</p>\n\n  <p>-David Graeber, penulis <em>Debt: The First 5000 Years</em> dan profesor antropologi di London School of Economics, menanggapi berita larangan Facebook</p>\n</blockquote>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/08/19/banned-on-facebook.jpg\" />\n</figure>\n\n<h1 id=\"bacaan-lebih-lanjut\"><a href=\"#bacaan-lebih-lanjut\"></a>Bacaan lebih lanjut</h1>\n\n<p><a href=\"http://www.redblacknotes.com/2020/08/20/facebook-announce-crackdown-against-anarchists/\"><strong>Facebook Mengumumkan Tindakan Keras terhadap Anarkis</strong></a></p>\n\n<p><a href=\"https://freedomnews.org.uk/a-note-on-facebooks-crackdown-against-us-anarchist-groups/\"><strong>Catatan tentang Pemberantasan terhadap Grup Anarkis AS oleh Facebook</strong></a></p>\n\n<div class=\"footnotes\" role=\"doc-endnotes\">\n  <ol>\n    <li id=\"fn:1\">\n      <p>Beberapa akun Facebook lain yang diblokir hari ini dengan dalih yang sama adalah milik musisi MC Sole, penulis Truthout <a href=\"https://truthout.org/authors/chris-steele/\">Chris Steel</a> , dan sumber berita Eropa, Enough is Enough. <a href=\"#fnref:1\" class=\"reversefootnote\" role=\"doc-backlink\">&#8617;</a></p>\n    </li>\n  </ol>\n</div>\n"
    },
    {
      "id": "https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik",
      "url": "https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik",
      "title": "Alat dan Taktik dalam Protes Portland : Dari Blower Daun dan Payung ke Laser, Balon, dan Peralatan Listrik",
      "summary": "How to employ leaf blowers, umbrellas, shields, lasers, power tools, lacrosse sticks, kitchen mitts, paint bombs, bubbles, balloons, and more.",
      "image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/08/03/header.jpg",
      "banner_image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/08/03/header.jpg",
      "date_published": "2020-08-03T21:32:06Z",
      "date_modified": "2024-09-10T03:55:45Z",
      "tags": [
        "Portland",
        "fascism",
        "police",
        "riots",
        "Uprising",
        "Minneapolis",
        "Trump",
        "tactics"
      ],
      "content_html": "<p>Selama lebih dari dua bulan protes, demonstran di Portland telah bereksperimen dengan berbagai taktik dan strategi. Bentrokan di Portland telah menarik <a href=\"https://www.nytimes.com/2020/07/31/style/viral-protest-videos.html\">perhatian internasional</a> mulai pertengahan Juni lalu, ketika rekaman tersebar dari agen federal dengan mobil tak bertanda menyambar demonstran dari trotoar dan Donald Trump <a href=\"https://crimethinc.com/2020/07/17/solidarity-with-the-people-in-the-streets-of-portland-against-the-federal-occupation-and-the-police\">mengumumkan</a> bahwa agen federal akan menggunakan model ini untuk campur tangan di kota-kota lain di seluruh Amerika Serikat. Setelah pengumuman Trump, demonstrasi di Portland tumbuh secara eksponensial, menarik ribuan orang setiap malam, sampai gubernur Oregon <a href=\"https://twitter.com/crimethinc/status/1288542603659681792\"><strong>menyatakan</strong></a> bahwa agen federal akan ditarik dari jalanan. Dalam ikhtisar berikut, peserta demonstrasi Portland menjelaskan beberapa alat dan taktik yang mereka lihat digunakan di sana.</p>\n\n<p>Banyak dari alat ini bekerja paling baik dalam kombinasi satu sama lain. Seperti biasa, keragaman taktik adalah kuncinya — bukan hanya toleransi untuk pendekatan yang berbeda, tetapi memikirkan tentang bagaimana menggabungkan semuanya menjadi satu kesatuan simbiosis. Segera, kami bertujuan untuk menindaklanjuti ulasan singkat ini dengan penghitungan yang lebih menyeluruh tentang berbagai taktik dan peralatan jalanan yang relevan dengan para demonstran saat ini.</p>\n\n<p>Protes Portland juga menghasilkan beberapa terminologi baru, seperti ungkapan “ <a href=\"https://twitter.com/proudbulba/status/1288364432779644930\"><strong>swoop</strong></a> ,” yang menggambarkan apa yang terjadi ketika seorang reformis dengan megafon membuat permainan kekuasaan untuk membajak pertemuan yang diselenggarakan oleh orang-orang yang ingin melihat polisi dihapuskan. Ketika demonstran memperluas gagasan mereka tentang taktik apa yang sesuai dalam masyarakat yang dengan cepat mempolarisasi ini, kami berharap mereka juga akan memperluas visi mereka tentang apa yang layak diperjuangkan, mengadopsi model organisasi yang horizontal dan belajar bagaimana mengidentifikasi dan menolak permainan kekuasaan.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/08/03/5.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Siap atau tidak — perang sedang berlangsung.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h1 id=\"daftar-isi\"><a href=\"#daftar-isi\"></a>Daftar Isi</h1>\n\n<p><a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#keamanan-digital\">Keamanan Digital</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#masker-dan-busana-yang-tepat\">Masker dan Busana yang Tepat</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#riot-ribs-gerobak-makanan-infrastruktur\">Riot Ribs, Gerobak makanan, Infrastruktur</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#blower-daun\">Blower Daun</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#payung\">Payung</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#tameng\">Tameng</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#peralatan-olahraga\">Peralatan Olahraga</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#balon-dan-gelembung\">Balon dan Gelembung</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#laser\">Laser</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#graffiti\">Graffiti</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#bom-cat\">Bom Cat</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#kembang-api\">Kembang Api</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#api\">Api</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#merobohkan-pagar\">Merobohkan Pagar</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#de-arresting\">De-Arresting</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#gerakan-massa\">Gerakan Massa</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#menonaktifkan-kamera-memcahkan-jendela\">Menonaktifkan Kamera, memecahkan jendela</a><br />\n<a href=\"https://crimethinc.com/2020/08/03/alat-dan-taktik-dalam-protes-portland-dari-blower-daun-dan-payung-ke-laser-balon-dan-peralatan-listrik#kukungan-hukum-dukungan-tahanan\">Dukungan Hukum, Dukungan Tahanan</a><br /></p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/dougbrown8/status/1288732683917332480?s=19\">https://twitter.com/dougbrown8/status/1288732683917332480?s=19</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"keamanan-digital\"><a href=\"#keamanan-digital\"></a>Keamanan Digital</h1>\n\n<p><a href=\"https://twitter.com/crimethinc/status/1267555867840393222\">Utas ini </a>menguraikan cara melindungi privasi Anda melalui keamanan telepon yang tepat saat demonstrasi — sebelum, selama, dan setelah protes. Anda dapat menemukan banyak informasi penting tentang keamanan umum dalam situasi <a href=\"https://maskon.zone/\">protes</a>.</p>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"masker-dan-busana-yang-tepat\"><a href=\"#masker-dan-busana-yang-tepat\"></a>Masker dan Busana yang Tepat</h1>\n\n<p>Mengenakan masker selain sangat berguna dari sudut pandang medis — di era pandemi — tetapi juga untuk alasan keamanan, untuk melindungi privasi Anda. Saat ini Anda tidak hanya perlu khawatir tentang polisi yang sedang memotret, merekam dan menangkap Anda, tetapi juga tentang troll internet sayap kanan yang mencoba mengidentifikasi Anda dari rekaman video.</p>\n\n<p>Jika para demonstran berpakaian sesuai dengan <a href=\"https://crimethinc.com/2017/10/16/the-femmes-guide-to-riot-fashion-this-seasons-hottest-looks-for-the-discerning-anarchist-femme\">gaya</a> blok hitam , pasti sulit untuk mengidentifikasi hal-hal khusus dan detail.</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/arunindy/status/1288717970416398336\">https://twitter.com/arunindy/status/1288717970416398336</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Perhatikan detail. Tutupi tato Anda dan ciri unik lainnya. Tutupi seluruh wajah Anda, bukan hanya mulut Anda. Seharusnya tidak ada logo yang terlihat di pakaian, sepatu, atau ransel Anda. Baca <a href=\"https://crimethinc.com/2008/10/11/fashion-tips-for-the-brave\">ini</a> untuk lebih detailnya.</p>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"riot-ribs-gerobak-makanan-infrastruktur\"><a href=\"#riot-ribs-gerobak-makanan-infrastruktur\"></a>Riot Ribs, Gerobak Makanan, Infrastruktur</h1>\n\n<p>Sangatlah meningkatkan moral untuk memiliki sekelompok orang yang menyediakan makanan dan sumber daya lain yang dibutuhkan. Pengunjuk rasa Portland sangat beruntung bahwa Riot Ribs keluar untuk memberi makan semua orang secara gratis. Hal ini memungkinkan orang untuk tinggal lebih lama dan membantu mereka merasa bahwa sepadan dengan usaha dan risiko untuk mendukung gerakan yang menyehatkan mereka.</p>\n\n<p>Kalian bisa membaca tentang riot ribs <a href=\"https://www.bonappetit.com/story/riot-ribs-pdx\">disini</a></p>\n\n<p>FBI dan polisi tahu betapa pentingnya upaya bantuan bersama ini dan dengan sengaja menargetkan mereka dengan harapan menurunkan moral para demonstran:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/griffinmalone6/status/1288757440729628673\">https://twitter.com/griffinmalone6/status/1288757440729628673</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Di sini Anda dapat mengambil gambar “sebelum” dan “setelah” infrastruktur pada suatu malam ketika tentara bayaran federal itu menyerang:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/bitchwitch20/status/1287826105496346624\">https://twitter.com/bitchwitch20/status/1287826105496346624</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Sayangnya, petugas berseragam bukan satu-satunya bahaya yang mengancam infrastruktur masyarakat. Pada akhir Juli, Riot Ribs mengalami <a href=\"https://twitter.com/riotribs/status/1288145235927654400\">kudeta</a> yang melibatkan kekerasan fisik dan intimidasi. Di mana pun <a href=\"https://twitter.com/lilithxsinclair/status/1287907654501720064\">uang terlibat</a> dalam aktivisme, ada risiko besar pertikaian kecuali tujuan, struktur, dan harapan telah ditetapkan dengan tepat sebelumnya. Orang-orang Riot Ribs yang asli telah meninggalkan kota, tampaknya mengambil konsep Riot Ribs dalam perjalanan ke kota-kota lain sebagai Revolution Ribs. Seseorang harus menulis secara rinci tentang kebangkitan, kejatuhan, dan kelahiran kembali Riot Ribs.</p>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"blower-daun\"><a href=\"#blower-daun\"></a>Blower daun</h1>\n\n<p>Blower daun dapat menghilangkan gas air mata atau asap.</p>\n\n<p>“Gas” air mata sebenarnya adalah partikel halus — bayangkan sekantung tepung meledak, tetapi jauh lebih halus dan lebih ringan. Saat partikulat ini mendarat di tubuh Anda, ia tetap di sana dan dapat memulihkan kembali nanti, terutama dengan air atau keringat. Karena alasan ini, para demonstran telah menggunakan blower daun untuk meniupkan gas air mata orang-orang setelah terpapar — itu adalah konsep yang sama dengan mandi di pantai untuk mendapatkan sisa pasir dari tubuh Anda.</p>\n\n<p>Berhati-hatilah untuk tidak mengeluarkan gas air mata ke arah yang dapat memengaruhi orang lain.</p>\n\n<p>Blower daun tunggal dapat berfungsi untuk meniup gas dari satu tabung menjauh dari orang-orang hingga orang lain dapat memadamkannya, seperti yang ditunjukkan dalam video klasik dari Hong Kong ini:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/demosisto/status/1188518932031762432\">https://twitter.com/demosisto/status/1188518932031762432</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Tetapi untuk hasil terbaik, gunakan beberapa blower daun bersama-sama:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/hungrybowtie/status/1288715582112591872\">https://twitter.com/hungrybowtie/status/1288715582112591872</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Saat Anda memilih leaf blower, pastikan ia memiliki kipas yang bagus dan sumber daya nirkabel.</p>\n\n<p>Blower daun bekerja dengan baik dalam kombinasi dengan payung dan perisai. Sementara perisai melindungi demonstran dari amunisi benturan, peniup daun menjaga agar gas menjauh dari pengunjuk rasa sampai seseorang dapat berlari dan memadamkan tabung atau melemparkannya kembali ke penyerang yang menembaknya. Kerja tim!</p>\n\n<p>Anda dapat melihat contoh pendekatan ini di awal video ini:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/hungrybowtie/status/1289649707048869891\">https://twitter.com/hungrybowtie/status/1289649707048869891</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p><a href=\"https://www.bostonglobe.com/2020/07/30/opinion/radicalization-leaf-blower/\">Artikel ini </a>menelusuri asal-usul peniup daun sebagai alat perjuangan, dari Hong Kong hingga <a href=\"https://twitter.com/pdxdadpod/status/1285126448563359744\">debut</a> “blok induk” di Portland.</p>\n\n<p><a href=\"https://twitter.com/gravemorgan/status/1287300640201293824\">Dalam beberapa kasus </a>selama bentrokan di Portland, para demonstran dengan blower daun dan alat-alat lain mampu menjaga gas air mata yang digunakan tentara bayaran federal sepenuhnya di dalam pagar yang mengelilingi Justice Center:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/griffinmalone6/status/1287301017558687746\">https://twitter.com/griffinmalone6/status/1287301017558687746</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Beberapa orang di Portland telah menggunakan alat lain yang kurang efektif — seperti kipas kotak — untuk tujuan yang sama:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/iwriteok/status/1287315866963460096\">https://twitter.com/iwriteok/status/1287315866963460096</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Tidak ingin kalah, tentara bayaran federal di Portland menggunakan <a href=\"https://twitter.com/youranoncentral/status/1288754952144171010\">penyembur asap</a> untuk menyemprot para demonstran dengan <a href=\"https://twitter.com/stschrader1/status/1288805997855858688\">racun</a> :</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/dougbrown8/status/1288767229476012032\">https://twitter.com/dougbrown8/status/1288767229476012032</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"payung\"><a href=\"#payung\"></a>Payung</h1>\n\n<p>Payung bisa memiliki beberapa fungsi sekaligus. Payung dapat menghalangi aliran semprotan merica. Sederet payung di depan demonstrasi dapat menghalangi pandangan dari kamera yang tidak diinginkan dan pengintai polisi yang ditempatkan di atap — misalnya, menyembunyikan upaya untuk menyerang dengan adanya pagar, atau membuatnya lebih aman untuk berganti pakaian atau menggunakan taktik lain. Meskipun bukan pengganti perisai yang dapat diandalkan, payung juga dapat membantu dalam membelokkan peluru polisi, putaran penanda bubuk hijau dan biru, dan laser yang digunakan oleh polisi untuk mengidentifikasi pembuat onar.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/08/03/6.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Penggunaan payung secara bersamaan.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Pada 20 Januari 2017, selama <a href=\"https://crimethinc.com/2019/01/22/analysis-anarchist-resistance-to-the-trump-inauguration-learning-from-the-events-of-january-20-2017\">perlawanan sengit</a> terhadap pelantikan Donald Trump, satu payung memainkan peran penting dalam memungkinkan sejumlah besar demonstran di <a href=\"https://crimethinc.com/2003/11/20/blocs-black-and-otherwise\">blok hitam</a> untuk keluar dari ketel polisi dan melarikan diri dari penangkapan. Sebelumnya terlihat dalam demonstrasi di Hong Kong, payung telah menjadi semacam simbol anti-fasis.</p>\n\n<p>Di Portland, orang-orang dengan payung bekerja bahu-membahu dengan mereka yang membawa perisai, menciptakan phalanx yang dapat menahan garis di jalan, menawarkan perlindungan bagi mereka yang ada di belakangnya. Setidaknya dalam satu kasus, demonstran telah memaksa tentara bayaran federal untuk mundur kembali ke gedung pengadilan mereka dengan perlahan-lahan maju dalam garis seperti ini.</p>\n\n<p>Payung, tameng, dan peniup daun disatukan, di pagar yang roboh:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/1misanthrophile/status/1287303576214106114\">https://twitter.com/1misanthrophile/status/1287303576214106114</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/1misanthrophile/status/1287304370913124352\">https://twitter.com/1misanthrophile/status/1287304370913124352</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Sementara itu, polisi tidak ragu untuk <a href=\"https://twitter.com/johnnthelefty/status/1277002772215283717\">mencuri payung demonstran secara acak .</a></p>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"perisai\"><a href=\"#perisai\"></a>Perisai</h1>\n\n<p>Sejauh ini, di Portland, perisai sebagian besar telah digunakan dalam pertahanan terhadap serangan dari jarak jauh - seperti dampak amunisi granat gas air mata, dan sejenisnya</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/08/03/3.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Desain perisai yang berbeda lebih baik untuk situasi yang berbeda. Seperti payung dan blower daun, perisai dapat melakukan banyak hal yang tidak dapat mereka lakukan sendiri. Jika Anda ingin membentuk dinding pelindung, idealnya pelindung Anda harus cukup besar untuk menutupi tubuh Anda. Tetapi semakin besar perisai Anda, semakin berat, bulkier, dan semakin sulit untuk mengangkutnya. Perisai yang lebih kecil bisa lebih ringan dan lebih mudah untuk menyelinap ke area protes. Banyak orang membawa perisai kecil bersama mereka sambil memainkan peran lain selain menjaga dinding perisai. Memiliki sedikit saja perlindungan telah menyelamatkan orang dari cedera serius dan memberikan kepercayaan diri untuk menguasai wilayah yang mungkin tidak mampu mereka lakukan.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/08/03/4.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Jika Anda tidak memiliki apa pun di tangan, skateboard dapat berfungsi sebagai pelindung kecil.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Desain perisai Portland yang umum melibatkan pemotongan tong plastik secara vertikal menjadi tiga atau empat persegi panjang melengkung, meninggalkan lingkaran dari atas dan bawah laras untuk membuat perisai yang lebih kecil.</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/ghostmobpdx/status/1289684460485500929\">https://twitter.com/ghostmobpdx/status/1289684460485500929</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Di sisi lain, untuk membentuk dinding pelindung, yang terbaik adalah bisa meluruskan pelindung sehingga sedikit tumpang tindih, karena sedikit kerusakan di dinding dapat menghadirkan kerentanan. Akibatnya, kayu lapis mungkin lebih disukai daripada barel untuk hal khusus itu.</p>\n\n<p>Beberapa orang di Portland telah bereksperimen dengan menggunakan pelumas di tepi perisai agar lebih sulit bagi polisi untuk menangkapnya selama berjalannya demonstrasi</p>\n\n<p>Pastikan Anda menggunakan teknik yang efektif saat melakukan pukulan. Jika Anda menggunakan perisai tinggi, pegang erat-erat di tubuh Anda di bagian tengah dada Anda; yang membuat Anda lebih sulit untuk bergerak, mencegah musuh Anda mendorong Anda dengan perisai Anda dan memastikan bahwa meskipun perisai Anda bergerak, perisai itu masih menutupi tubuh Anda.</p>\n\n<p>Dinding pelindung di Oakland dalam solidaritas dengan demonstran di Portland:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/sarahbellelin/status/1287226244833202177\">https://twitter.com/sarahbellelin/status/1287226244833202177</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"peralatan-olahraga\"><a href=\"#peralatan-olahraga\"></a>Peralatan olahraga</h1>\n\n<p>Anda bisa menggunakan peralatan olahraga untuk menahan gas air mata dan membuangnya kembali. Sama seperti yang Anda lakukan saat menggunakan leaf blower, pastikan Anda berkomunikasi dengan baik dengan demonstran lain dan memiliki rencana yang matang mengenai apa yang akan Anda lakukan dengan tabung.</p>\n\n<p>Beberapa alat yang paling efektif untuk tujuan ini termasuk tongkat lacrosse, sendok bola wiffle, dan sarung tangan dapur — apa pun yang memungkinkan Anda untuk memindahkan tabung gas air mata tanpa menyentuhnya secara langsung.</p>\n\n<p>Para demonstran juga telah menggunakan tongkat hoki untuk memukul balik tabung gas air mata. Beberapa orang telah mengupgrade payung mereka — misalnya, menempelkan saluran payung secara terbalik di atas tongkat lacrosse atau pegangan tongkat hoki. Pengguna dapat membalik alat dan menggunakan sisi yang paling masuk akal dalam situasi tertentu:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/pdxcarmedic/status/1288643538347933696\">https://twitter.com/pdxcarmedic/status/1288643538347933696</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Meskipun ada banyak video di internet tentang orang-orang yang mencoba menutupi tabung gas air mata dengan kerucut lalu lintas dan sejenisnya, lebih baik memadamkannya dalam wadah berisi air. Utas twitter ini menunjukkan cara memadamkan tabung gas air mata:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/crimethinc/status/1265808184519864320\">https://twitter.com/crimethinc/status/1265808184519864320</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<h1 id=\"balon-dan-gelembung\"><a href=\"#balon-dan-gelembung\"></a>Balon dan Gelembung</h1>\n\n<p>Para pengunjuk rasa telah menggunakan balon untuk menunjukkan ke arah mana angin bertiup — untuk mengetahui ke arah mana gas air mata akan berhembus — dan mengidentifikasi titik berkumpul di tanah.</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/proudbulba/status/1287291571646259200\">https://twitter.com/proudbulba/status/1287291571646259200</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Mereka juga menggunakan gelembung untuk mengejek kekuatan polisi:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/mrolmos/status/1287306738106949633\">https://twitter.com/mrolmos/status/1287306738106949633</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"laser\"><a href=\"#laser\"></a>Laser</h1>\n\n<p>Di Portland, para demonstran telah menggunakan laser untuk membingungkan polisi dan agen federal; mereka juga dapat menonaktifkan <a href=\"https://www.youtube.com/watch?v=wREpnGqEhSM\">kamera keamanan</a> . Perlu dicatat bahwa mengarahkan laser ke wajah seseorang <a href=\"https://www.oregonlaws.org/ors/163.709\">jelas-jelas ilegal</a> di Oregon dan dapat menarik respons yang lebih agresif dari polisi daripada alat pertahanan seperti masker gas, perisai, dan blower daun. Mereka yang telah menggunakan laser sendiri telah menjadi sasaran penangkapan atau ditembak dengan bola merica dan peluru karet, karena mudah untuk melacak sumber laser kecuali orang yang mengarahkannya bergerak cepat di antar ruang.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/08/03/7.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Seseorang mengarahkan laser ke aparat yang sedang menggunakan senjata kimia ke arah demonstran.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Hampir semua laser yang terlihat di Portland selama akhir pekan terakhir di bulan Juli adalah laser hijau yang lebih murah, 303 (~ 50 mW), (50 ribuan jhi itu kalau di indonesia kace!)yang dapat digunakan secara massal untuk memberikan perlindungan dan mengganggu polisi. Tapi biru yang lebih kuat (~ 1w hingga 4w) lebih efektif melawan polisi, helikopter, dan drone. Harganya kira-kira $ <a href=\"https://www.wish.com/product/5d5e0dc88c64f608532b731b\">45</a> hingga $ 100 .</p>\n\n<p>Warga Portland juga menggabungkan penggunaan laser dengan senter bertenaga tinggi pada fungsi strobo, dalam upaya untuk mencegah polisi mendapatkan pembacaan visual yang baik pada kerumunan. Menggunakan lampu terang untuk lampu latar kerumunan mungkin menyulitkan petugas untuk memilih individu di depan.</p>\n\n<p>Polisi juga menggunakan laser untuk mengidentifikasi demonstran untuk dijadikan sasaran.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/08/03/2.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Polisi menggunakan laser untuk menargetkan pengunjuk rasa.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/mrolmos/status/1288016965148110849\">https://twitter.com/mrolmos/status/1288016965148110849</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"grafitti\"><a href=\"#grafitti\"></a>Grafitti</h1>\n\n<p>Ini sangat jelas sehingga hampir tidak perlu untuk disebutkan, tetapi para demonstran telah melukis pesan-pesan yang menginspirasi di seluruh wilayah di mana bentrokan ini terjadi, menggarisbawahi tekad para peserta. Agen federal sengaja menahan diri dari membersihkan grafiti dari gedung pengadilan untuk berpura-pura sebagai korban yang tak berdaya, padahal sebenarnya provokasi kekerasan mereka telah menjadi penyebab utama dari seluruh rangkaian konflik. Meskipun demikian, meskipun gambar grafiti di properti federal dapat membuat marah pemilih sayap kanan yang telah mendukung Trump dan anak buahnya, gambar-gambar ini juga menyampaikan tantangan berani dari mereka yang menentang pihak berwenang.</p>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"bom-cat\"><a href=\"#bom-cat\"></a>Bom Cat</h1>\n\n<p>Demonstran telah menggunakan cat untuk mengurangi penglihatan petugas menggunakan visor atau menggunakan perisai transparan. Petugas butuh visi yang jelas untuk bisa terus menyerang orang.</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/mathieulrolland/status/1287511718499766272\">https://twitter.com/mathieulrolland/status/1287511718499766272</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/_whatriot/status/1288741205379956738\">https://twitter.com/_whatriot/status/1288741205379956738</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Salah satu model klasik untuk membuat bom cat adalah dengan mengembang balon kecil dan mencelupkannya ke dalam lilin berulang kali hingga lilin dapat menahan bentuknya dengan sendirinya, lalu meletuskan balon dan mengisi wadah dengan cat. Wadah lain, seperti ornamen pohon Natal yang berlubang, dapat melayani fungsi yang sama. Anda bisa mendapatkan informasi lebih <a href=\"https://threader.app/thread/1268322647483363328\">disini</a></p>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"kembang-api\"><a href=\"#kembang-api\"></a>Kembang api</h1>\n\n<p>Penggunaan kembang api sebagai proyektil untuk membingungkan atau mencegah polisi dan agen federal telah menghasilkan tampilan visual yang fantastis, baik pada saat itu maupun dalam rekaman yang beredar setelahnya. Biasanya, tidak bertanggung jawab mengarahkan kembang api ke manusia, tetapi aparat negara di sini dilengkapi dengan begitu banyak alat pelindung yang didanai pembayar pajak sehingga ini bisa dibilang lebih untuk mencegah mereka dari menyakiti orang lain daripada membuat mereka dalam risiko.</p>\n\n<p>Di sisi lain, banyak pengunjuk rasa melaporkan bahwa ledakan kembang api memicu PTSD mereka sebagai akibat dari trauma yang terus berlanjut yang diciptakan oleh ledakan granat flash-bang yang dikerahkan oleh polisi. Ada pengorbanan untuk semuanya.</p>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"api\"><a href=\"#api\"></a>Api</h1>\n\n<p>Para pengunjuk rasa di Portland menggunakan api untuk mengalihkan perhatian para petugas atau untuk menciptakan suasana perayaan. Sangat penting untuk menjadi sangat sadar tentang masalah keselamatan ketika orang melakukan ini; dalam beberapa kasus, pohon atau manusia telah terkena api. Beberapa pengunjuk rasa telah menggunakan kembang api mortir untuk menyalakan api dari kejauhan.</p>\n\n<p>Pertanyaan apakah tembakan tepat pada protes ini telah diperdebatkan dengan panas antara demonstran yang berorientasi pada tampilan simbolis dan mereka yang berfokus pada konfrontasi langsung. Polisi protes yang ditunjuk sendiri dengan cepat memadamkan api, membujuk orang-orang untuk tidak menyalakannya, dan mengganggu orang-orang yang telah memulainya.</p>\n\n<p>Semua kebakaran yang dimaksud murni simbolis — berbeda dengan <a href=\"https://crimethinc.com/2020/06/10/the-siege-of-the-third-precinct-in-minneapolis-an-account-and-analysis\">kebakaran di Kawasan Ketiga di Minneapolis</a>, tidak ada hal signifikan yang telah terbakar. Api telah digunakan untuk membakar bendera, sampah, <a href=\"https://twitter.com/econbrkfst/status/1280241094635040768\">patung rusa</a> dan lokasinya setelah dipindahkan, dan pada satu kesempatan tumpukan kecil pamflet atau sesuatu seperti itu di gedung serikat polisi (PPA). Jadi semua perdebatan adalah tentang kebakaran simbolis.</p>\n\n<p>Para pengunjuk rasa berebut untuk memadamkan api simbolis kecil:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/human42lm/status/1289855658565632001\">https://twitter.com/human42lm/status/1289855658565632001</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Kebakaran simbolis:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/econbrkfst/status/1277384499953688576\">https://twitter.com/econbrkfst/status/1277384499953688576</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"merobohkan-pagar\"><a href=\"#merobohkan-pagar\"></a>Merobohkan Pagar</h1>\n\n<p>Sejak akhir Mei, polisi telah memasang beberapa pagar di Portland dalam upaya untuk mengendalikan demonstrasi, dan para pengunjuk rasa telah berulang kali berusaha untuk menggulingkan atau memindahkan mereka. Pagar sebelumnya kebanyakan dari jenis rantai biasa; pengunjuk rasa menjuluki serangkaian pagar semacam itu sebagai “Pagar Suci.”</p>\n\n<p>Sebuah kata peringatan tentang relokasi pagar sebelumnya. Kadang-kadang pagar yang dirobohkan dibiarkan di perempatan jalan sehingga menimbulkan bahaya tersandung atau cedera, terutama saat petugas kemudian menyerang dengan gas air mata, memaksa demonstran yang buta mundur tergesa-gesa. Berhati-hatilah saat memasang pagar setelah Anda membongkar.</p>\n\n<p>Pada akhir Juli, pihak berwenang membangun penghalang industri di sekitar gedung pengadilan federal dengan kerangka yang lebih kokoh, pagar, dan lubang-lubang yang lebih kecil, menjangkarnya dengan balok beton di bagian belakang. Pada malam-malam berikutnya, balok-balok itu dipindahkan ke sisi depan; pengunjuk rasa dan reporter sering berdiri di blok ini, tetapi tentara bayaran federal akan menargetkan mereka yang melakukannya dengan <a href=\"https://twitter.com/mayorofbabytown/status/1288396900421398530\">tembakan</a> senjata amunisi yang cukup besar.</p>\n\n<p>Pada 25 Juli, beberapa pengunjuk rasa yang dilengkapi dengan peralatan listrik termasuk penggiling sudut portabel berhasil merobohkan sebagian pagar. Penggiling sudut digunakan secara efektif di sudut pagar, tetapi kehabisan baterai sebelum pekerjaan selesai. Pelajaran: isi daya dulu dan bawa baterai cadangan.</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/alexmilantracy/status/1287283495266525184\">https://twitter.com/alexmilantracy/status/1287283495266525184</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Penggunaan alat-alat listrik itu baru. Payung dan perisai sangat penting dalam melindungi operator dari kamera pers dan amunisi tumbukan, sementara blower daun menjauhkan asap.</p>\n\n<p>“Beri aku tuas cukup lama dan titik tumpu untuk meletakkannya, dan aku akan menggerakkan dunia,” seperti kata Archimedes. Pada akhirnya, bagian pagar ditarik ke bawah ke arah sisi demonstran oleh banyak orang, setelah upaya sebelumnya untuk memisahkannya di tempat penggiling sudut telah digunakan, menggunakan garis orang yang menarik tali.</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/oregonian/status/1288502532705259521\">https://twitter.com/oregonian/status/1288502532705259521</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Perbaikan yang mungkin dilakukan dapat mencakup menyelesaikan pemotongan pada engsel atau menggunakan palu godam untuk membenturkan potongan yang belum selesai. Masuk akal untuk mengatur agar dua set tali menarik kedua sisi kiri dan kanan jahitan tempat pemotongan dibuat: dua garis dalam, bukan satu garis lebar. Seperti yang orang <a href=\"https://crimethinc.com/2020/07/21/accounts-from-the-battle-of-grant-park-how-chicago-demonstrators-pushed-back-the-police-and-nearly-toppled-a-statue\">temukan</a> dalam proses <a href=\"https://crimethinc.com/2018/08/21/tear-down-the-monuments-to-thieves-how-the-confederate-statue-came-down-in-chapel-hill\">menjatuhkan patung</a> , penting untuk menggunakan tali atau rantai yang tidak memiliki elastisitas, daripada tali yang terlalu banyak.</p>\n\n<p>Para pengunjuk rasa telah menggunakan bagian dari pagar penghubung rantai sebagai “perisai”, tetapi ini tidak menghalangi gas atau amunisi benturan. Mereka juga menggunakannya, setidaknya secara simbolis, untuk “membarikade” pintu gedung pengadilan yang ditutup dari luar. Ini tidak pernah benar-benar menghentikan aparat karena tidak ada yang pernah mencoba untuk memblokir pintu di belakang gedung pengadilan.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/08/03/1.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Memblokir bagian depan gedung pengadilan secara simbolis.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Pada satu titik, para demonstran memenuhi bagian pagar dengan busa yang mengembang untuk mencegah agen federal menembaki:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/iwriteok/status/1287276794710618113\">https://twitter.com/iwriteok/status/1287276794710618113</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/hungrybowtie/status/1287280037863895043\">https://twitter.com/hungrybowtie/status/1287280037863895043</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Apakah bisa diterima untuk mengguncang atau menumbangkan pagar menjadi titik pertikaian antara polisi dan barisan depan:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/pdocumentarians/status/1289469522756345857\">https://twitter.com/pdocumentarians/status/1289469522756345857</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Setelah pagar turun:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/clypian/status/1287315331594117120\">https://twitter.com/clypian/status/1287315331594117120</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/7im/status/1288534589011406848\">https://twitter.com/7im/status/1288534589011406848</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"de-arresting\"><a href=\"#de-arresting\"></a>De-Arresting</h1>\n\n<p>Selama bentrokan di Portland, demonstran berulang kali membebaskan orang-orang dari polisi dan tentara bayaran federal yang berusaha menculik mereka. Penangkapan yang berhasil biasanya hanya mungkin terjadi ketika demonstran jauh lebih banyak daripada mereka yang mencoba menculik mereka. Agar berhasil, tindakan harus dilakukan begitu cepat sehingga tidak ada waktu bagi polisi atau bala bantuan federal untuk merespons.</p>\n\n<p>Penangkapan yang berisiko dan dapat menghasilkan biaya yang jauh lebih tinggi daripada penangkapan asli. Ini bukanlah taktik untuk digunakan dengan mudah. Namun, jika keseimbangan jumlah dan kekuasaan berpihak pada para demonstran, pembatalan penangkapan yang berhasil dapat menunjukkan tentara bayaran negara bagian atau federal bahwa tidak ada gunanya bergumul dengan sekelompok pengunjuk rasa, meyakinkan mereka untuk beralih ke taktik pembubaran.</p>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"gerakan-massa\"><a href=\"#gerakan-massa\"></a>Gerakan Massa</h1>\n\n<p>Secara umum, selama polisi tidak siap untuk <a href=\"https://crimethinc.com/2017/01/30/making-the-best-of-mass-arrests-12-lessons-from-the-kettle-during-the-j20-protests\">ketel</a> dan menangkap semua orang, cara paling pasti bagi individu untuk menghindari penangkapan ketika polisi mendesak kerumunan untuk membaginya adalah dengan mengikuti bagian terbesar dari kerumunan. Ini karena — semua hal lain dianggap sama — kerumunan terbesar biasanya adalah yang paling sulit dihadapi. Wawasan ini meningkat, karena pendekatan terbaik untuk orang banyak adalah tetap sebesar mungkin.</p>\n\n<p>Kami telah melihat hal ini dengan kerumunan orang di Portland, di mana orang-orang telah belajar untuk tetap bersatu dalam kelompok besar ketika polisi menyerang, bergerak perlahan dan tenang daripada berlari dan tidak mundur lebih dari yang diperlukan — satu blok biasanya adalah yang paling banyak dari polisi di Portland akan maju pada suatu waktu. Ada nyanyian tentang ini: “Tetap bersama, tetap erat; kami melakukan ini setiap malam, ”mengingatkan semua orang bahwa tidak ada alasan untuk mengambil risiko luar biasa untuk keselamatan pribadi seseorang jika seseorang dapat kembali malam berikutnya untuk melakukan tindakan yang sama lebih aman dengan lebih banyak teman.</p>\n\n<p>Ada faktor lain yang perlu diingat, tentu saja. Lebih baik bersama kelompok yang sadar akan lingkungannya, cepat, dan mampu mempertahankan diri daripada bersama kelompok yang lamban, bingung, dan mudah diintimidasi.</p>\n\n<p>Di Portland, kami telah berulang kali melihat polisi menggunakan “banteng” di mana mereka mengenakan biaya penuh saat menggunakan beberapa kombinasi gas air mata, semprotan merica, amunisi tumbukan, dan pentungan pada setiap orang di jalan mereka. Jika Anda bukan bagian dari kerumunan yang cukup besar dan cukup perlengkapan untuk mencegah polisi melukai atau menculik seseorang, penting untuk bersiap untuk lari. Polisi tidak bisa berlari terlalu jauh.</p>\n\n<p>Demam banteng pada 12 Juni:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/mrolmos/status/1271715330188967938\">https://twitter.com/mrolmos/status/1271715330188967938</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Demam banteng pada 27 Juni:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/johnnthelefty/status/1276854263747014659\">https://twitter.com/johnnthelefty/status/1276854263747014659</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/hungrybowtie/status/1277159562563317760\">https://twitter.com/hungrybowtie/status/1277159562563317760</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Demam banteng pada 28 Juni:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/rosecityantifa/status/1289956848158642177\">https://twitter.com/rosecityantifa/status/1289956848158642177</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Lonjakan banteng pada 18 Juli:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/hungrybowtie/status/1284731897143160832\">https://twitter.com/hungrybowtie/status/1284731897143160832</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Demam banteng pada 25 Juli:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/donovanfarley/status/1287309238134423552\">https://twitter.com/donovanfarley/status/1287309238134423552</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Demam banteng pada 1 Agustus:</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/pdocumentarians/status/1289792025580023808\">https://twitter.com/pdocumentarians/status/1289792025580023808</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"menonaktifkan-kamera-memecah-jendela\"><a href=\"#menonaktifkan-kamera-memecah-jendela\"></a>Menonaktifkan Kamera, Memecah jendela</h1>\n\n<p>Orang-orang telah menggunakan cat dan taktik lain untuk <a href=\"https://crimethinc.com/2020/07/14/blinding-the-cyclops-wrecking-the-panopticon-camera-hunting-in-the-metropolis\">mencegah kamera pengintai merekam para demonstran</a> . Beberapa demonstran juga telah memecahkan jendela — sebuah taktik yang dapat menarik perhatian polisi dari apa yang mereka coba lakukan sebelumnya. Jika Anda terlibat dalam kegiatan apa pun seperti ini, sangat penting untuk berpakaian dengan benar (lihat di atas). Sebaiknya buang semua pakaian yang Anda kenakan setelah insiden. Apa yang lebih mahal — pelarian lain ke toko barang bekas, atau uang jaminan, biaya pengadilan, dan pengacara?</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/iwriteok/status/1286585525365768193\">https://twitter.com/iwriteok/status/1286585525365768193</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"dukungan-hukum-dukungan-tahanan\"><a href=\"#dukungan-hukum-dukungan-tahanan\"></a>Dukungan Hukum, Dukungan Tahanan</h1>\n\n<p>Sangat penting untuk mengatur dukungan hukum yang tepat di Portland dengan tentara bayaran federal yang menangkap orang setiap malam. Bahkan jika Anda tidak dapat pergi untuk bertindak, Anda dapat membantu menyelamatkan orang dari penjara atau mengumpulkan uang untuk berkontribusi pada dana jaminan.</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/mrolmos/status/12869419116310568\">https://twitter.com/mrolmos/status/12869419116310568</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Sebuah gerakan yang menggabungkan berbagai macam taktik yang dijelaskan di sini — seperti yang dilakukan para demonstran di Portland — dapat menahan ruang dalam menghadapi kekerasan negara yang cukup besar. Sayangnya, ini mungkin segera diperlukan di seluruh Amerika Serikat.</p>\n\n<p>Jadilah seperti air — jaga topengmu tetap rapat — dan hancurkan apa yang menghancurkanmu.</p>\n\n<p>-Penerjemah: M(agitator)</p>\n\n"
    },
    {
      "id": "https://crimethinc.com/2020/03/18/bertahan-dari-virus-sebuah-panduan-anarkis",
      "url": "https://crimethinc.com/2020/03/18/bertahan-dari-virus-sebuah-panduan-anarkis",
      "title": "Bertahan dari Virus: Sebuah Panduan Anarkis : Krisis Tatanan, Kebangkitan Totalitarian, dan Strategi Melawannya",
      "summary": "",
      "image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/03/18/header-id.jpg",
      "banner_image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/03/18/header-id.jpg",
      "date_published": "2020-03-18T20:30:00Z",
      "date_modified": "2024-09-10T03:55:42Z",
      "tags": [
        "pandemic",
        "coronavirus"
      ],
      "content_html": "<p>Pandemi tidak akan berlalu dalam beberapa minggu ke depan. Sekalipun isolasi diri bisa berhasil mengurangi jumlah infeksi, <a href=\"https://www.imperial.ac.uk/media/imperial-college/medicine/sph/ide/gida-fellowships/Imperial-College-COVID19-NPI-modelling-16-03-2020.pdf?fbclid=IwAR1o2uDdlENcYpUBO1WIcUkYVM4yhWi0ohcsLqK4usHt0bPKzJ2G1XbIi34\">virus dapat segera menyebar kembali dengan lonjakan jumlah yang tajam</a> setelah tindakan pencegahan mulai ditangguhkan. Situasi seperti saat ini mungkin akan berlanjut selama berbulan-bulan kedepan (jam malam yang diberlakukan secara tiba-tiba, karantina yang tidak konsisten, dan kondisi yang semakin putus asa), meskipun situasinya hampir pasti akan berubah di beberapa titik ketika ketegangan di dalamnya memanas. Untuk mempersiapkan saat-saat itu, marilah kita lindungi diri kita sendiri dan satu sama lainnya dari ancaman yang ditimbulkan oleh virus, pikirkanlah pertanyaan-pertanyaan mengenai risiko dan keamanan yang ditimbulkan oleh pandemi dan hadapilah konsekuensi bencana dari tatanan sosial yang tidak pernah dirancang untuk melindungi kesehatan kita.</p>\n\n<p>​<em><a href=\"https://archive.org/details/2019ncov/page/n3/mode/2up\">Teks ini</a> menawarkan saran medis untuk menangani virus; <a href=\"https://mutualaiddisasterrelief.org/when-every-community-is-ground-zero-pulling-each-other-through-a-pandemic/\">ini</a> membahas \tpentingnya gotong royong. Anda dapat menemukan daftar inisiatif bantuan medis di Indonesia di <a href=\"https://twitter.com/paramedis_\">sini</a>.</em></p>\n\n<h1 id=\"bertahan-dari-virus\"><a href=\"#bertahan-dari-virus\"></a>Bertahan dari Virus</h1>\n\n<p>Bentuk-bentuk organisasi dan keamanan anarkis yang sudah lama ada menawarkan banyak hal ketika harus bertahan dari pandemi dan kepanikan yang ditimbulkannya.</p>\n\n<h2 id=\"membentuk-kelompok-afinitas\"><a href=\"#membentuk-kelompok-afinitas\"></a>Membentuk Kelompok Afinitas</h2>\n\n<p>Berkarantina bisa memberi tahu kita tentang banyak hal bagaimana kita menjalani hidup. Mereka yang tinggal bersama keluarga dekatnya atau berumah secara kolektif dengan kondisi bahagia akan berada dalam situasi yang jauh lebih baik daripada mereka yang sudah menikah ataupun juga dengan mereka yang memiliki rumah besar yang longgar untuk diri mereka sendiri. Ini adalah pengingat yang baik tentang apa yang benar-benar penting dalam hidup. Dibandingkan dengan model-model keselamatan khas impian orang-orang kaya tentang kepemilikan rumah keluarga inti, <strong>kebersamaan</strong> dan <strong>kepedulian</strong> akan jauh lebih penting ‘daripada jenis keamanan yang memagari diri dari dunia luar.</p>\n\n<p>“Jaga jarak sosial” (social distancing) tidak harus berarti isolasi total. Kita tidak akan lebih aman jika masyarakat kita direduksi menjadi sekelompok individu yang saling mengasingkan. Hal itu tidak akan melindungi diri kita dari virus atau dari tekanan situasi ini, maupun dari perebutan kekuasaan yang disiapkan oleh para <a href=\"https://twitter.com/crimethinc/status/1239687783675047936\">kapitalis</a> dan <a href=\"https://crimethinc.com/2020/03/12/against-the-coronavirus-and-the-opportunism-of-the-state-anarchists-in-italy-report-on-the-spread-of-the-virus-and-the-quarantine\">otoritas negara</a>. Sebagai contoh, banyak lansia berisiko terkena virus. Orang lanjut usia biasanya sudah menjadi bagian yang terisolasi dari masyarakat sebelum wabah berbahaya ini datang. Memotong akses mereka dengan banyak orang tidak akan menjaga kesehatan fisik atau mentalnya. Kita semua harus menanamkan diri melalui kelompok-kelompok yang saling berhubungan erat dengan cara memaksimalkan keselamatan dan kemampuan kita –demi saling menikmati hidup dan saling mengambil tindakan.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/03/18/3.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Pilihlah orang-orang yang Anda percayai. Orang-orang tersebut idealnya adalah orang yang saling berbagi dengan kehidupan Anda sehari-hari; yang biasanya berbagi bahasan dan tindakan mengenai risiko dan toleransi. Demi keperluan bertahan dari virus, <a href=\"https://crimethinc.com/2017/02/06/how-to-form-an-affinity-group-the-essential-building-block-of-anarchist-organization\">kelompok afinitas</a> Anda harus menjadi semacam bangunan organisasi anarkis yang terdesentralisasi. Anda tidak harus tinggal di gedung yang sama dengan mereka, yang penting Anda bisa mengurangi faktor-faktor berisiko Anda menjadi faktor yang bisa memberikan rasa nyaman kepada semua orang. Jika kelompok afinitas Anda terlalu kecil, Anda akan bisa diasingkan; dan itu akan menjadi masalah jika Anda yang sakit. Jika kelompok afinitas Anda terlalu besar, Anda akan menghadapi risiko infeksi yang tidak perlu atau tidak terantisipasi.</p>\n\n<p>Saling berbicaralah dengan satu sama lainnya di kelompok Anda sampai Anda merasa berada dalam suatu set harapan bersama; sampai Anda sendiri merasa akan terlibat dengan risiko mengatasi penularan. Pembicaraan ini bisa mengenai hal apa saja; mulai dari pembicaraan tentang isolasi fisik total maupun saling mengingatkan untuk menggunakan pembersih tangan setelah menyentuh beberapa hal/benda di kawasan umum. Di dalam kelompok Anda, selama tidak ada yang memiliki virus, Anda masih bisa saling berpelukan, mencium, membuat makanan bersama, dan menyentuh permukaan benda yang sama – selama Anda dan anggota kelompok lainnya saling setuju tentang tingkat risiko ditoleransikan bersamasama dan tetap saling mengkomunikasikan tentang hal-hal yang dilakukan itu jika faktor berisiko yang baru mulai muncul.</p>\n\n<p>Inilah yang disebut oleh kaum anarkis sebagai <a href=\"https://crimethinc.com/2004/11/01/what-is-security-culture\">budaya keamanan</a> (security culture) – praktik membangun seperangkat harapan bersama untuk meminimalkan risiko. Ketika kita berurusan dengan represifitas aparat keamanan dan pengawasan oleh negara, kita melindungi diri kita sendiri dengan berbagi informasi berdasarkan kebutuhan yang perlu diketahui. Ketika kita berhadapan dengan virus, kita melindungi diri kita sendiri dengan mengendalikan perantara-perantara penyebab penyebaran penyakit menular.</p>\n\n<p>Kita tidak akan pernah bisa untuk menghindari risiko sama sekali. Intinya, untuk menentukan seberapa besar risiko yang Anda rasakan (atau akan dihadapi), maka perlakukanlah diri Anda sedemikian rupa; sehingga jika terjadi kesalahan, Anda tidak akan menyesal. Dengan begini, Anda bisa tahu Anda telah mengambil semua tindakan pencegahan yang Anda anggap perlu. Membagikan hidup Anda dengan kelompok afinitas, Anda akan mendapatkan hal-hal terbaik tentang kehati-hatian dan kenyamanan.</p>\n\n<p><em>Untuk bacaan mengenai bagaimana melanjutkan pengorganisiran melalui platform digital yang aman meskipun “social distancing,” baca</em> <a href=\"https://www.systemli.org/en/2020/03/15/solidarity-as-infrastructure.html\"><em>ini</em></a><em>.</em></p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/03/18/2.jpg\" />\n</figure>\n\n<h2 id=\"membentuk-jaringan\"><a href=\"#membentuk-jaringan\"></a>Membentuk Jaringan</h2>\n\n<p>Tentu saja, kelompok afinitas Anda sendiri tidak akan cukup untuk memenuhi semua kebutuhan Anda. Bagaimana jika Anda membutuhkan sumber daya yang tidak dapat Anda – dan kelompok afinitas Anda – akses dengan aman? Bagaimana jika kalian semua sakit? Anda harus terhubung dengan kelompok afinitas lain dalam jaringan yang saling bergotong-royong, sehingga jika ada kelompok dalam jaringan yang kewalahan, kelompok yang lain dapat membantu mereka. Dengan berpartisipasi dalam jaringan seperti ini, Anda dapat mengedarkan sumber daya dan dukungan tanpa semua orang yang memerlukan bantuan Anda harus mempunyai tingkat risiko yang sama. Prinsipnya ialah ketika orang-orang dari berbagai kelompok dalam jaringan saling berinteraksi, mereka harus menggunakan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat, sehingga dapat meminimalkan risiko tambahan.</p>\n\n<p>Istilah “gotong royong” acapkali dilontarkan oleh para politisi. Dalam pengertian yang tepat, gotong royong tidak menggambarkan program yang menyediakan bantuan searah untuk orang lain seperti halnya organisasi amal. Sebaliknya, itu adalah praktik kepedulian timbal balik yang tidak terpusat di mana peserta dalam jaringan memastikan bahwa setiap orang mendapatkan apa yang mereka butuhkan, sehingga setiap orang memiliki alasan untuk diikutkan dalam menjamin kesejahteraan orang lain. Ini bukanlah tentang pertukaran tit-for-tat (saling bertukar untuk memperoleh balasan serupa) melainkan, ini adalah pertukaran bantuan dan sumber daya yang menciptakan semacam kondisi keterlebihan dan ketahanan yang dapat mempertahankan komunitas di dalam masa-masa yang sulit. Jaringan gotong royong berkembang dengan baik jika memungkinkan untuk membangun kepercayaan timbal balik dengan orang lain dalam jangka waktu yang lama. Anda tidak perlu tahu atau bahkan menyukai orang lain di dalam jaringan, tetapi semua orang harus mengupayakan ketercukupan kepada jaringan bersama, sebagai upaya pribadi Anda untuk menciptakan situasi keberlimpahan.</p>\n\n<p>Kerangka kerja timbal balik mungkin kelihatannya cocok untuk stratifikasi sosial, di mana orang-orang dari kelas sosial yang sama dengan akses yang sama ke sumber daya saling tertarik satu sama lainnya untuk mendapatkan hasil terbaik dari investasi sumber daya mereka sendiri. Tetapi, kelompok-kelompok dari latar belakang yang berbeda juga dapat memiliki akses ke berbagai jenis sumber daya. Dalam masa-masa ini, kekayaan finansial mungkin bisa jauh lebih tidak berharga daripada pengalaman menggunakan pipa ledeng, kemampuan berbicara dialek tertentu, atau ikatan sosial dalam komunitas yang Anda tidak pernah mengira bahwa Anda akan menemukan diri Anda tergantung pada hal-hal tersebut. Setiap orang memiliki alasan yang baik untuk memperluas jaringan gotong-royong mereka sejauh dan seluas mungkin.</p>\n\n<p>Gagasan mendasarnya adalah bahwa ikatan kita dengan orang lainlah yang membuat kita aman, bukan perlindungan diri kita dari mereka atau kekuatan kita atas mereka. Orang-orang yang telah bersiap menghadapi keadaan darurat dengan membangun persediaan makanan, peralatan, dan senjata demi kepentingan pribadi adalah sama saja menempatkan potongan-potongan kiamat di tempatnya masing-masing. Jika Anda menggunakan semua energi Anda demi solusi individual dan semua orang di sekitar Anda berjuang untuk bertahan hidup sendiri, maka satu-satunya harapan Anda adalah dengan melampaui “kompetisi” itu. Jika Anda bisa melakukannya dan tidak ada orang lain (lagi) yang bisa mengaktifkan kemampuannya, Anda akan menjadi yang kekuatan terakhir yang tersisa; dan kemampuan Anda akan menjadi alat terakhir yang bisa Anda inginkan (digunakan membantu sesama menangani krisis).</p>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"bagaimana-kita-berhubungan-dengan-risiko\"><a href=\"#bagaimana-kita-berhubungan-dengan-risiko\"></a>Bagaimana Kita Berhubungan dengan Risiko</h1>\n\n<p>Munculnya penularan virus yang baru dengan potensi yang mematikan akan memaksa kita semua untuk berpikir tentang bagaimana kita berhubungan dengan risiko. Apa gunanya mempertaruhkan hidup kita?</p>\n\n<p>Kalau dipikir-pikir, kebanyakan dari kita akan menyimpulkan bahwa – semua hal lain dianggap sama – bahwa mempertaruhkan hidup kita hanya untuk terus memainkan peran kita dalam tatanan (seperti kapitalisme) yang terasa tidak layak. Di sisi lain, mungkin ada gunanya mempertaruhkan nyawa kita untuk saling melindungi, untuk saling menjaga, untuk mempertahankan kebebasan kita, dan demi kemungkinan hidup dalam masyarakat yang egaliter.</p>\n\n<p>Sama halnya dengan tindakan isolasi diri sepenuhnya yang tidaklah aman bagi kaum orang tua, mencoba menghindari risiko sepenuhnya tidak akan membuat kita aman. Jika kita menjaga ketat diri kita sendiri sementara orang yang kita cintai sakit, tetangga kita mati, dan tatanan aparat atau penguasa lalim mengambil setiap sisa-sisa terakhir dari otonomi kita, maka kita tidak akan lebih aman. Ada banyak jenis risiko. Waktunya mungkin tiba ketika kita harus memikirkan kembali risiko apa yang kita siapkan untuk hidup bermartabat.</p>\n\n<p>Hal ini akan membawa kita pada pertanyaan tentang bagaimana cara bertahan hidup dari semua tragedi yang tidak perlu yang juga dihadapi oleh pemerintahan dan ekonomi global dalam konteks pandemi – belum lagi banyak tragedi-tragedi yang tidak perlu yang nyatanya <em>telah</em> mereka ciptakan. Untungnya, struktur yang sama yang memungkinkan kita untuk bertahan hidup bersama-sama dari serangan virus juga dapat memperlengkapi kita untuk melawannya.</p>\n\n<figure class=\"video-container \">\n  <iframe credentialless=\"\" allowfullscreen=\"\" referrerpolicy=\"no-referrer-when-downgrade\" sandbox=\"allow-scripts allow-same-origin\" allow=\"accelerometer 'none'; ambient-light-sensor 'none'; autoplay 'none'; battery 'none'; bluetooth 'none'; browsing-topics 'none'; camera 'none'; ch-ua 'none'; display-capture 'none'; domain-agent 'none'; document-domain 'none'; encrypted-media 'none'; execution-while-not-rendered 'none'; execution-while-out-of-viewport 'none'; gamepad 'none'; geolocation 'none'; gyroscope 'none'; hid 'none'; identity-credentials-get 'none'; idle-detection 'none'; keyboard-map 'none'; local-fonts 'none'; magnetometer 'none'; microphone 'none'; midi 'none'; navigation-override 'none'; otp-credentials 'none'; payment 'none'; picture-in-picture 'none'; publickey-credentials-create 'none'; publickey-credentials-get 'none'; screen-wake-lock 'none'; serial 'none'; speaker-selection 'none'; sync-xhr 'none'; usb 'none'; web-share 'none'; window-management 'none'; xr-spatial-tracking 'none'\" csp=\"sandbox allow-scripts allow-same-origin;\" src=\"https://www.youtube-nocookie.com/embed/yUBN-sCHBWA\" frameborder=\"0\" loading=\"lazy\"></iframe>\n  <figcaption class=\"caption video-caption video-caption-youtube\">\n    <p><em>(Kerusuhan di Milan antara polisi dan para anarkis saat mengekspresikan solidaritas selama kerusuhan penjara di Italia)</em></p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"bertahan-dari-krisis\"><a href=\"#bertahan-dari-krisis\"></a>Bertahan dari Krisis</h1>\n\n<p>Mari kita perjelas: Totaliterisme bukanlah hanya ancaman yang akan terjadi di masa depan. Langkah-langkah yang diterapkan di seluruh dunia – dalam menangani wabah/krisis – bisa bersifat <a href=\"https://abeautifulresistance.org/site/2020/3/17/pandemics-state-exception\">totaliter</a> dalam segala hal. Kita bisa menyaksikan keputusan badan pemerintahan yang memberlakukan larangan perjalanan total, jam malam, <a href=\"https://www.thestar.com.my/news/world/2020/03/17/peru-deploys-military-to-slow-coronavirus-spread-chile-closes-borders\">darurat militer</a>, dan langkah-langkah diktator lainnya.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/03/18/5-id.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Ini bukan berarti kita tidak boleh untuk saling melindungi dari penyebaran virus. Ini hanya untuk saling mengingatkan bahwa langkah-langkah yang diterapkan oleh berbagai pemerintahan didasarkan pada cara otoriter dan logika otoriter. Pikirkanlah tentang berapa banyak sumber daya yang lebih banyak dialokasikan ke dalam militer, polisi, bank, dan <a href=\"https://www.gq.com/story/trillion-dollar-stimulus-but-no-testing\">pasar saham</a> daripada dianggarkan untuk perawatan kesehatan publik dan sumber daya untuk membantu orang selamat dari krisis ini. Dan faktanya, <a href=\"https://www.tgcom24.mediaset.it/cronaca/milano-denunciato-un-senzatetto-violato-il-decreto-coronavirus_16077475-202002a.shtml\">memenjarakan warga sipil karena ketahuan berkeliaran</a> akan lebih mudah dilakukan aparatur negara dibandingkan dengan melakukan tes virus kepada anggota masyarakat.</p>\n\n<p>Sama halnya seperti virus, kekuasaan telah menunjukkan kepada kita tentang bagaimana kebenaran kita menghadapi hidup – tentang hubungan kita dan rumah kita – dan itu juga menunjukkan kepada kita bahwa kita sudah hidup dalam masyarakat yang otoriter. Kedatangan pandemi membuat kekuasaan terlihat semakin formal. Perancis menempatkan 100.000 <a href=\"https://www.aljazeera.com/news/2020/03/france-deploy-100000-police-enforce-coronavirus-lockdown-200316220916435.html\">aparat kepolisian</a> di jalan-jalan, jumlahnya bertambah 20.000 personil lebih banyak dari yang dikerahkan ke titik tertinggi protes <a href=\"https://crimethinc.com/2018/12/14/the-yellow-vest-movement-showdown-with-the-state-reports-from-the-clashes-in-paris-around-france-and-across-europe\"><em>gilet jaunes</em></a>. Para pengungsi yang membutuhkan suaka ditolak oleh otoritas negara dan mereka terkatung-katung di sepanjang perbatasan antara AS-Meksiko dan antara Yunani-Turki. Di Italia dan Spanyol, gerombolan polisi sempat <a href=\"https://www.wumingfoundation.com/giap/2020/03/la-viralita-del-decoro/?fbclid=IwAR3IdaAIdtgEDzIPAbTsg9timbLk-BOKYxBmydvz94pSfQKyJ5224qSfJXQ\">menyerang warga yang sedang berolahraga <em>jogging</em></a> di jalanan yang kosong.</p>\n\n<figure class=\"video-container \">\n  <iframe src=\"https://player.vimeo.com/video/398582259?title=0&amp;byline=0&amp;portrait=0\" frameborder=\"0\" webkitallowfullscreen=\"\" mozallowfullscreen=\"\" allowfullscreen=\"\"></iframe>\n  <figcaption class=\"caption video-caption video-caption-vimeo\">\n    <p>Polisi menyerang dan memukuli seorang pelari di Sisilia</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Di Jerman, polisi di Hamburg telah mengambil keuntungan dengan cara <a href=\"https://www.mopo.de/hamburg/schliessung-in-hamburg-polizei-raeumt-lampedusa-zelt-wegen-corona-36421026\">mengusir</a> tenda-tenda pengungsi yang telah berdiri dan diswakelola selama beberapa tahun. Meskipun ada karantina, polisi di Berlin masih <a href=\"https://syndikatbleibt.noblogs.org/post/2020/03/14/schliesung-wegen-corona-raumung-bleibt-bestehen/\">mengancam akan mengusir</a> sebuah bar kolektif anarkis. Di tempat lain, polisi yang <a href=\"https://www.insuedthueringen.de/region/suhl_zellamehlis/suhl/Polizei-holt-mit-Grossaufgebot-Stoerer-aus-Fluechtlingsheim%3Bart83456,7180877\">mengenakan pakaian pelindung kimia</a> justru menyerbu sebuah pusat pengungsian. Yang terburuk, semua ini terjadi dengan persetujuan diam-diam dari populasi umum. Pihak berwenang dapat melakukan apa saja atas nama melindungi kesehatan kita – bahkan bisa sampai tega membunuh kita.</p>\n\n<p>Ketika situasi krisis semakin intensif, kita mungkin akan melihat polisi dan militer menggunakan kekuatan yang semakin mematikan. Di banyak bagian dunia, <a href=\"https://www.tag24.de/amp/thema/coronavirus/trotz-corona-angst-polizei-und-feuerwehr-feiern-grosse-party-1461169\">mereka adalah satu-satunya pihak yang dapat diperbolehkan berkumpul dalam jumlah besar dengan sangat bebas</a>. Ketika kepolisian terbentuk sebagai satu-satunya badan sosial yang diperbolehkan mengumpulkan anggotanya secara massal, tidak ada kata lain selain suatu negeri akan menjadi “negara polisi” sebagai gambaran bentuk masyarakat tempat kita tinggal.</p>\n\n<p>Ada tanda-tanda bahwa segala sesuatu akan mengarah ke arah ini (menuju negara polisi) selama beberapa dekade. Kapitalisme saat dulu bergantung pada menjaga tersedianya sejumlah besar pekerja untuk melakukan kerja industri – akibatnya, mereka tidak mungkin memperlakukan kehidupan dengan jaminan harga murah – layaknya kehidupan yang terjadi hari ini. Karena globalisasi dan otomasi kapitalis telah mengurangi ketergantungan pada pekerja, maka kecenderungan estimasi tenaga kerja global telah bergeser ke dalam sektor jasa, melakukan pekerjaan yang tidak esensial bagi berfungsinya ekonomi dan karenanya mereka dibayar secara kurang layak, sementara pemerintah semakin bergantung pada kekerasan polisi dan militer untuk mengendalikan kerusuhan dan kemarahan massa sipil/pekerja.</p>\n\n<p>Jika pandemi berlangsung cukup lama, kita mungkin akan melihat lebih banyak otomasi – mobil yang bisa mengemudi sendiri tidak akan menimbulkan ancaman infeksi yang lebih besar bagi orang-orang kaya bila dibandingkan dengan pengemudi Uber – Dan pekerja yang mengalami pemecatan akan bisa dipindahkan dengan pembagian di antara sektor-sektor industri penindasan (polisi, militer, keamanan swasta, kontraktor militer swasta) dan pekerja tidak tetap yang dipaksa mengambil risiko besar untuk menghasilkan beberapa sen. Kita seakan dipercepat menuju ke masa depan; di mana kaum kelas istimewa yang terhubung secara digital dapat melakukan kerja virtual secara terpisah sementara negara polisi yang besar akan mengawasi kaum kelas bawah yang bisa gampang dihabisi.</p>\n\n<p>Buktinya, miliarder Jeff Bezos telah menambahkan sebanyak 100.000 di Amazon, sebagai antisipasi jikalau perusahaannya akan membuat toko-toko lokal/yang lebih kecil bangkrut. Demikian juga, Bezos tidak akan memberikan cuti kepada karyawannya di Whole Foods meskipun mereka menghadapi risiko terus-menerus pada sektor jasa – meskipun ia memberikan kenaikan gaji sebesar $2 kepada mereka hingga April 2020 ini. Singkatnya, ia masih menganggap hidup mereka tidak berharga, tetapi ia mengakui bahwa kematian mereka harus dibayar lebih baik.</p>\n\n<p>Dalam konteks ini, pasti akan ada pemberontakan. Sangat mungkin bahwa kita akan melihat beberapa reformasi sosial yang bertujuan untuk menenangkan populasi – yang setidaknya untuk sementara mengurangi dampak pandemi – tetapi, bahwa reformasi ini akan tiba berdasarkan iringan kekerasan yang terus meningkat dari suatu negara yang tidak dapat dibayangkan oleh siapa pun, sejauh ini masih cenderung disalahpahami sebagai pelindung kesehatan kita.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/03/18/6-id.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Faktanya, negara sendiri bisa adalah hal yang paling berbahaya bagi kita, karena negara bisa memberlakukan distribusi sumber daya yang tidak merata secara drastis dan memaksa kita untuk menghadapi distribusi risiko yang tidak seimbang. Jika kita ingin bertahan hidup, kita tidak bisa hanya menuntut kebijakan yang lebih adil – kita juga harus mendelegitimasi dan melemahkan kekuatan negara.</p>\n\n<h2 id=\"strategi-perlawanan\"><a href=\"#strategi-perlawanan\"></a>Strategi Perlawanan</h2>\n\n<p>Untuk itu, kami menyimpulkan beberapa strategi perlawanan yang sudah dipraktikkan di beberapa tempat.</p>\n\n<h3 id=\"mogok-bayar-sewatagihan\"><a href=\"#mogok-bayar-sewatagihan\"></a>Mogok Bayar Sewa/Tagihan</h3>\n\n<p>Di San Francisco, kolektif perumahan <a href=\"https://twitter.com/crimethinc/status/1239791321927254016\">Station 40</a> telah secara sepihak menyatakan pemogokan sewa sebagai tanggapan terhadap krisis:</p>\n\n<blockquote>\n  <p>“Urgensi saat ini ialah menuntut tindakan tegas dan kolektif. Kami melakukan ini untuk melindungi dan merawat diri sendiri dan komunitas kami. Sekarang, lebih dari sebelumnya, kami menolak hutang dan kami menolak untuk dieksploitasi. Kami tidak akan memikul beban ini untuk kaum kapitalis. Lima tahun yang lalu, kami mengalahkan upaya tuan tanah untuk mengusir kami. Kami menang karena solidaritas tetangga kami dan teman-teman kami di seluruh dunia. Kami sekali lagi memanggil jaringan itu. Kolektif kami merasa siap demi tempat berlindung pada tengah malam di seluruh area teluk. Tindakan solidaritas yang paling berarti bagi kita pada saat ini adalah agar semua orang melakukan mogok bersama. Kami akan mendukung Anda, karena kami tahu Anda akan memiliki dukungan \tkami. Istirahat, berdoa, dan saling menjagalah”</p>\n</blockquote>\n\n<p>Bagi jutaan orang yang tidak akan mampu membayar tagihan, melakukan hal ini merupakan suatu keharusan. Jutaan orang yang tak terhitung jumlahnya yang hidup dari satu gaji ke gaji berikutnya telah kehilangan pekerjaan dan penghasilan mereka, serta tidak memiliki cara untuk membayar sewa bulan April. Cara terbaik untuk mendukung mereka yang senasib adalah dengan cara kita semua melakukan mogok pembayaran, menjadikannya mustahil bagi pihak berwenang untuk menyasar tagihan kepada semua orang yang tidak membayar. Bank dan tuan tanah seharusnya tidak dapat terus mengambil untung dari penyewa dan hipotek ketika tidak ada cara untuk mendapatkan uang. Itulah cara berakal sehat.</p>\n\n<p>Gagasan ini telah beredar <a href=\"https://twitter.com/MW_Unrest/status/1240351076542492679\">dalam berbagai bentuk</a>. Di Melbourne, Australia, cabang lokal dari Industrial Workers of the World menyatakan <a href=\"https://www.megaphone.org.au/petitions/covid-19-rent-strike-pledge\">sumpah mogok bayar sewa</a> selama wabah COVID-19. <a href=\"https://www.rosecaucus.com/petitions\">Rose Caucus</a> telah <a href=\"https://twitter.com/RentStrike2020\">menyerukan kepada</a> orang-orang untuk menunda pembayaran sewa, hipotek, dan utilitas selama wabah terjadi. Di negara bagian Washington, gerakan <a href=\"https://rentstrike.noblogs.org/\">Seattle Rent Strike</a> juga menyerukan hal yang sama. Para penyewa di Chicago juga <a href=\"https://www.hpherald.com/news/tenants-ask-mac-properties-to-cancel-april-rents-threaten-rent/article_8dee3d0a-6892-11ea-9e8f-d3163c106da0.html\">mengancam akan mogok sewa</a> bersama orang-orang di <a href=\"https://twitter.com/RentStrikeATX/status/1241100235079901184\">Austin</a>, St. Louis, dan <a href=\"https://www.jotform.com/form/200780899378169\">Texas</a>. Di Kanada, pengorganisiran ada di <a href=\"https://www.facebook.com/groups/KeepYourRent/\">Toronto</a>, <a href=\"https://www.facebook.com/rentstrikekingston/\">Kingston</a>, dan Montreal. Sementara banyak <a href=\"https://www.instagram.com/p/B90EEE5HXtW/\">orang yang lainnya</a> telah <a href=\"https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeypfyMWCtC5FG7h0kTKeNpgttbARcINd8zjIj7uiwHv-VFMA/viewform\">menyebarkan dokumen yang</a> menyerukan pemogokan sewa dan hipotek.</p>\n\n<p>Agar pemogokan sewa berhasil di tingkat nasional, setidaknya salah satu dari inisiatif ini harus mendapatkan momentum yang tepat dan dukungan yang cukup sehingga banyak orang akan yakin mereka tidak akan dibiarkan semakin krisis jika mereka berkomitmen untuk berpartisipasi. Namun daripada menunggu organisasi massa tunggal untuk mengoordinasikan pemogokan besar-besaran dari atas, yang terbaik adalah upaya dimulai di tataran akar rumput atau koneksi sosial terdekat. Organisasi yang terpusat seringkali berkompromi di awal proses perjuangan dan meremehkan upaya otonom yang bisa memberikan kekuatan gerakan seperti itu. Hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk keluar dari pengalaman krisis secara lebih kuat adalah membangun jaringan yang dapat mempertahankan diri terlepas dari keputusan yang terpusat dari atas.</p>\n\n<h3 id=\"pemogokan-buruh-perlintasan\"><a href=\"#pemogokan-buruh-perlintasan\"></a>Pemogokan Buruh Perlintasan</h3>\n\n<p>Ratusan pekerja galangan kapal Atlantik di Saint-Nazaire mogok kerja kemarin. Di Finlandia, para pengemudi bus menolak dibayar untuk mengendarai demi meningkatkan keselamatan mereka atas penularan virus dan memprotes akan risiko yang mereka hadapi, menunjukkan kepada khalayak bahwa menumpang angkutan umum sebenarnya bisa gratis.</p>\n\n<p>Ini akan menjadi waktu yang baik bagi para pekerja untuk menunjukkan kekuatan melalui pemogokan dan penghentian kerja. Untuk saat ini, sebagian besar khalayak umum cenderung akan bisa bersimpati, karena gangguan terhadap bisnis besar juga dapat mengurangi risiko penyebaran virus. Daripada berusaha memperbaiki keadaan individu karyawan tertentu melalui kenaikan upah, kita bisa percaya bahwa yang paling penting adalah membangun jaringan yang dapat mengganggu bisnis besar, mengganggu sistem secara keseluruhan, dan menunjukkan pengenalan cara-cara hidup alternatif dan saling terhubung. Pada titik ini, lebih mudah untuk membayangkan penghapusan kapitalisme daripada membayangkan reformasi untuk melayani semua kebutuhan kita secara adil dan merata.</p>\n\n<h3 id=\"pemberontakan-penjara\"><a href=\"#pemberontakan-penjara\"></a>Pemberontakan Penjara</h3>\n\n<p>Pemberontakan dari penjara di Brasil dan Italia telah menghasilkan beberapa tahanan yang kabur, termasuk pelarian massal. Keberanian para tahanan ini mustinya bisa mengingatkan kita pada semua populasi yang selalu dijauhkan dari pandangan public, yang akan merasa paling menderita selama bencana wabah seperti saat ini. Hal ini juga dapat menginspirasi kita: daripada mematuhi perintah dan tetap bersembunyi saat seluruh dunia diubah menjadi matriks sel penjara, kita dapat bertindak secara kolektif untuk keluar dari masalah krisis.</p>\n\n<h1 id=\"bacaan-lebih-lanjut\"><a href=\"#bacaan-lebih-lanjut\"></a>Bacaan Lebih Lanjut</h1>\n\n<p><a href=\"https://www.ianalanpaul.com/ten-premises-for-a-pandemic/\">Sepuluh Tempat untuk Pandemi</a> – “Pandemi bukanlah kumpulan virus; ia merupakan hubungan sosial di antara orang-orang, yang diperantarai oleh virus.”</p>\n\n<p><a href=\"https://north-shore.info/2020/03/20/ask-a-diffferent-question-reclaiming-autonomy-of-action-during-the-virus/\">Mempertanyakan Pertanyaan yang Berbeda: Merebut Kembali Otonomi Aksi selama Wabah Virus</a></p>\n\n<p><a href=\"https://lundi.am/monologue-du-virus\">Monolog Virus</a>: “Aku datang untuk menghentikan mesin yang rem daruratnya tidak dapat kalian temukan.”</p>\n\n<h1 id=\"poster\"><a href=\"#poster\"></a>Poster</h1>\n\n<figure class=\"portrait-shadow\">\n<a href=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/posters/lima-tindakan/lima-tindakan_front_color.pdf\"> <img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/posters/lima-tindakan/lima-tindakan_front_color.jpg\" /> </a>   <figcaption>\n    <p>Click on the image to download the poster.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<figure class=\"portrait-shadow\">\n<a href=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/posters/lima-tindakan/lima-tindakan_front_black_and_white.pdf\"> <img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/posters/lima-tindakan/lima-tindakan_front_black_and_white.jpg\" /> </a>   <figcaption>\n    <p>Click on the image to download the poster.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n"
    },
    {
      "id": "https://crimethinc.com/2020/02/05/mau-begini-mau-begitu-kelak-semua-akan-menutup-wajahnya",
      "url": "https://crimethinc.com/2020/02/05/mau-begini-mau-begitu-kelak-semua-akan-menutup-wajahnya",
      "title": "Mau begini, mau begitu, kelak semua akan menutup wajahnya.",
      "summary": "",
      "image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/02/05/header.jpg",
      "banner_image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/02/05/header.jpg",
      "date_published": "2020-02-05T20:44:00Z",
      "date_modified": "2024-09-10T03:55:41Z",
      "tags": [],
      "content_html": "<p>Solidaritas kepada penduduk di Cina, Hong Kong, dan di tempat lain yang menghadapi wabah Coronavirus serta segala mimpi buruk dari birokrasi yang menyertainya, kawan-kawan dari Brazil telah memperbarui poster yang mereka buat bertahun-tahun lalu sebagai tanggapan terhadap bencana lingkungan di Amerika Latin. Kami menyajikannya di sini dalam bahasa Portugis, Inggris, Spanyol, Italia, dan Indonesia.</p>\n\n<figure class=\"portrait\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/02/05/1-id.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Gempa bumi di Puerto Rico — kebakaran di Australia, Brazil, dan di pesisir Pantai Barat Amerika Serikat — Coronavirus di Cina hingga di seluruh dunia: Semua bencana ini diperparah oleh struktur kekuatan yang memusatkan kekuasaannya pada beberapa tangan penguasa, serta nilai-nilai kehidupan yang hanya bisa digapai oleh segelintir orang ber-privilege saja. Sekarang para penguasa berusaha memberi tahu kita bahwa hanya merekalah satu-satunya golongan yang memenuhi syarat untuk mengelola keadaan darurat yang sedang terjadi. Namun yang menjadi prioritas bagi mereka tak pernah berubah, hanya untuk orang-orang berpunya saja. Dengan mempercayai mereka, artinya kita sedang antre berbaris menuju kiamat.</p>\n\n<p>Daripada kita berjuang untuk mengelola segala konsekuensi krisis yang semakin drastis dari tatanan sosial ini secara sendiri-sendiri, mari kita berkumpul bersama untuk menghadapinya dengan kesanggupan kita masing-masing. Bersama-sama, kita bisa melawan dan bertahan hidup.</p>\n\n<figure class=\"portrait\">\n<a href=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/posters/mau-begini-mau-begitu/mau-begini-mau-begitu_front_black_and_white.pdf\"> <img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/posters/mau-begini-mau-begitu/mau-begini-mau-begitu_front_black_and_white.jpg\" /> </a>   <figcaption>\n    <p>Click on the image to download the poster.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h1 id=\"jalan-yang-seperti-ini-atau-jalan-yang-lainnya-kelak-kita-semua-akan-menggunakan-masker\"><a href=\"#jalan-yang-seperti-ini-atau-jalan-yang-lainnya-kelak-kita-semua-akan-menggunakan-masker\"></a>Jalan Yang Seperti Ini atau Jalan Yang Lainnya, Kelak Kita Semua Akan Menggunakan Masker</h1>\n\n<p>Di manapun kita berada dalam masyarakat, masa depan kita bermuara menuju dua pilihan: menerima nasib sambil mencoba mengurangi ancaman pada diri serta lingkungan dengan sedikit demi sedikit — atau secara aktif memberontak, demi menghentikan bencana sambil menerapkan solusi kita sendiri . Jika ada satu hal yang oleh para ilmuwan, sosiolog, ahli strategi militer, dan buruh sekalipun akan setujui secara bersama, maka hal tersebut adalah: kita akan menuju kehancuran global.</p>\n\n<p>Mereka yang berkuasa berupaya memanfaatkan segala macam bencana, angin topan, kebakaran hutan, hingga wabah penyakit untuk memaksakan bentuk kontrol yang semakin serius pada kita. Respons mereka terhadap suatu krisis selalu diprioritaskan untuk melindungi hak dan keuntungan mereka sendiri, sementara kita semua diperlakukan layaknya barang yang bisa dipakai hingga habis. Kita tak bisa mempercayakan kelangsungan hidup lewat cara mereka.</p>\n\n<p>Jika kita menarik diri menuju masa depan yang dipenuhi oleh bencana perubahan iklim, polusi yang meluas, dan kiamat ekologis, cepat atau lambat, bencana akan datang pada kita. Di beberapa bagian dunia, orang sudah dipaksa untuk memakai masker ketika mereka meninggalkan rumah hanya untuk menjaga diri dari udara beracun, limbah beracun, atau infeksi penyakit.</p>\n\n<p>Jika kita tak terima dengan datangnya kehancuran hidup kita, tanah kita, makanan kita, dan segala sesuatu yang menghubungkan kita satu sama lain, artinya kita harus berjuang untuk mendapatkan kembali kendali atas hidup kita dan keputusan yang menentukan kelangsungan hidup kita. Pada dunia yang dipenuhi polisi, penjara, hingga kamera pengawas, berarti kita harus mengenakan topeng yang menyembunyikan identitas diri sehingga kita dapat memperjuangkan apa yang sebenarnya kita inginkan serta memperpanjang nafas perjuangan. Cepat atau lambat, semua akan mengenakan topengnya!</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2020/02/05/2.jpg\" />\n</figure>\n\n"
    },
    {
      "id": "https://crimethinc.com/2019/10/09/seruan-untuk-bertindak-solidaritas-dengan-rojava-lawan-invasi-turki-panggilan-mendesak-dari-jaringan-organisasi",
      "url": "https://crimethinc.com/2019/10/09/seruan-untuk-bertindak-solidaritas-dengan-rojava-lawan-invasi-turki-panggilan-mendesak-dari-jaringan-organisasi",
      "title": "Seruan untuk Bertindak: Solidaritas dengan Rojava — Lawan Invasi Turki! : Panggilan Mendesak dari Jaringan Organisasi",
      "summary": "We are calling for people around the world to take action at Turkish consulates, US government offices, arms manufacturers, and elsewhere.",
      "image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2019/10/09/header.jpg",
      "banner_image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2019/10/09/header.jpg",
      "date_published": "2019-10-09T08:05:00Z",
      "date_modified": "2024-12-10T23:25:53Z",
      "tags": [
        "Trump",
        "Rojava",
        "Syria",
        "call to action",
        "Kurdistan",
        "Turkey",
        "civil war"
      ],
      "content_html": "<p>Pada 6 Oktober 2019, pemerintahan Trump mengumumkan akan menarik pasukan AS keluar dari Suriah utara, yang berarti memberi Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan lampu hijau untuk menyerang Rojava, melakukan pembersihan etnis, dan secara paksa menguasai daerah itu. Kami menyerukan kepada orang-orang di seluruh dunia untuk terlibat dalam protes dan / atau gangguan pada konsulat Turki, kantor pemerintah AS, produsen senjata, dan bisnis yang terhubung dengan pemerintah Turki, seperti Turkish Airlines.</p>\n\n<p>Sejak 2012, wilayah otonomi Rojava telah menjadi tuan rumah eksperimen multi-etnis yang menginspirasi perjuangan penentuan nasib sendiri dan otonomi perempuan, semuanya terjadi saat melawan Negara Islam (ISIS). Setelah bertahun-tahun berjuang, meskipun menderita banyak korban, pejuang dari Rojava berpartisipasi dalam membebaskan semua wilayah yang diduduki ISIS dan membebaskan mereka yang telah ditawan di benteng-benteng ISIS.</p>\n\n<p>Dalam upaya untuk membenarkan Turki menyerang Suriah Utara, Trump telah membuat twit bahwa pembayar pajak AS tidak harus membayar untuk menjaga pejuang ISIS agar tetap dipenjara. Faktanya, AS belum membayar satu sen pun untuk pembiayaan para pejuang ISIS yang ditangkap; yang telah sepenuhnya diorganisir oleh Pasukan Demokrat Suriah (SDF). Kenyataannya adalah invasi Turki ke wilayah Kurdi akan menciptakan kondisi bagi ISIS untuk bangkit kembali dan melanjutkan operasi di Suriah dan di seluruh dunia. Selama bertahun-tahun, Turki telah memberikan senjata, rekrutan, dan sumber daya untuk ISIS melalui perbatasannya.</p>\n\n<p>ISIS dan invasi Turki menimbulkan ancaman eksistensial bagi semua kelompok etnis dan agama yang berasal dari wilayah tersebut, termasuk orang Arab, Kristen (Armenia, Asyur, Kasdim, dan Syria), Turkmen, Chechen, Alevit, dan Yazidi. Banyak dari kelompok-kelompok ini telah memperoleh suara dalam kehidupan mereka sendiri untuk pertama kalinya, namun sekarang menghadapi pembantaian di tangan militer Turki dan para jihadis.\nInvasi Turki ke Rojava menjadi preseden baru untuk agresi militer, pembersihan etnis, dan penghancuran eksperimen egaliter dan feminis seperti yang ada di Rojava. Ini akan membuat panggung untuk pertumpahan darah lebih banyak dan penindasan di seluruh dunia, membuka jalan bagi otokrat etno-nasionalis seperti Trump, Erdogan, Bashar al-Assad, Jair Bolsonaro, dan Vladimir Putin untuk mendominasi politik dunia untuk generasi yang akan datang.</p>\n\n<p>Selama berbulan-bulan, para pejuang di Rojava telah menyerukan solidaritas internasional jika terjadi invasi. Kita harus memperhatikan keadaan penduduk Rojava dan memberitahukan bahwa akan ada konsekuensi untuk hal ini.</p>\n\n<p><strong>Berdiam diri berarti terlibat.</strong></p>\n\n<p>Kami menyerukan kepada semua orang yang memiliki hati nurani untuk terlibat dalam protes dan gangguan di konsulat Turki, kantor pemerintah AS, produsen senjata, dan bisnis yang terhubung dengan pemerintah Turki, seperti Turkish Airlines. Komite Solidaritas Rojava Eropa telah bergabung dengan para organisator di Rojava dalam menyerukan satu hari aksi 12 Oktober melawan invasi Turki; kami mendukung panggilan ini, dan menyerukan tindakan lebih lanjut sebelum dan setelah 12 Oktober.</p>\n\n<p>Kita perlu membangun konteks untuk aksi langsung berbasis luas sebagai langkah untuk membangun gerakan global yang dapat membuat kekejaman seperti itu menjadi tidak mungkin. Bersama-sama, kita bisa menghentikan invasi .</p>\n\n<p>Sampai jumpa di jalanan</p>\n\n<p>*Klik pada gambar untuk mengunduh selebaran versi pdf</p>\n\n<h1 id=\"dukungan\"><a href=\"#dukungan\"></a>Dukungan</h1>\n\n<p>Jika organisasi Anda mendukung panggilan ini, silakan sebarkan teks ini dan hubungi kami di coordination.for.rojava@protonmail.com untuk masuk. Daftar ini akan diperbarui secara teratur di crimethinc.com dan itsgoingdown.org</p>\n\n<ul>\n  <li>Coordination for the Defense of Rojava</li>\n  <li>1312 Press</li>\n  <li>Acid Communist League of Atlanta</li>\n  <li>Agency (www.anarchistagency.com/)</li>\n  <li>Albany General Defense Committee</li>\n  <li>Horacio Almanza Alcalde</li>\n  <li>AK Press (www.akpress.org/)</li>\n  <li>Anarchist Federation (UK)</li>\n  <li>Anarkis.org</li>\n  <li>Anarresti Hacker Union</li>\n  <li>Angry Socialist Community - ASC (@AngrySocialists)</li>\n  <li>Anon Anarchist Action</li>\n  <li>The Anti-Capitalist League (facebook.com/anticapitalistleague)</li>\n  <li>Antifa Sacramento</li>\n  <li>Antifascists of the Seven Hills</li>\n  <li>Antifascistas Belo Horizonte - Brazil</li>\n  <li>Aotearoa Workers Solidarity Movement (awsm.nz)</li>\n  <li>Asociación de Amistad con Kurdistán (Spain)</li>\n  <li>Atlanta Antifascists</li>\n  <li>The Autonomous University of Political Education</li>\n  <li>The Base</li>\n  <li>Bay Area Mesopotamia Solidarity Committee</li>\n  <li>Black Cat House</li>\n  <li>Black Rose Anarchist Federation - Los Angeles Local</li>\n  <li>Black Socialists of America</li>\n  <li>Bloomington Anarchist Black Cross</li>\n  <li>The Boiling Point Collective (http://facebook.com/pg/boilingpointkzoo/about/)</li>\n  <li>Bonfire Collective, Santa Barbara, CA</li>\n  <li>Debbie Bookchin</li>\n  <li>The Rev. Dr. Colin Bossen, Unitarian Universalist Minister, First Unitarian Universalist Church of Greater Houston</li>\n  <li>Boulder County Democratic Socialists of America</li>\n  <li>Breakaway Social Center</li>\n  <li>Brigada 71 - NY Cosmos Supporters (@CosmosAFA)</li>\n  <li>Shane Burley</li>\n  <li>Campus Marxist-Humanists</li>\n  <li>Carne Ross (https://www.youtube.com/watch?v=yyqG-71zOi0&amp;feature=youtu.be)</li>\n  <li>Chicago Anti-Fascist Action</li>\n  <li>Chicago General Defense Committee</li>\n  <li>Noam Chomsky</li>\n  <li>Colorado Springs Anti-Fascists</li>\n  <li>Cooperation Jackson</li>\n  <li>CrimethInc. Workers’ Collective</li>\n  <li>The Dandelion Network</li>\n  <li>Decolonize This Place (decolonizethisplace.org)</li>\n  <li>Demand Utopia Seattle</li>\n  <li>Democratic Socialists of America - Central Jersey</li>\n  <li>Democratic Socialists of America - Cincinnati (dsacincy.org, @dsacincy)</li>\n  <li>Democratic Socialists of America - Communist Caucus</li>\n  <li>Democratic Socialists of America - Harrisburg, PA</li>\n  <li>Democratic Socialists of America -  Libertarian Socialist Caucus</li>\n  <li>Democratic Socialists of America - Metro Atlanta</li>\n  <li>Democratic Socialists of America - National</li>\n  <li>Democratic Socialists of America - Sacramento</li>\n  <li>Democratic Socialists of America - San Francisco (Immigrant Rights &amp; International Solidarity)</li>\n  <li>Young Democratic Socialists of America (YDSA) - Bloomington</li>\n  <li>Denver Anarchist Black Cross</li>\n  <li>Direct Action Front for Palestine</li>\n  <li>DC Antifascist Coalition</li>\n  <li>Ricardo Dominguez, Associate Professor, UCSD</li>\n  <li>Earth Strike International (www.earth-strike.com)</li>\n  <li>Economics for Everyone - Olympia (facebook.com/EconomicsforEveryoneOly/)</li>\n  <li>Emergency Committee for Rojava (ECR) (www.defendrojava.org)</li>\n  <li>Extinction Rebellion Seattle</li>\n  <li>The Fayer Collective</li>\n  <li>Fédération Anarchiste - France (federation-anarchiste.org)</li>\n  <li>The Final Straw</li>\n  <li>George Fish, Indianapolis</li>\n  <li>Frontline Organization Working to End Racism (FLOWER)</li>\n  <li>Flyover Social Center</li>\n  <li>Gilets Jaunes de Saillans, France</li>\n  <li>Le groupe libertaire Jules Durand (le-libertaire.net)</li>\n  <li>Andrej Grubačić, Professor and Department Chair, Anthropology and Social Change, CIIS</li>\n  <li>Grupo Erva Rebelde Anarquista (GERA), Porto, Portugal</li>\n  <li>David Graeber</li>\n  <li>A Gralha Self-Managed Social Center - Porto, Portugal</li>\n  <li>Gulf Revolutionary Artist Formation</li>\n  <li>Hispagatos</li>\n  <li>The Holler Network</li>\n  <li>Industrial Workers of the World - Atlanta</li>\n  <li>Industrial Workers of The World - Central NJ GMB</li>\n  <li>Industrial Workers of the World - West Virginia</li>\n  <li>Indy Food Not Bombs (@FNB_INDY)</li>\n  <li>Inhabit</li>\n  <li>International Red Front (https://www.instagram.com/irf.official)</li>\n  <li>It’s Going Down</li>\n  <li>Kali Akuno</li>\n  <li>Kasa Invisível Belo Horizonte - Brazil</li>\n  <li>Knoxville Anti-Fascist Action</li>\n  <li>Knoxville Radical Alliance</li>\n  <li>Leveller Communications (leveller.info)</li>\n  <li>Little Village Solidarity Network</li>\n  <li>Love and Rage Media (@loveandrageNY)</li>\n  <li>The Lucy Parsons Center</li>\n  <li>Midwest Unrest (@MW_Unrest)</li>\n  <li>Minnesota United Against Fascism (@MNUnitedAF)</li>\n  <li>Mulheres pela Revolução (https://www.facebook.com/mulherespelarevolucao/)</li>\n  <li>Murfreesboro Anti-Fascist Action (Mboro AFA)</li>\n  <li>Neighborhood Anarchist Collective (neighborhoodanarchists.org)</li>\n  <li>New York City Antifa (https://twitter.com/NYCantifa)</li>\n  <li>No Space for Hate Bloomington (https://nospace4hate.btown-in.org/)</li>\n  <li>North Valley Mutual Aid</li>\n  <li>Northeastern Mutual Aid and Defense (NOMAD)</li>\n  <li>Noumenon Distro</li>\n  <li>Olympia Assembly (olyassembly.org)</li>\n  <li>Olympia Solidarity Network (olyassembly.org/olysol/)</li>\n  <li>One People’s Project (idavox.com)</li>\n  <li>International Outlive Them Network</li>\n  <li>Pacific NorthWest Antifascist Workers Collective (http://pnwawc.com/)</li>\n  <li>Palang Hitam Indonesia (Instagram.com/palang__hitam)</li>\n  <li>Palestine Solidarity Committee - Blooomington, IN</li>\n  <li>Panic! in the Discord Collective</li>\n  <li>Dr. Ian Alan Paul, Assistant Professor of Emerging Media at Stony Brook University</li>\n  <li>People’s Defense League - South Louisiana</li>\n  <li>PM Press (www.pmpress.org/)</li>\n  <li>Popmob - Portland, OR</li>\n  <li>Progressive Global Commons (@ProGloCommons)</li>\n  <li>A Radical Guide (www.radical-guide.com)</li>\n  <li>rek2 (as individual)</li>\n  <li>Revolutionary Abolitionist Movement- Elm City</li>\n  <li>Revolutionary Abolitionist Movement - NYC</li>\n  <li>Revolutionary Organizing Against Racism (ROAR Collective)</li>\n  <li>The Right to the City - Timisoara, Romania</li>\n  <li>Robert Evans (@IwriteOK)</li>\n  <li>Rojava Azadi Madrid</li>\n  <li>Rojava Montréal</li>\n  <li>Rojava Solidarity Colorado (@RojavaSoliCO)</li>\n  <li>Rojava Solidarity Portland (facebook.com/rojavasolidarityportland/)</li>\n  <li>Rojava Solidarity Seattle</li>\n  <li>Rose City Antifa, Portland, Oregon</li>\n  <li>Georgia Sagri</li>\n  <li>San Gabriel Valley Mutual Aid</li>\n  <li>Santa Barbara Student Activist Network</li>\n  <li>Scuffletown Anti-Repression Committee</li>\n  <li>Seattle Rising Tide</li>\n  <li>Second Bektashi Sufi Mission to the West</li>\n  <li>Micol Seigel, author of Violence Work</li>\n  <li>Le Social Club (Le-Social.Club)</li>\n  <li>Soflaexit (Soflaexit.com)</li>\n  <li>Solidarity Against Fascism East Bay (SAFEBay)</li>\n  <li>Solidarity and Direct Action - Seattle</li>\n  <li>Sprout Distro</li>\n  <li>Subversión #1312 (Subversion1312.org)</li>\n  <li>Tar Sands Blockade - Texas</li>\n  <li>The Teardown Community</li>\n  <li>The Torch Antifascist Network</li>\n  <li>Tulungagung Anarchist Individual Network</li>\n  <li>Union Communiste Libertaire (unioncommunistelibertaire.org/)</li>\n  <li>Voices in Movement</li>\n  <li>A World Without Police</li>\n  <li>\n    <p>Youth Liberation Front (Portland, Seattle, Wisconsin, Carolina, Bay Area, Illinois)</p>\n\n    <figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2019/10/09/2.jpg\" />\n    </figure>\n  </li>\n</ul>\n\n"
    },
    {
      "id": "https://crimethinc.com/2019/07/30/mengenang-tatiana-bakunin-dan-semua-tokoh-tak-terlihat-lainnya-dalam-sejarah",
      "url": "https://crimethinc.com/2019/07/30/mengenang-tatiana-bakunin-dan-semua-tokoh-tak-terlihat-lainnya-dalam-sejarah",
      "title": "Mengenang Tatiana Bakunin : Dan Semua Tokoh Tak Terlihat Lainnya dalam Sejarah",
      "summary": "Countless people remain invisible through the lens of patriarchal memory—which conceals both their contributions and all they could have accomplished.",
      "image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2019/07/30/header1.jpg",
      "banner_image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2019/07/30/header1.jpg",
      "date_published": "2019-07-30T19:10:00Z",
      "date_modified": "2024-09-10T03:55:45Z",
      "tags": [
        "Russia",
        "Bakunin"
      ],
      "content_html": "<p>Untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-204, kami mengenang Tatiana Bakunin, adik perempuan anarkis revolusioner Mikhail Bakunin. Berdasarkan dari semua informasi yang tersedia, Tatiana dan saudari-saudarinya memiliki keberanian dan kreativitas yang setara dengan Mikhail. Dari balik layar, berulang kali Tatiana memainkan peran penting dalam kehidupan Mikhail Bakunin, ia juga berperan dalam perkembangan intelektual beberapa pemikir penting lainnya. Fakta bahwa nama dan idenya tidak banyak diketahui saat ini membuktikan hambatan yang harus dia hadapi dan kecacatan model sejarah yang selalu mengedepankan para “pria hebat”.</p>\n\n<p>Hampir semua yang kami ketahui tentang Tatiana berasal dari tulisan yang sedang menceritakan tentang para pria. Tatiana hanyalah satu dari banyak nama yang tak terhitung jumlahnya, yang tidak terlihat oleh lensa memori patriarkal. Pencatatan sejarah patriarkal telah menyembunyikan kontribusi dan hal-hal yang bisa ia capai jika saja institusi-institusi dan adat istiadat pada masanya tidak menyangkal perannya. Surat-surat dan tulisannya bahkan belum tersedia (dalam Bahasa Inggris) hingga sekarang.</p>\n\n<p>Tatiana dan saudari-saudarinya tumbuh di pedesaan di Rusia. Mereka tumbuh mempelajari sastra, musik, dan sejarah. Ayah mereka membesarkan mereka untuk berbicara dalam beberapa bahasa, dan mengundang guru-guru dari Eropa Barat. Sang ayah telah menyerap ide-ide liberal selama masa mudanya ketika bekerja sebagai diplomat di Italia, meskipun politiknya bergeser menjadi liberal versi reaksioner ketika dia menua. Dalam lingkungan inilah Tatiana Bakunin menunjukkan keistimewaan dirinya–kecintaannya akan membaca dan menulis serta semangat berpikirnya.</p>\n\n<p>Ketika Mikhail meninggalkan rumah pada usia empat belas tahun untuk memasuki akademi militer, Tatiana dan saudari-saudarinya melanjutkan studi mereka hingga dewasa. Mereka mengembangkan mistisisme personal yang berlandaskan pada puisi, perasaan yang kuat, dan asketisisme, mereka menyebutnya sebagai la religion. Sang kakak perempuan adalah yang pertama memberontak dalam keluarga ini. Ia melawan peran sebagai ibu dan istri yang ditentukan bagi wanita Rusia di abad ke-19. Ketika orang tua mereka menekan putri tertua, Lyubov, untuk menikah dengan seorang perwira militer, saudari-saudarinya menentang pilihan tersebut dan akhirnya memaksa orang tua mereka untuk membiarkan Lyubov mengakhiri sendiri pertunangannya. Tatiana sendiri tidak pernah menikah.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2019/07/30/2.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Kakak perempuan Bakunin, Varvara dan Lyubov</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2019/07/30/3.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Adik perempuan Bakunin, Aleksandra dan Tatiana.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Pada 1835, Mikhail bertugas sebagai perwira artileri di wilayah pendudukan Rusia di Polandia. Sepertinya ia terinspirasi oleh penolakan saudari-saudarinya atas peran yang ditahbiskan bagi mereka secara sosial, Mikhail pun kabur meninggalkan karir militernya. Ketika dia tiba di rumah, Tatiana dan Lyubov membawanya ke Moskow dan memperkenalkannya kepada teman-teman mereka, termasuk Nikolai Stankevich, seorang mahasiswa filsafat dan organisator kelompok membaca independen. Bersama-sama, Nikolai, Mikhail, Tatiana, dan saudari Bakunin lainnya belajar tentang Kant, Fichte, dan Hegel. Mereka pun mulai mengembangkan cita-cita yang di kemudian hari membuat Mikhail terkenal.</p>\n\n<p>Tatiana juga memelihara hubungan intelektual yang bergairah dengan Vissarion Belinski, salah satu kritikus paling berpengaruh dalam sejarah sastra Rusia, dan kemudian, Ivan Turgenev, penulis yang mempopulerkan konsep nihilisme dalam novelnya yang berjudul <em>Fathers and Sons</em>.</p>\n\n<blockquote>\n  <p>“Cintaku tidak cocok dengan semua pengkategorianmu. Sebut saja aku bodoh atau apa pun yang kau mau. Aku hanya jatuh cinta. Dan sebelum aku menyadarinya, aku telah menghabiskan berhari-hari yang bahkan sekarang menjadi sukacita untuk diingat … aku hidup dengan segenap hati dan jiwa, setiap urat nadi dalam diriku berdenyut dengan kehidupan, segala sesuatu di sekitarku menjadi indah. Mengapa sekarang aku harus meninggalkan semua ini? “</p>\n\n  <p>-Tatiana Bakunin, merefleksikan hubungannya dengan Turgenev dalam korespondensi dengan saudaranya pada tahun 1850-an</p>\n</blockquote>\n\n<p>Setelah represi pasca revolusi tahun 1848, Mikhail Bakunin ditangkap dan dijatuhi hukuman mati di tiga negara berbeda, ia lalu dihukum penjara seumur hidup di Rusia. Tatiana menentang aturan pemerintah Rusia, ia mengunjungi Mikhail secara rutin dan membantunya menyelundupkan surat-surat rahasia dari penjara dengan menanggung risiko besar bagi dirinya sendiri. Tatiana beserta ibu dan saudari-saudarinya mengajukan petisi pada pihak otoritas hingga akhirnya Mikhail dipindahkan ke Siberia untuk diasingkan. Di Siberia, Mikhail berhasil melarikan diri dan melanjutkan kegiatan revolusionernya. Jika bukan karena Tatiana, nama Mikhail Bakunin tidak mungkin kita kenal sekarang.</p>\n\n<p>Dalam kontribusinya terhadap perkembangan anarkisme kontemporer, Mikhail selalu menekankan pentingnya kemerdekaan perempuan. Penghargaan ini adalah untuk Tatiana dan saudari-saudarinya, yang telah memberi contoh dengan mengadvokasi diri mereka sendiri dan mengajarinya banyak hal mengenai pembebasan diri. Cara terbaik untuk menghormati Tatiana adalah dengan mengakui peran penting semua orang yang namanya tidak kita ketahui dalam sejarah—kebanyakan dari mereka adalah perempuan.</p>\n\n<blockquote>\n  <p>“Hampir di mana-mana perempuan menjadi budak, dan kita (laki-laki) pun menjadi budak dari perbudakan mereka. Tanpa pembebasan mereka–tanpa kebebasan penuh dan tak terbatas mereka–kebebasan kita adalah sebuah kemustahilan. Tanpa kebebasan, tidak ada keindahan, tidak ada martabat, tidak ada cinta yang sejati. Kita mencintai sejauh yang kita inginkan dan kita pun menyerukan kebebasan dan kemerdekaan orang lain—kemerdekaan total dalam hubungannya dengan segala sesuatu dan bahkan, yang terutama, dalam hubungannya dengan diri sendiri. Cinta adalah persatuan makhluk-makhluk yang bebas dan hanya cinta inilah yang mengangkat dan memuliakan kita. Semua cinta lainnya telah mempermalukan yang tertindas dan juga penindasnya–semua cinta lainnya merupakan sumber kebobrokan. ”</p>\n\n  <p>-Mikhail Bakunin, surat kepada saudara-saudaranya, May Day, 1845</p>\n</blockquote>\n\n<h1 id=\"bacaan-lebih-lanjut\"><a href=\"#bacaan-lebih-lanjut\"></a>Bacaan lebih lanjut</h1>\n\n<p>-<em>The House in the Garden, The Bakunin Family and the Romance of Russian Idealism,</em> John Randolph</p>\n\n<p>-<a href=\"https://www.youtube.com/watch?v=YtQpfz09UFk\"><strong>Tatiana Bakounine : une famille russe au XXe siècle</strong></a> (video in French)</p>\n\n"
    },
    {
      "id": "https://crimethinc.com/2019/07/14/tentang-aksi-willem-van-spronsen-melawan-pusat-penahanan-northwest-di-tacoma-termasuk-teks-lengkap-pernyataan-terakhirnya",
      "url": "https://crimethinc.com/2019/07/14/tentang-aksi-willem-van-spronsen-melawan-pusat-penahanan-northwest-di-tacoma-termasuk-teks-lengkap-pernyataan-terakhirnya",
      "title": "Tentang Aksi Willem Van Spronsen melawan Pusat Penahanan Northwest di Tacoma : Termasuk Teks Lengkap Pernyataan Terakhirnya",
      "summary": "We understand why Willem Van Spronsen decided to give his life to interrupt the violence that is perpetrated against undocumented people in the US.",
      "image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2019/07/14/header.jpg",
      "banner_image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2019/07/14/header.jpg",
      "date_published": "2019-07-14T19:51:00Z",
      "date_modified": "2025-02-12T18:06:51Z",
      "tags": [
        "ICE",
        "borders",
        "immigration"
      ],
      "content_html": "<p>Pada 13 Juli, Willem Van Spronsen dibunuh oleh polisi ketika <a href=\"https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=2424667040927495&amp;id=671796032881280\">mengambil tindakan</a> untuk menghancurkan <a href=\"https://twitter.com/drimcalban/status/1150237543390035968?s=19\">armada bus</a> yang melayani Pusat Penahanan Northwest, sebuah fasilitas penahanan imigrasi milik swasta. Pernyataan terakhirnya, yang direproduksi di bawah, menyatakan bahwa ia bertindak sebagai tanggapan atas penggerebekan dan deportasi berkelanjutan yang dilakukan oleh Immigration Customs and Enforcement (ICE). Tindakannya terjadi pada peringatan satu tahun mogok makan di dalam Pusat Penahanan Northwest dan sebuah perkemahan di luarnya. Anda dapat membaca daftar tindakan perlawanan lain yang terjadi di dalam Pusat Penahanan Northwest <a href=\"https://perilouschronicle.com/tag/northwest-detention-center/\">di sini</a>.</p>\n\n<p>Kami memahami mengapa Willem Van Spronsen memutuskan untuk membaktikan hidupnya untuk melawan kekerasan yang dilakukan terhadap orang tidak berdokumen di Amerika Serikat setiap hari.</p>\n\n<p>Bukanlah hiperbola untuk mengatakan bahwa serangan ICE menargetkan teman dan tetangga kita, orang-orang yang telah hidup dan bekerja bersama kita selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun. Kerentanan orang-orang tidak berdokumen jangka panjang sebagai kelas hiper-eksploitasi telah membantu miliarder seperti Donald Trump untuk mendapatkan keuntungan jauh lebih banyak dari yang mereka bisa miliki dengan cara legal. Untuk menambah gula dikue, para kapitalis kemudian beralih ke pekerja lain yang mereka eksploitasi dan memberi tahu mereka bahwa kemiskinan dan kemalangan yang mereka alami adalah kesalahan mereka yang lebih miskin dan lebih tertindas daripada mereka. Sulit membayangkan strategi yang lebih sinis lagi.</p>\n\n<p>Kesenjangan dalam hak antara yang berdokumen dan tidak berdokumen adalah sebuah konstruksi — sama seperti disparitas nilai yang dibangun Nazi antara orang-orang Yahudi dan non-Yahudi adalah sebuah konstruksi. Keduanya hanyalah penemuan; mereka tidak memiliki keberadaan intrinsik kecuali sebagai sarana bagi kelompok yang kuat untuk membenarkan kekerasan terhadap kelompok yang lebih lemah. Mereka yang membenarkan kepatuhan pada hukum sebagai kebaikan berarti sama seperti berdiri di samping Nazi yang hukumnya mengutuk jutaan manusia ke kamp-kamp kematian, belum lagi para rasis yang meloloskan Undang-Undang Budak Pelarian dan hukum Jim Crow di Amerika Selatan.</p>\n\n<p>Hukum hanyalah konstruksi. Mereka tidak memiliki nilai. Hukum sering bertindak untuk membenarkan ketidakadilan yang ditentang.</p>\n\n<blockquote class=\"twitter-tweet \" data-lang=\"en\">\n<a href=\"https://twitter.com/PerilousPrisons/status/1150462720392781825\">https://twitter.com/PerilousPrisons/status/1150462720392781825</a></blockquote>\n<script async=\"\" src=\"//platform.twitter.com/widgets.js\" charset=\"utf-8\"></script>\n\n<p>Lebih lanjut bahwa para pendukung kekerasan rasis diizinkan untuk membenarkan konsep-konsep yang diciptakan seperti perbudakan dan kewarganegaraan, semakin banyak kekerasan yang akan mereka lakukan — hingga dan termasuk pengumpulan, kamp konsentrasi, dan pemusnahan massal. Kami telah melihat ini sebelumnya, di Nazi Jerman dan di tempat lain, dan kami melihatnya lagi hari ini di Amerika Serikat. Ribuan kematian yang terjadi di daerah perbatasan dan ribuan yang terbunuh oleh polisi hanyalah remahan dari apa yang mungkin.</p>\n\n<p>Dalam hal ini, orang-orang Yahudi yang melakukan blokade terhadap ICE terlibat dalam upaya rasional untuk mencegah terulangnya ketidakadilan yang sama yang dilakukan terhadap nenek moyang mereka — sama seperti Willem Van Spronsen, yang tumbuh besar setelah Perang Dunia II, membuat keputusan rasional bahwa saatnya telah tiba untuk memerangi kebangkitan fasisme seperti yang dilakukan orang-orang pada 1920-an, 1930-an, dan 1940-an.</p>\n\n<p>Jika lebih banyak orang yang memilih untuk mengambil tindakan untuk memerangi kebangkitan fasisme di Italia dan Jerman, Perang Dunia Kedua mungkin bisa dihindari, dan dengan itu jutaan kehidupan akan diselamatkan. Jangan ada yang mengatakan itu adalah “kekerasan” untuk menyerang infrastruktur ICE dan tentara bayaran yang mempertahankannya. Kekerasan yang sebenarnya adalah keterlibatan orang-orang Amerika yang baik yang tidak melakukan apa-apa ketika tetangga mereka dihilangkan, sama seperti orang-orang Jerman Baik yang memilih untuk mengabaikan apa yang dilakukan terhadap tetangga mereka pada tahun 1930-an.</p>\n\n<p>Setiap hari, tentara bayaran di seluruh dunia mempertaruhkan hidup mereka untuk melayani agenda orang kaya dan penguasa, mematuhi perintah tanpa berpikir, menyia-nyiakan kapasitas mereka untuk berpikir secara rasional, untuk merasa iba, untuk mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka. Jutaan orang membunuh dan mati setiap tahun hanya untuk meningkatkan kekayaan dan kekuatan para tiran yang memanipulasi mereka. Willem Van Spronsen memilih untuk berpikir sendiri. Dia mengambil tanggung jawab pribadi dan melakukan apa yang dia bisa untuk mengakhiri apa yang dia akui sebagai ketidakadilan. Dia tidak menggunakan pertahanan Nuremburg untuk memaafkan tindakannya seperti yang dilakukan oleh setiap petugas polisi dan penjaga penjara.</p>\n\n<p>Dalam hal itu, apa yang dia lakukan adalah heroik.</p>\n\n<hr />\n\n<p>Kami merekomendasikan anda untuk membaca <a href=\"https://facebook.com/story.php?story_fbid=2424667040927495&amp;id=671796032881280\">pernyataan</a> tentang tindakan Willem Van Spronsen yang diposting oleh La Resistencia, sebuah kelompok akar rumput yang dijalankan oleh imigran tanpa dokumen dan warga AS yang berbasis di Tacoma, Washington, dan <a href=\"https://pugetsoundanarchists.org/we-are-the-fire-that-will-melt-ice-rest-in-power-will-van-spronsen-olympia-wa/\">peringatan</a> yang diterbitkan oleh Puget Sound Anarchists.</p>\n\n<blockquote>\n  <p>“Siapa pun yang bertekad untuk melakukan tindakan bukanlah orang yang berani. Mereka hanyalah orang yang telah merealisasikan ide-ide mereka, yang telah menyadari bahwa tidak ada gunanya memainkan peran yang ditugaskan para pemodal kepada mereka dalam pertunjukan …</p>\n\n  <p>Dengan melakukan itu mereka menyadari diri mereka sebagai manusia. Mereka menyadari diri mereka dalam sukacita. Pemerintahan maut menghilang di depan mata mereka. ”</p>\n\n  <p>— Alfredo Bonanno</p>\n</blockquote>\n\n<figure class=\"portrait\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2019/07/14/willem-van-spronsen-rest-in-power.jpg\" />\n</figure>\n\n<h1 id=\"pernyataan-akhir-willem-van-spronsen\"><a href=\"#pernyataan-akhir-willem-van-spronsen\"></a>Pernyataan Akhir Willem Van Spronsen</h1>\n\n<p>Ada yang salah dan ada yang benar.<br />\nSudah waktunya untuk mengambil tindakan melawan kekuatan jahat.</p>\n\n<p>Iblis mengatakan satu kehidupan bernilai kurang dari yang lain.<br />\nIblis mengatakan arus perdagangan adalah tujuan kita di sini.<br />\nIblis mengatakan kamp konsentrasi untuk orang-orang yang dianggap lebih rendah diperlukan.<br />\nPelayan kejahatan mengatakan kamp konsentrasi harus lebih manusiawi.<br />\nWaspadalah dengan para centrist.</p>\n\n<p>Saya memiliki hati seorang ayah yang hancur.<br />\nSaya memiliki tubuh yang rusak.<br />\nDan saya memiliki kebencian yang tak tergoyahkan atas ketidakadilan.<br />\nItulah yang membawa saya ke sini.<br />\nIni adalah kesempatan saya untuk mencoba membuat perbedaan, Saya adalah orang yang tidak tahu berterima kasih jika harus menunggu kesempatan yang lebih jelas lagi.</p>\n\n<p>Saya mengikuti tiga guru:<br />\nDon Pritt, pembimbing spiritual saya. “Cinta tanpa tindakan hanyalah sebuah kata.”<br />\nJohn Brown, pembimbing moral saya. “Apa yang dibutuhkan adalah tindakan!”<br />\nEmma Goldman, pemandu politik saya. “Jika aku tidak bisa menari didalamnya, aku tidak ingin berada dalam revolusimu.”</p>\n\n<p>Saya adalah kepala di awan pemimpi, saya percaya pada cinta dan penebusan.<br />\nSaya yakin kita akan menang.<br />\nSaya sangat revolusioner. (Kita semua seharusnya membaca Emma Goldman di sekolah alih-alih omong kosong jingo yang kita makan, tapi aku sedang ngelantur.) (Kita semua harus melihat foto-foto pahlawan YPG saat kita sedang goyah dan berpikir mimpi kita tidak mungkin, tapi aku ngelantur lagi. Lawan aku.)</p>\n\n<p>Pada hari-hari ini hooligan fasis memangsa orang-orang yang rentan di jalan-jalan kita, atas nama negara atau didukung dan dipertahankan oleh negara,</p>\n\n<p>Pada hari-hari ini kamp tahanan / konsentrasi yang sangat menguntungkan dan pertempuran semantik,</p>\n\n<p>Pada hari-hari keputusasaan ini, tak ada pengejaran dan tak ada kerinduan,</p>\n\n<p>Kita hidup dalam pengaruh fasisme yang nampak jelas. (Saya katakan nampak jelas, karena mereka yang memperhatikan menyaksikannya selamat dan berkembang di bawah perlindungan negara selama beberapa dekade. [Lihat Howard Zinn, <em>A People’s History of the United States.</em> ] Sekarang tanpa ragu mengikuti agenda dengan kerja sama terbuka dan penuh pemerintah, Dari pemerintah di seluruh dunia.</p>\n\n<p>Fasisme melayani kebutuhan negara, melayani kebutuhan bisnis dengan uang Anda. Siapa yang diuntungkan? Jeff Bezos, Warren Buffet, Elon Musk, Tim Cook, Bill Gates, Betsy de Vos, George Soros, Donald Trump, dan apa perlu saya lanjutkan? Izinkan saya mengatakannya lagi: orang kaya (yang berpikir Anda tidak benar-benar sebaik itu), benar-benar menggali pemerintahan (setiap pemerintah di mana-mana, termasuk pemerintah “komunis”), karena mereka membuat peraturan yang membuat orang kaya menjadi lebih kaya.<br />\nSederhana.<br />\nJangan terlalu memikirkannya.</p>\n\n<p>(Apakah Anda patriot di belakang memperhatikan?)</p>\n\n<p>Ketika saya masih kecil, di Belanda setelah perang, kemudian Prancis, kepala saya dipenuhi dengan cerita-cerita tentang kebangkitan fasisme di tahun 30-an. Saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya tidak akan menjadi salah satu dari mereka yang hanya berdiri di saat tetangga diculik dari rumah mereka dan dipenjara karena entah bagaimana dianggap lebih rendah.<br />\nAnda tidak harus membakar keparat itu, tetapi apakah Anda hanya akan berdiri saja?</p>\n\n<p>Ini adalah ujian dari kepercayaan mendasar kita pada kebebasan sejati dan tanggung jawab kita satu sama lain.<br />\nIni adalah panggilan untuk para patriot nasionalis juga, untuk melawan pengkhianatan ini terhadap segala sesuatu yang Anda anggap suci. Aku tahu kamu. Saya tahu bahwa di dalam hati Anda, Anda melihat aib di kamp-kamp ini. Sudah waktunya bagi Anda juga, untuk berdiri melawan uang, menarik tali <strong>setiap</strong> boneka sialan yang berpura-pura mewakili kita.</p>\n\n<p>Saya seorang pria yang sangat mencintai Anda semua sehingga saya akan memenuhi janji masa kecil saya kepada diri saya untuk menjadi mulia.</p>\n\n<p>Ini dia, di perusahaan ini, kamp konsentrasi mendapat <strong>keuntungan</strong>.<br />\nIni dia, dimana orang-orang kulit berwarna dan orang-orang yang tidak patuh takut untuk menunjukkan wajah mereka karena takut pada polisi / migra / Proud Boys / the boss / beckies…<br />\nIni dia, sebuah planet yang hampir habis oleh keserakahan pasar.</p>\n\n<p>Saya adalah seorang yang berfikir hitam dan putih.<br />\nKamp penahanan adalah kekejian.<br />\nSaya tidak membelanya.<br />\nSaya benar-benar tidak perlu mengatakan lebih dari ini.</p>\n\n<p>Saya mengesampingkan hati saya yang hancur dan saya menyembuhkan satu-satunya cara yang saya tahu caranya — dengan menjadi berguna.<br />\nSaya secara efisien menyembuhkan rasa sakit saya …<br />\nDan saya dengan senang hati mengerjakan pekerjaan ini.<br />\n(Kepada mereka yang terbebani dengan puing-puing dari tindakan saya, saya harap Anda akan memanfaatkan sebaik-baiknya beban itu.)</p>\n\n<p>Kepada kawan-kawan saya:<br />\nSaya menyesal akan ketinggalan revolusi.<br />\nTerima kasih atas kehormatan mengizinkan saya di tengah-tengah Anda.</p>\n\n<p>Memberi saya ruang untuk menjadi berguna, untuk merasa bahwa saya memenuhi cita-cita saya, telah menjadi puncak spiritual kehidupan saya.</p>\n\n<p>Melakukan apa yang saya bisa untuk membantu membela rekan-rekan saya yang berharga dan menakjubkan adalah pengalaman yang terlalu sulit untuk digambarkan.</p>\n\n<p>Kawan-kawan trans saya telah mengubah saya, memperkuat keyakinan saya bahwa kita akan dibimbing menuju masa depan yang diimpikan oleh mereka yang paling terpinggirkan di antara kita hari ini. Saya telah memimpikannya dengan jelas sehingga saya tidak menyesal karena tidak melihat bagaimana hasilnya. Terima kasih telah membawa saya sejauh ini.</p>\n\n<p>Saya seorang antifa. Saya berdiri dengan kawan-kawan di seluruh dunia yang bertindak berdasarkan cinta pada kehidupan. Kawan-kawan yang memahami bahwa kebebasan berarti kebebasan nyata untuk semuanya dan kehidupan yang layak dijalani.</p>\n\n<p>Jaga keyakinan!<br />\nSemua kekuatan untuk rakyat!<br />\nBella ciao.</p>\n\n<hr />\n\n<p>Jangan biarkan lembaga pemerintah konyol Anda menghabiskan uang untuk “menyelidiki” ini. Saya diradikalisasi di kelas kewarganegaraan pada usia 13 ketika kami diajari tentang pemilihan perguruan tinggi. Pada titik itulah saya memutuskan bahwa status quo mungkin adalah rumah kartu ( Struktur, organisasi yang lemah dan rapuh). Bacaan lebih lanjut dikonfirmasi dalam positif. Saya sangat merekomendasikan membaca!</p>\n\n<p>Saya tidak berafiliasi dengan organisasi apa pun, saya telah keluar dari organisasi mana pun yang tidak setuju dengan taktik pilihan saya.</p>\n\n<p>Senjata semi-otomatis yang saya gunakan adalah “ghost” AR-15 yang murah dan tidak dirakit di rumah, memiliki enam magazine. Saya sangat menyarankan kawan-kawan untuk mempersenjatai diri. Kita sekarang bertanggung jawab untuk melindungi orang-orang dari para predator. Abaikan hukum dalam mempersenjatai diri Anda jika Anda memiliki kemampuan, lakukan.</p>\n\n<hr />\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2019/07/14/guitar.jpg\" />\n</figure>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2019/07/14/2.jpg\" />\n</figure>\n\n"
    },
    {
      "id": "https://crimethinc.com/2018/10/22/musik-sebagai-senjata-simbiosis-yang-kontroversial-dari-punk-rock-dan-anarkisme",
      "url": "https://crimethinc.com/2018/10/22/musik-sebagai-senjata-simbiosis-yang-kontroversial-dari-punk-rock-dan-anarkisme",
      "title": "Musik sebagai Senjata : Simbiosis yang Kontroversial dari Punk Rock dan Anarkisme",
      "summary": "Punk played a pivotal role in the expansion of the anarchist movement between 1978 and 2010. Here's why, and what we can learn from it.",
      "image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/10/22/header0.jpg",
      "banner_image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/10/22/header0.jpg",
      "date_published": "2018-10-22T18:41:00Z",
      "date_modified": "2024-09-10T03:55:50Z",
      "tags": [
        "anarchism",
        "music",
        "punk"
      ],
      "content_html": "<p>Dari Victor Jara hingga Public Enemy, musik telah memainkan peran penting dalam budaya perlawanan. Sebagian besar dari mereka yang berpartisipasi dalam gerakan anarkis antara 1978 dan 2010 pernah menjadi bagian dari budaya tandingan punk; memang, banyak yang pertama kali dihadapkan pada ide-ide anarkis melalui punk. Ini mungkin hanya tidak langsung: mungkin sifat yang sama yang membuat orang mencari anarkisme juga membuat mereka cenderung menikmati musik yang diproduksi secara independen dan agresif. Tetapi orang juga dapat berpendapat bahwa musik yang mendorong batas estetika dan budaya dapat membuka pendengar ke spektrum kemungkinan yang lebih luas di bidang kehidupan lain juga.</p>\n\n<p>Namun, saat anarkisme menjadi miliknya sendiri di AS pada saat sekitar pergantian abad, aktivitas radikal dalam kancah punk domestik mulai menukik. Sekarang tidak mungkin lagi bergantung pada punk<sup id=\"fnref:1\"><a href=\"#fn:1\" class=\"footnote\" rel=\"footnote\" role=\"doc-noteref\">1</a></sup> subkultur sebagai inkubator bagi kaum anarkis, kita harus mulai memahami bagaimana dan mengapa hal itu menjalankan perannya selama tiga puluh tahun.</p>\n\n<hr />\n\n<p>*Ini adalah versi revisi dari teks yang awalnya muncul di edisi 7 jurnal kami <a href=\"https://crimethinc.com/rt\">Rolling Thunder</a>. Anda dapat dengan <a href=\"https://crimethinc.bandcamp.com/\">bebas mendownload</a> sebagian besar album <a href=\"https://crimethinc.com/2018/10/22/crimethinc-music-releases-now-on-bandcamp\">CrimethInc. telah dirilis sejak tahun 1996</a>.</p>\n\n<h1 id=\"pendahuluan-ketika-punk-adalah-area-perekrutan-untuk-anarki\"><a href=\"#pendahuluan-ketika-punk-adalah-area-perekrutan-untuk-anarki\"></a>Pendahuluan: Ketika Punk adalah Area Perekrutan untuk Anarki</h1>\n\n<blockquote>\n  <p>“Orang-orang berbicara dengan ‘berkhotbah kepada orang yang bertobat’—nah siapa yang mengubah mereka?”</p>\n\n  <p>-Penny Rimbaud dari Crass</p>\n</blockquote>\n\n<p>Ada banyak sekali alasan untuk tidak mengaitkan nasib gerakan revolusioner dengan keberuntungan dalam dunia musik. Menjadi anarkisme melalui punk, orang cenderung mendekati aktivitas anarkis dengan cara yang sama mereka akan berpartisipasi dalam subkultur pemuda. Hal ini berkontribusi pada lingkungan anarkis yang dicirikan oleh konsumerisme daripada inisiatif, fokus pada identitas daripada perubahan dinamis, kegiatan yang terbatas pada waktu luang para peserta, konflik ideologis yang bermuara pada perselisihan selera, dan orientasi terhadap pemuda yang membuat gerakan yang sebagian besar tidak relevan pada awal masa dewasanya.</p>\n\n<p>Namun selama beberapa dekade reaksi global setelah 1960-an, punk underground adalah salah satu katalis utama kebangkitan kembali anarkisme. Jika bukan karena punk, anti-kapitalis di banyak bagian dunia mungkin masih memilih di antara merek-merek sosialisme otoriter yang basi.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/10/22/7.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Crass: Awal mula anarkis di punk.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Memang, pertunjukan punk rata-rata didominasi oleh patriarki sebagai ruang. Semua hierarki, ekonomi, dan dinamika kekuasaan masyarakat kapitalis hadir dalam mikrokosmos. Dan anarkisme bukanlah satu-satunya kredo yang menggunakan kotak sabun ini: banyak ideologi bersaing di lingkungan punk, dari Neo-Nazisme hingga Kristen dan “kesadaran” Krishna. Tetapi semua ini hanya membuatnya lebih mencolok bahwa ide-ide anarkis berjalan sangat baik, mengingat bahwa mereka memperoleh lebih sedikit pembelian di lingkaran lain pada saat itu.</p>\n\n<p>Kita dapat menghubungkan kesuksesan itu dengan faktor struktural. Bertahun-tahun sebelum akses internet tersebar luas, scene punk do-it-yourself menawarkan model langka untuk aktivitas horizontal dan partisipatif. Mengorganisir urusan mereka sendiri dalam jaringan desentralisasi, para peserta merasakan secara langsung manfaat dari otonomi tanpa pemimpin. Setelah Anda memesan tempat sendiri, menghindari monopoli tempat yang mengambil untung, label rekaman, dan promotor tur, tidak sulit membayangkan mengatur aspek lain dalam hidup Anda dengan cara yang sama. Pada saat yang sama, dalam budaya anak muda yang didirikan atas dasar penentangan terhadap otoritas, terdapat lebih sedikit mekanisme bawaan untuk menekan ide-ide radikal.</p>\n\n<p>Mungkin juga nilai-nilai anarkis berakar di panggung punk justru karena mereka begitu terpinggirkan di tempat lain: di era ketika ide-ide radikal terpinggirkan. subkultur perifer penuh dengan mereka. Ini dapat menciptakan putaran umpan balik yang membuat ide-ide itu marjinal, karena tidak terkait dengan inisiatif populer. Romantisasi ketidakjelasan dan kegagalan yang membuat punk menjadi tempat yang ramah untuk cita-cita revolusioner di tahun 1980-an tidak mendorong partisan baru mereka untuk berjuang untuk menang di luar ghetto punk.</p>\n\n<p>Tetapi pengasingan komunitas punk yang dilakukan sendiri juga merupakan mekanisme pertahanan yang efektif melalui era kooptasi kapitalis. Adegan punk membantu menjaga ide-ide anarkis tetap hidup antara tahun 1970-an dan abad ke-21 dengan cara yang sama seperti biara-biara melestarikan sains dan sastra melalui Abad Kegelapan. Meskipun tuntutan dan pengaruh ekonomi kapitalis menciptakan kembali ketidakseimbangan kekuatan dan materialisme yang sama dengan yang diharapkan punk—membatasi kritik punk terhadap kapitalisme pada varian dari pepatah liberal “beli lokal” - gerakan bawah tanah DIY anti-kapitalis menunjukkan penampilan yang luar biasa ketahananya. Dalam siklus yang menjadi akrab, setiap generasi berkembang sampai label rekaman yang digerakkan oleh laba menyingkirkan band-band apolitik paling populer dari atas, mengatur panggung untuk kembali ke kemerdekaan dan eksperimen akar rumput.</p>\n\n<p>Jauh dari pencari bakat MTV, label independen yang bersaing, dan konsumerisme alternatif, Anda dapat menemukan sesuatu yang indah dan gratis di jantung gerakan bawah tanah DIY. Paling banter, itu adalah ruang di mana peran protagonis dan penonton menjadi dapat dipertukarkan dan diktat budaya dominan terguncang.</p>\n\n<p>Mari kita bandingkan ini dengan model aktivitas anarkis yang sedang digemari. Sementara aktivisme politik sering berfokus pada hal-hal di luar kehidupan sehari-hari para peserta, dan dengan demikian cenderung menghabiskan lebih banyak energi daripada yang dihasilkannya, punk DIY pada dasarnya berorientasi pada kesenangan, menawarkan aktivitas yang memenuhi dalam dan dari diri mereka sendiri. Meskipun ini mungkin tampak remeh, sosialitas dan penegasan sama pentingnya dengan makanan atau tempat tinggal. Di beberapa bagian dunia, scene punk secara signifikan lebih merupakan kelas pekerja dan kelas bawah daripada kebanyakan lingkungan anarkis saat ini; ini mungkin menunjukkan bahwa ia menyediakan kebutuhan nyata, daripada melayani kecenderungan kelas menengah untuk abstraksi. Berbeda dengan protes, yang sering dikritik sebagai reaktif, punk paling menekankan kreativitas, menunjukkan alternatif yang konkret. Itu berorientasi pada pemuda, ya; tetapi karena pemuda termasuk yang paling berpotensi memberontak dan terbuka terhadap ide-ide baru, ini bisa dilihat sebagai keuntungan. Dalam memfokuskan pada ekspresi diri, ini memungkinkan peserta untuk membangun kepercayaan diri dan pengalaman mereka dalam upaya  yang berisiko rendah, sambil menghasilkan banyak karya seni yang berfungsi ganda sebagai materi penjangkauan; sebagai gerakan budaya yang terdesentralisasi, ia mereproduksi dirinya sendiri secara organik daripada melalui upaya kelembagaan.</p>\n\n<p>Jika kita mencoba untuk menciptakan rekan budaya bagi aktivisme kontemporer yang dapat mengisi kembali energi dan menyebarkan nilai-nilai anarkis di kalangan anak muda, kita bisa berbuat lebih buruk. Budaya meme sendiri kurang merekomendasikannya.</p>\n\n<p>Kaum anarkis sering mengeluh bahwa dalam kenyataannya, scene punk penuh dengan orang-orang yang tidak mengindahkan nilai-nilai anarkis. Sayangnya, jika Anda ingin memperkenalkan orang-orang baru pada anarkisme, Anda harus berurusan dengan banyak orang yang bukan anarkis. Hal ini terutama berlaku di Amerika Serikat, di mana hanya sedikit orang yang tumbuh dengan paparan ide radikal sama sekali. Di Italia, sebaliknya, punk anarkis bisa berkata, “Punk sama dengan anarki ditambah gitar dan drum; apa pun yang kurang hanyalah <em>penyerahan</em>.”</p>\n\n<p>Banyak yang bisa dikatakan untuk beroperasi di lingkungan yang beragam, di mana gagasan individu dan budaya yang menghubungkan mereka masih terus berkembang. Karena kancah punk tidak terikat pada kerangka ideologis yang kaku, ia menawarkan ruang yang lebih subur untuk bereksperimen daripada banyak kelompok radikal yang lebih eksplisit. Seandainya pelajaran ini diterapkan di tempat lain—seandainya kaum anarkis memulai proyek-proyek berpengaruh di lingkungan lain yang memiliki keragaman politik, horizontal, dan berbasis jaringan—gagasan anarkis mungkin telah menyebar lebih jauh.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/10/22/5.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Punk di <a href=\"https://www.bandwagon.asia/articles/a-pictorial-guide-to-singapore-s-underground-hardcore-punk-scene-in-the-1990s\">Singapura</a> pada 1990-an.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Meskipun para kritikus sering menuduh scene punk tidak lebih dari tempat bermain bagi konsumen <em>First World</em> yang memiliki hak istimewa, punk telah menjadi bagian integral dalam <a href=\"https://theanarchistlibrary.org/library/jason-adams-non-western-anarchisms\">kebangkitan ide-ide anarkis jauh di luar AS dan Eropa.</a>. Sementara punk bisa dibilang berasal dari Inggris dan AS, sebagian besar aktivitas punk underground global terjadi di Amerika Latin dan pinggiran Pasifik, belum lagi Afrika Selatan, Israel, Australia, Selandia Baru, dan bekas blok Soviet. Di banyak negara tersebut, punk masih diasosiasikan secara terbuka dengan politik radikal daripada di Amerika Serikat; punk sangat berperan dalam menghidupkan kembali anarkisme dalam konteks di mana tidak ada alternatif radikal untuk hegemoni Marxis. Akan menjadi pelajaran untuk memeriksa mengapa punk berakar di negara-negara seperti Brasil, Malaysia, dan Filipina tetapi tidak di India atau sebagian besar negara berbahasa Arab, dan mempelajari bagaimana ini berkorelasi dengan penyebaran ide-ide anarkis selama tiga puluh tahun terakhir.</p>\n\n<h1 id=\"punk-dan-perlawanan-sebuah-lintasan\"><a href=\"#punk-dan-perlawanan-sebuah-lintasan\"></a>Punk dan Perlawanan: Sebuah Lintasan</h1>\n\n<p>Gelombang besar pertama dari politik punk mungkin dapat dilacak ke band Inggris Crass, yang menggunakan Dadaisme dan tradisi avant-garde lainnya untuk membentuk punk rock awal menjadi bentuk agitprop budaya. Beberapa dekade kemudian, seorang pengunjung ke Inggris dapat menemukan lingkaran kecil anarko-punk paruh baya yang telah dipolitisasi oleh Crass masih berpartisipasi dalam musik independen yang sama di bawah tanah dan melanjutkan argumen yang sama tentang The Clash setiap kali mereka mabuk.</p>\n\n<p>Di Amerika Serikat, lebih dari satu dekade kemudian, gerakan bawah tanah DIY pada pertengahan 1990-an berkontribusi pada peningkatan aktivisme hak-hak hewan dan membantu membuka jalan bagi gerakan anti-globalisasi. Majalah seperti <em><a href=\"https://profanexistence.com/category/pe-web-zine/pdf-archives/\">Profane Existence</a></em> memperkenalkan perspektif radikal tentang segala hal mulai dari feminisme hingga senjata api; Komunitas DIY berkembang di mana setiap orang menulis zine, bermain di band, atau mengadakan pertunjukan basement; bahkan dalam adegan paling seru, setiap band menyapa penonton di sela-sela lagu—jika hanya, dalam beberapa kasus, untuk mendorong orang agar menari lebih keras.</p>\n\n<figure class=\"portrait\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/10/22/1.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Edisi terakhir majalah <em>Profane Existence</em> generasi pertama , termasuk liputan solidaritas dengan narapidana kulit hitam Mumia Abu-Jamal.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Menjelang debut gerakan anti-globalisasi,<sup id=\"fnref:2\"><a href=\"#fn:2\" class=\"footnote\" rel=\"footnote\" role=\"doc-noteref\">2</a></sup> Ratusan bajingan berkumpul di Philadelphia pada akhir April 1999 untuk Jutaan untuk Mumia, sebuah pawai untuk menghalangi negara bagian Pennsylvania mengeksekusi Mumia Abu-Jamal. Bagi banyak orang, ini adalah pertama kalinya mereka melakukan perjalanan ke luar kota untuk melakukan protes; demikian pula, meskipun tidak ada konflik besar yang terjadi dengan polisi, ini adalah pertama kalinya sebagian besar dari mereka berkumpul di depan umum dengan mengenakan topeng dan kaus hitam. Saat ini, di mana punk yang terpolitisasi menyadari bahwa ada cukup banyak dari mereka untuk membentuk kekuatan sosial, menyiapkan panggung untuk segala sesuatu yang datang setelahnya; Setahun kemudian, banyak peserta yang berjuang bahu membahu pada demonstrasi menentang pertemuan IMF / Bank Dunia pada bulan April 2000 di Washington, DC. Malam setelah pawai, kerumunan khusus kamar berdiri berkumpul di Stalag 13, tempat DIY setempat, untuk melihat Pahlawannya Telah Hilang; ada perasaan yang dirasakan bahwa tidak ada perbedaan nyata antara identitas subkultural dan aktivitas politik. Pada tahun yang sama, <a href=\"https://www.all-creatures.org/aro/nl-19990616-199.html\">Primate Freedom Tour</a> mencapai sintesis musik punk dan aktivisme radikal, menggunakan serangkaian pertunjukan di seluruh negeri untuk mempromosikan demonstrasi regional melawan laboratorium yang bereksperimen pada primata.</p>\n\n<p>Ledakan DIY pada pertengahan 1990-an menjadi momentum <a href=\"https://www.anarchistagency.com/commentary/trump-and-the-legacy-of-the-anti-globalization-movement/\">gerakan anti-globalisasi</a>. Mereka yang pernah berada di dalam atau di sekitar band punk sudah memahami cara kerja grup afinitas; beroperasi dalam jaringan desentralisasi dan mengoordinasikan tindakan otonom datang secara alami. Sangat mudah bagi orang-orang yang secara rutin melakukan perjalanan ke seluruh negeri untuk terlibat dalam acara subkultural yang gaduh untuk beralih ke bepergian ke seluruh negeri untuk berpartisipasi dalam demonstrasi anti-kapitalis yang gaduh. Apa yang disebut “lompatan ke puncak” menawarkan banyak hal yang sama seperti punk—risiko, kegembiraan, kebersamaan, peluang untuk menjadi kreatif dan menentang ketidakadilan—bersama dengan daya tarik tambahan berupa perasaan bahwa Anda berada di garis depan sejarah.</p>\n\n<p>Pada periode menjelang ledakan aktivitas politik ini, musik dan budaya punk menjadi lebih eksperimental karena punk berusaha mencocokkan estetika keberanian dengan retorika radikal. Selalu ada ketegangan dalam punk antara aspek seni folk dari kerajinan itu—progresi musik tiga akor dan tata letak yang digambar dengan tangan—dan keinginan untuk berinovasi dan menantang. Karena subkultur menawarkan konsepsi yang lebih luas kepada peserta tentang apa yang mungkin bisa dilakukan, mereka mulai bermain musik dan mengajukan tuntutan yang dibatasi oleh keterbatasan media. Di satu sisi, musik inovatif dapat membuat ide-ide radikal lebih menarik: mengikuti pengalaman yang tidak biasa namun menggembirakan, pendengar mungkin lebih percaya bahwa dunia yang sama sekali berbeda itu mungkin. Di sisi lain, eksperimen ini berkontribusi pada fragmentasi subkultur punk.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/10/22/4.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>Dari bawah tanah tanpa kompromi…</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<p>Fenomena yang mudah menguap akhirnya pecah menjadi elemen penyusunnya dan menjadi stabil. Band Swedia Menolak, misalnya, yang menggabungkan musik hardcore, techno, jazz, dan klasik di album terakhir mereka, terpecah pada tahun 1998, dan para anggotanya kemudian membentuk band yang jauh lebih tradisional sesuai dengan selera masing-masing—tidak ada yang hampir semenarik Ditolak. Setelah ada gerakan anarkis yang diikuti oleh punk yang paling terpolitisasi, proses serupa terjadi dalam dunia punk. Sampai 1999, punk yang terpolitisasi cenderung bertahan di sekitar DIY bawah tanah, karena biasanya tidak ada lingkungan revolusioner yang lebih besar untuk dilanjutkan; memainkan musik dan menulis zine dipandang sebagai aktivitas politik, meskipun cakrawala subkulturnya sempit. Semua itu berubah setelah <a href=\"https://crimethinc.com/2017/11/30/the-power-is-running-a-memoir-of-n30-shutting-down-the-wto-summit-in-seattle-1999\">protes WTO 1999</a>, yang memulai era demonstrasi dan pengorganisasian politik tanpa henti. Sebagian besar orang yang serius dengan politik mereka mengalihkan fokus dari scene punk. Sementara itu, orang-orang yang terlibat dalam punk hanya untuk musik dan fashion tetap ada, dan memimpin reaksi terhadap segala jenis keterlibatan politik. Sementara yang lain berfokus pada konvergensi anarkis, <a href=\"https://crimethinc.com/2003/11/20/blocs-black-and-otherwise\">blok hitam</a>, dan <a href=\"https://crimethinc.com/2013/04/17/accounting-for-ourselves-breaking-the-impasse-around-assault-and-abuse-in-anarchist-scenes\">proses akuntabilitas</a>, kaum reaksioner adalah orang-orang yang masih memainkan pertunjukan dan merekam album, dan mereka mengatur suasana punk abad ke-21 yang apolitis dan konservatif secara musik.</p>\n\n<p>Antara 1998 dan 2002, hampir setiap band yang membantu mempolitisasi punk underground bubar, dan banyak majalah berpengaruh berhenti terbit. Pada Mei 2002, ketika kaum anarkis Boston menggelar <a href=\"http://cleveland.indymedia.org/news/2002/02/1418.php\">Festival del Pueblo</a>, perpecahan telah berkembang antara elemen estetika dan politik dalam subkultur, terbukti dalam ketegangan antara punk yang hanya menghadiri pertunjukan dan kaum anarkis yang berjuang untuk membangun gerakan revolusioner. Untuk menyebutkan satu contoh, orang yang memainkan pertunjukan His Hero Is Gone setelah Jutaan untuk Mumia dan kemudian memainkan peran dalam pengorganisasian anarkis melawan Konvensi Nasional Republik tahun 2000 datang untuk tampil dengan bandnya, tetapi pulang ke rumah setelahnya daripada menghadiri demonstrasi dijadwalkan keesokan harinya.</p>\n\n<p>Beberapa tahun kemudian, perpecahan antara punk dan anarkisme selesai. Even Against Me, nenek moyang reaksi folk punk terhadap stagnasi kancah anarko-punk, telah meninggalkan gerakan DIY dan menghindari politik anarkis mereka sebelumnya. Dari Ashes Rise, yang pernah menjadi rekan dari His Hero Is Gone yang independen tanpa kompromi, menandatangani kontrak dengan label rekaman yang lebih besar dan merekam album terakhir dengan lagu-lagu tentang perang nuklir—kemunduran ke nostalgia tahun 1980-an yang semakin absurd di tengah perang Irak—Sebelum putus. Punk—setidaknya untuk generasi itu—telah mencapai ujung lintasannya sebagai kekuatan untuk perubahan sosial.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/10/22/6.jpg\" />   <figcaption>\n    <p>…Ke garis depan kooptasi.</p>\n  </figcaption>\n</figure>\n\n<h1 id=\"teknologi-legitimasi-dan-aksesibilitas\"><a href=\"#teknologi-legitimasi-dan-aksesibilitas\"></a>Teknologi, Legitimasi, dan Aksesibilitas</h1>\n\n<p>Mari kembali ke kebangkitan folk punk tak lama setelah pergantian abad. Hero Is Gone-nya telah menjadi salah satu band DIY pertama yang beralih dari suara kabinet tunggal menjadi full stack, dan dalam beberapa tahun setiap band yang ingin dianggap serius telah melakukan hal yang sama. Hal ini menyebabkan perlombaan senjata dan semacam inflasi estetika: tidak ada volume yang cukup keras, tidak ada rekaman yang cukup kuat, tidak ada peralatan yang cukup mahal.<sup id=\"fnref:3\"><a href=\"#fn:3\" class=\"footnote\" rel=\"footnote\" role=\"doc-noteref\">3</a></sup> Folk punk adalah reaksi terhadap hal ini: format yang mudah diakses, murah, dan tidak dimurnikan secara sadar. Namun itu tidak pernah mencapai popularitas punk berbasis peralatan; Yang pasti, band andalan Against Me! bergeser ke instrumentasi rock standar dalam perjalanan mereka ke karir perusahaan.</p>\n\n<p>Demikian pula, orang mungkin bertanya mengapa, dari semua format yang berkembang di bawah tanah DIY, tidak pernah ada kelompok drama keliling. Secara sepintas lalu, teater akan menjadi media yang sempurna bagi para pemain independen dengan akses terbatas ke sumber dayanya. Rombongan drama ini bisa bepergian tanpa peralatan mahal atau membutuhkan kendaraan besar; pertunjukan bisa berlangsung hampir di mana saja. Dario Fo, Teater Hidup… teater radikal memiliki sejarah yang kaya di setiap negara dan zaman. Pertunjukan boneka bisa dibilang klise di sirkuit DIY—jadi mengapa bukan drama?</p>\n\n<p>This indicates a lingering materialism in DIY culture. Equipment, be it a shoddy cardboard puppet stage or ten thousand dollars’ worth of amplifiers, conferred the legitimacy that both performers and audiences longed for. “Look,” working class dropouts could say to themselves, gesturing at a rusty van full of gear that cost them years of wages, “we’re a <em>real band!”</em></p>\n\n<p>Dalam masyarakat kapitalis, aktivitas diinvestasikan dengan makna terutama melalui pasar dan media. Musik rock awalnya merupakan bentuk seni kelas pekerja yang kemudian dibudidayakan oleh kapitalis sebagai tanaman penghasil uang; makna yang ditemukan orang di dalamnya cukup nyata, tetapi itu dihasilkan melalui kekuatan yang sebagian besar di luar kendali mereka. Bintang rock itu penting justru karena tidak semua orang bisa menjadi satu. Paradoksnya, punk mengambil format rock sebagai cara untuk menegaskan kepentingan mereka sendiri, bahkan dalam proses memberontak terhadap perusahaan yang memperkenalkan mereka padanya.</p>\n\n<p>Orang bisa membaca naik turunnya punk DIY sebagai “cegukan” historis di mana rilis rekaman dan teknologi pencetakan pertama kali dapat diakses oleh masyarakat umum. Crass adalah salah satu band pertama yang merilis rekaman mereka sendiri; Ini menarik karena mereka menggunakan teknologi yang selama ini tidak tersedia bagi kelas pekerja. Namun, dalam beberapa dekade, perkembangan ini diperdebatkan oleh kemajuan teknologi dan kejenuhan yang berlebihan. Begitu <em>ada yang</em> bisa merilis rekaman, itu tidak berarti lagi—itu tidak “nyata” dalam arti bahwa semua yang ada di televisi adalah “nyata” sementara hidup kita terasa tidak nyata dan tidak berarti.</p>\n\n<p>Kancah punk didirikan pada ketegangan yang diciptakan oleh akses terbatas ke alat produksi musik; dengan kedatangan teknologi yang memperluas akses ini ke semua orang, strukturnya runtuh. Internet menggantikan jaringan distribusi yang dibangun dengan susah payah dan budaya zine dengan kesegeraan download musik dan blog; beberapa di antaranya terjadi dalam struktur yang benar-benar terdesentralisasi, tetapi lebih banyak lagi yang didasarkan pada pemalsuan perusahaan seperti myspace.com. Perkembangan yang terakhir ini sangat ironis karena DIY bawah tanah telah menjadi area pengujian untuk jenis sistem berbasis jaringan yang diuniversalkan oleh internet.</p>\n\n<p>Ketika setiap band remaja kelas menengah dapat memiliki halaman web dan studio rekaman rumah mereka sendiri, kekecewaan berikutnya mengungkapkan betapa dangkal janji menjadi bintang rock di tempat pertama. Dalam beberapa hal, adalah hal yang sehat untuk melepaskan ilusi seseorang, terutama yang ditanamkan oleh musuh seseorang. Di sisi lain, jika tidak ada yang menggantikan mereka, ini hanya menguras dunia makna lebih jauh—dan nihilisme murni membantu mempertahankan status quo.</p>\n\n<p>Punk sangat mengasyikkan karena, berbeda dengan rock korporat, ia menawarkan pengalaman yang relatif tanpa perantara: seseorang dapat bertemu musisi favoritnya, menari dan berinteraksi di luar aturan masyarakat yang represif, bahkan membentuk band sendiri dan membuat ulang subkultur itu sendiri. Ribuan orang menghadiri pertunjukan Black Flag karena mereka menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda dari apa pun yang ditawarkan kapitalisme perusahaan. Tapi begitu internet membuat setiap band menjadi agen promosinya sendiri dan youtube.com memungkinkan semua orang tampil di MTV, musik independen tidak kalah mediasinya dengan musik korporat, dan tidak kalah hambarnya.</p>\n\n<h1 id=\"belajar-dari-punk\"><a href=\"#belajar-dari-punk\"></a>Belajar dari Punk</h1>\n\n<p>Jangka panjang Punk sebagai tempat berkembang biaknya anarkisme menunjukkan seberapa besar kita bisa mendapatkan keuntungan dari kegiatan sosial yang menyenangkan dan kreatif. Dalam memupuk arus budaya organik, kita dapat menciptakan gerakan sosial yang tidak bergantung pada satu institusi tetapi secara alami berkembang biak sendiri. Idealnya, mereka harus subversif dan tidak langsung memprovokasi represi—sangat penting untuk ditarik garis batasnya, tetapi peserta harus memiliki cukup waktu untuk melalui proses evolusi sebelum polisi melepaskan tongkatnya. Ruang berkelanjutan yang memelihara komunitas perlawanan jangka panjang pada akhirnya dapat berkontribusi lebih banyak pada perjuangan militan daripada jenis pemberontakan yang tidak sabar yang dimulai dengan konfrontasi daripada membangunnya.</p>\n\n<p>Meski punk telah dianggap picik, keberhasilan anarko-punk menunjukkan betapa efektifnya bagi kaum anarkis untuk berinvestasi dalam penjangkauan berkelanjutan dalam lingkungan skala yang dapat dikelola. Lebih baik jika ini adalah ruang yang beragam secara politik di mana debat dan perubahan dinamis dapat terjadi dan orang-orang baru dapat menemukan ide-ide radikal.</p>\n\n<p>Pada saat yang sama, melumpuhkan gerakan sosial yang bertujuan mengubah seluruh kehidupan untuk dikaitkan dengan satu subkultur. Belajar dari tahun-tahun pengorganisasian anarkis yang berakar pada lingkungan punk, kita dapat melihat pentingnya menciptakan ruang yang menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang dengan pijakan yang setara. Demikian pula, kita bisa belajar dari faktor-faktor yang menghasilkan dan melumpuhkan punk, seperti hubungan cinta-benci dengan bintang rock. Menyalurkan hasrat yang dikembangkan oleh masyarakat kapitalis ke dalam gerakan perlawanan dapat menghasilkan pertumbuhan yang cepat, tetapi juga kelemahan fatal yang hanya terungkap seiring waktu.</p>\n\n<p class=\"darkred\">Saat ini, dalam gerakan anarkis, terkadang kita kehilangan semangat Dionysian yang menjadi ciri khas punk underground pada titik tertinggi: pengalaman kolektif yang diwujudkan dari kebebasan berbahaya. Beginilah cara punk menginspirasi kita dalam eksperimen anarkis kita hari ini dan esok: sebagai jalan keluar transformatif untuk kemarahan dan kesedihan dan kegembiraan, model positif untuk kebersamaan dan penentuan nasib sendiri dalam hubungan sosial kita, sebuah contoh bagaimana dorongan destruktif juga bisa jadilah kreatif—dan sebaliknya.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/10/22/3.jpg\" />\n</figure>\n\n<div class=\"footnotes\" role=\"doc-endnotes\">\n  <ol>\n    <li id=\"fn:1\">\n      <p>Istilah “punk” telah digunakan untuk menggambarkan fenomena yang luas selama empat setengah dekade terakhir. Dalam analisis ini, ini mengacu pada jaringan sosial dan budaya yang terkait dengan do-it-yourself bawah tanah, bukan gaya musik atau mode tertentu. <a href=\"#fnref:1\" class=\"reversefootnote\" role=\"doc-backlink\">&#8617;</a></p>\n    </li>\n    <li id=\"fn:2\">\n      <p>Pada tanggal 18 Juni 1999, hari aksi global yang bertepatan dengan KTT G8 ke-25, London ditutup oleh “<a href=\"https://crimethinc.com/2017/06/18/flashback-to-june-18-1999-the-carnival-against-capital-a-retrospective-video-and-comic\">Karnaval Melawan Kapitalisme</a>” penutupan Jalanan yang mengakibatkan kerusuhan besar-besaran. Liputan berita independen dari acara ini menunjukkan jaringan Indymedia yang terbentuk selama <a href=\"https://crimethinc.com/2017/11/30/the-power-is-running-a-memoir-of-n30-shutting-down-the-wto-summit-in-seattle-1999\">demonstrasi bersejarah menentang KTT WTO di Seattle</a> lima bulan kemudian, dan menandai era baru pengorganisasian anti-kapitalis. <a href=\"#fnref:2\" class=\"reversefootnote\" role=\"doc-backlink\">&#8617;</a></p>\n    </li>\n    <li id=\"fn:3\">\n      <p>Siapa pun yang akrab dengan cara kerja industri musik tahu bahwa sedikit tempat, lebih sedikit label, dan hampir tidak ada musisi yang menghasilkan uang dari usaha mereka. Jadi kemana perginya semua uang itu? Mungkin untuk produsen. Kita dapat menemukan amplifier bekas yang tak terhitung banyaknya untuk dijual yang “tidak pernah meninggalkan ruang bawah tanah”—seperti biasa, para kapitalis menjual kepada kita mimpi yang mustahil, lalu menguangkan upaya kita untuk mewujudkannya. <a href=\"#fnref:3\" class=\"reversefootnote\" role=\"doc-backlink\">&#8617;</a></p>\n    </li>\n  </ol>\n</div>\n"
    },
    {
      "id": "https://crimethinc.com/2018/09/03/mitos-dari-bekerja-delapan-mitos-yang-membuat-matamu-terus-memandang-jam-dan-bekerja-terlalu-keras",
      "url": "https://crimethinc.com/2018/09/03/mitos-dari-bekerja-delapan-mitos-yang-membuat-matamu-terus-memandang-jam-dan-bekerja-terlalu-keras",
      "title": "Mitos dari Bekerja : Delapan mitos yang membuat matamu terus memandang jam dan bekerja terlalu keras",
      "summary": "",
      "image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/09/03/header.jpg",
      "banner_image": "https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/09/03/header.jpg",
      "date_published": "2018-09-03T15:10:00Z",
      "date_modified": "2024-09-10T03:55:42Z",
      "tags": [],
      "content_html": "<p>Tentang delapan mitos yang membuatmu selalu patuh dan bekerja keras dalam waktu yang lama…</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/09/03/1-id.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Sangat tergantung dari pemahaman anda tentang ‘kerja’. Mari berpikir  tentang  berapa banyak orang yang menikmati bertaman, memancing,  pengrajin kayu, memasak, bahkan juga programmer computer untuk  kepentingan mereka  masing-masing. Bagaimana jika seluruh aktifitas tadi  mampu menyediakan  seluruh kebutuhan anda??</p>\n\n<p>Selama ratusan tahun, manusia mengklaim bahwa kemajuan teknologi akan  segera  membebaskan manusia dari keinginan mereka terhadap kerja. Hari  ini manusia telah memiliki semua kapabilitas itu yang bagi para  pendahulu  kita adalah sesuatu yang tidak bisa mereka bayangkan, tetapi  prediksi  tersebut belum terwujud. Di Amerika Serikat, orang-orang  bekerja lebih  lama dari beberapa generasi sebelumnya – kaum miskin yang  bekerja untuk bertahan hidup, kaum kaya yang bekerja untuk persaingan. Yang lain lagi dengan keputus-asaan mencari pekerjaan, sangat menikmati   kenyamanan waktu senggang selagi masih tersedia. Meskipun perbincangan tentang resesi dan kebutuhan untuk penghematan, korporasi tetap melaporkan pendapatan, yang kaya semakin kaya dari sebelumnya, dan   jumlah yang sangat besar dari barang dagangan diproduksi hanya untuk   dibuang percuma. Ada sangat banyak kekayaan, tetapi tidak digunakan untuk membebaskan manusia.</p>\n\n<p>Sistem yang seperti apakah yang secara bersamaan mampu memproduksi  kekayaan  yang melimpah dan sekaligus mencegah kekayaan melimpah?? Para pendukung pasar bebas selalu berargumen bahwa tidak ada pilihan yang lain – dan begitupun masyarakat kita teroganisir untuk mengikuti hal ini, dan memang tidak ada plihan lain.</p>\n\n<p>Dan suatu ketika, sebelum waktu mencatat dan sebelum kekuasaan lahir, segala sesuatunya dapat terselesaikan tanpa pekerjaan. Alam telah menyediakan seluruh kebutuhan manusia yang belum diolah dan belum di privatisasi. Pengetahuan dan keterampilan tidak eksklusif kedalam wewenang para ahli yang mempunyai lisensi, yang diadakan  oleh institusi yang mahal; waktu tidak dipisahkan kedalam produktifitas kerja dan   konsumsi waktu senggang. Kita memahami bahwa pekerjaan ditemukan setelah  beberapa ribu tahun yang lalu, sedangkan manusia telah ada jauh  sebelum  ribuan tahun yang lalu. Kita telah dihadapkan bahwa hidup  adalah  ‘terasing, miskin, jorok, kasar, dan pendek’ belakangan ini –  tetapi  cerita tersebut disampaikan kepada kita oleh mereka yang  memaksakan jalan hidup seperti itu, bukan oleh mereka yang menerapkannya.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/09/03/2-id.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Ini bukan bermaksud mengatakan bahwa kita seharusnya kembali dimana  segala sesuatunya harus berjalan sebagaimana seharusnya, atau kita bisa bependapat – bahwa hal tersebut tidak bisa diterapkan lagi dijaman sekarang. Jika para pendahulu kita bisa melihat manusia sekarang, mereka  mungkin sangat gembira tentang sebagian karya penemuan kita dan juga terkejut karenanya, dan mereka tentu saja terheran-heran tentang   bagaimana kita mengaplikasikannya. Kita membangun dunia ini melalui para  pekerja, dan tanpa halangan tertentu kita bisa membangun dunia yang lebih baik. Ini bukan tentang melupakan semua yang kita telah pelajari. Melainkan meninggalkan semua yang tidak berguna dari yang kita telah pelajari.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/09/03/3-id.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Seseorang sulit menyangkal bahwa kerja adalah kegiatan produktif. Hanya beberapa ribu tahun setelah itu telah merubah permukaan bumi secara  dramatis.</p>\n\n<p>Tetapi apakah sebenarnya yang diproduksi? Billiunan potongan kecil yang segera dibuang: laptop dan cellphone yang dalam beberapa tahun segera usang dan tidak terpakai. Bermil-mil buangan sampah dan berton-ton karbon chlorofluore. Pabrik-pabrik segera berkarat ketika para pekerja  semakin dibayar murah dimana-mana. Penampungan besi tua terisi penuh,   sementara itu jutaan penderita gizi buruk; perawatan medis hanya dapat   dibeli oleh mereka yang kaya, novelis dan para filsuf dan gerakan seni  pada umumnya tidak punya banyak waktu untuk masyarakat, perlahan kemudian tersubordinasi ke motif untuk profit dan kebutuhan terhadap hak cipta.</p>\n\n<p>Dimanakah sumber dari seluruh kegiatan produksi ini berawal? Apa yang  terjadi  dengan ekosistem dan komunitas yang telah dirampas dan diekspliotasi? Jika kerja adalah sebuah kegiatan produktif (kegiatan  yang  menghasilkan), maka kerja juga adalah kegiatan yang destruktif.</p>\n\n<p>Kerja tidak menghasilkan barang-barang yang tidak direncanakan, kerja  bukan  aksi sulap. Sering, kerja membutuhkan material yang langka dari  biosfer – hasil bumi yang penting untuk semua mahluk – dan dirubah  menjadi  produk, dihidupkan oleh logika pasar. Bagi mereka yang melihat  dunia  dalam konteks keseimbangan kurva neraca, ini merupakan sebuah  kemajuan, tetapi bagi kita seharusnya tidak mempercayai kata-kata  tersebut.</p>\n\n<p>Kapitalis dan Sosialis selalu memanfaatkan hal tersebut untuk membenarkan bahwa  kerja menghasilkan nilai. Pekerja harus  mempertimbangkan  kemungkinan  yang lain – dalam hal bekerja sebagai nilai. Karena itulah mengapa  hutan dan kutub es telah dikonsumsi  disepanjang kehidupan kita; keinginan dalam tubuh sepulang dari kerja  berhubungan pararel dengan kehancuran dalam skala global.</p>\n\n<p>Apa yang harus diproduksi jika bukan dari biosfer? Mari memulai dengan; bagaimana jika memproduksi kebahagiaan kita? Bisakah kita  bayangkan sebuah tatanan masyarakat yang aktifitasnya bertujuan untuk  menciptakan kehidupan, eksplorasi misteri kehidupan, daripada menumpuk  kekayaan  dan menambah persaingan?? Kita masih tetap memproduksi barang  dalam  masyarakat  tentunyam tetapi bukan untuk meraih profit. Festival,   berpesta, filosofi, romansa, kreatifitas, mengasuh anak, pertemanan,   petualangan – kita bisa menjadikan hal ini menjadi tujuan utama kehidupan, daripada hanya menjadi waktu cadangan.</p>\n\n<p>Hari ini segalanya telah terbalik – konsep kebahagiaan telah dikonstruksi sebagai perangsang untuk produksi. Keajaiban kecil dari sebuah produk telah mengacaukan kita dan seluruh dunia.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/09/03/4-id.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Kerja tidak dengan mudah menciptakan kekayaan dimana awalnya hanya ada kemiskinan. Kebalikannya, selama memperkaya beberapa kelompok melalui pengeluaran kelompok lain, maka kerja adalah pencipta kemiskinan dan profit.</p>\n\n<p>Kemiskinan bukanlah sebuah kondisi objektif, melainkan sebuah relasi  yang  dihasilkan oleh distribusi hasil-hasil alam yang tidak seimbang. Tidak akan pernah ada kemiskinan didalam masyarakat yang kehidupannya didasari atas berbagi. Kemungkinan ada kekurangan tetapi tidak seorang   pun diperlakukan secara tidak pantas dengan ‘tidak tau segalanya’ sementara yang lain ‘lebih mengetahui’ terhadap apa yang harus dikerjakan. Adalah profit, merupakan akumulasi dan permulaan minimum dari kekayaan yang diperlukan, untuk mempengaruhi kondisi masyarakat, semakin meningkat dan terus meningkat, kemiskinan pun semakin hari semakin lemah.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/09/03/6-id.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Kerja tidak hanya menciptakan kemiskinan selain kekayaan – kerja mengkonsentrasikan kekayaan ditangan sebagian kecil orang dan   menyebarluaskan kemiskinan. Bagi Bill Gates; jutaan orang harus hidup dibawah garis kemiskinan, untuk setiap Shell Oil harus ada yang bernasib seperti Nigeria. Semakin banyak kita kerja, semakin banyak keuntungan  yang diraih dari pekerja, dan semakin miskin pula kita jika dibandingkan dengan mereka yang mempekerjakan kita.</p>\n\n<p>Jadi, tambahan untuk mencipkatan kekayaan adalah; kerja menjadikan  orang  semakin miskin. Ini terlihat jelas bahkan sebelum kita  memfaktorkan, seluruh jenis pekerjaan membuat orang-orang menjadi  miskin; miskin  secara tekad, miskin dalam waktu luang, buruk dalam kesehatan, miskin dalam pengertian siapakah diri kita selain karir dan akuntan bank, miskin dalam jiwa.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/09/03/7-id.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Estimasi ‘biaya hidup’ adalah menyesatkan – masih terdapat cara hidup meskipun kecil. ‘Biaya kerja’ juga menyesatkan, dan itu tidak murah.</p>\n\n<p>Setiap orang tau apa yang dikerjakan oleh para pembantu rumah dan para   pencuci piring  untuk menjadi tulang punggung didalam system ekonomi. Semua momok dari kemiskinan – kecanduan, keluarga yang berantakan, kesehatan yang buruk – merupakan persamaan dari rangkaian ini; seseorang  yang bertahan dari semua ini dan entah bagaimana, menunjukan suatu keajaiban dalam bekerja. Pikirkan apa yang bisa dicapainya jika mereka   bebas mengunakan kekuatannya untuk sesuatu yang lain daripada mencari keuntungan bagi pemilik perusahaan.</p>\n\n<p>Bagaimana dengan para bos, diuntungkan untuk menjadi yang teratas di pyramid? Anda mungkin berpikir mendapatkan gaji yang tinggi  berarti  mendapatkan uang dan mendapatkan kebebasan, tetapi sayangnya tidak semudah itu. Setiap pekerjaan memerlukan biaya yang tersembunyi; sama  seperti  pencuci piring harus membayar ongkos bus pergi dan pulang kerja  setiap  hari, pengacara perusahaan harus bersedia terbang kemana saja  untuk  mencatat setiap momen, untuk mengurus keanggotaan istimewa di  setiap  pertemuan bisnis informal, untuk memiliki rumah kecil untuk  melayani  makan malam tamu dan sekaligus klien. Karena inilah sangat sulit bagi pekerja kelas menengah untuk menabung uang yang cukup untuk berhenti kerja dimana ketika mereka bergerak maju dan keluar dari  kesibukan  ridak menentu; mencoba untuk maju didalam ekonomi pada dasarnya berarti berlari di tempat. Paling baik, anda mungkin sangat ahli  menggunakan treadmill, anda harus berlari kencang untuk tetap  ditempat, tidak  beranjak kemana-mana.</p>\n\n<p>Seluruh biaya finansial dari bekerja merupakan pengeluaran terakhir yang sangat mahal. Di suatu survey, pada setiap orang dengan bermacam profesi, ditanyakan tentang berapa banyak uang yang mereka perlukan untuk menghidupi kehidupan yang mereka inginkan; mulai dari fakir miskin sampai kaum bangsawan, mereka menjawab dengan perkiraan dua kali dari  berapapun jumlah penghasilan mereka saat ini. Jadi bukan hanya uang  yang  membutuhkan biaya untuk dihasilkan, melainkan seperti obat-obatan yang membuat efek candu, selalu saja kurang untuk dipenuhi. Dan semakin kamu  berada di dalam struktur hirarki, semakin kamu akan bekerja keras untuk  mempertahankan tempat kamu. Para eksekutif yang kaya raya harus  melupakan hasratnya yang tidak ingin diatur dan melupakan kesadarannya,  harus yakin pada diri sendiri bahwa dirinya pantas untuk mendapatkan lebih dari kemalangan para pekerja yang berada dibawahnya, yang bekerja  mempersiapkan segala kenyaman sang eksekutif, harus lebih lembut dari hati untuk mempertanyakan, untuk membagi, untuk membayangkan   kehidupannya sendiri di bawah kaki orang lain, jika tidak demikian, cepat atau lambat lawan-lawan yang lebih kejam akan menggantikan   dirinya. Kerah biru dan kerah putih, keduanya harus membunuh dirinya   untuk mempertahankan pekerjaannya yang membuatnya hidup, ini hanya   permasalahan fisik atau destruksi spiritual. Semua itu adalah ‘biaya’ yang harus kita bayar secara individual, dan juga ada ‘harga global’   untuk membayar seluruh kegiatan kerja ini. Selain biaya lingkungan, ada  juga penyakit yang muncul akibat bekerja, termasuk cedera, dan  kematian:  tiap tahun kita membunuh manusia dengan menjual ribuan  hamburger dan  menjual kartu keanggotaan klub kesehatan bagi  mereka-mereka yang  bertahan hidup. Departemen tenaga kerja US  melaporkan bahwa jumlah orang  yang menderita cedera fatal ketika  bekerja pada tahun 2011 dua kali  lebih banyak dari pada korban 11  September, dan jumlah itu belum termasuk penyakit yang muncul akibat  pekerjaan. Yang terpenting, jauh melebihi harga-harga, adalah ‘biaya’  dari tidak pernah untuk belajar  bagaimana menentukan hidup kita  sendiri, tidak pernah mendapatkan  kesempatan untuk menjawab atau bahkan untuk mempertanyakan apa yang akan  kita lakukan untuk bumi ini di masa kita sekarang jika segala hal  sesuai dengan kehendak kita. Kita tidak  akan pernah tahu seberapa parah  kita menyerah untuk menetap di dunia  yang penuh dengan orang-orang yang  terlalu sibuk, penuh dengan  orang-orang yang terlalu miskin, dan penuh  dengan orang-orang yang  dikalahkan untuk tunduk dengan dunia.</p>\n\n<p>Kenapa harus bekerja, jika itu terlalu mahal dan beresiko?? Setiap  orang tau  jawabannya – tidak ada cara lain untuk memperoleh sumber daya  alam yang kita perlukan untuk bertahan hidup, atau untuk alasan itulah   masyarakat berpartisipasi secara menyeluruh. Seluruh bentuk masyarakat   yang lampau yang (bertimbal balik dengan sekarang) memungkinkan   segalanya bisa terjadi telah dberantas – telah diusir oleh conquistadors  (para penjelajah), penjual budak, dan korporasi yang telah  menanggalkan  kesukuan, tradisi, dan juga ekosistem secarah menyeluruh.  Kebalikan  dari propaganda kapitalis, kemanusiaan yang bebas tidak akan  berbondong-bondong menuju pabrik untuk di seleksi jika mereka mempunyai  pilihan lain, bahkan tidak akan menggunakan kembali merk sepatu dan perangkat lunak komputer.</p>\n\n<p>Dengan melakukan kerja, belanja dan membayar tagihan, setiap orang  membantu  melestarikan kondisi yang mengharuskan aktivitas ini terus  bertahan.  Kapitalisme terus bertahan karena setiap dari kita  menginvestasikan apa saja di dalamnya; seluruh energy kita dan  kecerdikan kita ke dalam  pasar, seluruh sumber daya di investasikan ke  dalam supermarket dan  dalam pasar saham, seluruh perhatian kita  dicurahkan kedalam media.  Lebih tepatnya, kapitalisme terus bertahan  karena seluruh kegiatan  keseharian kita adalah kapitalisme. Tetapi  akankah kita akan  melanjutkannya jika kita mempunyai pilhan yang lain?</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/09/03/9-id.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Kebalikannya, alih-alih membantu orang-orang untuk mencapai kebahagiaan,  kerja  justru mendorong untuk menyangkal diri sendiri dan menjadi  semakin  buruk.</p>\n\n<p>Mematuhi guru, bos, tuntutan pasar – belum lagi tentang hukum, harapan  orang  tua, naskah suci agama, norma sosial – telah dikondisikan kepada  kita,  sejak dari bayi, untuk menahan hasrat kita masing-masing. Mematuhi   perintah menjadi refleksi yang tidak disadari, benar atau tidak hal ini  telah menjadi perhatian kita,  menjadi kondisi natural kedua.</p>\n\n<p>Menjual waktu daripada melakukan berbagai hal yang sesuai dengan  kepentingan  kita masing-masing, kita telah mengevaluasi hidup kita  masing-masing  berdasarkan seberapa banyak yang kita bisa dapatkan dalam  pertukaran  dengan sistem ini, bukannya berpikir bagaimana kita bisa  keluar dari  lingkar sistem ini. Begitupun dengan budak freelance  (pekerja paruh  waktu) menjajaka hidup kita per-jam, kita berpikir bahwa  diri kita  setiap bagiannya mempunyai harga; jumlah dari harga menjadi  ukuran kita terhadap nilai. Dalam hal itu, kita telah berubah menjadi  komoditi,  sama seperti sikat gigi dan tisu toilet. Apa yang dulu di  sebut manusia sekarang disebut pekerja, sama seperti apa yang dulunya  adalah babi  maka sekarang adalah potongan daging babi. Hidup kita telah  menghilang, dihamburkan seperti uang, yang telah kita tukarkan kedalam  uang.</p>\n\n<p>Sering kali, kita dimanfaatkan untuk tidak memiliki sesuatu dengan  mudah yang menurut kita bermanfaat, harus menuntut kita berkorban untuk   menyatakan bahwa kita sangat perduli tentang sesuatu.  Kita menjadikan   diri sendiri sebagai martir untuk ide-ide, suatu sebab, ekpresi cinta   terhadap yang lain, bahkan ketika hal tersebut seharusnya membantu kita  untuk mendapatkan kebahagiaan.</p>\n\n<p>Sebagai contoh, sebuah keluarga, dimana orang-orang didalamnya  mewujudkan  kasih sayang dengan bersaing sebagai seorang yang harus  diperhatikan  lebih dari yang lain. Kepuasan bukan hanya tertunda, hal  tersebut telah berlalu dari satu generasi ke generasi berikutnya.  Tanggung jawab  untuk menikmati semua kesenangan mungkin disimpan selama  bertahun-tahun kedalam kerja keras tanpa pamrih yang ditangguhkan untuk  anak-anak;  ketika sudah berumur, jika mereka harus menjadi orang dewasa  yang  bertanggung jawab maka mereka tetap harus bekerja sampai jari  mereka  menjadi tulang.</p>\n\n<p>Dan dollar harus dihentikan disuatu hari!!</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/09/03/10-id.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Setiap orang bekerja keras di masa sekarang ini, itu sudah pasti.  Mengikat  akses ke sumber daya alam dan kinerja pasar telah menyebabkan  produksi  yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kemajuan teknologikal  yang  luar biasa. Memang, pasar telah memonopoli dan menutup segala akses   bagi pengembangan kapasitas kreativitas kita sendiri sampai sedemikian   luas, sehingga banyak orang bekerja bukan hanya sekedar bertahan hidup   tetapi juga untuk mendapatkan sesuatu untuk dikerjakan. Tetapi inisiatif  yang seperti apa yang ditanamkan??</p>\n\n<p>Mari kembali sejenak ke isu pemanasan global, salah satu kirisis yang   paling serius yang mengancam bumi. Setelah penyangkalan beberapa   dekade, para politisi dan para pebisnis akhirnya berduyun-duyun beraksi,  untuk melakukan sesuatu. Dan apakah yang dilakukan oleh para politisi  dan pebisnis tersebut? Melakukan casting (syuting pendek) untuk   memperoleh pemasukan! Investsi karbon, “clean” coal (batubara yang   bersih), “green” investment firms (bidang usaha investasi yang   bersahabat dengan lingkungan) – adakah yang mempercayai bahwa dengan   cara seperti inilah yang efektif untuk menghentikan gas rumah kaca?   Sangat ironis ketika malapetaka yang disebabkan oleh konsumsi kapitalis  bisa digunakan kembali untuk memacu konsumsi yang lebih, tetapi  kemudian  ini yang melahirkan semacam inisiatif kerja. Orang seperti  apakah yang  ketika dikonfrontasikan dengan tugas untuk mencegah  berakhirnya  kehidupan dibumi, merespon dengan jawaban; tentu saja, tapi apa yang  saya bisa dapatkan dari hal itu??</p>\n\n<p>Jika segalanya didalam kehidupan masyarakat harus diarahkan oleh  motivasi  profit untuk menuju sukses, hal tersebut sama sekali bukanlah   inisiatif, tetapi merupakan hal yang lain. Tentang inisiatif yang   sebenarnya, adalah memulai nilai yang baru dan perilaku dalam bentuk   baru –  tentu saja hal ini bukan merupakan jalan pikiran bagi pemilik   perusahaan dan pebisnis yang diperuntukkan bagi karyawannya yang sedang  dilanda kelelahan. Bagaimana jika bekerja –yang adalah menyewakan   kekuatan kreatifmu kepada pihak lain, entah itu ke pihak menejer atau   konsumen – penyebab terkikisnya inisiatifmu??</p>\n\n<p>Bukti penjabaran ini jauh melebihi dari sekedar tempat bekerja. Berapa   banyak, orang yang hadir penuh dalam bekerja, tidak pernah telat datang  ke latihan musik?? Kita tidak dapat mengikuti kelas baca dalam klub  buku  kita sendiri bahkan ketika kita telah menyelesaikan tugas kampus  tepat  waktu; segala sesuatu yang kita inginkan dalam hidup selalu  berakhir dan  berada didalam daftar paling bawah dari jadwal kegiatan  keseharian  kita. Kemampuan untuk menjalani komitmen menjadi sesuatu  yang berada  diluar dari diri kita sendiri, selalu  terkait dengan  imbalan tertentu  dan hukuman.</p>\n\n<p>Bayangkan sebuah dunia dimana segala sesuatunya dikerjakan oleh  mereka didasari  karena mereka menginginkannya, didasari investasi  personal dalam  mengerjakannya. Bagi setiap bos yang berjuang untuk  memotivasi pekerja  yang sudah tidak tertarik lagi (acuh tak acuh), maka  ide-ide untuk  bekerja kepada orang lain merupakan impian semata, tidak  nyata. Tetapi  ini tidak untuk membuktikan bahwa tidak ada yang dapat  diselesaikan  tanpa kehadiran bos dan upah kerja – hal ini bermaksud  menggambarkan  bagaimana kerja justru melemahkan inisiatif.</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/09/03/11-id.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Mari beranggapan bahwa kerjaan kalian tidak pernah membuatmu cedera,  tidak  pernah meracunimu, atau membuatmu sakit. Mari pula menganggap  bahwa  system perekonomian tidak akan ambruk dan mari bekerja dan  menabung  hasilnya, kemudian tidak akan ada lagi yang akan membuatmu  cemas,  selain pencegahan terhadap criminal dan perampokan. Tetap saja  kamu  tidak yakin bahwa kamu tidak akan dirampingkan dari  kerjaan/jabatanmu.  Di kondisi sekarang tidak ada orang yang bekerja  untuk bos yang sama  selama hidupnya; kamu bekerja selama beberapa tahun  dalam satu tempat  sampai suatu ketika mereka akan menggantikanmu dengan  tenaga yang lebih muda dan lebih murah atau menyewa tenaga dari luar.  Kamu bisa berjuang sekuat tenaga untuk membuktikan kamu yang terbaik di  bidangmu dan  tetap saja akan berakhir dan digantikan.</p>\n\n<p>Kamu harus mengandalkan pimpinanmu untuk mengambil keputusan cerdas  dalam  menulis slip gaji – mereka tidak bisa begitu saja membuang-buang  uang  dan mereka bisa saja menganggap tidak perlu membayarmu. Tetapi kamu tidak pernah tahu kapan kecerdasan tersebut berbalik melawanmu: mereka yang kamu andalkan untuk mata pencaharianmu-pun tidak tahu pasti tentang  kepastian nasibmu, bahkan melalui perasaan. Jika kamu adalah wiraswasta, kamu mungkin tahu bagaimana keadaan pasar yang cenderung berubah-ubah. Tidak dapat dipastikan.</p>\n\n<p>Lalu apa yang bisa disebut keamanan yang sebenarnya? Mungkin dengan  menjadi bagian jangka panjang dari komunitas dimana orang-orang  didalamnya  saling membantu lainnya, sebuah komunitas berdasarkan  gotong-royong  (mutual assistance) daripada finansial insentif. Dan  apakah yang yang  menjadi kendala utama dalam membangun komunitas  swakelola tersebut??  Jawabannya adalah: kerja!</p>\n\n<figure class=\"\">\n<img src=\"https://cdn.crimethinc.com/assets/articles/2018/09/03/11-id.jpg\" />\n</figure>\n\n<p>Siapakah yang paling sering menanggung akibat dari tindakan yang tidak adil di  sepanjang sejarah? Jabannya adalah pekerja.  Ini bukan dimaksudkan  bahwa para bos yang bertanggung jawab atas hal ini – seperti pembelaan para bos yang mereka sampaikan kepada kita.</p>\n\n<p>Apakah dengan menerima upah dengan mudah akan serta-merta membebaskan  kamu  dari tanggung jawab dari aktivitasmu? Bekerja seolah-olah hadir  sebagai hal yang membantu perkembangan yang telah terjadi. Alasan yang  paling  sering ditemui adalah “saya hanya menjalankan perintah” – ini  telah  menjadi ‘nyanyian umum’ dan pembelaan dari jutaan karyawan.  Kerelaan  untuk ‘menjalankan perintah’ ini, telah memastikan hati nurani   seseorang di lingkungan kerja bahwa – faktanya, yang orientasinya hanya  untuk uang – merupakan dasar dari banyaknya permasalahan yang  mengganggu  spesies manusia.</p>\n\n<p>Manusia telah melakukan hal-hal yang menyeramkan tanpa perintah, juga  – namun  tidak melakukan banyak hal yang menyeramkan. Kamu bisa  beranggapan –  kepada seseorang yang melakukan hal yang buruk bagi  dirinya sendiri:  bahwa dia melakukannya dengan alasan berdasarkan  keputusannya sendiri.  Para karyawan, di satu sisi, bisa saja melakukan  tindakan yang tidak  bisa dibayangkan bodohnya dan merusak apa saja  sambil menolak untuk  memikirkan tentang konsekuensinya.</p>\n\n<p>Masalah sebenarnya, tentu saja, bukan terletak pada karyawan yang  menolak  untuk bertanggung jawab atas segala tindakannya – tetapi sistem  ekonomi yang memaksa bertanggung jawab adalah penghalang, yang hadir  dengan  sangat mahal.</p>\n\n<hr />\n\n<p><em>Karyawan membuang sampah beracun ke laut dan sungai.</em></p>\n\n<p><em>Karyawan membantai sapi dan melakukan percobaan ke monyet.</em></p>\n\n<p><em>Karyawan memboroskan banyak makanan.</em></p>\n\n<p><em>Karyawan telah menghancurkan lapisan ozon.</em></p>\n\n<p><em>Mereka mengawasimu, setiap gerak-gerikmu melalui kamera keamanan.</em></p>\n\n<p><em>Mereka segera mengusirmu ketika kamu tidak membayar sewa.</em></p>\n\n<p><em>Mereka memenjarakanmu ketika kamu tidak membayar pajak.</em></p>\n\n<p><em>Mereka akan mempermalukanmu ketika kamu tidak menyelesaikan pekerjaan rumahmu atau ketika kamu terlambat ke kantor.</em></p>\n\n<p><em>Mereka memasukan informasi tentang kehidupan pribadimu kedalam berbagai laporan keamanan dan file FBI.</em></p>\n\n<p><em>Mereka memberimu surat tilang dan mengambil mobilmu.</em></p>\n\n<p><em>Mereka mengelola standarisasi ujian, pusat tahanan bagi remaja, dan suntikan yang mematikan</em></p>\n\n<p><em>Para tentara yang menggiring orang-orang ke ruangan gas mematikan juga   adalah seorang karyawan. Sama seperti tentara yang menduduki Irak dan   Afganistan, sama seperti pelaku bom bunuh diri yang ingin menghancurkan  tentara tersebut – mereka juga adalah karyawan oleh Tuhan, berharap   mendapat balasan di surga kelak.</em></p>\n\n<hr />\n\n<h1 id=\"sudah-cukup\"><a href=\"#sudah-cukup\"></a>Sudah Cukup!!</h1>\n\n<p><em>Kamu harus membayar jalan hidupmu – meski itu berarti  melakukannya dengan  biaya dari orang lain. Selebihnya, segala yang lain  dari pada itu  adalah: tidak masuk akal, bunuh diri, dosa terhadap Tuhan,  menghianati  orang tua mu sendiri, sebuah tamparan di wajah untuk  seluruh kaum  miskin yang tidak punya banyak pilihan, dan pelanggaran  terhadap  ketentuan masa percobaan kerjaan – termasuk kalian-kalian yang   dimanjakan (dan seolah-olah nakal) dengan dana bantuan lembaga atau   perusahaan!!</em></p>\n\n<p><em>Saat-nya kalian masuk ke ruangan dan kembali bekerja!!</em></p>\n\n<p>Mari memperjelas masalah ini – mengkritik dunia kerja tidak selalu  berarti  menolak tenaga kerja, daya upaya, ambisi, atau komitmen. Tidak  selalu  berarti bahwa menuntut penghancuran dunia kerja maka segalanya  akan  menyenangkan dan mudah. Bertarung melawan kekuatan yang memaksa  kita  untuk bekerja merupakan pekerjaan yang tidak mudah.  Bermalas-malasan  bukanlah jalan keluar yang pantas, sebab bermalas-malas  hanyalah  sebagai salah satu produk dari kerja.</p>\n\n<p>Perlu digaris bawahi: setiap dari kita sangat pantas untuk menciptakan   segala potensial yang kita miliki dan sesuai bagi kita, sebagai tuan   bagi tujuan kita masing-masing. Ketika dipaksa untuk menjual seluruh   potensial dan kreatifitas kita demi sekedar bertahan hidup adalah hal   yang tragis dan memalukan manusia.</p>\n\n<p>Kita tidak harus hidup seperti yang telah terjadi sekarang ini…</p>\n\n<hr />\n\n<p>Tetapi apa yang akan terjadi jika tidak ada yang bekerja?? Sweatshop  (tempat  dimana pekerja-pekerja membanting tulang dengan gaji yg rendah)  akan  kosong dan lini-lini produksi dan perakitan akan terhenti,  setidaknya  tidak seorang pun yang akan memproduksi sesuatu dan tidak  akan ada yang menawakan dirinya secara sukarela. Kegiatan marketing akan  terhenti.  Individu-individu yang memegang kekuasaan terhadap hidup  orang lain  akan belajar pengetahuan sosial yang lebih baik. Kemacetan  lalu-lintas  akan teratasi dengan sendirinya, begitupun dengan tumpahan  minyak. Uang kertas dan applikasi kerja akan digunakan sebagai pemicu  bagi setiap  orang untuk kembali ke pertukaran barang dan saling berbagi.  Rumput dan bunga-bunga akan tumbuh diantara trotoar jalan yang retak,  nantinya  akan tumbuh pepohonan buah-buahan.</p>\n\n<p>Dan kita akan kelaparan sampai mati. Tetapi kita tidak hidup dari   dokumen-dokumen pekerjaan dan tidak hidup didalam evaluasi kinerja,   benar kan? Kebanyakan yang telah kita lakukan sekarang ini dan   melukannya demi uang adalah sangat tidak relevan bagi  kelangsungan   hidup kita – selain itu tidak memberi makna hidup sama sekal</p>\n\n<hr />\n\n<p><em>Pamplet ini pilihan dari buku berjudul Work, buku keluaran  CrimethInc.  ex-Workers Collective, dengan 376 halaman yang menganalisa  produksi  kapitalisme secara kontemporer. Untuk amunisi lainnya silahkan konsultasi ke id.crimethinc.com Alih bahasa oleh Dodie.</em></p>\n\n<h1 id=\"catatan\"><a href=\"#catatan\"></a>Catatan:</h1>\n\n<p><em>Beberapa contoh kasus dalam pamplet ini, di tiap-tiap poin tentang  mitos,  adalah berbasis di Amerika Serikat. Namun ini bukan berarti tidak terjadi di Indonesia dan juga ini bukan berarti kami berhaluan barat, seperti yang sudah biasa orang-orang klaim untuk kami. Yang lebih   ditekankan adalah bukan menghabiskan waktu membahas bagaimana   pelanggaran-pelanggaran kerja itu terjadi, melainkan menganalisa   karakter yang menciptakan situasi dunia kerja tersebut. Apa yang terjadi  di Amerika Serikat kemungkinan juga terjadi di Indonesia, India,   Nigeria, dan berbagai negara lainnya.</em></p>\n\n<p><em>Pelanggaran kerja pasti terjadi namun yang lebih diutamakan  adalah pemahaman  tentang dunia kerja itu sendiri. Membongkar  keburukannya, menceritakan  banyak hal yang mungkin belum pernah  diketahui, sehingga lebih  memungkinkan untuk penghancuran sistem ini  daripada berdalih untuk  memperbaiki dan membawanya ke ranah hukum.  Lagipula tujuan blog rahasia publik bukan untuk memperbaiki sistem  sosial sekarang ini.</em></p>\n\n<p><em>Mengapa dunia kerja? Bagi beberapa orang membahas dunia kerja adalah hal  yang  membosankan. Mungkin benar begitu. Entah suka atau tidak suka –  dunia  kerja, dan kerja upahan masih merupakan isu sentral dalam sistem   ekonomi moderen. Muncul ide bahwa budaya konsumeris akan menghantarkan   setiap orang untuk mencintai pekerjaannya, dengan dalih protes terhadap  tekanan kerja akan terhapus dengan keinginan untuk berbelanja   produk-produk. Namun ada yang terlewatkan, yaitu bagaimana lini produksi  itu tercipta jika tidak melalui tenggat waktu kerja?? Dalih persamaan  hak, menghantarkan para sarjana belomba-lomba untuk membuka bisnis dan  usaha lainnya. Demi ilusi menyelamatkan kemiskinan yang terjadi di   negaranya masing-masing. Tetapi apakah penyebab kemiskinan itu??</em></p>\n\n<p><em>Beberapa proyek rahasia publik kedepan akan mengutamakan kondisi  dunia kerja.  Segala perkembangan karateristiknya, yang memicu pemahaman  bahwa  kapitalisme moderen adalah sistem yang bersahabat. Sekilas,  mungkin  terlihat demikian, namun itu cuma tampilan luarnya saja.  Terdapat  banyak penyesuaian-penyesuaian dalam level manajemen, kebijakan   stuktural yang dinamis, pembelajaran organisasi dan pendekatan   psikologis terhadap pekerjanya, dan sebagainya. Tetapi untuk apakah   semua itu?? Perbaikan sistem produksi dan distribusi, dan yang paling   penting, tentu saja, untuk memperpanjang sistem ekonomi sekarang ini.</em></p>\n\n"
    }
  ]
}